Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Aku tidak sengaja" jawab Vera. dan dia pun meninggalkan Lily yang sedang mendrama, Lily yang melihat kalau tuannya tidak menggubris rengkekannya pun langsung diam
"Aku di tinggalkan begitu saja? hiks....hiks.... ini tuan ku yang kejam apa aku yang mudah tersentil perasaan nya" gumam Lily
Vera sudah membawa rombongan kepala desa Harto, dan sekarang para warga menganggap rombongan kepala desa itu kabur karena masalah itu. warga tidak tahu kalau rombongan biang masalah itu dibawa pergi oleh rombongan Vera
"Kalian urus perbaikan desa ini, untuk mang Thohir... ajukan diri menjadi kepala desa di sini, biar urusan biaya perbaikan jalan dan jembatan semua itu urusan Vera. dan satu lagi jangan sampai mang Thohir takabur dalam bertanggung jawab" ucap Vera. Thohir adalah salah satu anak buah pertama milik mang Hasan
"Apa saya pantas neng menjadi pemimpin warga? saya masih banyak kekurangan, saya takut tidak mampu memimpin mereka semua?" tanya mang Thohir. Vera menangkap lelaki yang baru berusia 40 tahun itu
"Mamang tenang saja, nanti ada salah satu asisten Vera yang bakal membantu Mang Tohir di sini" jawab Vera. mang Thohir pun mengangguk, dia tidak mungkin menolak dengan perintah dari Vera karena Vera adalah cucu dari lelaki yang sudah menyelamatkan dia dan adik perempuannya dari penjualan organ tubuh manusia
"Baiklah neng... tapi neng janji ya? akan terus pantau mamang di sini? mamang takut salah neng" ucap mang Thohir dengan tegas
"Iya iya mang.... asal mamang tidak membuat para warga terlantar, oya urusan biaya nanti mamang hubungi mang Hasan, karena nanti beliau yang akan Vera tugaskan. di bagian ke uangan, karena mang Hasan dari Alm kakek sudah menjadi orang kepercayaan, dan Vera pun akan tetap percaya sama kalian semua" ucap Vera. semua anak buah yang berada dekat Vera senang, mereka berjanji tidak akan membuat kecewa Vera
"Terima kasih atas kepercayaan neng untuk kami" jawab semua nya. Vera pun mengangguk tersenyum
"Apa aku harus menghubungi keluarga ku? apa nanti mereka akan percaya bahwa aku hidup kembali? aku ingin kedua adik ku mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua? tapi aku takut mereka tidak bisa menerima, mungkin kedua orang tuaku bisa menerima adikku nantinya tapi? keluarga besar pasti tidak akan menerima kehadiran mereka lebih baik aku tidak menghubungi mereka saja, aku tahu watak dan sifat kelakuan keluarga besar Daddy, jadi aku tidak ingin membuat kedua adikku menderita lagi, mungkin ini sudah jalan takdirku lebih baik aku jalani apa yang sudah ada di dalam di hadapanku saat ini" gumam Vera. Vera pun kembali ke villanya dan yang mengurus rombongan kepala desa itu adalah urusan Lily
"Queen.... semua tugas Lily selesai, ada yang harus Lily lakukan lagi?"
Vera terkejut melihat pakaian yang Lily pakai sekarang, dia tertawa kencang membuat semua orang di dalam helikopter Melihat nya langsung
"Hahaha..... astaga Lily, kebun anggur siapa yang kamu lewati? dan membuat anggur itu menempel di bajumu... ini bisakah kamu tidak membuatku sakit perut?" tanya Vera
Lily Melihat baju yang dipakai diri ini perasaan tidak ada masalah kenapa majikannya itu memang tertawakannya
"Ini fashion Queen..... fashion, bukan Kah Lily terlihat menggemaskan dengan pakaian seperti ini?"
Demi apa pun Vera tidak tahan untuk tertawa lagi, dia tertawa tanpa melihat kebingungan mang Hasan dan mang Tubi. sedangkan Jack dia sudah tahu Queen nya sedang berkomunikasi dengan pembuatnya
"Ih... Queen Berhenti Jangan tertawa terus" dengan nada kesal. Vera sekuat tenaga untuk menahan tawanya agar sang system tidak marah
"Astaga... perut ku keram, laginya dia pakai baju yang bikin aku tak bisa berkata-kata, anda tidak ngambek sudah ku gigit lagi pipinya itu" gumam Vera. dia sudah tidak tahan melihat tingkah Lily dan dia memalingkan wajahnya, agar tidak membuat Lily kesal padanya. bisa bahaya kalau sistemnya itu ngambek padanya
"Lily pesan tiga atau empat robot untuk mengurus semua yang aku rancang, aku juga tidak ingin nantinya ada penghianat di bawah naungan ku" ucap Vera
"Sesuai keinginan anda Queen"
"Hais... kamu tidak ingin ku gigit, tapi kelakuan bikin aku gemas" ucap kesal Vera
...****************...
Pembangunan jalan dan pembangunan perkebunan pun sudah dilakukan oleh Mang Tohir, semua itu diatur oleh salah satu robot yang di rancang oleh Lily. asisten yang menjadi orang kepercayaan yang berada di sisi Mang Tohir seorang wanita
Vera juga puas dengan pekerjaan Jessie, nama robot itu bernama Jessie, dia bekerja dengan cekatan dan tegas Mang Tohir dibuat kewalahan, dengan pekerjaan Jessie. bahkan sebelum dikerjakan oleh Mang Tohir Jessi pun sudah memberikan laporannya terlebih dahulu kepada Vera
Semua warga desa Anjuran, sedih saat mendengar bila Vera akan pindah kota. mereka pun langsung mendatangi Villa Vera, memberi kan hadiah kenang-kenangan
"Terima kasih sudah membantu kami, saya mewakili dari semua warga desa Anjuran memberikan hadiah ini, tolong terima, harganya memang tidak mahal tapi kami membelinya dengan cara iuran, dengan hasil jerih payah kami Neng Vera" ucap pak RT Hery, Vera pun menatap semua orang yang datang kesini karena mendengar besok Vera akan pindah ke kota z
"Astaga..... kenapa kalian repot-repot memberi hadiah ini untuk Vera? Vera terima hadiahnya, terima kasih sudah menghormati Vera dan menerima Vera di kampung kalian" ucap Vera. dia terharu dengan kelakuan para warga desa anjuran, bukan hanya warga kampung Anjuran saja yang datang. tapi warga desa tempat tinggal Vera berbondong-bondong mendatangi Villa Vera. mereka juga memberikan hadiah untuk Vera, apalagi Vera itu sangat baik dan dermawan saat ada kakeknya pun dia selalu membantu para warga
Vera pun membungkuk dan air mata nya mengalir, dia tidak tahu bila kebaikan yang sering dilakukan kakek dan mendiang pemilik tubuhnya itu membuat dirinya dihargai dan dihormati seperti ini
"Terima kasih....
TBC
Bismillahirrahmanirrahim.... semoga retensi cerita ini baik-baik saja, mohon dukungan dari para pembaca kesayangan author
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys... satu like itu satu dukungan dari kalian
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor