"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21.
“kenapa kau mengijinkan dia cuti?” ucap Flo saat sudah sampai di meja makan, ia berdiri di depan papanya yang Tengah sarapan.
Brenda yang juga ada di situ mendongak menatap anak sambungnya, Victor sendiri menatap dingin putrinya.
“siapa yang kau maksud?”tanya Victor.
“Siapa lagi kalau bukan ajudanku, seharusnya aku yang mengijinkannya cuti atau tidak” tukas Flo protes.
“Kau siapa? dia bekerja denganku bukan denganmu Flo”
“tapi dia ajudanku, bodo banget masa nggak paham”
“Kau,..” Victor akan berdiri dari duduknya tapi di tahan oleh Brenda.
“Pa,.” lirih Brenda menahan tangan suaminya.
“besok-besok dia harus ijin denganku baru kau boleh mengijinkannya cuti” ucap Flo langsung pergi dari situ. Dia yang membawa tas ransel di punggungnya pergi begitu saja.
“Mau kemana kau hah? Kau akan membuat masalah apalagi Flo. Awas kalau sampai kau merusak reputasiku” seru Victor karena melihat putrinya yang pergi membawa ransel.
“Pa, udah pa. Biarkan saja, lanjut sarapan aja”
“Anak kurang ajar itu sampai kapan akan merepotkan aku” ucap Victor.
“Pa, jangan begitu bagaimanapun dia anakmu. Darah dagingmu, kalau bukan karenamu dia juga nggak lahir”ucap Brenda menasehati Victor.
“Aku heran denganmu, dia bukan anakmu tapi kau perduli dengannya” Victor menatap istrinya
“Dia memang bukan anakku pa, tapi dari kecil aku yang merawatnya. Selain itu juga jadi kepikiran, mungkin aku terlalu banyak dosa dengan Flo” ucap Brenda pada suaminya, lalu ia menunduk.
“Kenapa kau jadi lemah begini, dosa apa kau dengannya. Melainkan dia yang banyak dosa dengan kita karena membangkang”
“Bukannya papa tahu, selama ini setiap aku hamil anak Perempuan selalu keguguran dan Papa ingat dengan Chelsea anak kita yang lahir tapi apa dia meninggal juga kan. Mungkin itu karma atas dosaku pada Flo pa,” ucap Brenda wajahnya menunjukkan kesedihan, mengingat hal itu.
Victor diam, dia beriri dari duduknya memeluk sang istri yang tampak sedih.
“Itu bukan karma, tapi sudah takdir. Sudahlah tidak usah di pikirkan” ucap Victor.
Lalu Brenda menatap suaminya,
“Pa, aku mohon jangan kasar lagi dengan Flo. Dia anakmu juga, meskipun kau tidak mencintai mamanya dulu, Tapi dia tetap anakmu dan dia lahir karena dirimu”
“y aitu kesalahan, gara-gara papa memaksaku menikah dengan Flora. Dan gara-gara minuman brengsek itu aku jadi menyentuhnya dan lahirlah si pembuat masalah” geram Victor, wajahnya masih terlihat cukup kesal mengingat dua puluh tiga tahun yang lalu. Di mana ia di jodohkan oleh papanya padahal saat itu ia sudah memiliki kekasih yaitu Brenda. Ia menolak keras tapi papanya mengancam tidak memberikan warisan. Dan terpaksa ia menikah dengan Flora tapi ia tak pernah menyentuhnya hingga di ketahui oleh keluarganya dan sialnya entah siapa yang memasukkan obat kedalam minumannya saat itu makanya bisa terlahir Flo..
Victor kesal sendiri mengingat itu,
“Sudahlah lanjut makan” ucapnya melepaskan pelukannya pada Brenda lalu Ia duduk kembali di kursinya.
“Tapi aku mohon pa, kita sudah banyak salah dengan Flo. Dia tidak tahu apa-apa atas masa lalu” ucap Brenda memohon.
“Kita lihat saja kedepan” Victor tak terlalu menanggapi, dia memilih untuk makan kembali.
………….
Di depan Flo sudah masuk kedalam mobil Ares, Ares yang akan menjalankan mobilnya terdiam melihat Flo yang asal masuk.
“mau apa? Keluar dari mobil saya. Hari ini saya cuti sampai seminggu kedepan” ucapnya sambil melihat Flo jengah.Karena dia sedang tak ingin berdebat, ia menyiapkan energinya untuk di rumahnya nanti pasti nanti dirumah ia membutuhkan energi.
“Nggak mau, aku mau ikut”jawab Flo melepas ranselnya dan menaruh di kursi belakang.
“Ngapain ikut, bikin saya repot”
“Mau ketemu orang tua kamu, ketemu calon mertua” ucap Flo mengedipkan matanya.
Ares menghembuskan nafasnya pelan,
“Keluar sendiri atau mau saya paksa” ucap Ares menyuruh Flo keluar dari mobilnya.
“Terserah, pokoknya aku akan tetap disini” Flo melipat kedua tangannya di dada, sambil bersandar dia tak perduli dengan Ares yang menatapnya tajam.
Ares lalu keluar dari mobil, membanting keras pintu mobilnya. Flo melihat Ares yang berjalan ke pintu sebelahnya. Ares membuka pintu sebelah Flo, menatap Perempuan itu yang juga menatapnya.
“Keluar..” usirnya.
“udah aku bilang, aku mau ikut. Aku nggak akan keluar” tegas Flo tetap di tempatnya.
Lalu Ares menarik tangan, memaksa Flo keluar dari dalam mobil.
“keluar sekarang, jangan buat kesabaran saya habis Flo”
“Dibilang aku nggak mau, aku pengen ikut. Apa susahnya sih ngajak” tukas Flo tetap keras kepala.
Ares melihat kearah Gofar yang Tengah memanaskan mobil milik Valen.
“bang Gofar” panggil Ares, Gofar mendengarnya dan menatap kearah Ares.
“Iya Kapten Ares kenapa?” tanya Gofar sambil berjalan mendekat.
“Bantu saya usir dia keluar dari mobil saya” pinta Ares.
Gofar terdiam, dia ragu-ragu melihat kearah Flo.
“bang Gofar pilih aja, pilih aku atau dia. Ingat, sekarang kau kerja Dimana?” ucap Flo pada Gofar.
“Maaf Kapten, saya nggak ikut campur soal ini. Saya lanjut dengan pekerjaan saya dulu” ucap Gofar yang buru-buru pergi.
“bang Gofar,..” panggil Ares lagi, tapi Gofar angkat tangan tanda dia tak bisa membantu.
‘orang lain tidak bisa menyuruhku, sudah ayo masuk nanti kau kesiangan” ucap Flo santai, dia lalu melihat depan, mengabaikan Ares yang sudah kehabisan akal.
Ares hanya bisa pasrah, mau tak mau ia mengajak Flo. Entah apa kata orang tuanya nanti dan entah reaksi apa yang Flo tunjukkan nanti saat tahu siapa dirinya.
Ares akhirnya masuk kedalam mobil, ia melihat kearah Flo yang seperti meledeknya.
“Aku menang, udah terima saja kenyataan kalau aku ikut. Kau tidak perlu ragu mengenalkan diriku dengan orang tuamu. Aku sudah belajar sopan begini, jadi tenang orang tuamu pasti suka denganku, Bahasa gaul ku sudah aku buang” ucap flo dengan penuh percaya diri.
Ares mengepalkan tangannya, lalu dia memukul-mukulkan tangannya ke stir mobil. Flo yang melihat itu kaget.
“kau..kau kenapa, jangan...jangan nanti tanganmu sakit. Kau nggak gila kan?” Flo panik memegangi tangan Ares yang akan memukul stir mobilnya lagi.
Ares melihat Flo,
“Apa yang ku lakukan di kehidupanku yang dulu sampai aku bertemu denganmu” ucap Ares lalu menarik tangannya dari genggaman Flo.
“Memang kenapa kalau sekarang bertemu denganku, bukannya hidupmu jadi berwarna kan. Harusnya kau bersyukur”
“Bukannya bersyukur tapi beristigfar setiap agar saya tidak gila karena mu” dengus Ares, lalu ia segera menyalakan mobilnya Ia mengabaikan Flo yang terus bicara. “Dan kenapa juga hatiku pernah berdebar karenanya” batin Ares sambil sesekali melihat Flo yang kesal sendiri karena di abaikan.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔