NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Joy Disandera

Lucas masih terbaring. Raut mukanya sudah segar, tidak seperti waktu Joy mau melakukan operasi mukanya seperti mayat. Lucas langsung merentangkan tangannya. Dan Joy berada dalam pelukan Lucas.

"Sori sudah buat kamu sedih. Dan terima kasih sudah menyelamati aku."

"Lain kali harus lebih jaga diri ya."

"Iya janji."

"Kalau boleh tahu, kamu bersama tim khusus ini tugasnya apa sayang??"

Lucas sebelum menjawab dia meminta Joy berbaring di sebelahnya. Malam ini, Lucas mau kekasihnya yang menjaganya. Dan Joy tidak keberatan. Dan Lucas menceritakan tentang tanggung jawabnya sebagai tentara. Semuanya itu Joy pahami, namun yang tidak dipahami olehnya kenapa harus berjuang seperti itu.

Lucas memeluk Joy yang sekarang sedang meletakan kepalanya di dadanya.

"Kenapa harus berjuang seperti itu??

"Kami yang terbaik dan dibentuk tim sayang pada saat pendidikan dulu."

"Kamu ingat waktu kita di tempat tugas pertama kali kita bertemu?? Mas sudah ditarik ke pusat dan kembali lagi karna ada informasi  kelompok - kelompok tertentu itu."

"Terus terang, aku ngak paham sama sekali. Namun aku mau setiap kamu pergi menjalankan tugas berat seperti ini, beritahu agar aku juga bisa merasa kuatir pada orang yang aku cinta."

"Maafkan aku sayang." Lucas menarik tubuh Joy semakin erat dalam pelukannya. Dan malam ini, mereka tidur berdua disatu rancang rumah sakit. Joy yang masih memakai baju yang dikenakan tadi ke rumah sakit tentara hanya berganti baju tidur yang kebetulan selalu ada di dalam mobilnya.

Besok pagi, papa dan mama Lucas datang menjenguknya. Semua informasi sudah papanya tahu. Sampai operasi yang di lakukan oleh pacarnya. Mamanya yang sudah pensiun dari tugasnya merasa lega, ketika tahu Lucas di tolong oleh calon istrinya. Mereka datang pagi - pagi sekali menjumpai Lucas dan Joy yang masih tertidur. Joy tertidur dalam pelukan Lucas.

"Ternyata ma, ini memang turunanku."

"Mama rasa, adek lebih deh dari papa."

"So sweet banget anaku."

"Jangan terlalu ribut ma, kasihan mereka. " Mamanya langsung meletakan belanjaan mereka buah, minum dan sarapan pagi. Lucas yang merasa ada yang berbeda membuka matanya, namun dia masih memeluk Hanna kekasihnya.

"Kapan kalian datang guys??? Ganggu kemesraan aku saja."

"Kami sudah hampir satu jam lihat tontonan gratis."

Joy mulai sadar. Dia langsung mau membangunkan dirinya, namun Lucas menahan tubuhnya agar tetap pada posisi tadi.

"Sayang ada mama dan papa. Malu aku??"

"Ooo ternyata malu hanya sama mama dan papa."

Akhirnya Joy terlepas dari pelukan Lucas. Dia menyelami kedua orangtua Lucas dan dibalas dengan pelukan dari mereka. Joy sedikit kaget, harusnya ditegurkan. Namun dia tidak peduli, dia menikmati pelukan mama dan papa Lucas.

"Mama dan papa sudah tahu. Terima kasih sayang, kamu sudah menyelamatkan anak mama yang nakal ini." Joy tersenyum. Dia langsung ke kamar mandi membersihkan mukanya.

"Lucas butuh vitamin, makanya aku tahan Joy disini menemaniku."

"Itu sih mau - maunya adek saja." Mamanya mulai mengomel anaknya sambil menyiapkan sarapan. Tidak lama Joy sudah keluar dari kamar mandi. Joy langsung membantu mamanya Lucas menyiapkan sarapan yang tadi dia beli. Kemudian membantu Lucas berkalan ke meja makan yang disana sudah ada papa.

"Sayang kamu harus terbiasa dengan keluargaku." Lucas memeluk Joy dan kemudian menuju ke kamar mandi. Sebelum sarapan, Joy memeriksa kesehatan Lucas dan menganti perban di tubuhnya. Orang tuanya hanya memperhatikan.

"Papa, makanya cari istri itu dokter??"

"Kemarin mau mencari. Kamu kan yang tidak mau."

"Kalau dokter istri papamu, berarti tidak ada kamu dodol." Mamanya langsung menyentil jidat anaknya. Merekap pun sarapan. Selesai sarapan Lucas di introgasi oleh kedua orangtuanya. Ternyata Lucas berada dalam tim elite ini yang hanya lima orang, tidak diketahui oleh mereka. Dan sebagai anggota tentara mereka tahu tugas mereka.

"Mama sedih, kenapa tidak perna jujur sama mama."

"Maafkan Lucas ma."

"Sejak kapan nyong dalam tim ini??"

"Pulang dari pendidikan setahun di California."

"Kamu tahu resikonya berada di tim ini?"

"Tahu, pa. Tetapi Lucas suka." Joy Debora begitu kaget, mendengar pernyataan kekasihnya, ternyata ini kesukaan yang Lucas mau. Air matanya hampir saja menetes.

 "Kan  ada batas waktu ma. Jika  Lucas menikah mungkin harus di pikirkan lagi. Kasihan istri dan anak - anakku kalau aku meninggal."

"Nyong, sekarang kamu ngak kasihan sama mama??" Lucas langsung memeluk mamanya.

"Lucas akan hati - hati. Aku janji tidak akan mati ma." Mamanya langsung memukul anaknya.

"Kamu kira kamu Tuhan."

"Lucas ngomong begini, karena Aku tahu ada mama, papa, dan kekasihku yang pasti berdoa buat keselamatan aku. Tuhan pasti sayang dan melindungi Lucas." Leluconnya bisa membuat kami diruangan perawatannya ini senyum - senyum.

"Nak, bagaimana kondisi kesehatan kekasih kamu yang tengil ini." Papanya Lucas menanyakan kondisi anaknya.

"Sudah baikan om. Kalau di ijin pulang sudah bisa."

"Kalau ganti perban dan obati lukanya, mama bisa kok."

"Ngak ya. Adek mau hanya Joy yang boleh mengobati adek."

"Kasihan Joy jauh harus kerumah nyong."

"Kamu keenakan nyong, anak orang. Baru jadi pacar saja sudah di buat tugas seperti istri. Biarkan Joy bebas sedikit. Siapa tahu ada laki - laki baik yang bisa sayang dan tulus, yang selalu ada di samping dia. Kan kamu ngak tahu nasibnya??"

"Mama, jangan buat Lucas patah semangat dong. Sayang kamu dengar baik - baik. Saya tahu ada laki - laki yang coba - coba dekat padamu maka habislah dia."

"Makanya di nikahi Joy. Mama dan papa siap kok."

Joy sudah malu. Mukanya sudah merah. Lucas yang melihat pacarnya seperti itu, langsung mendekat dan memeluk. Serta membisikan sesuatu kepadanya.

"Selesai acara setahun mama, aku akan melamarmu sayang."

Atas ijin komandan Kapten Lucas Abner Gosal sudah di ijinkan pulang. Dan diberi cuti seminggu. Joy mengalah, akhirnya dia ikut ke rumah Lucas. Sepanjang hari ini, Joy bersama dengan Lucas, untung ini weekend, Joy libur.

 Sampai malam, selasai makan, baru Joy pamit pulang. Karena dia baru dapat informasi dari Erick bahwa besok pagi dia akan dirawat di rumah sakit tempat Joy bekerja. Setelah sudah melakukan pemeriksaan bersama dokter Doni spesialis penyakit dalam yang berdinas bersama Joy.

"Sayang, aktifkan vidio callnya. Aku temani sampai di rumah."

Dan dalam perjalanan pulang Joy ditemani oleh Lucas di rumah. Sepuluh menit berkendara Joy merasa bahwa ada yang mengikuti dirinya dari belakang.

"Sayang, aku di ikuti dari keluar kompleks rumah dengan mobil berwarna merah. Aku takut."

"Sayang tenang, konsentrasi nyetir." Lucas menanyakan ada dimana, tiba - tiba terdengar suara dentuman keras.

"Sayang, sayang." Lucas sudah memakai baju tempurnya berwarna hitam. Dia tahu sesuatu terjadi pada Joy kekasihnya. Dia langsung menghubungi rekan - rekan timnya.

Lucas sampai di lokasi disana hanya ada mobil Hanna. Lucas mengamankan mobilnya. Dan tiba- tiba ada pesan masuk kepadanya menampilkan vidio Joy sedang di ikat dengan mulut tertutup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!