NovelToon NovelToon
Psikopat Itu Suamiku

Psikopat Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / Balas Dendam / Obsesi
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

"Kenapa tidak dimakan, Sayang? Steak-nya hampir dingin," suara Arka memecah kesunyian. Nadanya lembut, namun ada tekanan yang tak kasat mata di sana.
​Alya menelan ludah. Tangannya gemetar di bawah meja. "Aku... aku tidak terlalu lapar, Mas."
​"Kau tahu aku tidak suka penolakan, bukan? Aku sudah menyingkirkan 'gangguan' kecil di kantormu tadi pagi agar kita bisa makan malam dengan tenang. Jangan buat pengorbananku sia-sia."
​Alya membeku. Gangguan kecil? Maksudnya Pak Rendi, rekan kerjanya yang hanya menyapanya di lobi?
​"Mas... apa yang kau lakukan pada Pak Rendi?" suara Alya nyaris hilang.
"Dia hanya sedang beristirahat panjang, Alya. Sekarang, makan dagingmu, atau aku harus menyuapimu dengan cara yang lebih... paksa?"
​Detik itu, Alya sadar. Pria yang tidur di sampingnya setiap malam bukan sekadar suami yang protektif.
Akankah Alya bisa bertahan dengan pernikahannya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Satu minggu telah berlalu sejak malam yang tenang itu, namun bagi Rangga Dirgantara, ketenangan hanyalah selubung tipis sebelum badai besar menerjang. Kabar kepulangan pamannya, Wijaya Dirgantara, dari Sydney telah sampai ke telinganya melalui jaringan intelijen pribadi yang ia tanam di otoritas bandara.

​Di ruang kerja pribadinya yang remang, Rangga berdiri menghadap jendela besar yang menampilkan panorama gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Di tangannya, sebuah tablet menampilkan manifes penerbangan jet pribadi atas nama keluarga Wijaya.

​"Dia berani menginjakkan kaki di tanah ini lagi," desis Rangga. Suaranya rendah, sedingin es yang membeku di puncak Alpen.

​Pintu ruang kerja diketuk dengan pola khusus. Yudha masuk, wajahnya tampak lebih tegang dari biasanya. "Tuan, konfirmasi terakhir. Pesawat Wijaya akan mendarat di Halim dua jam lagi. Dia membawa rombongan kecil, tapi hasil pemindaian latar belakang menunjukkan mereka adalah tentara bayaran kelas atas yang menyamar sebagai staf administrasi."

​Rangga membalikkan badannya. Matanya berkilat dengan intensitas yang mengerikan. "Dia tidak pulang untuk ziarah atau sekadar rindu pada keponakannya, Yudha. Wijaya adalah ular yang sudah kehilangan bisanya di luar negeri, dan sekarang dia kembali untuk mencari mangsa baru agar bisa bertahan hidup."

​Rangga melangkah mendekati meja jatinya, jemarinya mengetuk permukaan kayu dengan irama yang menuntut. "Perketat penjagaan di seluruh area mansion. Aku tidak mau ada celah satu milimeter pun. Tugaskan tim penembak jitu di titik buta atap. Dan untuk Alya..." Rangga terdiam sejenak, rahangnya mengeras.

"Tugaskan dua pengawal wanita terbaik untuk menempel padanya 24 jam. Mereka harus berpakaian seperti pelayan agar Alya tidak merasa terkekang, tapi mereka harus siap mencabut nyawa siapa pun yang berani menyentuh seujung kuku istriku."

​"Bagaimana dengan Arkan dan si kembar, Tuan?" tanya Yudha sigap.

​"Arkan tidak boleh keluar dari area taman belakang tanpa pengawasanmu langsung. Dan untuk Aira serta Aisya, periksa setiap botol susu, setiap popok, dan setiap orang yang masuk ke kamar bayi. Jika ada yang mencurigakan, jangan tanya... langsung habisi," perintah Rangga dengan nada mutlak.

​"Dimengerti, Tuan." Yudha membungkuk dan segera keluar untuk mengeksekusi perintah sang penguasa Dirgantara.

​Di ruang tengah, Alya sedang duduk bersantai bersama Arkan. Si kecil sedang asyik menyusun balok bangunan, sementara Aira dan Aisya tertidur lelap di boks bayi yang diletakkan di dekat sofa agar tetap terpantau.

​Alya merasakan suasana rumah berubah. Meskipun para pelayan tetap bekerja seperti biasa, ia menyadari adanya wajah-wajah baru yang lebih sigap dan tatapan mata mereka yang terus waspada ke arah pintu masuk. Keposesifan Rangga bukanlah hal baru, tapi kali ini terasa berbeda. Ada aura kegelapan yang menyusup di balik kemewahan mansion ini.

​Rangga turun dari lantai dua, wajahnya langsung melunak begitu melihat Alya. Ia menghampiri istrinya, duduk di sampingnya, dan mengecup pelipis Alya dengan sangat lama.

​"Mas, ada apa? Kenapa penjagaan di luar sepertinya bertambah dua kali lipat?" tanya Alya pelan, suaranya mengandung sedikit kekhawatiran.

​Rangga menggenggam tangan Alya, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari. "Hanya prosedur rutin, Sayang. Jakarta sedang tidak stabil. Aku hanya ingin memastikan kau dan anak-anak mendapatkan perlindungan terbaik."

​Alya menatap mata Rangga dalam-dalam. "Kau tidak bisa membohongiku, Mas. Kau sedang menyembunyikan sesuatu. Apa ini tentang pamanmu?"

​Rangga tertegun sejenak. Ia tahu Alya adalah wanita yang cerdas. "Dia akan kembali ke Indonesia sore ini. Wijaya Dirgantara bukan pria yang datang membawa kedamaian. Aku hanya tidak ingin sejarah kelam Baskara terulang kembali melalui tangannya."

​Rangga menarik Alya ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan sangat erat seolah dunia luar sedang mencoba merenggutnya. "Aku berjanji padamu, Alya. Siapa pun yang mencoba mengusik kebahagiaan kita, mereka harus melangkahi mayatku terlebih dahulu."

​Sore harinya, di sebuah kediaman tua milik keluarga besar Dirgantara di kawasan Menteng, sebuah limosin hitam berhenti. Wijaya Dirgantara keluar dengan setelan jas abu-abu yang sangat rapi. Rambutnya sudah memutih, tapi tatapan matanya tetap tajam dan penuh kelicikan.

​"Selamat datang kembali, Tuan," sapa seorang pria berpakaian hitam yang sudah menunggunya.

​Wijaya menghirup udara Jakarta dengan napas yang berat. "Udara yang penuh dengan bau uang dan pengkhianatan. Bagaimana kabar keponakanku yang 'gila' itu?"

​"Tuan Rangga telah memperketat penjagaan di mansionnya seperti sebuah benteng militer, Tuan. Dia tahu Anda kembali."

​Wijaya tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat sinis. "Tentu saja dia tahu. Rangga memang sudah sembuh, tapi dia punya satu kelemahan besar sekarang. Dia punya sesuatu untuk dicintai. Dan cinta adalah racun yang akan melumpuhkan predator paling kuat sekalipun."

​Wijaya masuk ke dalam rumah tuanya, duduk di kursi kebesaran ayahnya dulu. "Siapkan rencana pertemuan keluarga. Aku ingin melihat wajah wanita yang berhasil menyembuhkan Rangga. Alya... aku ingin melihat seberapa berharga nyawanya bagi Rangga Dirgantara."

​Malam itu di Mansion Rangga, suasana sangat sunyi namun penuh ketegangan. Rangga berdiri di balkon kamar, melihat melalui teropong malam ke arah gerbang luar. Ia melihat siluet para pengawalnya yang berpatroli dengan senjata terselubung.

​Dalam hatinya, Rangga terus bergumam. Pasti ada maksud lain paman kembali ke Indonesia. Dia tidak akan mempertaruhkan nyawanya kembali ke sini jika bukan untuk merebut tahta Dirgantara Group yang sekarang sepenuhnya ada di tanganku.

​Rangga tahu, Wijaya adalah tipe pria yang akan menyerang dari titik paling lemah. Dan di mata Rangga, titik terlemahnya adalah cinta. Ia kembali masuk ke dalam kamar, melihat Alya yang sedang menyusui salah satu bayi kembarnya di atas kursi goyang.

​Cahaya lampu temaram membuat Alya tampak seperti malaikat bagi Rangga. Pemandangan itu adalah segalanya baginya. Rangga mendekat, berlutut di depan Alya, dan meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya sambil tangan lainnya membelai kaki bayi mereka yang mungil.

​"Mas, kau tampak sangat lelah," bisik Alya.

​"Aku hanya sedang berpikir, bagaimana caranya agar waktu bisa berhenti di sini saja," jawab Rangga lirih.

​Ia bersumpah, jika Wijaya berani melangkah satu inci pun ke dalam lingkaran kehidupan pribadinya, ia tidak akan ragu untuk menjadi monster yang lebih mengerikan dari mendiang ayahnya.

Bersambung....

1
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker: dtggu pake bangeet kak ,,
☺️☺️☺️
total 2 replies
Muft Smoker
waduuuh apakah ia udh bebass
Muft Smoker
punya suami gtuu bisa di tuker tambah gx siih kak author ,,
sereeem bangeet ,,
ganteng kaya tpii misterius gtuu ,,
pgen yg biasa2 aja kak ,,
🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
🖤Qurr@🖤
Luar biasa! Aku suka novel ini!

- Parapgrafnya gak belibet.
Sederhana tapi mudah dimengerti alur ceritanya.
Setiap karakternya mempengaruhi emosi pembaca. /Rose/
Naelong: terimakasi sudah mampir😍
total 1 replies
🖤Qurr@🖤
Ih, ayah apa seperti kamu, Baskara? Mending kamu aja deh yang mati.
🖤Qurr@🖤
Mas Rangga red flag deh..
Hazelisnut
seru banget ceritanya semalaman aku baca gak berhenti😭🫶🏻
Hazelisnut: sama² kakaknya😘
total 2 replies
Hazelisnut
chapter 2 di mana mau baca😭aku udah gak sabar mau baca selanjutnya
Naelong: insyaallah hari saya up lagi
total 1 replies
🖤Qurr@🖤
What the heck..?
🖤Qurr@🖤
/Sob/waduh...
🖤Qurr@🖤
🤣seram banget sih
Naelong: nggak seram ko😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!