NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Mereka berhenti tidak jauh dari rumah Azam dan memandangi situasi rumah yang sepi.

" apa itu rumah yang kalian ceritakan tadi pagi " tunjuk Mbah Pono

" bener mbah, itu rumahnya yang kita bilang " kata Tandil

Mbah Pono memperhatikan sekitar rumah itu dan ingin merasakan aura dari rumah azam.

" sepertinya tidak ada aura sedikitpun dari rumah itu, apa bener ada penunggunya ? kalian yakin ? " Mbah Pono memastikan

Juber yang mendengarnya jadi bodo amat, dia udah kesel semenjak dalam perjalanan tadi dan ogah untuk menjawab.

" yakin seyakin yakinnya mbah, kalau gak percaya mbah pergi aja ke situ " kata Tandil

Mbah pono kemudian mengeluarkan jimatnya untuk melindunginya dari gangguan mahkluk ghaib. " kalian jaga jaga di sini, jangan sampai ada warga yang melihat aksi kita "

" baik mbah kami menjaga keamanan sekitar sini " kata Tandil

Mbah pono melirik ke Juber yang sejak tadi hanya diam aja. tidak menjawab apa yang dia katakan tadi. " kamu kenapa ber, bisulan tuh lidah, dari tadi diem aja "

Juber seketika emosi di bilang seperti itu namun dia mencoba sabar walaupun pahit sepahit kehidupan. " yang bener aja mbah, sejak kapan ada lidah yang bisulan, aku diam karena lagi mengawasi jalan mbah, takut ada warga "

" ya mana tau baru kamu yang kejadian kek gitu, dari tadi diam aja, wajar dong mbah bilang gitu " ucap Mbah Pono

Tandil menahan tawanya karena Juber di bilang lidahnya bisulan. setelah itu mbah Pono pergi menuju sasaran.

" gila emang tu ya orang tua, seenaknya aja tuh mulut, kek gak pernah di ruqyah , bikin emosian aja " kesal Juber

" hahahaha,,,udah ber yang sabar aja, gak usah diambil hati " kata Tandil tertawa

" kesel aku ndill, tensi tingkat tinggi aku ! lama lama stroke juga aku ndil " ucap Juber selepas mbah pergi, juber sudah mengeluarkan uneg unegnya kepada tandil.

seperti biasa si tuyul sudah mendapatkan mandat untuk menjaga rumah Azam dan berkeliling seputaran rumah. si tuyul lalu melihat ada tamu tak di undang menuju ke arah rumah Azam.

" kemarin dua org datang, sekarang orang tua yang datang, hmmm,,,dapat mainan baru lagi nih hehehe " gumam Tuyul senang

Mbah pono kini sudah tiba di samping kamar Azam. karena sudah di beritahu dimana kamar azam berada. Mbah pono kemudian mengintip kamar Azam dari jendela. saat lagi melihat kondisi di dalam, tiba tiba...

Pletak,,,

" mmmpphhh,,," menahan sakit sambil menutup mulutnya dan juga berlinang air mata.

" wadidaawwww,,,huuuu,,gila sakit sekali kepalaku " batin mbah pono yang kesakitan lalu dengan cepat mbah pono mengeluarkan jimatnya untuk menghalau mahkluk ghaib.

" sialannnn,,,bangsattt keluar kalian mahkluk terkutuk, ayo tunjukan kalau berani, aku lawan kalian " ucap mbah pono sambil menunjukan jimatnya.

" lah apaan tuh aki aki, ngeluarin kertas kek tiket pasar malam gitu, malah nantangin lagi, awas kamu ya " ucap tuyul melihat tingkah konyol mbah pono

Mbah Pono waspada sambil mengacungkan jimatnya. dia yakin bahwa jimat itu bisa menghalau gangguan, tapi kenyataannya malah membuat si tuyul geram.

Pletakkk,,,

" mmphhhh" mbah pono menahan sakitnya lagi, tapi ini beda sakitnya, karena tuyul jitaknya gak tanggung tanggung

bukan hanya itu aja, sakitnya dua kali lipat yang awalnya berlinang air mata kini sampai keluar dengan ingusnya bercampur air mata.

karena tidak mau sampai terulang lagi, Mbah Pono berlari menuju ke Juber dan Tandil. Mbah Pono kini tiba di depan Juber dan Tandil sambil memegang kepalanya.

" udah dapet mbah, kok cepet amat mbah " tanya Tandil

" iya mbah,,ehhh mbah kok ingusan gitu mbah ? lagi pilek ya mbah " timpal Juber

mendengar pertanyaan Juber dan Tandil, mbah Pono makin kesel. namum mbah langsung menyuruh mereka kembali ke penginapan.

Juber dan Tandil dengan gercep membawa mbah kembali ke penginapan. dalam perjalanan mbah menangis karena sakit yang luar biasa di kepalanya.

" hikkzz,,hikkzz,,hikkzz sialan tuh setan, sakit bener jitakannya, gak pakek otak emang " menangis dan menggerutu Mbah Pono

mereka yang mendengar tangisan mbah menahan tawa mereka. Juber di belakang menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara

" sukurin, rasain kualat juga kamu kan mbah, udah di kasih tau malah bandel, enakan rasanya kena jitak, malah pake nangis lagi. kalo marah marah aja garang, taunya melempem juga, hahahaha " gumam Juber dalam hati karena senang melihat kesengsaraan mbah pono.

si tuyul yang sudah memberi pelajaran ke Mbah Pono melanjutkan tugasnya berkeliling rumah untuk memastikan keamanan.

Kanendra yang melihat kejadian tadi tertawa geli dengan tingkah si tuyul. bisa bisanya jitak kepala orang sampe segitunya. akhirnya rombongan mbah pono tiba di penginapan dan sudah di kamar mereka.

" huuu,,huuu,,,tolong kalian beli obat sekarang, aku udah gak tahan lagi sakitnya " ucap Mbah Pono

" baik mbah aku belikan obatnya " ucap tandil karena dalam perjalanan sudah mati matian menahan tawanya.

Mbah Pono melihat kecermin melihat hasil karya si tuyul. lalu terkejut karena ada dua benjolan kanan kiri seperti tanduk.

Juber sekuat tenaga menahan tawanya, dia kalah cepat dari Tandil karena dia ingin sekali tertawa kencang .

" setaannn kurang ajar ! akan ku balas kamu nanti, aku gak terima di buat kek gini " ucap Mbah geram

" emang bandel nih orang tua, gak ada kapoknya apa. udah di bikin kenang kenangan sama itu setan, masih juga mau di samperin lagi " gumam juber sambil geleng geleng kepala

" ber, udah datang belom si tandil, lama amat beli obatnya, beli dimana tuh anak " ucap Mbah Pono

" belum mbah, baru juga berangkat mbah udah mbah tanyain udah balik apa belom" kata Juber

" udah kamu susul dia ber, suruh dia cepet kemari, udah agak hoyong juga ini kepala aku " ucap Mbah Pono

mendapat perintah seperti itu layaknya mendapat angin surga bagi Juber. dengan segera Juber pun berlari menyusul Tandil.

saat Juber baru keluar dari pintu penginapan mendengar suara orang tertawa. dan ternyata itu Tandil yang sejak tadi belum juga beli obat.

lalu Juber mendekati Tandil dan menepuk bahu Tandil. Tandil sontak terdiam lalu menoleh dan melihat Juber ada di belakangnya.

mereka saling berpandangan agak lama, setelah itu tanpa komando aba aba mereka serentak tertawa bersama sama.

" hahahah,,hahahaha " tawa Juber dan Tandil bersamaan.

" hahaha,,hadeuhhh,,,sakit perutku ndil, liat kelakuan mbah tadi, ehh kamu kenapa masih di sini ndill itu di tungguin mbah obatnya " ucap Juber yang tertawa

" sengaja aku disini ber, buat puasin ketawa aku, dari tadi aku udah tahan tahan, ya udah lah aku puasin ketawa dulu Ber " kata Tandil

" cepeeett belinya, nanti kumat lagi tuh ngamuknya hehehe " ucap Juber

Tandil segera membeli obat buat si mbah. sedangkan juber menunggu di depan penginapan sambil tertawa ngakak.

1
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!