NovelToon NovelToon
Baby Twins Milik Ceo

Baby Twins Milik Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Maryana

Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Satu

“Ada apa Mbak? Kenapa melihat bu Sekar terus ?” Tanya Tania

Ira memandang Sekar lalu memandang Tania yang bertanya begitu lalu kembali memandang Sekar kembali

“Bu maaf boleh aku nanya ?” Tanya Ira

“Iya silahkan Bu Ira” ucap Sekar

“Panggil Ira saja bu... “ pinta Ira

“Ibu panggil nak Ira aja” Ucap Sekar

“Maaf ibu ada saudara kembar ?”

Pertanyaan Ira membuat Tania dan Sekar kaget lalu Tania memandang Sekar yang sudah memandang Tania lalu Sekar kembali memandang Tania

“Ibu gak ada saudara kembar Nak Ira, memang ada apa ya ?” Tanya Sekar

“ Kenapa mbak Ira menanyakan seperti itu ? Apa mbak kenal keluarga bu Sekar?” Tanya Tania

“Saras, Mbak gak mengenal keluarga bu Sekar, mbak baru ketemu dan mbak mengira ibu Sekar ibu kandung mbak Saras ..” Ucap Ira membuat Tania mengingat sesuatu dan memotong ucapan Ira

“Tunggu mbak ... aku ingat kalau gak salah mbak dulu pernah mbak kecelakaan kan ?” Tanya Tania dan Ira mengangguk kepala

Tania memandang Sekar yang masih diam dan kembali memandang Ira

“Jangan – jangan ibu.. ibu mbak karena ibu juga mengalami kecelakaan .. aku nggak tau kapan kejadiannya..Ketika aku temui ibu, aku belum tau saat aku tau waktu si kembar lahir ibu langsung sakit kepala karena ada bayangan hitam seperti ingatan masa lalu ibu yang menggendong anak kecil entah itu anak ibu atau bukan” jelas Tania

Tania yang berkata seperti itu membuat Ira menetes air matanya kembali dan memandang Ibu sekar yang juga sudah memandangnya. Tasya yang turun mengikuti Tania dan Sekar diruang tengah karena mendengar ada suara di sana

“Rania dan Rizky tidur sayang?” Tanya Tania pada Tasya

“Udah Kak Nia” Ucap Tasya membuat Ira memandang Tania

“Sebenarnya nama panggil kamu siapa Saras?” Tanya Ira

“Terserah mbak aja ... Nia itu juga nama aku Tania “ Ucap Tania

“Mbak tetap manggil Saras aja” Ucap Ira

Tasya lalu mendekati Ira dengan menyalami Ira yang sudah memandang Tasya dan memberikan tangannya pada Tasya. Ira teringat akan foto yang dia bawa lalu dengan cepat mengambilnya dan memberikan pada Sekar. Sekar yang di berikan foto dari Ira lalu mengambilnya karena Tasya sudah berdiri di belakang Sekar kembali membuat dia juga penasaran dengan foto itu karena waktu Tasya turun masih mendengar Tania berbicara

“Itu papa aku sama mama dan adik aku yang masih kecil yang aku belum temukan Bu” Ucap Ira

Sekar memandang dengan berusaha mengingat kembali hingga Sekar memegang kepalanya

“Udah bu .. gak usah paksa jika ibu gak ingat“ Ucap Tania memegang tangan Sekar yang berada di kepala

“Iya bu jangan memaksa nanti ibu sakit aku gak mau ibu sakit ” Ucap Ira yang tak memaksa Sekar untuk mengingat

Walau Ira yakin jika di depan dia ini mamanya tapi ia tidak mau memaksakan Sekar untuk mengingatnya.

“Mbak apa seharusnya mbak dan ibu tes DNA ?” Tanya Tania

“Gak usah Saras karena mbak sudah yakin Ibu Sekar ibu kandung mbak “ Ucap Ira memandang Sekar

Sekar yang mendengar ucapan Ira merasakan sesuatu yang sulit dia ungkapkan, entahlah Sekar gak bisa ucapkan maka dia hanya memandang Ira dengan diam memandang sedangkan Tania yang menyadari Tasya hanya diam seperti kaget melihat foto yang masih dipegang oleh Sekar membuat Tania menjadi heran

“Sayang ..” panggil Tania

Sekar dan Ira yang mendengar Tania memanggil Tasya menjadi heran melihat Tasya yang sudah diam memandang foto yang Ira punya. Tania yang khawatir pada Tasya yang sudah diam, Tania yang belum melihat foto yang punya Ira langsung berdiri mendekati Tasya tanpa melihat foto yang masih di pegang Sekar

“Sayang kenapa ?” Tanya Tania memandang Tasya dengan merangkul Tasya

“Mbak boleh nanya anak kecil yang di foto itu siapa?” Tanya Tasya penasaran menghiraukan pertanyaan Tania

“Itu adik mbak hilang juga saat kecelakaan itu bersama mama mbak” Ucap Ira

Tasya yang mendengar itu kaget dan memandang Tania dengan mata yang sudah merah sedangkan Tania yang melihat Tasya dengan sudah menahan tangis lalu memeluk Tasya dan Tasya menangis di pelukan Tania. Karena penasaran dengan foto Ira, Tania lalu memandang foto yang sudah di letakkan oleh Sekar di atas meja dan masih dalam pelukan Tania pun, Tania kaget dan tidak percaya dengan penglihatannya lalu mengambil foto itu dan melihat secara dekat menjadi kaget. Tasya melepaskan pelukan lalu memandang Tania dengan berlinang air mata

“Iya sayang kakak ngerti “ Ucap Tania sambil menghapus air mata Tasya

“Ada apa Saras ?” Tanya Ira yang penasaran pada Tasya yang menangis begitupun Sekar

“Mbak sejak kapan mbak bawa foto ini? “ Tanya Tania

“Seminggu yang lalu waktu pulang kemarin” ucap Ira

“Kenapa mbak gak nunjukin ke aku mbak foto itu “ Ucap Tania membuat Ira bingung dengan ucapan Tania

“Apa sayang membawakan pemberian ibu pada sayang? kalau bawa boleh di ambil dan bawa kesini” Tanya Tania pada Tasya

“Iya kak.. aku bawa biar aku ambil“ Ucap Tasya dengan terbata – bata karena menahan tangis walau air matanya terus menetes karena kaget dengan kenyataan yang menimpanya

Tasya dengan berlinang air mata berlari kekamarnya untuk mengambil apa yang di minta Tania

“Jangan lari sayang /nak “ Teriak Tania dan Sekar bersamaan pada Tasya tapi tak dihiraukan oleh Tasya

Tania lalu duduk kembali di samping Ira yang kebingungan memandang Tania

“Saras ini ada apa? Kenapa Tasya menangis melihat foto ini dan menanyakan anak kecil dalam foto ini?” tanya Ira

“Sebentar mbak biar Tasya datang dengan barang miliknya yang nanti membuat mbak tak percaya akan hal ini” Ucap Tania membuat Ira penasaran dengan apa yang akan di tunjukan oleh Tasya.

Ira yang penasaran membuat Tania tersenyum karena yakin dengan apa yang ia lihat bersama Tasya. Tasya turun dengan membawakan tas kecil dan memberikan pada Tania dan langsung duduk di samping Tania dan memeluknya. Tania lalu mengambil tas itu dan memeluk Tasya yang sudah menangis kembali

“Kakak pernah ucapkan pada sayang kalau apa yang selama ini sayang pikir tidak benar, iya kan “ Ucap Tania Tasya hanya mengangguk kepala

Tania memberikan tas milik Tasya pada Ira, walau bingung tapi Ira mengambil tas tersebut dari tangan Tania. Karena penasaran dengan ucapan Tania dan tas yang diberikan Tania, Ira lalu membuka tas tersebut. Ira melihat baju anak kecil yang masih 5 bulan atau enam bulan dipakai dan gelang. Yang semakin Ira bingung kenapa baju kecil kasih ke dia bukannya di simpan

“ini baju bayi.. Kenapa kasih ke aku bukannya.. “ Ucap Ira yang tak bisa melanjutkan ucapannya

Ira yang sudah membuka baju bayi langsung kaget dan tak melanjutkan ucapannya karena dia tak yakin dengan penglihatannya dan memandang Tania yang sedang memeluk Tasya dan tersenyum pada Ira

“Kenapa mbak ?” Ucap Tania

Ira memandang baju bayi dan Tasya bergantian lalu memandang ke foto yang masih di meja membuat air matanya menetes kembali dan melihat gelang kecil pemberian Neneknya yang berada di tas milik Tasya.

“Ini ..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!