NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Aksarasastra

Premis:
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut, Alya Prameswari terpaksa menerima perjodohan dengan Adrian Wijaya, seorang Direktur muda yang dingin dan terkenal tidak menyukai wanita “cegil”. Namun pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Alya yang sebenarnya cukup tenang justru berpura-pura menjadi istri paling menyebalkan agar Adrian segera menceraikannya.
Sayangnya rencananya gagal. Semakin Alya bersikap cegil, Adrian justru semakin sabar dan mulai melindunginya.
Ketika akting Alya berubah menjadi perasaan yang nyata, ia harus memilih: terus berpura-pura… atau mengakui bahwa ia tidak lagi ingin pernikahan kontrak itu berakhir.
Saksikan Terus Cerita ini, update setiap hari 💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Aksarasastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seraphina Claudine.

Pagi itu Alya duduk di kursi penumpang mobil Adrian sambil memegang tablet kecil yang berisi daftar jadwal hari itu. Cahaya matahari masuk dari kaca mobil, memantul lembut di dashboard hitam yang bersih. Jalanan kota sudah cukup ramai, tetapi Adrian menyetir dengan tenang seperti biasanya, seolah semua hal di dunia ini selalu berada dalam kendali ritmenya.

Alya menggeser layar tablet sambil membaca daftar yang tadi pagi dikirim oleh sekretaris Adrian.

“Jadi hari ini kita lihat dekor, terus ke MUA?” tanyanya sambil mengangkat alis.

Adrian mengangguk kecil.

“Ya.”

Alya menghela napas pelan.

“Pernikahan tuh ribet juga ya.”

Ia menatap keluar jendela sebentar lalu menambahkan dengan nada santai, “Aku pikir tinggal pilih gaun sama catering, selesai.”

Adrian meliriknya sekilas.

“Kalau pernikahan biasa mungkin.”

Alya menoleh cepat.

“Kalau pernikahan direktur?”

Adrian tidak menjawab.

Namun Alya langsung tertawa kecil sendiri.

Beberapa menit kemudian mobil mereka berhenti di depan sebuah bangunan besar dengan kaca tinggi dan logo elegan di depan pintu.

Alya membaca tulisan di papan nama itu.

Ethereal Vows Atelier — Wedding Design & Concept Studio

“Wow,” gumamnya.

Begitu mereka masuk ke dalam, Alya langsung mengerti kenapa tempat itu disebut atelier, bukan sekadar kantor wedding organizer. Ruangan itu dipenuhi berbagai contoh dekorasi pernikahan mini yang ditata seperti galeri seni.

Ada meja panjang dengan konsep taman bunga putih.

Ada juga konsep pernikahan dengan lampu kristal dan tirai kaca yang berkilau seperti istana.

Beberapa layar besar menampilkan simulasi dekorasi venue yang bisa dibuat sesuai permintaan.

Seorang wanita elegan dengan blazer krem menyambut mereka dengan senyum profesional.

“Selamat datang, Pak Adrian.”

Alya melirik Adrian.

“Direktur langganan di sini?”

Adrian hanya berkata singkat, “Kami pernah bekerja sama sebelumnya.”

Mereka mulai melihat berbagai konsep dekorasi yang ditampilkan di layar.

“Ini konsep garden wedding,” jelas desainer itu sambil menunjuk layar. “Banyak bunga putih, lampu gantung, dan jalur altar dengan kaca transparan.”

Alya menatap layar itu dengan mata berbinar.

“Cantik…”

Ia mendekat sedikit.

“Ini kayak di film-film romantis.”

Desainer itu tersenyum.

“Banyak pasangan memang suka konsep ini.”

Lalu layar berubah ke konsep lain yang jauh lebih megah.

Lampu kristal besar.

Langit-langit dipenuhi instalasi bunga.

Lantai kaca dengan efek cahaya seperti bintang.

Alya langsung menelan ludah.

“Ini… nikahan atau gala dinner kerajaan?”

Adrian terlihat cukup tenang melihatnya.

“Masih wajar.”

Alya menoleh pelan.

“Wajar?”

Ia memegang kepalanya.

“Direktur, standar wajar kita beda.”

Beberapa jam berikutnya mereka melihat berbagai konsep dekorasi. Alya mencoba memilih beberapa ide yang menurutnya tidak terlalu berlebihan, sementara Adrian tampaknya hanya memperhatikan mana yang paling elegan dan terorganisir dengan baik.

Setelah selesai di atelier, mereka melanjutkan ke tempat berikutnya.

Makeup artist.

Namun ketika mobil Adrian berhenti di depan sebuah studio makeup yang terlihat sangat eksklusif, Alya langsung menyadari ini bukan tempat biasa.

Bangunan itu terlihat seperti studio fashion editorial dengan kaca besar dan interior minimalis yang sangat mewah.

Di pintu masuk ada papan kecil dengan nama yang cukup terkenal di dunia fashion.

Elodie Laurent — International Makeup Artist

Alya membaca tulisan kecil di bawahnya.

Former makeup artist for Paris Fashion Week, Milan Runway, and global editorial campaigns.

Alya menoleh pelan ke Adrian.

“Ini… serius?”

Adrian membuka pintu mobil.

“Ya.”

Begitu mereka masuk ke dalam studio, beberapa foto besar langsung terlihat di dinding. Foto supermodel internasional, aktris luar negeri, bahkan beberapa editorial majalah fashion ternama.

Alya mendekati salah satu foto.

“Ini model dari Victoria’s Secret…”

Ia menoleh lagi ke Adrian dengan wajah setengah tidak percaya.

“Kamu beneran ngajak aku ke tempat ini?”

Seorang wanita tinggi berambut cokelat mendekat dengan senyum elegan.

“Welcome, Adrian.”

Alya langsung menyadari bahwa Adrian memang sudah mengenalnya.

Wanita itu memperkenalkan diri sebagai Elodie dan mulai menjelaskan beberapa konsep makeup yang bisa digunakan untuk pernikahan.

Alya mendengarkan dengan cukup serius.

Namun sesekali ia masih terlihat sedikit tercengang.

“Aku biasanya cuma lihat makeup kayak gini di Instagram,” bisiknya pada Adrian.

Adrian hanya menjawab pelan, “Sekarang kamu bisa pakai langsung.”

Setelah hampir satu jam berdiskusi, mereka akhirnya keluar dari studio itu.

Alya masih terlihat sedikit linglung.

“Direktur,” katanya sambil berjalan di trotoar.

“Selera kamu mahal sekali.”

Adrian tidak terlihat terganggu dengan komentar itu.

Namun tepat ketika mereka akan menuju mobil, lalu...,

Sebuah suara wanita memanggil dari belakang.

“Adrian?”

Adrian berhenti berjalan.

Ia menoleh perlahan.

Seorang wanita berdiri beberapa meter dari mereka.

Rambut pirang kecokelatan yang ditata rapi.

Postur tinggi dengan coat panjang bergaya Eropa.

Wajahnya sangat cantik dengan fitur yang tajam dan elegan.

Alya langsung bisa merasakan aura yang berbeda dari wanita itu.

Wanita itu berjalan mendekat dengan langkah percaya diri.

“Sudah lama sekali.”

Adrian menatapnya beberapa detik.

“Seraphina.”

Alya mengerjap.

Wanita itu tersenyum tipis.

“Masih ingat juga.”

Adrian mengangguk kecil.

“Seraphina Claudine.”

Alya langsung menangkap satu kata di kepalanya.

Claudine.

Nama yang terdengar seperti karakter utama dalam novel.

Seraphina kemudian menoleh ke arah Alya dengan tatapan yang sangat elegan.

“Dan ini?”

Adrian menjawab singkat.

“Alya.”

Seraphina tersenyum sopan.

“Senang bertemu denganmu.”

Alya langsung membalas dengan ramah.

“Senang juga.”

Namun percakapan berikutnya terasa… aneh.

Seraphina berbicara dengan nada sangat lembut dan elegan, tetapi ada sesuatu di antara kata-katanya yang sulit dijelaskan.

“Oh, jadi kamu calon istrinya Adrian,” katanya sambil memiringkan kepala sedikit.

Alya mengangguk ceria.

“Iya.”

Seraphina menatapnya dari ujung kepala sampai kaki dengan senyum halus.

“Kamu terlihat… sangat sederhana.”

Alya tersenyum.

“Iya aku memang sederhana.”

Seraphina tertawa kecil.

“Lucu sekali.”

Beberapa wanita lain yang berdiri di belakang Seraphina ikut tersenyum tipis.

Alya tidak merasa ada yang aneh.

Ia justru mengira wanita itu hanya bersikap ramah.

Namun Adrian terlihat sedikit lebih dingin dari biasanya.

Seraphina kembali berbicara, “Aku baru pulang dari Swiss minggu lalu. Masih sibuk dengan proyek penerjemahan untuk organisasi internasional.”

Salah satu temannya menambahkan dengan bangga, “Seraphina juga aktif di beberapa organisasi kemanusiaan di Eropa.”

Alya terlihat kagum.

“Wah keren sekali.”

Seraphina tersenyum lagi.

“Ah tidak juga.”

Ia menatap Alya lagi.

“Kamu sendiri bekerja di mana?”

Alya menjawab santai, “Aku sering freelance, tapi juga bantu toko bunga ibuku.”

Beberapa wanita di belakang Seraphina saling melirik.

Seraphina tetap tersenyum elegan.

“Oh… florist.”

Nada suaranya tetap manis.

Namun entah kenapa kalimat itu terasa seperti sesuatu yang lebih dari sekadar komentar biasa.

Alya tetap tersenyum tanpa menyadari apa pun.

“Kalau begitu kita harus bertemu lagi,” kata Seraphina sambil mengeluarkan ponselnya. “Boleh aku minta nomor WhatsApp-mu?”

Alya langsung mengangguk.

“Tentu—”

Namun sebelum ia sempat menyebutkan nomor, Adrian berkata dengan suara tenang namun tegas.

“Tidak perlu.”

Semua orang menoleh ke arahnya.

Seraphina mengangkat alis sedikit.

“Kenapa?”

Adrian menjawab singkat.

“Alya tidak terlalu aktif di WhatsApp.”

Alya menoleh bingung.

“Eh?”

Namun Adrian sudah membuka pintu mobil.

“Kami harus pergi.”

Seraphina menatap Adrian beberapa detik dengan senyum misterius.

“Aku tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini.”

Adrian tidak menjawab.

Hanya ada tatapan singkat di antara mereka berdua.

Tatapan yang membuat Alya merasa seperti sedang menonton adegan film yang tidak ia mengerti sepenuhnya.

Seraphina akhirnya berkata pelan,

“Semoga kita bisa bicara lagi suatu hari.”

Adrian hanya mengangguk tipis sebelum masuk ke mobil.

Sepanjang perjalanan pulang, Alya memikirkan wanita itu.

Seraphina Claudine.

Cantik.

Pintar.

Berpendidikan Tinggi.

Aktivis internasional.

“Dia seperti karakter utama novel,” gumam Alya sambil menatap jendela mobil.

Ia tidak menyadari bahwa di balik senyum elegan wanita itu… ada sesuatu yang jauh lebih tajam daripada yang terlihat.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!