Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Hana sedang keluar kota untuk mengurus sesuatu. dia menitipkan ayahnya pada Rangga, yang saat itu kebetulan sedang berada di rumah
{ Sayang, datanglah ke rumah wanita bodoh itu. dia sedang keluar kota. aku ingin kita bermain di kamar tidur kami } isi pesan Rangga pada kekasihnya
Dengan senyum merekah, wanita itu pun bersiap dan segera ke sana. dia sangat penasaran, gimana rasanya melakukan hal itu di kamar pribadi wanita bodoh itu
Rangga meminta mbok Darmi untuk ke supermarket. tak berapa lama wanita itu pun tiba. dia segera menghampiri rangga
Begitu merasa aman, mereka pun segera masuk ke dalam kamar Hana. mereka bercumbu di dalam kamar itu. namun, mereka lupa jika di rumah itu ada pak Rinto
Rinto yang heran mendengar suara desahan dari kamar putrinya pun mendekat untuk memastikan suara tersebut. dia mendorong kursi rodanya sekuat tenaga
" Apa Hana sudah kembali? kenapa cepat sekali?" gumamnya
Dia pun kembali mendorong kursi rodanya masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. dia segera menghubungi Hana, dan ternyata Hana masih berada di luar kota
" Jadi siapa yang ada di dalam kamar putriku bersama Rangga?" gumamnya
Dia tak bisa berdiam diri, dia ingin memastikan sendiri, siapa wanita yang sedang bermain gila bersama menantunya dan lebih parahnya di kamar putrinya
Braaaak..
Pak Rinto membuka pintu yang tidak terkunci itu dengan sedikit kasar. dia sangat terkejut melihat Rangga sang menantu sedang memadu kasih dengan wanita lain
" Kaliaaaannnn...!!! apa yang kalian lakukan di sini?" ucapnya terlihat sangat syok
Kedua orang itu tak terkejut, mereka hanya merasa kesal karena pria tua itu mengganggu waktu mereka
" Astagaaa... ada saja pengganggu" ucap wanita itu
" Kau...!!!" Ucap pak Rinto menunjuk wanita itu
" Ya.. kita ketahuan sayang" ucap Rangga turun dari atas tubuh wanita itu
" Dasar kau Rangga...!! aku pikir kau mencintai putriku" ucapnya lagi
" Baiklah, aku akan jujur. aku tidak pernah mencintai Hana. aku hanya mencintai dia" ucapnya menunjuk wanita itu
Mendengar ucapan Rangga membuat pak Rinto sangat terkejut, dia memegang dadanya yang terasa sakit
" Asal kau tau saja, aku hanya menginginkan harta anakmu" jawabnya lagi
" Kalian tega, putriku sudah menganggapmu seperti saudaranya, tapi kau malah menusuknya dari belakang" ucap pak Rinto sembari memegang dadanya. sementara wanita itu hanya menyeringai
" Anakmu sendiri yang bodoh. lagian anakmu itu bukan tipe idamanku" ucap Rangga lagi
" Akan aku melaporkan kalian pada Hana. Lihat saja, kau tak akan mendapatkan apapun dari putriku. Dan kau wanita murahan, akan ku laporkan kau pada polisi" ucap pak Rinto mengeluarkan ponselnya dari saku
Bruuuk...!!!
" Dasar tua bangka sialan..!! Kau bisa apa dengan kondisi seperti itu? kau pikir bisa melaporkan kami pada putrimu yang bodoh itu? Coba saja lakukan. tapi ingat, jika kau berani mengatakan pada putrimu, maka jangan menyesal karena kau akan kehilangan putrimu untuk selamanya" ancam wanita itu setelah menendang kursi roda pak Rinto hingga terjatuh di lantai
" Kau mengancamku? Selama ini aku sudah menganggapmu sebagai putriku, tapi ternyata kau tidak lebih dari binatang" ucap pak Rinto lagi
" Ini bukan sekedar ancaman, aku bisa saja menghabisi putrimu saat ini juga. Apa kau siap kehilangannya?" Ucap wanita itu mencengkram wajah pak Rinto
" Kau pikir aku takut dengan ancamanmu? Memangnya kau punya kekuatan untuk melakukan itu semua?"
" Aku punya Rangga yang bisa melakukan semuanya, benarkan, sayang?" Ucap wanita itu menghampiri Rangga
" Benar sayang. Aku bisa saja melakukan itu sekarang. kau tau, jika aku melakukan sekali panggilan telpon saja, maka itu semua akan terjadi. Jadi, jangan macam-macam pada kami" ucap Rangga
" Dan satu hal lagi yang harus kau tau. Aku tak pernah mencintai putrimu, gayanya terlalu kampungan dengan kacamata dan pakaian tertutup seperti, pria mana yang tertarik padanya. Andai bukan karena hartanya, aku bahkan tidak sudi mengenalnya" ucap Rangga sembari menatap wajah pria paruh baya itu
" Brengsek kau Rangga....!! Putriku sangat mencintaimu tapi kau malah melakukan hal seperti ini padanya. Aku menyesal karena merestui pernikahan kalian, aku pastikan kau akan menyesal karena telah melakukan ini pada putriku" ucap pak Rinto sembari memegang dadanya yang terasa nyeri
" Sayang, jangan dengarkan apa katanya. Semua ucapannya tidak ada yang penting. lebih baik kita lanjutkan saja permainan kita, tidak usah memperdulikan pria tua itu" ajak wanita itu segera menarik tangan Rangga ke atas kasur. Rangga pun menurutinya
Mereka sengaja memadu kasih di depan pria tua itu, mereka ingin membuat pria itu makin merasakan sakit. Mereka dengan sadar mempertontonkan hubungan intim mereka di depan mata pak rinto
" Ka....lii...an... ahh....!! dadaku...!!" ucap pak Rinto kemudian tak sadarkan diri
Rangga bergegas menghampiri pak Rinto. dia mencoba membangunkan mertuanya dengan kakinya
" Hei, bangunlah pak tua" ucap Rangga masih mencoba dengan menendang tubuh pak rinto
" Jangan-jangan di sudah mati, sayang" ucap wanita itu ikut menghampiri
Rangga mencoba memeriksa nadi dan nafas mertuanya, tapi tak ada tanda denyut nadi serta rangga tak merasakan hembusan nafas dari pria tua itu
" Gimana? dia sudah mati?" tanya wanita itu
" Sepertinya iya" jawab Rangga
" Bagaimana ini?" Ucap wanita itu terlihat panik
" Ini lebih bagus karena dia mati saat penyakit jantungnya kambuh. jadi kita tidak akan di curigai" jawab rangga
" Benar juga ucapanmu" ucap sang wanita
" Sebaiknya kita bawa saja ke rumah sakit" ucapnya segera mengenakan kembali pakaiannya
********
Hana langsung kembali dan segera ke rumah sakit begitu mendengar kabar bahwa ayahnya telah tiada. di sana sudah ada Rangga dan juga Fira yang menemani jasad pak Rinto
" Ayah....!!!" ucap Hana terisak melihat jasad sang ayah
" Sayang.." ucap Rangga meraih tubuh Hana dan memeluknya. dia berusaha untuk menenangkan sang istri
" Hana ikhlaskan kepergian ayah" ucap Fira ikut terisak
" Jangan tinggalkan aku ayah, siapa yang akan menemaniku jika ayah meninggalkanku" ucapnya masih terisak
" Sayang, jangan bicara seperti itu. masih ada aku di sisimu" ucap Rangga ikut terisak
" Ayahhh...!!" teriak Mayang yang baru saja datang, di segera memeluk jasad ayah tirinya itu
" Kak, kenapa dengan ayah? apa yang terjadi padanya?" tanya Mayang ikut menangis
" Ayah...! bangun..!! jangan tinggalkan aku..!! maafkan aku ayah..!!" teriak Hana tak peduli dengan pertanyaan mayang
" Sayang, sayang, tenangkan dirimu. ayah tak mau melihatmu seperti ini. ingat anak kita di dalam kandunganmu" ucap Rangga masih berusaha menenangkan istrinya
" Tapi ayah, mas... Aku tak bisa hidup tanpa ayah, huhuhu..." Ucap Hana dalam tangisnya
" Tenanglah sayang, ada aku di sini. Sebaiknya kita harus mengurus pemakaman ayah sekarang" ucap rangga
Setelah pemakaman ayahnya selesai, Hana menjadi semakin banyak diam dan mengurung diri di kamarnya
" Sayang, makanlah sedikit. jangan menyiksa dirimu seperti itu" ucap Rangga membujuk sang istri
" Tidak. aku tidak lapar" jawabnya
" Sayang, kamu jangan sedih begitu. aku tidak mau anak kita juga akan merasa sedih. kita sudah kehilangan ayah, kamu juga mau kehilangan anak kita?" ucap Rangga. tapi Hana hanya terdiam
" Terserah kamu saja lah. aku lelah melihat sikap mu terus begini" ucap Rangga berlalu meninggalkan hana