NovelToon NovelToon
COLD MAFIA, WILD FLAME

COLD MAFIA, WILD FLAME

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Damian Alveros adalah CEO berwajah dingin yang memimpin jaringan mafia berbahaya di balik kekuasaannya. Hidupnya terkontrol, tanpa emosi, tanpa celah.

Semua berubah ketika ia bertemu Lyra Arsetha—gadis bar-bar yang tak sengaja menyelamatkannya di negara asing dan tanpa sadar terseret ke dunia gelap yang seharusnya tak pernah ia sentuh.

Ia adalah badai yang tak bisa dikendalikan.
Ia adalah es yang tak bisa dicairkan.

Namun di tengah pengkhianatan, kejar-kejaran maut, dan perang mafia internasional, mereka menemukan satu kebenaran berbahaya:

Semakin mereka mencoba menjauh…
semakin takdir memaksa mereka bertahan bersama.

Ketika cinta lahir di medan perang, hanya ada dua pilihan—
hidup berdampingan… atau hancur bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Pagi datang tanpa benar-benar terasa seperti pagi.

Kota masih basah oleh hujan malam, dan cahaya matahari hanya muncul setengah hati di sela gedung-gedung tinggi. Dari jendela kecil rumah kontrakan itu, suara klakson dan langkah kaki orang-orang yang terburu-buru terdengar samar.

Lyra duduk di lantai, bersandar pada sofa, secangkir kopi instan di tangannya. Matanya menatap Damian yang kini terbaring di sofa, napasnya lebih stabil, wajahnya masih pucat—tapi hidup.

“ada kemajuan,” gumamnya.

Damian terbangun perlahan. Kepalanya berdenyut, tubuhnya berat. Namun satu hal langsung ia sadari: ia masih hidup di tempat yang tidak ia kenal, bersama gadis yang sama sekali tidak dikenalnya dan tiba-tiba masuk di hidupnya.

Ia mengangkat tangan, meraih ponsel dari saku jas yang kini tergantung di sandaran kursi.

Belum sempat menyalakan layar—

Bzzzt.

Satu getaran.

Lalu dua.

Lalu rentetan pesan masuk bertubi-tubi.

Lyra melirik. “Pacar kamu nyari?”

Damian tidak menjawab. Ia hanya menekan layar.

Raven Vastellio:

> Kau masi hidup

Kael Vortiger:

> Lokasi. Sekarang.

Lucian Draven:

> Jangan bilang kau mati. Aku belum selesai denganmu.

Aidan Volkhard:

> Kita kehilangan kontak selama 6 jam. Itu bukan kebiasaanmu.

Damian menghela napas pelan. teman-temannya sudah bergerak. Terlalu cepat.

Ia mengetik singkat.

> Aman. Lokasi sementara. Jangan datang dengan pasukan.

Tidak sampai satu menit, panggilan masuk.

Damian menjawab.

“Aku baik-baik saja,” ucapnya lebih dulu.

Suara di seberang terdengar dingin dan tenang—bahkan lebih tenang darinya.

“Syukurlah,” kata Raven Vastellio. “Tapi kau ceroboh.”

“Aku tahu.”

“Kau diserang oleh kelompok Baltrez. Mereka bergerak lebih cepat dari prediksi.”

Damian melirik Lyra sekilas. Gadis itu pura-pura tidak mendengarkan—padahal jelas telinganya bekerja maksimal.

“Aku butuh waktu,” ucap Damian.

“Ada seseorang bersamamu,” Raven berkata, bukan bertanya.

Damian terdiam sepersekian detik.

“Ada.”

Hening singkat di ujung sana.

“Siapa?”

“Sipil.”

Lyra mendelik.

“Aku tidak sipil,” protesnya pelan. “Aku petualang.”

Damian mengabaikan komentar itu. “Dia menyelamatkanku.”

Hening lebih panjang.

Raven menarik napas. “Kalau begitu… dia bisa jadi target musih-musuh mu.”

Lyra membeku.

Damian berdiri setengah, rahangnya mengeras. “Tidak.”

“Kau tidak bisa melindunginya sendiri,” Raven mengingatkan. “Kael dan Aidan sedang menuju area itu. Lucian sudah menutup jaringan kamera sekitar.”

“Tidak sekarang,” ucap Damian tegas. “Aku yang putuskan.”

Telepon ditutup.

Lyra menatap Damian, ekspresinya berubah serius. “Oke. Sekarang aku mulai merasa ini bukan liburan.”

Damian menoleh. “Aku akan memastikan kau selamat.”

Lyra menyilangkan tangan. “Masalahnya… aku nggak yakin aku mau disuruh-suruh.”

Belum sempat Damian menjawab—

Tok. Tok. Tok.

Ketukan pintu.

Lyra berdiri refleks, mengambil pisau kecil dari meja. “Kamu ngundang tamu?”

Damian meraih pistolnya—cepat meski tubuhnya belum pulih.

Pintu terbuka perlahan.

Seorang pria besar dengan bahu lebar berdiri di ambang pintu. Wajahnya keras, penuh bekas luka. Tatapannya menyapu ruangan, lalu berhenti pada Damian.

“Bos.”

Kael Vortiger.

Di belakangnya, seorang pria berambut pirang pucat dengan jaket panjang berdiri santai sambil mengunyah permen karet.

“Wow,” ucapnya sambil melihat sekeliling. “Tempat romantis.”

Lucian Draven.

Dan sedikit lebih jauh, pria ketiga berdiri tanpa suara, membawa tas panjang—terlalu panjang untuk sekadar barang pribadi.

Tatapannya tajam. Tidak ramah.

Aidan Volkhard.

Lyra berdiri di antara mereka, pisau masih di tangan.

“…siapa mereka?” tanyanya datar.

Damian menurunkan pistolnya. “Orang-orang yang memastikan aku selamat dan tidak mati.”

Kael melangkah maju satu langkah—lalu berhenti ketika melihat Lyra.

“Apa dia bersenjata?” tanyanya dingin.

“Aku dengar,” sahut Lyra ketus.

Lucian tertawa kecil. “Aku suka dia.”

Aidan menyipitkan mata. “Dia terlalu dekat denganmu, Damian.”

Damian berdiri lebih tegak. “Dia menyelamatkanku.”

Hening jatuh.

Kael menatap Lyra lebih lama, lalu mengangguk sedikit. “Berarti dia penting.”

Lyra mengernyit. “Aku bahkan belum tau nama kalian.”

Lucian melangkah maju, membungkuk sedikit dramatis.

“Lucian Draven. Hacker, teknisi, dan pria paling tampan di ruangan ini.”

Kael menunjuk dirinya sendiri. “Kael.”

Aidan tidak memperkenalkan diri. Ia hanya berkata singkat, “Aidan.”

Lyra mengangguk satu per satu. “Lyra.”

Tatapan Aidan menajam. “Kau tidak terlihat takut sedikitpun.”

Lyra menyeringai. “Aku cuma capek.”

Damian menghela napas pelan. Dunia kecilnya—yang selama ini terkunci rapat—baru saja dibuka oleh satu gadis bar-bar yang nyasar ke gang yang salah.

Dan sekarang…

tidak ada satu pun dari mereka yang bisa berpura-pura ini hanya kebetulan.

Di luar, sirene terdengar jauh.

Dan Raven Vastellio—di balik layar—sedang menyusun papan catur yang jauh lebih besar.

Permainan telah dimulai.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!