Mengisahkan tentang seorang wanita yang rela melepaskan suaminya untuk wanita lain. Meski kini dia harus menghadapi semuanya sendiri menjadi orang tua tunggal buat ke empat anak-anaknya namun dia tetap semangat .Tidaklah mudah perjalanan hidup yang dia lewati . Dalam keadaan hamil muda dia harus berpisah dengan suami hingga dia membesarkan anak-anaknya. Namun dia beruntung memiliki Ibu dan adik yang selalu mendukungnya.Apakah dia akan bahagia setelah berpisah dengan suaminya ? Apakah Dia bisa merawat dan membesarkan keempat anaknya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Aunankia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LESEHAN
Kami tiba di bendungan. Aku melihat telah banyak sekali perubahan ... sudah lebih tertata dan banyak penjual makanan Lesehan . Aulia dan anak- anak lainnya langsung turun dari mobil.Mereka berfoto-foto.Aku menggendong Azkia.Aku takut dia akan turun ke air .
"Mami ...kia mau mandi "
"Tidak bisa nak ...itu airnya dalam nanti kia tenggelam "
Untung saja dia menurut.Tetapi dia meminta minum jus.Aku pun membawanya masuk ke salah satu warung lesehan.Anak-anak tengah asyik foto-foto.Tapi aku belum melihat Mas Anis dimana . Apa dia masih di mobil atau di salah satu warung lesehan disini.Ketika jus yang dipesan datang aku mendudukkan Azkia menghadapi meja.
"Azkia tunggu disini yaa, minum jus nya ...jangan ke mana-mana ya nak "
"Mami mau kemana "Tanyanya
"Mami mau cari papi sebentar "
Azkia hanya mengangguk karena dia tengah asyik meminum jus.Aku pun bergegas mencari Mas Anis.Ku liat dari kejauhan mas Anis duduk di bawah pohon sambil menelfon.Aku perlahan mendekatinya .Aku mendengar jelas dia sedang mengobrol dengan mesra via telfon.
"Pi ... kok kamu malah disini ?"
Dia yang tidak menyadari kalau sedari tadi saya di belakangnya terkejut dan hpnya terjatuh.
"Kamu itu bikin kaget saja , hpku sampe jatuh " ucapnya kesal .
"Lho kok marah ...kan yang ngajak kesini kamu...tapi kamu malah asyik sendiri disini"
"Bukan begitu ... tadi ini komandan yang telfon"
"Yakin yang telfon komandan ???" ucapku penuh selidik
"iyya lah "
"Komandan siapa ??? kok suara perempuan ?"
"Oh itu istrinya "
"Gak usah berbohonglah aku tahu kalau itu dia kan ? "
"Kalau kamu tidak percaya terserah "
"Coba sini hp kamu " ucapku sambil ingin meraih hpnya.Namun tanganku ditepisnya dengan kasar
"Apaan sih kamu Mi ...kalau aku sudah bilang bukan ya bukan ...kalau kamu parnoan dan posesif kayak gini aku jadi tidak nyaman .paham !!!!"
"Tapi... " ucapanku terpotong
"Mamiiiii....Papi....... sinii" teriak Adnan memanggil kami berdua.
"Ayoo...kita ke anak-anak .jangan rusak suasana" ucapnya sambil meninggalkanku
Tidak ada pilihan lain selain mengikuti langkahnya.Aku tidak mau melihat anak-anakku sedih.Aku tau mungkin aku harus selalu berkorban demi anak-anak . Asal anak-anak bahagia dan mempunyai keluarga lengkap .Aku menghapus air mataku.
"Papi kita naik perahu yaa "rajuk Azkia
"Boleh nak tapi kita makan dulu yaa ...kalian tidak lapar ?"
"Lapaarrrr " ucap anak-anak kompak .
Aku melihat kebahagiaan mereka semua. Aku melihat senyum tersungging di masing-masing wajah mereka.Aku hanya terdiam .
Lalu kami semua makan , anak-anak makan dengan lahapnya.Papinya menyuapi Azkia .Yaa dia memang sosok bapak yang sayang anak-anak.Bahkan dulu tidak bisa jika sehari saja tidak melihat anak-anaknya .Tetapi sejak mengenal pelakor itu ...dia berubah .Bahkan terkadang tidak perduli lagi dengan anak-anak.
Setelah selesai makan mereka naik perahu ,tapi aku memilih tidak ikut dan menunggu di tepi air bendungan.Aku duduk di bawah pohon besar.Aku memperhatikan perahu mereka bergerak menjauh dan memutari bendungan. Tiba-tiba hpku berbunyi ada pesan masuk.
"Halo mbak Dian , Apa kabar ?"
Aku membaca pesan yang pengirimnya nomor tidak dikenal.Aku tidak tahu siapa kah dia.
"Maaf ini siapa ? " balasku via sms... tidak beberapa lama hp ku kembali berdering.
"Maaf jika aku mengganggu mbak, gimana kabar anak-anak? Aulia,adnan dan Azkia ?"
Aku semakin penasaran dengan pengirim sms .Aku tidak tahu mengapa dia begitu mengenal semua.Siapa kah orang ini.Aku pun kembali mengetik sms.
"Alhamdulillah kami semua baik-baik saja...Maaf anda siapa ya ???" Aku mengirim sms itu dan menunggu balasannya dan tidak lama balasan tiba.
"Ohh aku bukan siapa-siapa mbak " balasan smsnya
"Jangan iseng dech ...anda siapa ya "
"Jangan marah karena kalau marah mbak makin kelihatan manis "
Aku pun rasanya pengen marah dengan pengirim sms itu.Siapa gerangan yang sudah iseng begini. Akh ... sudahlah saya tidak akan membalasnya .Namun tidak lama hp ku kembali berbunyi tanda pesan masuk.
"Save ya ... saya Rifal yang dipasar malam "
Aku begitu terkejut membacanya...bagaimana tidak , itu karena dia tahu nomor hpku ...padahal aku tidak pernah memberinya saat dipasar malam .Mengapa orang ini begitu lancang mengirimiku sms .Apa maksud dia sebenarnya. Fikiran ku melayang kemana-mana sampe tidak menyadari bahwa kalau suami dan anak-anakku telah selesai naik perahu dan tengah memanggilku untuk pulang.
Azkia menarik-narik tanganku baru aku tersadar .Aku melihat suamiku menatapku dengan tatapan datar.Anak-anak yang lain sudah berlari ke arah tempat mobil terparkir.
"Ayoo Mami kita pulang " ucap kia menarik tanganku
"Iyya nak " ucapku seraya meraih tubuh mungil nya ke gendonganku namun ditolaknya.
"Mau gendong sama papi saja" ucapnya berlari ke arah mas Anis ...dan dia langsung menggendongnya.
Kamipun pulang ke rumah mama mertua . Di mobil aku hanya mendengar celoteh anak-anak yang nampak berbahagia. Mereka bercerita saat naik perahu begitu menyenangkan dan meledekku yang tidak ikut bersama mereka. Aku hanya terdiam.
NB. Mohon Kritik dan Saran
bukan pelakor
dasar aja bucin n gatal Krn lama ngga disentuh suami
percuma dan jgn bucin dg dalih anak
sdh bisa cari uang kok msh mau dg suami spt itu
perseteruan sampah dan tong sampah
gantilah no hp...
benci aku ..jadi istri kok bodoh amat
istri polisi lagi..kan kamu bisa visum bude...
bucin emang bikin bodoh