NovelToon NovelToon
My People

My People

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hu Li’an merasa kepalanya seperti akan pecah. Cahaya putih yang menyilaukan dari lampu plafon membuatnya mengerutkan kening.

Lantai yang keras di bawah tubuhnya bukan tempat tidur hotel yang lembut seperti yang dia ingat sebelum pingsan di bak mandi. Udara berbau alkohol dan obat-obatan yang khas rumah sakit membuatnya semakin pusing.

Dia ingat Saat itu dia merasa tenggorokan kering dan tubuhnya tidak berdaya, air mulai memenuhi bak mandi.

"Harusnya aku tenggelam... tapi kenapa aku ada di sini?"

Tiba-tiba pintu ruang inap terbuka perlahan dari luar. Seorang pria tinggi dengan wajah tajam dan mata hitam yang dalam masuk bersama seorang dokter dan perawat.

Pria itu mengenakan jas hitam yang rapi, rambutnya tertata rapi, dan ekspresinya tampak terkejut." Kamu bangun!"

Dokter segera mengarahkan perawat untuk menyiapkan alat pemeriksaan.Pria itu berjalan mendekati ranjang dengan langkah yang mantap, lalu menekan ujung ranjang dengan lembut.

"Kamu bangun..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Aku salah

Hu Lian terdiam sejenak mendengar perkataannya.

Dia bukanlah orang yang tanpa empati—melihat pria besar yang biasanya tampak kuat dan galak ini hampir menangis membuat hatinya terasa berat.Namun dia benar-benar belum siap untuk memikirkan kembali hubungan mereka.

Setelah beberapa saat, dia dengan lembut menepuk bagian atas tangan yang masih menggenggam pergelangan kakinya.

"...Bangun jangan sampai masuk angin. Kamu sudah lebih dewasa dariku, jangan bertindak seperti ini.....," ucapnya dengan nada yang lembut penuh dengan perhatian yang tulus.

Bai Xuning hanya menurunkan matanya dengan ekspresi yang menyakitkan. Dia mengerti apa yang ingin disampaikan Hu Lian, jadi dengan hati yang berat dia perlahan menarik tangannya pergi dan menyimpannya di pangkuannya.

Hu Lian menghela napas lega saat tangan pria itu tidak lagi memegangnya. Dia berdiri dengan hati-hati dari lantai basah, lalu melihat ke arah Bai Xuning dengan tatapan yang penuh perhatian.

"......Segera berganti pakaian. Sup mabuk yang kubuat sudah siap di meja makan—minum semua sampai habis agar besok paginya tidak sakit kepala," ucapnya sebelum berbalik dan keluar dari kamar mandi dengan langkah yang pelan.

Setelah keluar, dia segera mengambil kain lap dari kamar tidur untuk membersihkan genangan air di lantai kamar mandi yang keluar ke koridor.

Sambil mengelapnya, dia merasa campur aduk antara lega dan sedikit iba—dia tidak tahu harus bagaimana dengan perasaan Bai Xuning, namun saat ini yang paling penting adalah menjaga dia dalam kondisi baik.

Beberapa saat kemudian, Bai Xuning keluar dari kamar dengan mengenakan piyama panjang berwarna biru muda dengan pola bunga kecil di atasnya.

Saat melihatnya, Hu Lian langsung membeku dengan wajah penuh keraguan.

"......" Bukankah warna dan pola piyama ini persis sama dengan yang ku beli beberapa waktu lalu? pikirnya dengan mata semakin melebar.

Kecurigaan mulai muncul dalam benaknya—apakah Bai Xuning sempat masuk ke apartemennya dan mengobrak-abrik lemari pakaiannya tanpa dia ketahui?

Bagaimana mungkin dia punya piyama yang sama persis seperti miliknya?

Bai Xuning yang tidak menyadari kecurigaan yang muncul di benak Hu Lian hanya dengan tenang duduk di kursi meja makan.

Dia mengambil mangkuk sup yang sudah disajikan dan mulai meminumnya dengan perlahan, wajahnya yang tadinya pucat dan memerah kini tampak lebih tenang.

"Sup nya enak sekali," ucapnya dengan suara yang sudah lebih jelas, mengangkat pandangannya untuk melihat Hu Lian yang masih berdiri di dekat pintu dapur dengan wajah bingung. "Terima kasih sudah membuatnya untukku."

Hu Lian hanya bisa mengangguk pelan, masih belum bisa berkata apa-apa.

Dia terus menatap piyama yang dikenakan Bai Xuning, mencoba mencari bukti apakah itu benar-benar piyama yang mirip dengan nya atau hanya kebetulan saja.

"Aku menyukai warna dan modelnya,"tambah Bai Xuning dengan tidak sengaja sambil menggeser piyama di bahunya. "Nyaman buat dipakai saat istirahat."

Kata-kata itu semakin memperkuat kecurigaan Hu Lian. Tanpa berlama-lama, dia mendekat dengan cepat dan menunjuk langsung pada piyama yang dikenakan pria itu.

"Dari mana kamu dapatkan piyama ini?!"tanyanya dengan suara yang sedikit curiga.membuat Bai Xuning terkejut dan hampir menjatuhkan sendoknya.

Bai Xuning menelan ludah dengan tergesa-gesa, tidak mengira Hu Lian akan langsung menyiksa dia dengan pertanyaan itu.

"Aku membelinya secara acak..." jawabnya dengan suara yang sedikit goyah—jujur saja dia tidak pandai berbohong.

Padahal sebenarnya, saat Hu Lian pergi meninggalkan apartemen beberapa hari yang lalu untuk membuang sampah, Bai Xuning menggunakan kunci cadangan yang dia ambil untuk masuk dan melihat-lihat kamar gadis itu.

Saat menemukan lemari penuh dengan piyama yang lucu dan nyaman, sebuah pemikiran nakal langsung muncul di benaknya.

Dia cepat-cepat mengambil ponsel dan memotret setiap model piyama yang ada di sana, lalu pergi ke ruang tamu untuk mengirim pesan pada asistennya dengan instruksi jelas:Beli semua piyama dengan model pria dan warna yang sama persis.

Karena kebanyakan piyama dibuat dalam pasangan untuk suami istri, tidak sulit bagi Bai Xuning untuk mendapatkannya dalam ukuran yang sesuai dengannya.

Namun penjelasannya tidak membuat Hu Lian percaya sedikit pun. Dengan ekspresi wajah yang semakin tidak percaya, dia segera berbalik dan berlari ke arah kamar tidur Bai Xuning untuk mengecek sendiri.

"Hu Lian tunggu! Jangan begitu!" teriak Bai Xuning dengan cemas, segera berdiri dan mengikutinya dengan langkah cepat.

Namun tepat saat dia berhasil menyusul sampai di depan pintu kamar, BANG! Hu Lian dengan cepat menutup pintu dan menguncinya dari dalam, membuatnya terpaksa berdiri di luar dengan wajah yang penuh khawatir dan rasa malu.

Di dalam kamar, Hu Lian melihat dengan mata sendiri lemari pakaian yang terbuka sebagian.dia segera berjalan ke lemari.

Di dalamnya, diantara jas dan kemeja formal,berjejer rapi berbagai macam piyama dengan warna dan model yang persis sama dengan miliknya—bahkan ada beberapa yang belum dia pakai karena baru saja dibeli!

"Ya Tuhan..." bisiknya dengan mata melebar lebar, benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Hu Lian tak bisa berkata apa-apa setelah melihat semua piyama yang sama persis dengan miliknya berjejer rapi di lemari Bai Xuning.

Dia perlahan berbalik, menatap pintu kamar yang masih terkunci, lalu berjalan untuk membukanya dengan hati-hati.

Bai Xuning yang sudah dengan patuh berdiri menunggu di luar segera mengangkat kepalanya ketika pintu terbuka. Wajahnya penuh dengan kesusahan dan rasa takut ketika melihat Hu Lian keluar dari dalam.

"Hu Lian... jangan marah Aku hanya ingin memakai yang sama denganmu..." ucapnya dengan suara pelan.

menunduk sedikit agar bisa melihat mata gadis itu yang hanya setinggi dadanya—dengan tinggi badan 185cm, dia selalu harus menunduk atau Hu Lian harus mendongak setiap kali mereka berbicara.

Melihat wajahnya yang sungguh-sungguh serius saat mengatakan hal itu, sudut mulut Hu Lian tiba-tiba berkedut.Dia mengerutkan dahi sambil berusaha sekuat tenaga menahan tawanya yang hampir keluar.

"...Bai Xuning... apa kamu benar-benar begitu konyol..." ucapnya dengan suara yang sedikit bergetar karena usaha menahan tawa.

Setelah beberapa saat, dia akhirnya tidak bisa menahan lagi dan mulai tertawa pelan—mulai dari tawa kecil yang terdengar lucu hingga tawa yang semakin besar dan riang.

Dia bahkan harus menutup mulutnya dengan tangannya agar tidak terlalu teriak.

Sambil tertawa, Hu Lian melihat Bai Xuning dengan mata yang sudah sedikit merah karena tertawa. Dia benar-benar merasa bahwa pria di depannya sangat berbeda dengan sosok yang dia temui pertama kalinya.

Pria yang dulu dikenal sebagai orang yang tenang, serius, bahkan acuh tak acuh, kini berubah menjadi sosok yang keras kepala, posesif, dan sedikit kekanakan seperti anak kecil yang ingin mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Aku tidak bisa percaya... kamu malah beli semua piyama yang sama dengan ku hanya karena ingin sama-sama memakainya," ucap Hu Lian sambil masih tertawa pelan, namun ekspresi wajahnya sudah tidak lagi marah—malah terlihat sedikit terhibur.

Melihat ekspresi wajah Hu Lian yang tidak lagi marah bahkan sedikit tersenyum, Bai Xuning menghela nafas lega seolah beban berat di dadanya tiba-tiba hilang.

Dia mengangguk perlahan saat melihat gadis itu mulai membersihkan diri dari debu yang mungkin menempel saat mengecek lemari pakaiannya.

Setelah cukup tertawa dan merasa lega, Hu Lian mengangkat bahu dengan santai. "Aku akan kembali ke apartemenku sudah larut juga. Besok kamu harus kerja dan aku juga ada kuliah,"

"Oke...."Bai Xuning hanya mengangguk tanpa menghentikannya.

Dia tahu betul bahwa mereka berdua membutuhkan istirahat yang cukup setelah seharian penuh dengan kejadian yang tidak terduga—mulai dari berbelanja di pasar yang membuat dia dianggap sebagai "paman", kedatangan tamu yang membuatnya cemburu, hingga kejadian piyama yang membuat Hu Lian tertawa seperti belum pernah terjadi sebelumnya.

"Sampai jumpa besok," ucap Bai Xuning dengan senyum tipis, mengantarnya sampai ke pintu apartemen. "Jangan lupa kunci pintumu dengan baik dan jika ada apa-apa cukup tekan bel pintu saja."

Hu Lian mengangguk dan sedikit tersenyum padanya sebelum berbalik pergi ke pintu apartemen 023 yang hanya beberapa langkah saja dari sana.

Setelah melihatnya masuk dan mengunci pintu dengan aman, Bai Xuning kembali masuk ke dalam apartemennya sendiri.

Saat memasuki kamar tidur dan melihat deretan piyama yang sama dengan milik Hu Lian, dia tidak bisa menyembunyikan senyum kecil di wajahnya.

Meskipun masih harus menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan hati gadis itu kembali, setidaknya hari ini dia berhasil membuatnya tertawa dan tidak marah padanya lagi.

Keduanya kemudian memasuki kamar tidur masing-masing, berharap bisa mendapatkan istirahat yang baik agar siap menghadapi hari esok yang baru...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!