NovelToon NovelToon
DENDAM MEMBAWA PETAKA DI DESA

DENDAM MEMBAWA PETAKA DI DESA

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Iblis / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hasri Ani

Tak pernah di sangka kehidupan bahagia keluarga Azka akan berakhir mengerikan hanya karena Ayahnya di tuduh menghamili anak dari seorang kaya dan sangat berpengaruh di desanya.

Azka yang sakit hati, terpaksa mengambil jalan pintas untuk membalaskan kekejaman para warga yang sudah di butakan oleh uang.

Dia terpaksa bersekutu dengan Iblis untuk membalaskan sakit hatinya.

Bagaimanakah nasib Azka, selanjutnya? Yu ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAKUTAN

Parmi yang terus berjingkatan di lantai menghindari segerombolan belatung yang nampak seperti mempunyai akal untuk menyerangnya, merasakan mulai ketakutan. Tubuhnya ia pepetkan ke dinding kamar, lalu berdiri di atas kursi kayu.

"Baru kali ini melihat belatung seolah ingin menyerang manusia. Dasar binatang sialan!" Umpatnya yang masih mengontrol dirinya supaya tidak berteriak.

"Aku tidak boleh berteriak meminta tolong. Nanti Wardah, malah makin kegedean isi kepalanya. Pokoknya aku harus bisa mengambil hati Ndoro." Parmi tak mau menyerah.

Tiba-tiba... BRAAAKKK!!! Jendela kamar terbuka lebar menampilkan pemandangan hutan yang membuat bulu kuduk Parmi, meremang.

Angin dingin dengan kencang, tiba-tiba meniup masuk. Lalu... BRAAKK!!! Bersamaan dengan jendela, yang tadinya terbuka kini kembali menutup dengan sendirinya begitu keras. Membuat Parmi, gemetar ketakutan. Dadanya naik turun menahan segala rasa yang kini mulai mengikis keberaniannya.

Kaki Parmi bergetar. Dia berjongkok di kursi mengamati keadaan yang tiba-tiba berubah mencekam.

Matanya terbelalak, kala kunci yang menancap di pintu, tiba-tiba berputar dengan sendirinya, seperti ada makhluk yang tak kasat mata, sengaja mengunci pintu tersebut.

Panik, dan mencoba mawas diri, Parmi berusaha bersuara, walau tak seorang pun ia lihat di dalam kamar itu, kecuali, Bu Saedah, dan binatang yang menjijikan yang asik merayap, di tubuh maupun di lantai.

"Si-siapa, kamu! A-aku bukan orang jahat! Jangan ganggu aku!" Desisnya kala merasakan ada sesuatu yang mendekatinya.

Tubuhnya kini makin mengigil kala mendengar suara halus yang menyebutkan namanya, persis seperti kejadian di pemakaman Mbok Paijah dahulu.

PARMIIII....hihi... PARMIII.... bagaimana kabarmu PARMI!? Hihi....!

PRAANGG!!! BRAAK!!! KLOTAAKKK!!!

Suara gaduh dari barang-barang yang terlempar ke lantai dengan sendirinya, dan suara gelas yang jatuh pun, membuat Parmi, makin panik ketakutan luar biasa.

Terlihat, suasana kamar yang sudah persis kapal pecah oleh amukan makhluk yang tak kasat mata.

Parmi segera menutup mata. "To-tolong! Jangan ganggu aku. Aku mohon! Maafkan aku." Suara Parmi bergetar dengan deru jantung yang semakin berpacu begitu cepat. Seketika air matanya mengalir membayangkan nasibnya yang kemungkinan akan sama dengan teman-teman nya yang sudah di ambil duluan.

"Ma-maafkan aku, Bang Yusuf. Maafkan Aku, Seruni. Aku, aku... tidak sengaja. I-itu semua bukan kehendakku, aku hanya di suruh oleh, Embak Sulis. Ku mohon! Jangan ambil nyawaku. Huhu...! Ampuni aku, Bang Yusuf, Seruni." Parmi menangkupkan kedua tangannya, lalu memeluk tubuhnya tak berani membuka mata.

Namun, tiba-tiba keadaan menjadi hening. Suara-suara dan hembusan angin pun tidak terdengar lagi di telinganya.

"A-apa mereka memaafkanku?" Desis Parmi mencoba membuka mata satu persatu. Setelah membuka mata lebar, parmi menelan ludah kasar melihat suasana kamar yang sudah tak karu-karuan lagi.

Perlahan dia menoleh.

"WAAAAA!!!"

Alangkah terkejutnya ia saat melihat seringai wajah Bu Saedah yang sangat menakutkan.

"HAAARRRGGHHH!!!" Pekiknya ketakutan.

Wajah Bu Saedah penuh dengan luka yang menganga, belatung yang menggeliat menari-nari di sana, dan kedua bola mata yang hendak keluar dari tempatnya, dan seringai senyum yang menambah ketakutan pada diri Parmi.

"Ndo-Ndoroh...!" Parmi tak sanggup menahan lagi air matanya. Sungguh dia merasa teramat ketakutan.

"Parmi! Hihi...! Mengapa kamu menatapku seperti

itu? Bukankan dulu kau sangat suka berbicara denganku? Apa lagi, saat aku menceritakan tentang suamiku, Mas Yusuf. Hihi...!"

Parmi pun sadar, kalau Bu Saedah di depannya telah di rasuki oleh rohnya, Seruni.

Seketika, Parmi seperti kesusahan menelan ludahnya sendiri. "Se-seruni?! A-ampun. Ampuni aku, Ni." Parmi pun membayangkan kembali saat dulu dia yang sangat mencintai dan selalu mengejar-ngejar Yusuf, tanpa sepengetahuan Seruni. Ternyata ia harus kecewa, saat Yusuf memilih Seruni, teman dekatnya yang di jadikan istrinya.

Flash back

"Parmi! Ayo ngapain. Sedari tadi liatin ke arah masjid terus." Tegur Seruni kala keluar dari masjid tersenyum riang.

"Eh, Seruni. Nggak, aku cuma nungguin kamu. Kirain kamu masih di dalam." Jawab Parmi, berbohong.

"Ah yang bener? Kirain nyariin, Ustad Yusuf. Dia lagi nggak hadir malam ini. Katanya ada urusan. Jadi yang ngimam in, Imam lain." Ucap Seruni sambil memakai sandalnya.

"Aku beneran nyari kamu kok. Ayo pulang, aku mau di ajari kamu bikin gulai ayam. Emak ngomel mulu, nyuruh aku belajar masak. Padahal aku paling nggak suka masak." Kilah Parmi yang tidak mau Seruni tau perasaannya terhadap, Ustad Yusuf.

Seruni tersenyum. "beneran nyaru aku ya? Ya udah ayo. Mumpung masih jam 8 malam."

Keduanya berjalan pulang. Karena rumah mereka hanya berjarak 100 meter, Seruni pun memutuskan langsung ke rumah Parmi saja.

"Mi, kamu beneran nggak menyukai Ustad Yusuf?"

Tanya Seruni lagi.

Parmi menatap Seruni tajam. "Kamu belum juga paham ya, Seruni. Ustad Yusuf itu bukan tipeku. Lelaki yang kerjaannya ngajar ngaji doang, sama kerja sebagai buruh, cih! Amit-amit, apa yang perlu du harapin?! Lebih baik aku nggak menikah dari pada menikahi lelaki macam dia. Kamu tau kan? Lelaki incaranku tu yang keren, gagah dan tampan, seperti Mas Seno, itu." Ucap Parmi pesimis.

Seruni mengangguk. "Ya sudah kalau begitu, ayo masak sekarang saja. Keburu malam." Keduanya pun memasak bersama dengan Parmi, yang terus di kasih tau akan semua bumbu, dan cara masak agar ayam cepat empuk. Sampai malam pun semakin larut, keduanya memutuskan tidur bersama di rumah, Parmi. Seruni yang ingin mengungkapkan sesuatu pun ia tahan, kala melihat Parmi, yang sudah tidur terlebih dahulu.

"Yah! Telat deh. Padahal aku mau kasih tau, kalau aku akan di lamar besok. Ya sudahlah, biar besok dia tahu sendiri." Gumam Seruni, ikut tidur di sebelah, Parmi.

Keesokan harinya. Tepat pukul 10 pagi. Yusuf dengan keluarga dan juga beberapa tetangga memasuki halaman rumah Seruni, untuk lamaran.

Parmi yang kala itu ingin menemui sahabatnya itu terbelalak. "Hah? Bang Yusuf datang beserta keluarga dengan berpakaian begitu rapi, Mau ngapain ya? Mereka." Rasa penasaran Parmi yang menggebu, membuatnya berencana menguping.

"Bagaimana Seruni, apa kamu bersedia?" Tanya Bapaknya Seruni.

"Saya bersedia, Pak." Jawab Seruni yakin. Parmi yang mendengar acara lamaran itu, mendadak jantungnya berhenti berdetak sesaat.

"A-apa? Pujaan hatiku, bertunangan dengan Seruni?" Gumamnya. Wajahnya yang ceria berubah sendu.

"Kalau begitu, minggu depan, kita laksanakan pernikahannya ya? Sesuatu yang baik, tidak baik kalau di tunda-tunda. Tapi mohon maaf, acaranya sederhana saja." Ucap Ayah dari Ustad Yusuf.

Parmi makin lemas. Hatinya hancur berkeping-keping. Tidak menyangka, belum berjuang harus kalah duluan.

"Seruni! Sialan kamu! Mengapa kamu tidak pernah memberitahuku, kalau kamu ada hubungan dengan Bang Yusuf. Bang Yusuf... huhu..., aku sangat mencintaimu, mengapa kamu malah melamar Seruni. Aku nggak terima dengan semua ini. Mengapa semuanya harus menyukai, Seruni. Aku benci kamu, Seruni, aku benci! Aku pastikan, kau akan hancur di tanganku!" Parmi terus mengumpat dalam tangisnya.

Sejak itulah, Parmi menjadi berubah sikapnya terhadap, Seruni. Apalagi, saat mengetahui Seno, lelaki yang ia kagumi juga, menikahi dengan perempuan lain. Sejak itulah, hati Parmi tertanam kebencian yang mendalam terhadap, Seruni. Dan perintah dari Sulis itulah akhir dari segala kepuasan hatinya.

Flash back of

"Mengapa diam saja, Parmi? Hihi...! Apa kamu mengingat masa lalu?! APA KAU MENGINGAT MASA LALU, PARMI!!!" Parmi tersadar oleh bentakan suara yang keras dan mengerikan, dari Bu Saedah.

Dengan tubuh gemetar dia berucap. "A-ampun, Seruni, A-aku menyesal. Ku mohon, jangan apa-apakan aku." Parmi mengatupkan kedua tangannya sambil terus memohon.

Bibir bu Saedah yang penuh cairan merah, dengan belatung yang menggeliat di dalamnya menyeringai sangat mengerikan.

"Hihi...hihi...! Menyesal?! Kamu menyesal...?! Hihi... !" Bu Saedah mendekatkan wajahnya kepada, Parmi. Sontak membuat Parmi panik.

"Ja-jangan! Pergi..! PERGIII!!!" Parmi lompat turun daru kursi tersebut, menghindari Bu Saedah, yang ingin merapatkan wajahnya kepada, Parmi.

"Ini aku, Parmi, aku Yusuf. Bukankah kau sangat

tergila-gila kepadaku? Haha...! Masih ingatkah, kau selalu mendekatiku agar aku mau bersamamu dan meninggalkan istriku? Haha!" Suara Bu Saedah berubah menjadi suara laki-laki.

Parmi semakin kalang kabut. Dia pun berusaha membuka pintu yang terkunci. Namun gagal. Pintu itu serasa menyatu dengan dinding kamar tersebut.

"Tidak! Kamu bukan mereka. Kalian setan! Tolong...!

Tolong...! Ada setan...! Tolong aku...! Huhu... tolong bukakan pintunya." Parmi, berkali-kali menekan gagang pintu, namun percuma. Pintu tidak juga terbuka.

Bu Saedah melayang, mendekati Parmi. Matanya yang tajam kemerahan, tersirat rasa dendam dan kebencian yang teramat sangat.

Bu Saedah berucap, dengan dua suara yang yang berbeda bersamaan.

"Kau harus ikut kami, Parmi. Kau tak layak hidup.

Dosamu sungguh banyak sekali. Haha...! Hihi...!"

"Jangan mendekat. Tolong...! Ampuni aku. Bang Yusuf, Seruni. Ku mohon, ampuni aku!" Parmi merapatkan tubuhnya di pintu telah putus asa.

Hingga kedua tangan bu Saedah, kini telah menc*ngkeram leher, Parmi.

Parmi mencoba melepaskan tangan tersebut, hingga tiba-tiba.

BRAAKKK!!!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!