Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wujud Sistem Dan Hadiah Besar
“Selamat pagi Nona! Sungguh ini adalah hari yang cerah.”
Pagi-pagi Alina dibangunkan suara gadis kecil yang menggemaskan, dan begitu membuka mata, ia mendapati peri kecil yang sangat imut dan menggemaskan.
“Apa kamu Sistem?” Pikiran Alina langsung tertuju ke Sistem begitu melihat peri kecil yang terbang lincah di depannya.
“Seratus buat Nona~. Aku memang sistem yang merubah bentuk menjadi peri penyelamat, tapi kalau Nona ingin aku memiliki wujud seekor naga raksasa, aku juga bisa melakukannya!”
“Eh, jangan lakukan itu! Wujud peri jauh lebih baik dari wujud naga,” ucap cepat Alina.
Peri kecil itu menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis.
“Nona, peri kecil ini butuh nama! Apa Nona bersedia memberiku sebuah nama?”
Melihat ekspresi wajahnya yang mirip seekor anjing kecil memohon diberi makanan. Alina akhirnya mengangguk, tapi ia masih harus memikirkan nama yang tepat.
“Bagaimana kalau Luna? Aku Alina dan kamu Luna!” ujarnya.
“Nama yang indah. Aku menyukai nama itu, dan mulai sekarang Nona bisa memanggilku Luna!”
Alina senang mendengarnya, tapi tidak lama setelahnya ia melihat layar hologram transparan muncul di depannya.
“Itu semua adalah hadiah setelah aku naik Level!”
“Hadiah?!”
Seketika itu juga pandangan Alina menyapu halaman layar hologram yang tepat berada di depannya.
[Pasar Sistem Terbuka.]
“Berbeda dengan Toko Sistem yang hanya melayani pembelian ataupun perdagangan Dunia Paralel yang hanya melayani penjualan. Di pasar Sistem Nona bisa melakukan keduanya di waktu bersamaan, dan sebenarnya Pasar Sistem adalah gabungan dari dua cara perdagangan yang sudah lebih dulu dipersiapkan oleh Sistem.”
[Wewangian Aroma Strawberry dan Vanilla.]
“Sekali dipakai, aromanya tidak akan pernah hilang sampai kapanpun!”
[100 Karung Pupuk Penyubur Tanah Kualitas Premium: Masing-masing karung memiliki berat 100 kilogram.]
“Sekali di pupuk, tanah dengan kualitas buruk akan menjadi tanah subur untuk seratus tahun ke depan.”
[Peralatan Pertanian Ajaib.]
“Menggunakan peralatan ini tubuh Nona tidak akan pernah merasa lelah, tapi tubuh Nona perlahan akan diperkuat saat semakin sering menggunakan peralatan ini untuk menggarap ladang.”
[Hadiah Spesial: Kekuatan Gravitasi]
“Selamat, Nona mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa! Mulai sekarang Nona bisa mengendalikan kekuatan Gravitasi, walau kemampuan itu terbatas hanya bisa digunakan di area seratus meter jauhnya dari tempat Nona berada.”
“Kekuatan ini sudah aku sinkronisasi dengan tubuh Nona, disaat Nona masih tertidur. Sekarang kalau ingin mencoba kekuatan itu, Nona bisa melakukannya!”
Bentu Sistem memang menggemaskan, tapi hadiah yang diberikan pada Alina sangatlah luar biasa, terutama kekuatan Gravitasi, dimana pemilik kekuatan itu bisa mengendalikan Gravitasi di sekitarnya.
“Luna, apa dengan kekuatan Gravitasi aku bisa membuat tubuhku melayang atau bahkan terbang?” tanya Alina yang sangat memahami apa itu hukum gravitasi.
“Em, seharusnya Nona bisa melakukannya!”
Mendengar itu, dengan berbekal ingatan tentang kekuatan Gravitasi yang tadi muncul bagaikan mimpi di pagi hari, dimana ternyata saat itulah kekuatan Gravitasi sedang menyatu dengan tubuhnya, Alina perlahan mulai melayang.
Ia mengurangi kekuatan gravitasi pada dirinya sendiri, membuatnya melayang-layang, tapi dengan mudah Alina mengendalikan diri, dan kemudian dengan cara melayang ia bergerak bebas di dalam rumah, pergi ke kamar mandi juga ke dapur tanpa persentuhan langsung dengan lantai.
“Sepertinya Nona sudah memakai fungsi dari kekuatan gravitasi,” ucap Luna sambil bergerak mengikuti Alina, dimana saat ini keduanya sama-sama terlihat melayang, bedanya Alina tidak memiliki sayap peri.
Puas bermain-main dengan kekuatan barunya. Alina pergi ke ladang seperti hari-hari biasanya, dan kali ini ia ingin menggunakan peralatan ajaib yang merupakan salah satu hadiah pemberian Luna.
“Luna, bagaimana aku bisa menggunakan peralatan ajaib untuk bekerja di ladang?” tanya Alina.
“Nona cukup membayangkan benda apa yang ingin digunakan, dan saat itu juga benda yang Nona bayangkan akan muncul.”
Mendengar jelas apa yang dikatakan Luna, cepat Alina membayangkan sebuah cangkul, dan tiba-tiba cahaya muncul di tangan kanannya, dan perlahan cahaya itu membentuk cangkul berukuran sedang yang anehnya sangat ringan.
Meski terasa sangat ringan. Saat digunakan untuk mengangkut tanah ladang, cangkul itu bekerja dengan sangat baik, bahkan Alina merasa pekerjaan yang dikerjakan menggunakan cangkul di tangannya menjadi lebih cepat dan juga lebih mudah.
“Luna, apa hadiah itu telah menyatu dengan tangan kananku?” tanya Alina di tengah pekerjaannya mencangkul tanah ladang.
“Nona memang pintar. Hadiah itu memang sudah menyatu dengan tubuh Nona, terutama bagian tangan Nona.”
“Oh iya, selain bisa menjadi wujud berbagai peralatan berladang, Nona juga bisa membayangkan bentu lain, contohnya seperti berbagai bentuk senjata tajam!”
Penasaran setrika mendengar apa yang disampaikan Luna padanya. Alina cepat merubah cangkuk di tangannya menjadi sebuah pisau, lalu ke bentuk sebuah pedang, golok, tombak, bahkan bisa berubah menjadi pisau lipat berukuran kecil.
“Sungguh hadiah yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari!” ucap Alina senang.
Disaat Alina sedang bersenang-senang dengan hadiah yang didapatkannya dari Luna. Keluarga Kalingga yang berada di kota kabupaten, mereka baru saja mendapatkan informasi dari seseorang yang ditugaskan mengawasi kegiatan Alina.
“Dia benar-benar sudah menjadi orang Desa yang begitu bangun langsung bergelut dengan urusan tanaman,” ungkap Rafael.
“Garis darah yang mengalir di tubuhnya adalah garis darah orang Desa. Jadi wajar kalau dia kini benar-benar menjadi orang Desa yang seumur hidup waktunya akan dihabiskan di ladang atau kebun, juga sawah yang dipenuhi lumpur,” ucap Raziel yang diwajahnya tergambar jelas rasa jijik.
“Kalian berdua ini jangan terus mengatakan sesuatu yang tidak penting!” bentak Hendra, “lebih baik kalian pikirkan bagaimana cara membuat anak itu meninggalkan Desa, supaya kita bisa membawanya kembali ke rumah tanpa harus berurusan dengan orang-orang di Desa itu!” lanjutnya tegas.
Baru juga Hendra selesai bicara, orang yang ditugaskannya memantau Alina, orang itu baru mengirimkan pesan, sebuah pesan yang berisikan informasi tentang Alina yang tengah bersiap pergi.
Alina mengeluarkan motor dan juga helm, menunjukkan kalau ia akan pergi jauh keluar dari Desa.
Selesai membaca pesan yang menurutnya merupakan kabar baik. Hendra cepat mengatur strategi bersama dengan keluarganya, dimana strategi apapun yang digunakan, intinya mereka hanya ingin membawa Alina kembali ke kota, kembali tinggal di rumah mereka.
Namun kehadiran seseorang yang tak terduga akan berpengaruh pada rencana keluarga Kalingga, dimana saat Alina baru bersiap pergi, Raka datang menanyakan gadis itu mau pergi kemana.
Begitu tau Alina ingin pergi ke kecamatan dan membeli banyak barang. Raka cepat menawarkan tumpangan, apalagi jika belanja banyak barang, barang-barang itu bisa diletakkan di mobilnya.
Saat ini sebuah mobil bak terbuka keluaran terbaru sudah tertarik tak jauh dari rumah Alina, seolah Raka ingin menunjukkan kalau dia bukan lagi seorang pengendara mobil tua.
Sebenarnya Alina tidak pernah mempermasalahkan mobil apa yang digunakan Raka, lagipula dia bukanlah wanita yang terlalu menyukai kemewahan
Menerima penawaran Raka karena belanjaannya nanti memang banyak. Alina memasukkan kembali motornya ke dalam rumah, sementara Raka yang berada di luar rumah kayu, ia menggerakkan tangannya, memberi kode pada sosok yang berada di tempat tersembunyi.
‘Menempatkan mata-mata untuk memantau Alina. Orang itu akan aku bereskan, dan setelah sore nanti CCTV selesai dipasang, seharusnya Alina sudah jauh lebih aman karena aku bisa ikut memantau keadaannya dari jauh!’ batin Raka sembari tersenyum kecil.