NovelToon NovelToon
MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

MALA & DERREN IKATAN TANPA RENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: zanita nuraini

---


Nirmala hampir saja dijual oleh ibu tirinya sendiri, Melisa, yang terkenal kejam dan hanya memikirkan keuntungan. Di saat Mala tidak punya tempat lari, seorang pria asing bernama Daren muncul dan menyelamatkannya. membuat mereka terjerat dalam hubungan semalam yang tidak direncanakan. Dari kejadian itu, mala meminta daren menikahi nya karena mala sedikit tau siapa daren mala butuh seseorang untuk perlindungan dari kejahatan ibu tiri nya melisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zanita nuraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 RESEPSI 2

Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Ballroom hotel mewah di ibu kota gemerlap oleh cahaya lampu kristal, dekorasi putih–emas, dan ribuan bunga segar yang disusun indah. Aroma mawar memenuhi udara, memadukan kesan romantis dan keagungan dalam satu ruangan.

Tamu undangan berdatangan sejak sore.

Rekan bisnis keluarga Adrianata,

teman-teman Daren,

keluarga besar Tuan Armand,

para sosialita sahabat Nyonya Maya,

bahkan aktris ibu kota dan awak media turut hadir memenuhi ruangan megah itu.

Setiap kamera mengarah ke pasangan utama malam ini—Daren dan Nirmala—yang tampil bak raja dan ratu.

---

Pertemuan dengan keluarga Rusdi

Saat sesi ramah tamah dimulai, Mala diperkenalkan dengan keluarga Rusdi, adik dari Tuan Armand.

Rusdi: “Akhirnya aku bertemu langsung dengan istri keponakan paling dingin sedunia ini.”

Mala: (tersenyum malu) “Dinginnya cuma di luar, Om…”

Lalu muncullah Maura Adrianata—sepupu Daren yang terkenal absurd dan berisik.

Maura menatap Mala dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu mengalihkan pandangan ke Daren sambil menaik-turunkan alisnya.

Maura: “Cieee… abang kutubku udah laku. Tidak akan patah hati lagi nih?”

Daren: (menggeram pelan) “Maura…”

Maura malah cengengesan lebar. “Santai, Bang. Aku cuma bangga. Akhirnya kamu punya istri, bukan laptop.”

Mala tertawa geli, sedangkan Nyonya Maya ikut menutup mulut menahan tawa.

---

Pertunjukan Hiburan

Di panggung utama, seorang aktris ibu kota menyanyikan lagu upbeat untuk memanaskan suasana. Para tamu bertepuk tangan meriah.

Namun setelah itu, MC memberi pengumuman yang membuat semua orang menoleh.

> “Selanjutnya, ada seorang tamu spesial yang ingin memberikan persembahan untuk kedua mempelai…”

Lampu sorot mengarah ke tangga kecil.

Dan muncullah Kayla.

Gadis mungil itu melangkah dengan percaya diri, gaunnya berkilau lembut, wajahnya berseri tapi jelas terlihat gugup.

Para bodyguard spontan tegang.

Reyhan: “Woy-woy! Kayla ngapain naik panggung?! Jangan-jangan mau bikin ulah…”

Gilang: “Tenang. Kita siap kalau dia jatuh atau bikin panggung goyang.”

Tapi Mala dan Aurelia malah tersenyum bangga.

Mala: “Biarin aja. Suara Kayla itu emas.”

Aurelia: “Siap-siap terpesona.”

---

Kayla Mengambil Alih Panggung

Kayla memegang mikrofon, menarik napas panjang, dan tersenyum ke arah tamu.

Kayla:

“Hallo… selamat malam semuanya. Good night, everybody!”

Suara kecilnya memecahkan riuh ballroom.

“Tadi aku nonton dari kursi, terus aku mikir… masa aku gak nyanyi buat sahabatku sendiri? Jadi aku mau menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai. Lagu ini favorit aku… Perfect.”

Para tamu saling berbisik. Banyak yang penasaran siapa gadis cantik ini.

Awak media langsung mengangkat kamera.

Lampu meredup, musik diputar.

Kayla menutup mata sebentar, lalu mulai bernyanyi.

---

(Parafrase Lagu “Perfect – Ed Sheeran”)

Ia menyanyikan bait lembut tentang dua insan

yang jatuh cinta sejak awal,

menari di bawah cahaya,

menyimpan harapan dalam pelukan,

dan menemukan cinta yang benar-benar

“sempurna”.

Nada lembut itu mengisi ruangan seperti aliran air jernih yang menyapu hati siapa saja yang mendengarnya.

---

Suara Kayla jernih, stabil, indah—mengalun lembut namun kuat.

Para tamu terpaku.

Para sosialita menoleh kagum.

Aktris ibu kota sampai mengerutkan kening, terkesan.

Bodyguard?

Mereka bengong.

Reyhan: “Buset… suara dia kayak penyanyi beneran.”

Gilang: (melipat tangan, matanya tak lepas dari Kayla) “Bukan kayak. Memang.”

Mala memegang dada, haru.

Aurelia tersenyum, matanya berkaca-kaca.

Sementara Daren memeluk bahu Mala dari belakang, berbisik, “Temanmu luar biasa.”

---

Seseorang Memperhatikan Kayla…

Namun di ujung ballroom, di area tamu VIP yang agak gelap, seseorang berdiri sambil memandang Kayla tanpa berkedip.

Tubuhnya tegap.

Rambut hitam klimis.

Setelan jasnya mahal—jelas bukan orang sembarangan.

Tatapannya tajam, penuh minat.

Dia tidak tersenyum, tidak tepuk tangan, hanya mengamati…

seolah sedang menilai sesuatu yang sangat penting.

Tidak ada yang mengenalnya.

Tidak ada yang menyadari kehadirannya.

Kecuali satu orang.

Gilang, yang kebetulan memandang ke arah itu, mendadak menegang.

Rahangnya mengeras.

Mata hitamnya langsung berubah waspada.

“Kenapa dia ada di sini…?”

Siapa lelaki misterius itu?

Dan mengapa tatapannya begitu tajam mengarah pada Kayla?

Assalamualaikum selamat sore

Selamat membaca...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!