seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kondisi sekar yang membaik
"Sepertinya kondisimu baik-baik saja,cuman memar biasa,tak ada luka serius pada sendi atau tulang mu" ucap dokter andi kepada sekar,
" syukur lah kalau begitu,aku bisa segera bekerja" balas sekar kepada dokter andi,
" mungkin dua atau tiga hari lagi kamu bisa berjalan normal,aku akan memberikan beberapa obat,juga salep padamu,minumlah sebelum makan dan oleskan salep ketika mau tidur" ujar dokter kepada sekar,
sambil mengeluarkan obat dari dalam tas milik nya,sekar sedikit terkejut dengan apa yang di katakan dokter padanya,
" apa,tiga hari dok,lama sekali" ujar sekar pada dokter andi,
"tiga hari itu tak lama,semua ada prosesnya" balas dokter kepada sekar,
sementara itu kini bram mendekat dengan membawakan minuman untuk dokter tersebut,dan melihat dokter sudah selesai dengan sekar bram pun mempersilahkan dokter andi untuk duduk,
"silahkan duduk dok,ini saya buatkan minuman untuk anda,bagaimana kondisinya,apakah dia baik-baik saja?" ujar bram kepada dokter andi sambil menaruh segelas es lemon diatas meja,dekat dengan beberapa kotak kardus barang-barang sekar,
dokter andi pun duduk di kursi,sementara bram membereskan barang-barang yang ada di atas meja,menaruhnya di bawah,
" maafkan aku,rumah ku sedikit berantakan dok" ucap bram kepada dokter andi,dokter andi pun tersenyum lalu berkata;
"tidak apa-apa," balas dokter andi,
" lalu bagaimana dengan sekar dok?" tanya bram kepada dokter andi,sambil duduk di kursi,
" dia tidak apa-apa,hanya sedikit memar,cuma butuh istirahat saja,aku sudah memberikan obat,dan mungkin beberapa hari lagi dia akan membaik"balas dokter andi padanya,bram pun merasa lega mendengar hal tersebut,
" syukur lah kalau begitu," balas bram,setelah itu mereka mengobrol bertiga,mungkin sudah satu jam berlalu mereka mengobrol,dan akhirnya obrolan mereka di tutup dengan bram yang tampak memberikan sejumlah uang kepada dokter andi,tak lama setelah itu,dokter andi pun berpamitan kepada bram dan sekar,
" baiklah kalau begitu,sepertinya urusan saya sudah selesai,jadi sebaiknya saya pamit dulu,semoga kamu cepat sembuh yaa" ucap dokter andi,sambil tersenyum kepada sekar,
" baiklah dokter,saya ucapkan terima kasih atas kedatangan anda," ucap bram kepada dokter tersebut,
" sama-sama,jaga kondisi istrimu, jangan biarkan dia terlalu banyak bergerak dulu" ucap dokter andi kepada bram,dokter tersebut mengira sekar adalah istri bram ,bram pun tak banyak bereaksi ia hanya tersenyum mendengarnya,sementara itu sekar yang mendengarkan hal tersebut tampak terkejut,ia tampak sedikit malu mendengar perkataan dokter andi,
" aku bukan istrinya dok" gumam sekar dalam batin.
Dan tak lama kemudian ,bram pun mengantar dokter andi keluar dari dalam rumah,sementara itu sekar termenung dalam kesendirian nya,
" baru kali ini aku mendapat perlakuan seperti ini,mau seperti apa kondisiku aku tak pernah diperlakukan sebaik ini oleh suamiku,om om itu begitu baik padaku,ia lembut dan perhatian padaku,sikapnya begitu berbeda dengan suamiku sendiri" gumam sekar dalam batin,merasa heran dengan apa yang ia alami di rumah bram,sekar merasa dirinya begitu di perhatikan oleh bram,hal yang tak di dapat dari suaminya sendiri.
Kini bram kembali masuk kedalam rumah,setelah menutup pintu rumah nya,dengan hati yang senang ia melangkah mendekati sekar yang tengah duduk di sofa,
ditengah-langkah kaki nya,bram mendapati sekar tampak tertunduk terdiam,hal tersebut membuat bram sedikit penasaran;
" mengapa kamu tampak sedih sekar?" tanya bram kepada sekar,sekar pun terkejut dengan kedatangan bram ,
" ahh,,,tidak apa-apa,aku hanya ingin segera bekerja, itu saja"balas sekar pada bram sedikit tersenyum, namun tampak palsu,meski begitu bram tak terlalu perduli meski sebenarnya ia tahu ada yang di sembunyikan sekar,bram kembali duduk di kursi lalu berkata;
"kamu dengar apa yang di katakan dokter kan,kamu akan segera sembuh,dan kamu bisa segera bekerja sekar" ujar bram sembari tersenyum,
" iyaa ,aku senang mendengar nya namun masih butuh waktu beberapa hari lagi"balas sekar, seolah masih tak terima,
"kamu bersemangat sekali sekar ,apa kamu sudah membuat lamaran kerja?" tanya bram kepada sekar,
" sudah,aku sudah menyimpan nya file nya di ponsel ,tinggal mengisi nama perusahaan yang aku tuju, lalu di cetak," balas sekar kepada bram,
" iyaa sudah,tinggal menunggu pulih saja kan,kamu akan tinggal disini untuk sementara waktu" ujar bram kepada sekar,mendengar hal tersebut sekar sedikit memberi guyonan kepada bram,
" apakah aman bagiku di sini,tinggal berdua dengan mu om,jangan-jangan kamu mau macam-macam dengan ku,di kondisiku yang lemah ini" celetuk sekar kepada bram,seketika hal tersebut membuat bram sedikit tertawa
" ha,,ha,,ha,,,,tenang lah,aku bukan pria seperti itu sekar,jadi kamu tak perlu khawatir,lagi pula kamu juga sudah punya suami kan,aku tak mungkin macam-macam dengan mu," balas bram kepada sekar,sambil tersenyum manis padanya
"awas saja kalau om macam-macam" celetuk sekar kepada bram,mereka pun melanjutkan obrolan mereka,hingga tak terasa kini hari sudah mulai sore,
" aku akan memesan makanan di luar saja,aku lagi males masak,kamu ingin makan apa sekar?" tanya bram kepada sekar,
" terserah kamu saja om" balas sekar kepada bram,
"hems ,dasar wanita,baiklah kalau begitu,jangan protes kalau nanti tidak cocok dengan mu" balas bram kepada sekar,
setelah itu bram memesan sebuah makanan untuk mereka melalui ponsel nya,
keduanya kini tampak sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
Dan sela- sela itu tiba-tiba sekar bertanya kepada bram,
" om,kamu itu tampan,kaya,pasti banyak wanita naksir sama kamu" ujar sekar tiba-tiba,bram pun melirik sekar sambil tersenyum lalu berkata;
" bisa jadi,dan mungkin kamu salah satu nya" ucap bram kepada sekar,sekar pun memasang wajah jutek nya lalu berkata;
"aku tuh udah punya suami om, dasar kamu ini" balas sekar kepada bram,
" oh iyaa,,,maaf, aku lupa he,,he,,he,," balas bram sedikit tertawa,sekar kembali terdiam sambil berkata dalam hati;
" aku memang sudah punya suami,aku juga sedang mengandung anak nya,namun rasanya aku seperti tak memiliki suami" gumam dalam hati sekar.