NovelToon NovelToon
Second Wife

Second Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Janda / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Pernikahan yang bahagia selalu menjadi dambaan bagi setiap wanita didunia ini, namun terkadang takdir tidak berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Begitupun dengan apa yang dialami Alyssa, wanita cantik berusia 26 tahun itu harus menerima kenyataan pahit. Bahwa pernikahan yang selalu ia jaga hancur oleh penghianatan sang suami.

Rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan membuat ia trauma dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. ia menutup dirinya rapat rapat namun semua itu tidak lantas mengubah prasangka buruk orang orang karena statusnya sebagai seorang janda.

Namun bagaimana jadinya jika takdir memintanya untuk menjadi istri kedua... akankah ia menolaknya mengingat janjinya. atau ia akan menerimanya karena keadaan yang begitu memaksa dirinya...
lalu sanggupkah ia menjalani kehidupannya.

penasaran intip kisahnya disini jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun...
terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. berpisah...

 Satu bulan berlalu kini tibalah saat nya persidangan perceraian Alyssa dan Arya dimulai.

Ruang sidang Pengadilan Agama itu terasa dingin meski siang terik menyengat di luar.

 Alyssa duduk tegak di kursi penggugat, mengenakan gamis sederhana berwarna hitam. Wajahnya tampak pucat, namun sorot matanya tegas seolah semua air mata telah ia tinggalkan di masa lalunya.

Di seberangnya, Arya duduk dengan gelisah. Jas rapi tak mampu menyembunyikan keguncangan di wajahnya.

 Sesekali ia melirik Alyssa, berharap menemukan sisa-sisa kelembutan di mata wanita yang dulu ia cintai.

Namun ia tidak menemukannya yang ada hanya tatapan kecewa yang sungguh tidak Arya harapkan.

“Sidang perkara nomor 247/Pdt.G/2025/PA hari ini saya buka,” ucap Hakim Ketua dengan suara datar namun berwibawa. Palu diketuk satu kali.

“Alyssa, sebagai pihak penggugat, silakan jelaskan alasan saudari mengajukan gugatan cerai.”

Alyssa menarik napas panjang. Tangannya sedikit gemetar, tapi ia memaksa suaranya tetap stabil.

“Saya menggugat cerai karena tergugat telah mengkhianati pernikahan kami,” ucapnya lantang.

“Ia menjalin hubungan dengan wanita lain, bahkan berencana menjadikannya istri kedua tanpa persetujuan saya. Saya sudah berusaha bertahan, Yang Mulia, tapi saya tidak sanggup lagi hidup dalam pengkhianatan.”

Ruangan mendadak hening.

Hakim menoleh ke arah Arya.

“Tergugat, apakah saudara membantah pernyataan tersebut?”

Arya menelan ludah.

“Tidak, Yang Mulia. Saya… memang memiliki hubungan dengan wanita lain. Tapi saya tidak pernah berniat menyakiti Alyssa. Saya masih mencintainya.”

Alyssa tersenyum getir.

“Cinta macam apa yang menorehkan luka, Mas?” potong Alyssa tanpa menoleh.

“Cinta macam apa yang membuat seorang istri merasa tidak lagi dihargai sebagai manusia?”

Hakim mengangkat tangan, meminta Alyssa menahan emosinya.

“Saudari Alyssa, mohon sampaikan dengan tertib.”

Alyssa mengangguk, menahan air mata yang mulai menggenang.

“Yang Mulia, selama ini saya sudah berusaha menjadi istri yang baik, menuruti perintahnya dan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Meskipun ibunya tidak menyukai saya saya tetap bertahan berharap rumah tangga saya akan baik baik saja, saya juga menutup mata. Saya memaafkan, saya menunggu, saya berharap dia bisa menjadi suami yang baik Tapi yang saya dapat hanya penghinaan demi penghinaan. Bahkan di depan wanita itu, suami saya masih tega membela orang lain dan mempermalukan saya.”

Arya menunduk. Tangannya mengepal di atas meja, ia tidak bisa menyangkal apa yang Alyssa katakan.

Memang benar ia sudah sangat keterlaluan, tapi apakah ini akhirnya... Apakah memang mereka tidak bisa bersama lagi seperti sebelumnya meskipun ada orang lain dalam hidup mereka.

“Saya minta maaf, Alyssa,” ucapnya lirih.

“Aku hanya ingin semuanya baik-baik saja. Aku pikir dengan menikah lagi, semua akan selesai…”

“Tidak!” suara Alyssa meninggi.

“Yang selesai hanya perasaanku padamu. Aku sudah mati rasa, Mas.”

Hakim Ketua kembali mengetuk palu.

“Saudara Arya, pengkhianatan dalam rumah tangga merupakan alasan yang sah untuk perceraian. Apakah saudara masih ingin mempertahankan pernikahan ini?”

Arya terdiam lama.

Matanya berkaca-kaca menatap Alyssa yang kini sama sekali tak mau menoleh padanya.

 Mungkin wanita itu merasa jijik atau bahkan membencinya Arya semakin sedih hatinya sakit tapi ini adalah resiko yang harus ditanggungnya.

“Jika… jika Alyssa sudah tidak ingin lagi bersama saya,” katanya akhirnya dengan suara parau, “maka saya tidak bisa memaksanya.”

Alyssa memejamkan mata.

 Setetes air mata lolos dari sudutnya, jatuh ke punggung tangannya.

Meskipun ini adalah harapannya namun tetap saja hatinya terasa sakit ia tidak menyangka saja hari ini akan tiba setelah 5 tahun mereka bersama.

Hakim mengangguk pelan.

“Baik. Setelah mempertimbangkan keterangan kedua belah pihak, pengadilan memutuskan: mengabulkan gugatan cerai dari penggugat, Alyssa binti Bima Hartono terhadap tergugat Arya bin Mahmud.”

Palu diketuk tiga kali.

“Dengan demikian, ikatan pernikahan antara penggugat dan tergugat dinyatakan putus karena perceraian.”

Dada Alyssa terasa semakin sesak. Bukan lega melainkan perih. Namun di balik perih itu, ada secercah kebebasan yang lama terenggut.

Ia bangkit dari kursinya, melangkah menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat, Manda yang menerima pulukan dari anaknya itu pun ikut tersenyum.

 Setelah menguasai hatinya Alyssa memilih pergi tanpa sedikitpun menoleh kepada Arya yang kini terduduk lemas menatap kepergiannya.

"Untuk apa kamu menatapnya sampai seperti itu Arya, dia sudah bukan lagi istrimu. Harusnya kamu melupakannya bukan malah melihatnya sampai tidak berkedip seperti itu, apa kamu tidak kasihan dengan Rosa. Lihatlah ditengah tengah rasa mualnya dia datang kesini hanya untuk mendukungmu tapi kamu malah tidak mempedulikannya."

 Pandangan Arya beralih menatap Rosa yang saat ini terlihat sedih.

Hati Arya merasa bersalah, ibunya benar ia tidak seharusnya memikirkan Alyssa lagi karena ada hati lain yang harus ia jaga apalagi wanita itu tengah mengandung anaknya.

"Maafkan aku Alyssa aku tidak bermaksud menyakitimu." Lirih Arya sendu.

"Tidak apa mas, aku mengerti apalagi mbak Alyssa bukan sebentar hidup denganmu jadi wajar kalau kamu merasa kehilangan. Maafkan aku ya mas, gara gara aku kamu harus berpisah dengan mbak Alyssa."

 Seperti biasa Rosa berpura pura sedih untuk mendapatkan simpati orang orang disekitarnya dan bodohnya Arya percaya begitu saja.

"Ini bukan salahmu... Kalau ada orang yang patut disalahkan itu adalah aku."

"Bagaimana bisa kalian malah saling menyalahkan, seharusnya kalian senang karena Alyssa sudah pergi dan tidak menjadi penghalang diantara kalian. Sekarang ibu minta kamu segera menikahi Rosa secara negara Arya, agar semua orang tau dia ini istrimu sebelum perutnya semakin besar dan membuatnya malu." Arya hanya mengangguk lemah.

Sedangkan Rosa tersenyum bahagia, ia sudah tidak sabar menyandang status sebagai istri Arya dan memiliki laki laki itu seutuhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!