NovelToon NovelToon
Karma Datang Dalam Wujudmu

Karma Datang Dalam Wujudmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Office Romance
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: diamora_

Cayra Astagina, sudah terlalu sering patah hati. Setiap hubungan yang ia jalani selalu berakhir dengan diselingkuhi.
Saat ia hampir menyerah pada cinta, seorang peramal mengatakan bahwa Cayra sedang menerima karma dari masa lalunya karena pernah meninggalkan seorang cowok kutu buku saat SMA tanpa penjelasan.

Cayra tidak percaya, sampai semesta mempertemukan mereka kembali.

Cowok itu kini bukan lagi si kutu buku pemalu. Ia kembali sebagai tetangga barunya, klien terpenting di kantor Cayra, dan seseorang yang perlahan membuka kembali rahasia yang dulu ia sembunyikan.

Takdir memaksa mereka berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai. Dan Cayra sadar bahwa karma tidak selalu datang untuk menghukum.
Kadang, karma hadir dalam wujud seseorang yang menunggu jawaban yang tak pernah ia dapatkan.

Kisah tentang kesempatan kedua, kejujuran yang tertunda, dan cinta yang menolak untuk hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamora_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Surat Kecil dari Cayra

Kadang, hal paling berharga datang dalam amplop kecil dengan niat sederhana.

...Happy Reading!...

...*****...

Bel pulang bergema di seluruh penjuru SMA Gravia Asteria. Suara sorakan siswa membuncah dari setiap kelas, berhamburan seperti burung yang baru dilepas dari sangkar.

Di antara ratusan langkah yang tergesa, hanya satu yang melangkah paling tenang.

Saka. Dengan hoodie hitam andalannya sejak pagi dan tatapan yang tak pernah terburu-buru. Wajahnya datar, tapi matanya memantulkan ketenangan yang tidak banyak dimiliki anak seusianya.

Hari ini ia memilih pulang jalan kaki. Rumahnya tidak jauh dari sekolah. Meski keluarganya punya sopir pribadi, Saka lebih suka berjalan sendiri. Ia tidak suka merepotkan orang lain, dan ia menyukai rasa sunyi yang damai di sepanjang jalan.

Langkahnya perlahan melewati gerbang sekolah yang mulai sepi. Suara sepatu menyentuh paving menyatu dengan desir angin yang menggerakkan dedaunan. Tapi di tengah keheningan itu, ada rasa yang mengusik. Seperti ada udara yang berubah arah. Atau sepasang mata yang menolak pergi.

Saka memperlambat langkah. Ia tidak langsung menoleh. Tapi ketika akhirnya berpaling, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Cayra berdiri beberapa meter di belakang. Tersenyum kecil, seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang gugup. Seolah mengikuti seseorang pulang sekolah adalah hal paling wajar di dunia.

"Hai," sapa Cayra dengan nada ceria.

Saka mengangguk pelan. "Hai."

Tanpa banyak kata, Cayra mengulurkan sebuah amplop kecil berwarna dusty biru. Warnanya lembut, seperti niatannya. Tapi tangannya sedikit gemetar.

"Buka nanti ya," ucap Cayra pelan. "Tapi jangan dibuang."

Saka menerimanya dengan bingung. Ia tidak mengerti maksudnya. Tapi ada sesuatu di wajah Cayra yang membuatnya tidak tega menolak.

Ada ribuan kemungkinan di kepala Saka saat memegang amplop itu. Tapi kenapa justru detak jantungnya yang lebih dulu menjawab?

"Maaf kalau aku tiba-tiba muncul. Aku cuma mau kasih itu," ujar Cayra dengan senyum kikuk. "Anggap aja hadiah perkenalan. Kita sekarang teman sebangku, kan."

Saka tersenyum tipis. "Terima kasih."

Cayra mengangguk cepat, lalu memandang sekeliling. "Kamu pulangnya jalan kaki?"

"Iya."

"Rumah kamu dekat sini?"

"Cukup dekat untuk bikin aku malas naik mobil."

Cayra tersenyum kecil. Entah kenapa, jawaban cowok itu membuatnya ingin mengenal lebih jauh.

Beberapa detik kemudian, Saka memberanikan diri bertanya.

"Mau mampir ke rumahku?"

Cayra membelalakkan mata. Lalu tersenyum kecil sambil menggeleng.

"Terima kasih. Tapi Mama lagi nunggu aku di sekolah."

Saka mengangguk pelan. "Lain kali mungkin."

"Lain kali," ulang Cayra sambil melangkah mundur dan melambaikan tangan. "Jangan lupa dibuka ya. Semoga kamu suka."

Saka membalas lambaian itu. Bahkan setelah Cayra berbalik dan berjalan menjauh, ia masih memandangi punggungnya. Ada sesuatu di sana yang belum bisa ia pahami. Tapi rasanya hangat. Dan tidak ingin pergi.

Setelah Cayra menghilang di tikungan, Saka kembali melanjutkan langkahnya. Di gerbang rumah, satpam menyapanya ramah. Ia membalas dengan anggukan dan senyum tipis, lalu masuk ke dalam rumah tanpa berkata apa-apa.

Di ruang tengah, kakaknya Gita masih duduk menghadap laptop. Wajahnya serius. Ia sedang menyusun skripsi untuk gelar sarjana psikologi.

Saka naik ke lantai dua, masuk ke kamarnya, dan menutup pintu pelan. Tidak ada suara lain selain detak jarum jam yang terdengar samar.

Kamar itu luas dan tenang. Warna gelap mendominasi dinding. Meja belajar rapi. Kamar mandi di sudut ruangan. Segalanya terlihat biasa. Tapi tidak untuk hari ini.

Ia duduk di kursi. Meletakkan tas. Lalu menatap amplop kecil di tangannya.

Ada ribuan kemungkinan di kepala Saka saat memegang amplop itu.

Tapi kenapa justru dadanya yang terasa lebih berat dari biasanya?

Ia tidak tahu, apakah itu gugup… atau bahagia yang belum punya nama.

Perlahan, ia membukanya.

Satu stiker jatuh ke meja. Stiker bergambar wajah kutu buku dan berkacamata. Lucu... dan entah kenapa terasa sangat mirip dirinya.

Saka mengangkat alis. Bingung. Lalu tersenyum kecil.

Tapi sebelum pikirannya ke mana-mana, ia menemukan selembar kertas lain di dalam amplop. Sebuah surat. Ia pun langsung membacanya.

*Hai, Saka*.

*Aku tahu kamu pasti kaget. Tapi sumpah, ini bukan niat ngeledek*.

*Aku pilih stiker itu karena lucu... dan ya, agak mirip kamu*.

*Kutu buku tapi kalem. Pendiam tapi kelihatan pintar*.

*Jangan marah ya, aku cuma bercanda dikit* :)

*Aku udah sering lihat kamu sejak kelas sepuluh. Tapi ya, cuma dari jauh*.

*Hari ini aku pikir, kenapa nggak sekalian aja kasih sesuatu*?

*Anggap ini hadiah perkenalan*.

*Kalau stikernya habis, boleh minta lagi ke aku*.

*Aku masih punya segudang stiker aneh lain buat kamu*.

*Semoga kita bisa jadi teman sebangku yang saling ngerti... dan saling jaga*.

*Cayra*.

Surat itu pendek, tapi rasanya panjang.

Entah kenapa, kalimat sederhana Cayra lebih berisik dari seluruh suara di sekolah hari ini.

Saka menutup surat itu perlahan. Ia menatap stiker kecil di tangannya dan tersenyum. Emoji itu tidak lagi terlihat aneh. Justru terasa istimewa.

Hari ini, dunia sunyinya menemukan suara baru. Suara yang hangat, pelan, dan tanpa sadar mengisi ruang yang lama kosong.

Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Saka mendapatkan hal yang tak pernah ia bayangkan:

Hadiah pertama. Dari Cayra.

Dan entah kenapa, rasanya seperti seseorang baru saja menyalakan lampu di ruang paling sepi dalam dirinya.

Saka tidak tahu bahwa surat kecil itu bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang pelan-pelan mengubah dunianya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!