NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:899
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Ponsel zara

"Michele?!" Teriak widya memeka telinga.

Michele yang baru saja memasuki rumahnya di buat terkejut dengan teriakan sang ibu, gadis itu bergetar ketakutan.

"Kamu buat masalah apa lagi di sekolah?!" Widya berjalan mendekat.

"E-enggak ada kok" Jawabnya takut takut

"Jangan kamu bohongin mama ya? kamu pikir mama gak tau kalau kamu habis berantem sama anak itu lagi?"

"Anjing! kok mama bisa tahu"

"Dia duluan ma yang mulai bukan aku" Belanya.

"Ya kenapa dia? ada masalah apa dia sama kamu?!"

"Ya aku gak tau"

"Mana mungkin kamu gak tau? status kamu itu kakak kelas dan liat siapa dia dia itu cuma gadis miskin yang ngadelin beasiswa mana mungkin dia berani sama kamu kalau gak ada apa apa?!" marahnya.

"Ya michele gak tau ma"

"Awas kamu boongin mama ya! gak becus jadi anak! gak ada yang lebih penting dari nama baik keluarga yang udah mama bangun sebesar ini! kalau sampai semua ini hancur gara gara kamu! awas aja!" Ancamnya.

Michele menunduk ketakutan, namun ia sedikit bernapas lega bahwa ibunya memilih pergi setelah acara marah marahnya.

Inilah kenapa dia tidak terdidik menjadi anak yang memiliki empati, ibunya bahkan tak memikirkan tentang pola asuh yang benar, orang tuanya selalu mengutamakan nama baik dan pamor mereka masing masing tanpa memikirkan kebahagiaan nya, ia merasa sangat tertekan tinggal di rumah ini.

Malam pukul 19.00

"Zara?" Panggil sita.

Zara yang tadinya tengah mengotak atik ponsel miliknya kini beralih mendengar panggilan sang ibu.

"Kenapa bu?"

"Temen kamu namanya Leon, ada di depan" Katanya.

"Hah?!"

Zara mendengus malas, rupanya Leon tak main main dengan ucapan nya, pemuda itu datang dan akan mengajaknya pergi ke pasar malam?

"Zara pergi bentar ya?" Pamit nya.

"Kalian... pacaran?" Tanya Sita.

"Enak aja! siapa juga yang mau" Sangkal Zara.

"Kenapa gak mau? ibu liat ganteng loh, ibu gak pernah liat kamu punya temen cowok selain Amir" Ungkap nya.

"Udah deh bu Zara mau pergi" Zara memasuk kan ponselnya pada tas kecil miliknya dan berlari keluar kamar.

"Lucunya" gumam sita.

di sisi lain...

"Yuk!" Ajak Leon saat Zara baru saja keluar rumahnya.

"Emang gue ada bilang mau ya?" Tanya Zara tak suka.

"Tapi kok udah pake tas aja?"

"Ya terpaksa daripada ibu gue nanya nanya, males banget gue ngomongin tentang lo!"

"Yaudah ayo naik keburu malem" Ajak Leon.

Zara menyahut helm Leon dan mengenakan nya lalu naik ke boncengan motor besar leon.

"Pegangan zar, dingin nih"

"Gausah modus lo rese!"

Leon mulai menjalankan motornya

...****************...

"Lo mau makan apa?" Tanya Leon.

"Gak tau gue gak pernah ke pasar malem jujur" Kata Zara.

Keduanya berjalan beriringan di tengah keramaian pasar malam yang berada di pusat kota malam ini

"Emang se enggak punya duit itu ya buat ke pasar malam aja gak mampu?"

"Justru karna duit gue banyak gue gak main ke sini!" Balas Zara sengit.

Leon memicing heran, bagaimana mungkin gadis ini berbicara seolah ia terlahir dari keluarga kaya raya.

"Selain makin cantik lo juga makin berani ya?" Kata Leon.

Zara melirik sinis, baru saja Leon memujinya, sudah bisa ia duga bahwa pemuda ini menyukainya.

"Sebenernya gue emang cakep dari dulu, cuma karena mata lo aja yang gak bisa liat!"

"Galak banget sih zar, lo kaya kerasukan manusia gila tau gak?"

"Apa lo bilang?" Zara mencubit telinga Leon kuat hingga laki laki itu memeka kesakitan.

"Aah ampun ampun!"

"Rese sih!"

"Aduh" Leon mengusap usap telinganya yang memerah.

"Gue mau beli jagung bakar deh, lama juga gak makan" Zara berjalan ke arah tukang jagung

"Beli 2 bang" Kata Leon.

"Thanks"

"Kita duduk disana yuk! ada kursi!" Ajak Leon.

Zara mengangguk setuju, setelah beberapa saat menunggu jagung pesanan mereka jadi mereka berjalan semakin masuk ke pasar malam dan duduk di bangku yang tersedia di sana.

"Tentang gue dulu, emang beneran gue suka sama lo?"

"Kok lo malah nanya gue sih? kan lo yang tau, amnesia apa gimana?" Heran Leon.

"Ya itu kan udah masalalu, udah lama juga, lagian lo ngerasanya gimana?"

"Ya gue kira lo suka sama gue, atau gue aja yang kepedean, gak tau deh" Leon mengedikkan bahunya acuh sembari terus menikmati jagung bakarnya.

"Tanggal lahir lo berapa?" Tanya Zara tiba tiba.

"Kenapa nanya?"

"Ya pengen tau aja"

"21 maret"

Zara merogoh isi tasnya dan mengambil HP miliknya, ia mengetik kan sebuah angka pin untuk membuka ponsel tersebut.

"Hah? bener?! jadi Zara beneran suka sama Leon?" Batin Kayla.

"Lo kenapa?" Tanya Leon saat melihat Zara terdiam.

"Gak apa apa"

"Makasih ya lo mau ikut gue malam ini, lain kali gue bakalan bawa lo ke tempat yang lebih bagus deh" Kata Leon.

"Thanks"

...****************...

Zara segera masuk ke dalam kamarnya, ia membuka ponsel yang sempat ia diamkan selama bersama Leon tadi

"Apasih isinya?" Tanya Zara penasaran.

Gadis itu mengecek satu persatu dari mulai galeri, pesan whatsapp dan akun sosial media Zara.

Tidak ada yang aneh dengan isi galeri Zara, hanya ada foto dan juga beberapa video milik gadis itu, pesan whatsapp nya pun hanya sedikit, tidak ada percakapan yang aneh.

Lalu ia beralih pada akun sosial media Zara, gadis itu pernah mengirim pesan untuk Harris.

"Kenapa dia nge-dm papi?" Tanya kayla.

ia membuka isi pesan dan membacanya dengan seksama, itu adalah laporan, Zara melapor tentang perundungan yang pernah terjadi padanya.

"Papi dapat laporan tentang pembulian di sekolah, papi takut kamu terlibat menjadi salah satunya"

Kayla teringat dengan ucapan ayahnya waktu itu, apakah Zara yang di maksud oleh ayahnya?

"Jadi zara yang lapor?" Gumamnya pelan.

Zara merebahkan tubuhnya, ia menghela napasnya ringan.

"Gue masih bisa inget gimana gue nyuruh papi ngebiarin kasus bullying dan sekarang malah anaknya yang ada di tubuh korban bully, ini karma bukan sih?" Kayla membatin.

Ia kembali mengotak atik ponselnya berharap menemukan sesuatu yang menarik atau menjadi sebuah bukti, apakah Zara sempat merekam adegan pembullyan yang terjadi, ah mana sempat, ia dapat melihat bagaimana sakitnya bekas luka yang di dapat zara.

"Hidup ini keras banget bagi orang miskin, gue capek ya Tuhan, gue nyesel"

Malam ini tubuh nya terasa sangat lelah, ia merindukan ayahnya, ia ingin kembali ke tubuh aslinya, jika waktu dapat di ulang Kayla akan berkata pada ayahnya untuk mengusut tuntas kasus pembullyan yang melibatkan Zara, mungkin saja gadis itu tak pernah berfikir akan bunuh diri nantinya.

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!