NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Mengejar Cinta Gasekil (Gadis Seratus Kilo)

Status: tamat
Genre:Cinta Karena Taruhan / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:46.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Raska adalah siswa paling tampan sekaligus pangeran sekolah yang disukai banyak gadis. Tapi bagi Elvara, gadis gendut yang cuek dan hanya fokus belajar, Raska bukan siapa-siapa. Justru karena sikap Elvara itu, teman-teman Raska meledek bahwa “gelar pangeran sekolah” miliknya tidak berarti apa-apa jika masih ada satu siswi yang tidak mengaguminya. Raska terjebak taruhan: ia harus membuat Elvara jatuh hati.

Awalnya semua terasa hanya permainan, sampai perhatian Raska pada Elvara berubah menjadi nyata. Saat Elvara diledek sebagai “putri kodok”, Raska berdiri membelanya.

Namun di malam kelulusan, sebuah insiden yang dipicu adik tiri Raska mengubah segalanya. Raska dan Elvara kehilangan kendali, dan hubungan itu meninggalkan luka yang tidak pernah mereka inginkan.

Bagaimana hubungan mereka setelah malam itu?

Yuk, ikuti ceritanya! Happy reading! 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Menyentuh Masa Lalu

Raska menjerit.

Tanpa pikir panjang, blazer langsung terlepas dari bahunya. Sepatunya berdecit menghantam lantai saat ia berlari.

Semua terdiam. Jantung pesta berhenti berdetak.

BYURRR!!

Raska melompat ke kolam.

Air memercik tinggi, bukan lompatan indah, bukan gaya. Murni panik. Pure ketakutan.

Bella menatap dari dalam air. Melihat arah renang Raska. Pemuda itu tidak menuju ke arahnya. Tidak menoleh. Tidak memikirkan siapa pun.

Hanya satu tujuan: Elvara.

Bella menahan napas, lalu pura-pura tenggelam. Ia menggerak-gerakkan tangan dramatis, matanya terbuka sedikit di bawah air.

“T… tolong…!”

Aktingnya sempurna. Tapi Raska tidak melihatnya. Sama sekali.

Raska menyelam lebih dalam. Tangannya akhirnya menyentuh sesuatu, rambut, kain gaun. Ia meraih tubuh Elvara dan mendorong kakinya ke dasar kolam. Dengan seluruh tenaga, ia mengangkat tubuh itu ke permukaan.

Air muncrat keras saat Raska muncul sambil menggendong Elvara ke pinggir kolam.

Tubuh Elvara berat, basah, limbung. Air menetes dari rambut dan pipinya, wajahnya pucat.

Tangan Raska tidak melepaskan.

Pesta sunyi. Semua terpaku.

Bella muncul di sisi lain kolam, terbatuk kecil… kecewa karena tidak dilihat.

Lampu pesta yang memantul di permukaan air berkedip seolah ikut panik.

“Elvara!!” suara Raska pecah. Napasnya terengah.

Asep, Vicky, dan Gayus langsung berlari. Tanpa aba-aba, Asep menahan tangan Elvara.

Vicky memegang bahu. Gayus mengangkat kakinya.

“ANGKAT BARENG!” teriak Vicky.

“TARIK! TARIK!” seru Asep.

“BERAT, WOY!” Vicky hampir terpeleset.

Gayus menggertakkan gigi. “Jangan lepas! PEGANGIN!”

Dari dalam kolam, Raska mendorong tubuh Elvara ke atas, seluruh tenaganya tercurah di sana.

Dengan perjuangan nyaris putus tenaga, akhirnya mereka berhasil mengangkat Elvara ke tepi kolam.

Tubuh gadis itu tergeletak di lantai. Rambut basah menempel di wajah. Matanya terpejam. Bibirnya pucat.

Kerumunan membisu total.

Tawa yang tadi memenuhi pesta, hilang. Musik tidak terdengar lagi. Tak satu pun berani bergerak.

Hanya suara air yang menetes dari ujung rambut Elvara.

Hening. Menyesakkan.

Raska naik ke tepi kolam, berlutut di samping Elvara. Tangannya gemetar saat menyentuh pipi Elvara. Untuk pertama kalinya, pangeran sekolah itu… terlihat ketakutan seperti anak kecil yang kehilangan arah.

“Buka mata lo... .please.” Dadanya naik turun cepat. "Elvara!"

Tidak ada respon. Raska memeriksa napasnya. Panik. Kosong.

Suasana benar-benar mati.

“Astaga…” bisik Asep.

Vicky terdiam total.

Gayus menelan ludah.

Semua orang diam terpaku. Bella diam-diam naik ke tepi kolam saat melihat perhatian semua orang hanya tertuju pada Elvara.

Raska menggertakkan gigi, napasnya memburu tak beraturan.

“Jangan… pergi sekarang…”

Tangannya mencengkeram bahu Elvara, mengguncangnya, pelan tapi putus asa.

Bella berdiri tak jauh dari sana, wajahnya memucat. Detik itu, dunia seperti menyorotnya, menilai, menghakimi, mengupas setiap niat buruknya barusan.

Raska memindahkan posisinya, telapak tangannya bertumpu di tengah dada Elvara.

Satu tekanan.

Dua.

Tiga.

DORONGAN demi dorongan, ritmis tapi bergetar, seperti jantung yang memaksa terus berdetak.

“Bangun…” suaranya hampir pecah.

Tidak ada respon.

Air mata mengambang di sudut matanya, menggigil.

Dan tiba-tiba, bayangan itu datang, menampar benaknya.

Tujuh tahun lalu.

Tok. Tok. Tok.

“Ma?”

Suara kecil, takut, mencari. Raska kecil berdiri di depan pintu kamar ibunya, mengetuk lebih keras.

“Ma… makan… ayo Ma…”

Pintu tidak terkunci. Ia mendorongnya.

Brak—

“Ma?”

Raska melihat tubuh ibunya tergeletak di lantai. Pucat. Tak bergerak.

“Mama!!”

Raska kecil berlari, mengguncang tubuh yang dingin.

“Bangun ma… bangun…”

Tangisnya pecah, menggema dalam ruangan kosong itu.

Kembali ke masa kini.

Raska memompa dada Elvara lebih keras, hampir kehilangan kendali.

“Vara… bangun…”

Sekali lagi.

“Bangun, Ra… please…”

Suara parau itu, memohon, retak, seperti anak kecil yang kehilangan pegangan. Raut wajahnya hancur, ketakutan yang tertanam bertahun-tahun terulang di depan mata.

Bella mundur selangkah. Tubuhnya bergetar hebat.

“A-aku… aku gak bunuh dia… 'kan? Aku cuma—aku cuma…”

Ia memeluk dirinya sendiri, wajahnya mengabur oleh panik.

Ia sibuk mencari alibi, padahal semua orang tak lagi melihatnya. Mereka hanya melihat Raska. Dan Elvara yang tak bergerak.

Air mata pertama jatuh melewati pipi Raska, tanpa ia sadar.

“Gue mohon…” bisiknya, pecah, tenggelam di antara suara air yang menetes dari rambut Elvara.

“Jangan pergi…”

Semua siswa terpaku. Napas tercekat. Tubuh-tubuh muda itu membatu.

Bella bahkan lupa bernapas. Asep lupa cara bercanda. Vicky lupa cara tersenyum. Gayus berhenti jadi sok bijak.

Tak ada suara. Tak ada tawa. Hanya ketakutan yang menggantung di udara.

Gimana kalau… beneran mati?

Raska menarik napas dalam-dalam diantara napas yang bergetar. Dadanya naik turun tak teratur. Ada sesuatu yang pecah di dalam dirinya.

Ia menunduk pada Elvara. Matanya menyipit… bukan marah, tapi takut. Raska menutup hidung Elvara dengan tangannya.

Lingkaran siswa serempak membelalak.

Pangeran sekolah yang dingin… yang tak pernah mau disentuh siapapun… benarkah… dia akan—

Dan pertanyaan itu terjawab saat Raska mencondongkan tubuhnya.

Satu tarikan napas. Dalam. Penuh. Ia menempelkan bibirnya ke bibir Elvara— bukan ciuman. Bukan romantis. Bukan apa pun yang dipikirkan anak-anak remaja.

Itu perjuangan. Itu ketakutan kehilangan. Itu… putus asa.

“Vara…” suaranya pecah. “Denger gue…”

Ia kembali memberi napas buatan. Tanpa ragu. Tanpa kikuk. Tanpa malu.

“Lo…” hembusnya bergetar, “udah janji mau lihat nama kita di ranking satu…”

Dorongan CPR. Napas buatan lagi.

“…lo belum lihat…”

Dorongan lagi.

“…jadi lo gak boleh pergi…”

Sunyi.

Detik berjalan seperti abad. Elvara tetap tak bergerak. Zahra menutup mulut menahan tangis. Bella memegangi rambutnya sendiri, tubuh gemetar.

Asep terdiam tanpa kata. Vicky memalingkan wajah. Gayus menunduk seperti berdoa.

Lalu—

“UKHH—!”

Elvara tersedak keras. Dadanya terguncang. Air memuncrat keluar dari bibirnya. Tubuhnya menggeliat mencari udara.

Kerumunan meledak.

“ALHAMDULILLAH!”

“MASIH HIDUP!”

“GILA TADI GUE UDAH PASRAH!”

Asep jatuh duduk, lemas. “Gue tadi udah nyiapin mental buat nemenin duda tanpa nikah…”

Vicky menutup wajah. “Astagaaaa gue kira kita bakal kena BAP rame-rame…”

Gayus memandang ke langit. “Terima kasih, Tuhan… sumber ilmu alam semesta tidak jadi diambil…”

Dan di tengah kekacauan itu, Raska masih berlutut di sisi Elvara. Tangan gemetar. Napas tak stabil. Matanya masih basah, memandang gadis itu seperti memandang seluruh dunia.

“Lo…” suaranya pecah, “lo bikin gue hampir mati jantungan…”

Elvara terbatuk, pelan. Pandangan kabur. Suara serak, tapi tetap dengan ketenangannya yang khas.

“…maaf.”

Raska menatapnya lama.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya… Raska tersenyum. Bukan senyum dingin pangeran sekolah. Tapi senyum seorang cowok… yang baru sadar ia hampir kehilangan sesuatu yang sangat berarti.

Dan semua orang melihatnya dengan jelas: Pangeran sekolah yang selalu tak tersentuh, nyaris hancur… karena satu gadis.

Dan gadis itu… masih hidup.

“Ambil handuk! Cepat! HAN-DUK!”

Vera berteriak sambil setengah tertawa, setengah menangis lega. “Ulang tahunku hampir jadi berita duka, sumpah… tapi malah jadi drama percintaan!”

Panik-panik bahagia.

Vicky langsung membantu Raska mendudukkan Elvara yang masih lemah.

Asep datang terbirit-birit membawa handuk. “Ini! Ini! Raskaaaa!”

Gayus mengambil blazer Raska yang tadi tergeletak begitu saja di lantai.

Raska menerima handuk.

Tanpa pikir panjang, ia mengusap lembut wajah Elvara, menyeka air yang menetes dari pelipis dan dagunya.

Lalu menggosok perlahan rambut basah gadis itu, gerakannya hati-hati seolah Elvara adalah kaca rapuh.

Elvara menatapnya datar seperti biasa… tapi di balik tatapan kosong itu, pikirannya berputar kacau.

"Kenapa dia sampai sejauh ini? Kenapa tadi ada ketakutan seperti itu di matanya?

Apa yang pernah dia alami? Luka macam apa yang dia kubur selama ini?

Dan… kenapa aku yang menyentuh sisi itu?"

Vicky datang menyampirkan handuk satunya ke bahu Raska. “Bro… lu basah kuyup, sumpah. Jangan sampai masuk angin,” gumamnya.

Raska tidak merespons. Tatapannya hanya tertuju pada satu titik: Elvara.

Kemudian, suara itu muncul. Lembut. Nyaris tak dikenali siapa pun.

“Gue antar pulang, ya.”

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Kyky ANi
ngak sabar baca kisah selanjutnya,, pasti makin seru,,,
Kyky ANi
kasian Elvara,, dia pasti sakit banget dengar ini semua,,
Kyky ANi
mungkin,orang2, akan aneh, melihat Raska yang tampan berjalan bersama Elvara yang size jombo,, tapi Raska tidak peduli,,karna dia bahagia,, bersama Elvara,,
Kyky ANi
bagus deh, kalau Elvara mau nikah siri sama Raska,, dan semoga tidak ada tahu,, sampai saatnya tiba,,
naifa Al Adlin
top bgt buat kak nana
🌠Naπa Kiarra🍁: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Kyky ANi
benar yang dikatakan Raska, Elvara ,,, kalian nikah siri dulu,, supaya lebih aman kedepannya,,
Ass Yfa
lanjut part 2. yg dewasa...mereka ketemu setelah dewasakah
Kyky ANi
Raska dan Elvara,, terpengaruh obat, yang diberikan pelayan itu,, gimana ya,, kalau mereka sadar nanti,,,
Ass Yfa
duh..Vara kecewa berat...apa Raska bisa yakinin si Vara
Kyky ANi
siapa ya, kira2 yang akan meminum gelas itu,,
Ass Yfa
oh ternyata saksinya dari ustad...mereka 17thn tapi harus dewasa dini...huh kalo itu ankku kok nggk rela😄😄😄aku juga pubya bujang...bikin dar der dor...
Ass Yfa
menikah siri harusnya juga ada saksi kan....kalo ndak salah...2 orang...tadi ada saksi ndak thor
Ass Yfa
insting Asep nggk pernah salah....itu di Raska tidure nyenyak lo berkat Vara...trs mukanya bercahaya kata si Asep yaiyalah..dpt asupan vitamin😁😁
Kyky ANi
semoga Raska,Elvara, dan teman2nya lulus ya,,
Ass Yfa
wah...kejadian juga..Vara ama Raska...tapi siapa cowok yg ama Bella...bukan Roy lo...Bella aja nggk kenal
sunshine wings
I really enjoy this novel.. From the beginning till the end of season 1.. Banyak suka dukanya melibatkan emosi sesaat.. I really loved it.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻
total 2 replies
sunshine wings
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings
Trima kasih author kerana banyak memberi wejangan kehidupan di dunia nyata.. I really appreciate it and loved the novel very much..❤️❤️❤️❤️❤️
Kyky ANi
Good,, trio komentator,, kalian adalah sahabat terbaik Raska,,
Siti Jumiati
udah tamat aja, nyesek deh bacanya, kasihan elvara dan rasa...
makasih kan nana atas karya-karya lanjut ke sesok 2...💪💪💪
🌠Naπa Kiarra🍁: Sama-sama, Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!