NovelToon NovelToon
Dokter, I Love U.

Dokter, I Love U.

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: cietyameyzha

Warning📢

Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌


Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.



Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.


Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.



Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?


Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?


Simak terus ya Say😉


Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5


Haturnuhun😁✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

🌺🌺🌺🌺🌺

Semua berkumpul bersama di meja makan. Membaur untuk mempererat hubungan setiap manusia.

Nabila kecil duduk manis dipangkuan Syasa. Ia tidak rela Syasa bergerak sedikit pun dari hadapannya.

"Bila, sini sama Papa. Kasian Tante Syasanya mau sarapan! tegur Ferdy dengan lembut.

Anak kecil itu hanya menggelengkan kepala. Ia lebih asyik bersama Syasa dibandingkan dengan Papanya.

"Bila maunya makan disuapin Tante Syasa," ucap Bila.

"Iya, ini mau Tante suapin, Kok," sahut Syasa. Memgambil sendok lalu mulai menyuapi gadis kecil. " Aaaa... buka mulutnya yang lebar!"

Tiba-tiba Raka tidak sengaja menyenggol air minum gelas hingga tumpah tempat di pakaian Syasa.

"Maaf, Kak," cicit Raka. Sedikit menggeser kursi menjauh dari Syasa. Karena dipastikan ia akan segera mendapat ultimatum dari Kakaknya.

"Yah.. tuh, kan baju Kakak jadi basah, Dek! Kamu ini hati-hati dong, Dek!" tegur Syasa.

"Maaf, Kak aku engga sengaja," ulang Raka sekali lagi.

"Tante ganti baju aja lagi," timpal Syasa.

"Iya, Nak. Kamu bawa baju ganti lagi, kan?" tanya Bu Indri pada Syasa.

"Syasa cuman bawa satu, Tan. Soalnya, kan kata Pak Dokter engga akan lama. Sore juga kita pulang," tutur Syasa.

"Baju Tante pada kebesaran kayaknya di kamu," ucap Bu Indri.

"Engga apa-apa kok, Tan. Nanti juga kering sendiri," jawab Syasa. Tangannya terus mengelus-elus pakaian yang basah. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan pakaian yang sedikit basah.

Pak Gunawan dan Bu Indri menatap pada Syasa. Mereka mencoba memberi kode pada Ferdy untuk menolang raut kebingungan di wajah Syasa yang terlihat jelas.

Ferdy hanya diam, ia tenang menikmati sarapannya. Sedangkan Raka dan Nabila asyik bercanda ria bagai Om dan ponakan.

Ferdy baru selesai dengan aktivitasnya. Ia melirik sekilas pada Syasa yang masih belum menyentuh sedikit pun makanan di hadapannya.

Ferdy menghela napas kasar lalu berkata, " Ayo, ikut dengan saya ke kamar!"

Seketika semua orang tersentak. Memandang Ferdy dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Pak Gunawan dan Bu Indri bahkan sudah melototkan matanya, selayaknya singa buas yang siap menerkam mangsa.

Nabila berangsur mendekat pada Raka sambil berbisik, " Kak Raka coba tebak. Papa ngajak Tante Syasa ke kamar mau ngapain?"

Raka berpikir sejenak. Ia juga tidak tahu maksud Dokter ganteng ini.

"Mungkin Pak Dokter mau main petak umpet," jawab Raka, yang berbalik membisikkan jawabannya pada Nabila.

"Kok mesti di kamar? kan lebih rame di halaman rumah, lebih luas!" protes Nabila. Ia kesal karena tidak diajak petak umpat oleh Papanya.

"Kalau itu Kakak engga tahu,"

Ferdy yang mendapatkan tatapan menakutkan dari semua orang seketika mematung. Perasaan ia hanya berniat mengajak Syasa ke kamar, bukan ke dalam jurang.

"Kamu ini anak tidak tahu malu! Belum halal, tapi mau ajak anak gadis orang ke kamar!" tegur Bu Indri. Bangkit dari kursi lalu menjewer telinga anaknya.

"Aduh, Mah sakit. Maksud Ferdy tuh bukan kaya gitu," bantah Ferdy.

"Yang kenceng sekalian, Mah biar tahu rasa," tambah Pak Gunawan.

"Kok, Papa malah ikutan bukannya bantuin!" kesal Ferdy sambil merasakan sakit.

"Kalau kamu salah, kamu harus terima hukumana. Terang-teranngan ngajak anak orang ke kamar!" sambung Pak Gunawan.

"Aduh, maksud Ferdy tuh bukan kaya gitu. Mah, lepasih dulu nih telinga Ferdy panas!" pinta Ferdy.

Bu Indri melepaskan tangannya. Matanya tetap tajam layaknya pisau yang baru di asah.

"Maksud kamu apa coba jelaskan!" desak Bu Indri.

"Gini loh, Mah. Syasa, kan katanya engga bawa baju ganti. Nah, kebetulan Ferdy ada baju baru. Yang dulu mau sempat dikasihkan Talita, tapi engga jadi! jelas Ferdy.

Syasa terdiam. Siapakah Talita? apakah itu mantan kekasih Kang Gendang? hatinya terus bertanya-tanya. Ia kini ingin lebih tahu tentang masa lalu Ferdy, padahal dulu ia mengatakan tidak peduli dengan itu.

Hanya saja kini berbeda. Laki-laki itu mengajaknya menikah, namun ia bahkan belum tahu bagaimana Ferdy. Meski ia sadar diri bagaimana dirinya sendiri.

"Oh. Bilang dong dari tadi. Mama sama Papa udah berpikir yang lain-lain jadinya!" sanggah Bu Indri.

"Ya Allah, Ma. Ferdy mana mungkin ngelakuin kesalahan untuk kedua kalinya. Ferdy tahu, kok mana yang baik!" terang Ferdy.

Pak Gunawan menatap lembut pada Ferdy. Anak yang sering ia tinggalkan untuk bekerja. Anak yang tidak pernah ia adzani saat lahir ke dunia. Anak yang lebih dekat dengan supirnya dibanding dirinya sendiri, yang notabennya Papa kandung.

Kini Ferdy tumbuh baik. Ia bahkan menolak halus saat ditawari untuk meneruskan perusahan Pak Gunawan. Ia lebih memilih jalan sendiri. Menikmati setiap proses kehidupan yang kejam.

Saat Pak Gunawan tahu Ferdy melakukan kesalahan. Ia sangat marah, akan tetapi sebenarnya ia sedang marah pada dirinya sendiri. Mengapa ia dulu tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk menemani tumbuh kembang anaknya.

"Ayo, kamu mau ganti baju tidak? saya ada baju perempuan di kamar! Kamu bisa ikut saya untuk mengambilnya," ajak Ferdy pada Syasa.

Syasa yang sudah risih dengan pakaiannya ikut menyusul langkah Ferdy. Ia tidak bisa mengimbangi Ferdy yang cepat sekali berjalan.

"Ni, Kang Gendang cepet amet jalannya. Kalau udah jadi suami, Syasa ketok kepalanya. Eh, tapi sayang juga. Kalau diketok kepalanya, ntar malah geger otak, terus Syasa dilupain dong!" batin Syasa.

Saat tiba di pintu kamar Ferdy. Syasa hanya diam mematung, ia sedikit ragu. Jantungnya berdebar seperti hendak berperang dengan musuh.

Ferdy yang menyadari akan hal itu lalu berkata, " Kamu tidak usah masuk. Tunggu saja di luar. Saya takut orang tua saya berpikir aneh-aneh lagi. Lagian kita memang tidak seharusnya berduan."

Syasa mengangguk. Ia pun tidak ingin hanya berduan dengan Ferdy, pasti setan akan ikut bersama mereka.

"Setan, kasian Lu kagak bisa jadi yang ketiga. Orang Syasa kagak jadi berduan sama Kang Gendangnya!" ledek Syasa pelan.

Entah apa yang ada di otak gadis ini. Lihatlah sekarang, ia bahkan tengah meledek setan yang tidak tahu apa-apa.

Ferdy mendengar sekilas ledekan Syasa. Ia mengerutkan kening. Gadis ini selalu aja punya cara untuk membuat orang berpikir keras akan tingkah anehnya.

Ferdy segera mengambil pakaian di lemarinya. Ia menatap sendu pada pakaian yang masih berlebel. Hatinya terenyuh setiap melihat barang itu.

"Seharusnya memang kamu yang memakai pakaian ini, Talita. Sekarangaku tidak ingin menyimpan lagi benda ini. Alangkah baiknya jika, pakaian ini memiliki seorang pemilik." Matanya sedikit berair.

Ferdy segera keluar. Syasa menunggunya, ia juga tidak ingin larut kembali dalam masa lalu yang menyakitkan.

"Pakailah. Sekarang ini milikmu!" kata Ferdy. Menyodorkan satu stel dress wanita berwarna ungu muda cantoik. "Kamu kamu tidak suka. Saya tidak masalah jika, kamu membuangnya."

...****************...

BERSAMBUNG~~~

Jangan lupa like, coment dan vote🙏🤗

1
s e n j a✨
ga sesuai ama khayalanku visual syasa.. kirain yg kek gadis lugu polos gitu mukanya.. ini lbh cocok jd Bu mirna/Facepalm/
𝑆𝐸𝑁𝐺ᵟᴷᵁᴺᴵ
masuk rak.
Susi Andriani
Kecewa
@@Ayyaa@@
olahraga pipi ya.. Syasa
😆😆

saya mampir.. othor
Dharni Dharmawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
aisya_
ciieee bakal ada yg CLBK nih... wkwkwk
aisya_
masih bingung sbnrnya kang gendong bnr tulus cinta gak sih sama syasa
Dewi Sartika Manalu
good
Endah Fitriyani Pipit
kayanyababang fei dech
Herta Siahaan
syasa hamidun pasti bang gendang geger dibuat
Herta Siahaan
duh Thor jgn biarkan manusia gila seperti Mila merusak Ferdy sekeluarga dan sasaya
Herta Siahaan
asli matai kutu babang dokter ama hon hon
Eka Widya
tambah satu lagi saingan kang kendang
Juarsih Putri
aku mampir Thor,,akang gendang ah baru pertama baca Udeh bikin sakit perut🤣🤣🤣🤣🤣
Yani Cuhayanih
Kalo dok Ferdy jujur sama syasa apakah rasa cintanya akan berkurang pada kang gendang nya.ko aku jd ragu ya....
Yani Cuhayanih
Gadpol sya jgn bikin kendor ngejar dok Ferdy ....wkwkwk.....
Yani Cuhayanih
Aku pusing sama goyanganya syasa semoga bukan iklan pasta gigi kalo mo pamer senyum bukan pamer thor itu masalah BB.....maaf baru hadiiir jd masih mencerna ceritanya bukan masalah lambung .....
Intan Sistanti
baru jga bab 1 udah bikin gemes, hehhehe
abdan syakura
oohh kak Ciety dr Sunda yaaa
abdan syakura
aiiishhhh
akang Ferdy...
love love dah ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!