NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelakuan Syamsul

Norma menghela nafas berat, mencoba bersabar. "Bukan maksud saya menyalahkan ibu. Tapi.....

"Sudahlah! Tak perlu banyak bacot. Terpenting segera terima pertolongan yang aku anjurkan kemarin" potong Mariah.

Norma tentu mengerti maksud ucapan mertuanya ini.

"Buk, tak semudah itu. Bang Syamsul juga tidak bisa di hubungi. Bagaimana nanti jika dirinya pulang, mengetahui jika diri ini berbadan dua? Apa yang harus saya katakan padanya?" Norma tidak ingin gegabah.

"Jangan keras kepala Nor! Emangnya situ mau anak sematang wayang kalian koit?" Mariah langsung ke intinya sebagai senjata terakhir untuk menyerang tepat sasaran.

"Buk... Jangan berkata begitu. Nanti saya akan coba hubungi bang Syamsul kembali. Bagaimana pun saya butuh pendapat beliau" ucap Norma mencoba tetap bertahan.

"Silahkan hubungi sekarang juga! Jika masih tidak bisa di hubungi, dirimu harus mengikuti saran dari ku. Ingat Nor, ini demi nyawa putri semata wayang mu" Mariah melembutkan suaranya, berharap Norma terbujuk rayu. Tangan mengulurkan ponsel.

Norma menyambut uluran ponsel, segera mencari kontak Syamsul. Beberapa kali dirinya mencoba menghubungi, hasilnya tetap nihil, tidak bisa di hubungi.

"Bagaimana?" tanya Mariah, sudut bibirnya tersenyum samar.

"Tidak bisa di hubungi Buk" lirihnya pelan, frustasi dengan saran Mariah yang merugikannya. Menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang istri.

"Jadi macam mana? Apa dirimu akan membiarkan nyawa putri mu melayang demi ego dan harga dirimu yang sangat tinggi itu?!" tekannya meruntuhkan pertahanan Norma.

Norma hanya diam, semua ini terlalu berat baginya. Harga dirinya sebagai istri, ibu dan wanita di pertaruhkan.

Sementara Mariah sudah bisa menebak akhirnya seperti apa, karena sang menantu tidak bisa lagi mencari jalan keluar lainnya. Dia juga ikut diam, menunggu keputusan Norma yang akan menguntungkan untuk nya.

"Nor, malam semakin larut. Ibu tidak bisa menemanimu di sini. Bapak tidak bisa tidur jika bukan di rumah" ucap Mariah memecah keheningan.

"Baik buk" balasnya lemah.

"Ini kartu nama dari pria penyewa rahim" Mariah mengulurkan kartu tanda pengenal.

"Ibu harap kamu mengambil keputusan yang terbaik, demi putri kalian juga. Ibu pulang dulu" Mariah memutuskan obrolan.

Wanita paruh baya itu meninggalkan taman, dengan langkah ringan tanpa beban.

Norma tersenyum miris, kedatangan Mariah sama sekali bukan untuk menjenguk cucunya, Nuri. Datang hanya untuk menekan, menyerang, supaya Norma putus asa berakhir setuju.

Di lihatnya kartu nama di tangannya. Dengan pandangan yang rumit, ada rasa takut di hati. Tapi semua harus di lakukan, untuk keselamatan dan kesembuhan putrinya.

Tidak akan ada yang mau meminjamkan uang sebanyak itu, mengingat pekerjaannya hanya cuci gosok.

Norma beranjak, berjalan gontai ke arah mushola di samping rumah sakit, menuju tempat berwudhu. Selesai berwudhu iya berjalan, memasuki mushola. Mengenakan mukena yang memang tersedia jika pengunjung tidak membawa mukena.

Usai salam iya menengadahkan tangan, bercerita, memohon ampun, meminta jalan keluar pada Rabb nya.

Kewajiban dan permohonan sudah di laksanakan, Norma melipat kembali mukena, menaruhnya ke tempat semula. Dirinya keluar mushola, kembali masuk rumah sakit, menuju IGD.

"Sampai lupa makan" gumamnya tersenyum kecil.

Lalu wanita ini membuka kantong, mengeluarkan rantang dan piring. Setelahnya Norma mengisi perut yang sudah teriak karena lama kosong.

.

******

.

"Bagaimana Ria?" tanya pria dengan tubuh bagian atas polos, bawahan boxer.

"Aman bang. Sebentar lagi istri kesayangan Abang itu akan menyerahkan diri, menyetujui tawaran menggiurkan itu" jawab Daria penuh kemenangan.

"Cih! Dasar wanita sundal! Lagaknya tidak mau, tapi akhirnya tergiur juga" ucapnya tersenyum sinis.

"Itu kan istri pilihan Abang!. Saking cinta nya Abang menolak ajakan balikan oleh kak Sari" ujar Daria sarat sindiran.

"CK! Tidak usah di bahas. Segera beritahu apa pun itu keputusan Norma!" ucapnya tegas.

"Baiklah abang ku, asalkan kirimannya lancar." Daria senyum penuh arti.

"Duit saja yang ada di benak mu itu. Nanti abang transfer" Samsul memutuskan sambungan.

Sebuah tangan halus, jari lentik dengan gerakan lembut dan penuh syahwat mengusap dada bidang Syamsul. Tangan semakin mengusap ke bawah, meremas pelan bagian tengah selangkangan yang kembali mengeras.

"Jangan menggoda Abang dik. Arghhhhkkkk Sari...eeesssss" Syamsul mengeram.

Dirinya tarik tengkuk sang wanita lalu melumat bibir ranum, penuh nafsu. Tangan menjelajahi bagian sensitif, meremas, memilih puncak gunung Sari. Wanita ini menggeliat, dada membusung penuh nafsu seakan minta di lahap.

Tanpa membuang kesempatan, pria yang kembali bergairah ini langsung melumat pucuk put*ng, menjilat dan menghisap penuh nafsu.

"Ahh... Syamm.. Ahhhh bawah ku rasanya kedut-kedut saat Abang menghisap put*ing ini" ucap Sari mendayu, sesekali mendesah keenakan.

Dengan mulut masih nangkring di gunung Sari, tangan Syamsul membuka boxernya, membuang ke sembarang arah. Memasukkan benda tumpul itu ke lembah becek milik Sari.

"Ahhhhh....." ucap keduanya.

Tangan Sari meremas rambut Syamsul, pria itu masih asik bermain di gunung kenyal Sari.

"Cepatkan lagi gerakannya bang, a-adik sudah mau...ahhhhh" Sari meledak, bagian bawahnya banjir. Sementara Syamsul terus melajukan pacu nya.

Tak lama kemudian peperangan itu berakhir. Syamsul melepaskan kungkungan, berbaring di samping Sari.

"Bang, sampai bila kita main kucing-kucingan seperti ini? Sari juga ingin status kita jelas, supaya keluar keluar di keramaian orang dengan bebas. Menikah siri saja tidak cukup" ucap Sari.

Syamsul bangun, mengambil handuk yang tergantung di paku tembok.

"Sayangnya Abang, kita hanya perlu bersabar sedikit saja lagi" Iya sampir kan handuk di bahu, berjalan mendekati Sari. Membingkai wajah sang kekasih, lalu melumat bibir tidak lama.

"Bukan kita yang bersabar, lebih tepatnya Sari sendiri. Disini Sari yang menjadi tersangkanya, seperti merebut suami orang, padahal status kita sudah sah secara agama" Sari memunggungi Syamsul, merajuk.

"Dengarkan Abang bicara dulu" Syamsul memegang kedua bahu Sari, lalu membalikkan tubuh wanita itu sehingga keduanya berhadapan.

"Wanita itu akan membawa keuntungan untuk kita terutama masa depan kita. Jika rencana ini berhasil berjalan, kita akan di untungkan. Bukankah sayang mau membuka Spa+Coffe?" tanya nya, Sari mengangguk cepat.

"Nah, kita akan mendapatkan uang jika wanita itu mau menerima kontrak rahim." ucap Syamsul enteng sekali.

"Benarkah? Abang janji akan mewujudkan salah satu mimpi Sari?"

"Abang janji sayang, semua akan Abang lakukan demi kesayangan Abang ni" rayunya seraya memeluk erat istri sirinya.

"Apa Abang jamin jika istri mu itu setuju, rela mengontrak rahimnya?" Sari kurang yakin.

"Yakin 100 persen. Perempuan naif itu akan melakukan apa pun demi anak yang....... Yang kurang waras itu" Syamsul berkata tanpa ragu.

"Arghkkk! Aku rasanya geram jika mengingat wajah anak cacat itu! Entah kesialan apa membuatku punya anak yang otak nya kurang itu" ucap Syamsul tak berperasaan, mengepalkan tangan.

******

Keesokan harinya.

Karena keadaan Nuri belum stabil, operasi akan di tunda esok hari.

"Buk, saya titip Nuri sebentar ya...." ucap Norma pada Mariah.

"Tenang saja, lagipula dengan keadaan begitu mana bisa dia membuat ulah. Sudah, pergi sana!" ujar Mariah enteng.

Norma tak lagi menghiraukan ucapan nyelekit. Segera bergegas menuju suatu tempat.

.

"Apakah Tuan Syakir Rafisqy ada?" tanya Daria pada satpam.

.

Bersambung....

.

Like dan komentarnya 🙏

1
lilis indri hastuti
seru kali lah kak... lanjut dah
Juniar Yasir: mksh kk sudah mmpir di krya sdrhanan sya.🙏 SMG suka
total 1 replies
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!