NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenekatan Arjuna

Entah apa yang Arjuna rasakan hari ini. Ia begitu gelisah. Ia merasa seperti ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Arjuna bahkan belum makan apapun sejak semalam. Dan siang ini, ia dikejutkan dengan kedatangan sebuah helikopter. Ia berpikir kalau itu adalah Delon, ternyata yang datang adalah Deissy.

"Deissy?"

Perempuan cantik itu tersenyum. Ia langsung mendekati Arjuna, memeluknya dengan sikap yang begitu sopan.

"Kamu bisa ke sini?" tanya Arjuna. Ia merasa heran karena orang tuanya sendiri tak diijinkan datang ke sini.

"Bisa dong. Aku kan sangat dekat dengan raja. Aku bahkan sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri. Aku bahkan diijinkan untuk membawakan makanan kesukaanmu." kata Deissy lalu meletakan kotak makanan yang dibawahnya di atas meja. Keduanya sedang duduk di teras depan rumah itu.

"Wah, terima kasih. Aku memang sangat merindukan masakan mamaku." Arjuna langsung membuka kotak makanan itu. Ia tiba-tiba saja menjadi sangat lapar.

"Makanlah. Mamamu juga titip salam. Dia sangat merindukan dirimu."

Arjuna merasakan perasaan hatinya yang gundah sedikit berkurang saat lidahnya merasakan makanan kesukaannya ini.

"Aku dan mamamu kemarin membuatnya bersama. Ternyata tidak gampang ya membuat daging panggang ini." ujar Deissy membuat Arjuna yang sementara mengunyah makanannya menatap gadis itu. "Kamu membuatnya bersama mamaku? Sejak kapan kamu suka masak?"

Deissy tersipu malu. "Aku sadar kalau seorang perempuan itu harus bisa masak."

"Baguslah kalau kamu menyadarinya. Namun aku percaya, banyak juga lelaki yang siap menerima pasangannya jika tak bisa memasak."

"Apakah kamu juga tipe lelaki seperti itu?"

Arjuna mengangguk. "Aku memang suka makanan rumahan tapi tak masalah juga kalau pasanganku tak bisa masak."

Deissy jadi senang mendengarnya.

Arjuna menghabiskan makanannya. Ia kemudian mencuci tangannya di wastafel dan menyimpan makanan lain yang belum disentuhnya. Ia bermaksud akan memakannya besok hari. Ia memang tak begitu menyukai makanan buatan penjaga tempat ini.

"Bagaimana pekerjaan mu? Kapan kamu akan kembali lagi ke luar negeri?" tanya Arjuna.

"Aku belum tahu. Raja belum menugaskan aku untuk kembali. Soalnya raja sedang pusing dengan kejadian yang menimpa pangeran Jeremi."

"Pangeran Jeremi. Memangnya apa yang pangeran lakukan?"

"Kamu pasti tak akan menduganya. Tunangan pangeran Jeremi bunuh diri."

Arjuna terkejut. "Tunangan pangeran Jeremi? Siapa?" Arjuna lupa dengan isi surat Fiana yang mengatakan kalau pangeran dan dirinya sudah bertunangan.

"Mereka memang bertunangan saat kamu sudah berada di sini. Gadis itu bernama Fiana Adams."

"Fiana Adams? Maksudnya Fiana yang keluarganya bermusuhan dengan keluarga kami? Yang kakaknya Joedy Adams?" Jantung Arjuna bagaikan berhenti berdetak.

"Ya. Siapa lagi yang bernama Fiana Adams di kerajaan ini?"

"Tak mungkin dia bunuh diri." Arjuna menggeleng tak percaya.

Kata dokter, dia meminum racun. Kemarin sore mayatnya sudah dikuburkan di lembah hitam. Kami memang tak bisa melihatnya karena di larang oleh pihak berwajib. Orang tua Fiana bahkan sampai masuk rumah sakit."

Arjuna terdiam. "Tidak mungkin."

Deissy menunjukan berita kematian Fiana melalui tablet yang dibawahnya.

Arjuna merasakan kalau seluruh tubuhnya kehilangan kekuatan. Ia menahan sejuta rasa sakit yang menyerang dadanya. Berusaha tak menangis karena tak ingin Deissy tahu kebenarannya.

"Deissy, aku merasa tak enak badan. Terima kasih sudah mengunjungi ku, aku mau masuk dulu."

Deissy tersenyum. "Aku juga harus segera pergi." perempuan itu menatap Arjuna yang berjalan dengan lesuh memasuki rumah. Ia merasa sangat senang. "Biarlah kamu berduka saat ini, Arjuna sayang. Aku akan menghiburmu dan membuatmu melupakan gadis itu. Karena Fiana akhirnya mulai membusuk di dalam tanah." lalu perempuan cantik itu dengan elegan melangkah menuju ke helikopter yang sudah menunggunya.

Di kamarnya, Arjuna menangis seperti orang gila. Ia menatap foto Fiana. "Kamu tidak mungkin melakukan ini, sayang. Kamu tak akan bunuh diri dan meninggalkan aku sendiri. Tidak mungkin sayang. Tidak.....!" teriak Arjuna sambil terus menatap foto Fiana. Lelaki itu duduk di lantai sambil bersandar di lantai. Pakaiannya sudah berantakan karena ia menarik kemejanya untuk melupakan rasa sakit di hatinya.

"Jangan lakukan ini padaku, sayang. Jangan...! Kamu selalu bilang agar aku tidak boleh putus asa. Pasti ada sesuatu sampai kamu melakukan itu. Fiana.....!" Arjuna meninju lantai tempatnya duduk. Ia bahkan membolak-balikkan semua barang yang ada di kamar itu. Pikirannya menjadi gelap.

"Aku harus mencari jalan untuk keluar dari pulau ini. Akan ku lihat sendiri apakah benar kamu sudah terbaring Kaku dalam peti mati mu. Jika memang benar, maka aku akan menyusul mu. Aku tak bisa diam di dunia ini tanpa ada kamu di sisiku. Aku tidak bisa."

Arjuna mencium foto Fiana secara berulang-ulang. Dia merasa seluruh gairah dalam hidupnya hilang.

*************

Arjuna berdiri di dekat tebing. Ia melihat beberapa buaya air asin yang nampak sedang berjemur di atas pasir. Arjuna mencari cara bagaimana ia bisa melarikan diri dari tempat ini.

Dari arah yang lain, Arjuna melihat ada sebuah kapal kecil yang nampak sedang berlabuh. Mereka sepertinya para peneliti buaya air asin karena mereka nampak menggunakan seragam dari instansi kelautan.

Arjuna pernah melihat jika kapal kecil itu bisa parkir di sana selama beberapa hari. Ia pun memulai rencananya.

Saat malam tiba, Arjuna memilih untuk makan walaupun sebenarnya tak ada selera untuk makan. Tinggal di sini selama kurang lebih 2 bulan, Arjuna sudah banyak tahu di mana titik CCTV berada bahkan kelemahan yang ada dalam sistem keamanan pulau ini. Makanya setelah memastikan kalau penjaganya sudah tertidur, Arjuna segera ke ruang kontrol CCTV. Ia yang emang sangat ahli di bidang IPTEK segera mematikan sistem alaram dan sistem pengawasan CCTV.

Lelaki itu berlari menuruni bukit sambil membawa foto Fiana di kantong kemejanya. Ia berlari tanpa peduli dengan tubuhnya yang terluka karena terkena semak belukar yang tajam. Arjuna adalah juara renang di kampusnya. Ia pun melihat keberadaan buaya yang jauh dari tempatnya berdiri. Ia tahu gerakannya bisa memancing buaya untuk mendekat. Makanya Arjuna bergerak secepat mungkin. Ia berenang seperti orang kesetanan. Tak peduli lukanya yang perih karena terkena air garam.

Arjuna berhasil mencapai kapal kecil itu. Dengan sangat hati-hati ia berhasil masuk dan bersembunyi di sana. Ia sudah melihat kalau penghuni kapal ini hanya 3 orang. Arjuna pun bersembunyi di ruangan mesin kapal.

***********

"Arjuna melarikan diri dari tempat pengasingan." kata Tita.

"Kenapa?"

"Menurut Delon, kemarin Deissy diijinkan raja mengunjungi Arjuna. Pasti Deissy yang mengatakan kalau Fiana sudah meninggal."

Jelita menggelengkan kepalanya. "Dasar Deissy jahat! Aku yakin kalau dia ada hubungannya dengan keberadaan dokter Edgar yang tiba-tiba saja menghilang."

Tita menarik napas panjang. Air matanya mengalir di pipinya. "Aku sangat merindukan Fiana."

"Aku juga. Seharusnya aku tak menawarkan jalan itu pada Fiana. Aku sangat menyesal. Fiana sudah meninggalkan kita."

Tita memeluk sahabatnya. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Pintu rumah Jelita tiba-tiba di buka dari luar.

"Arjuna?" Jelita dan Tita sama-sama menoleh dengan kaget.

"Di mana kubur istriku?" tanyanya sebelum akhirnya jatuh pingsan dengan tubuh yang penuh luka

1
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
Gia Nasgia
Lah giliran Juna yg takut dgn Fiana ehh Diana😂
tintiin21
Dokter edgar masih tanda tanya bgt.. 🤔🤔🤔
tintiin21
ini namanya kado terindah Jun... 😁😁😁
Liina Anjani Malick
jadi gmn moms... 😤teka teki nya bnym syekali... aku udh pusing mikirin kehidupan ku eh jd ikut mikirin idup fiana... astagfirullah🤣
Enny Olivia: makasi tetap membacanya walaupun sudah pusing 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Maria Kibtiyah
si edgar punya dendam ma siapa si
Syavira Vira
🥰🥰♥️♥️
Syavira Vira
semangat kak dilanjut 🙏💪👍🏻♥️
Liina Anjani Malick
diana = fiana ya moms😔
Syavira Vira
👍🏻👍🏻💪💪👍🏻♥️♥️♥️
Syavira Vira
lanjuttttt
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Sepertinya Edgar punya rencana lain meskipun menerima rencana Dessy🤔berarti fix Fiana ,itu Diana🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!