NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Haus

Sudah lama sekali Mona tidak menginjakkan kaki di perusahaan ini. Tak ada yang berbeda, semua masih terlihat sama. Dari penataan tempat dan suasana di dalamnya, tak ada yang berbeda. Begitu juga dengan para pegawai yang sangat ramah.

Saat masuk dan berjalan di belakang Arga, semua pegawai pun langsung menundukkan kepala dengan mengucapkan selamat pagi. Mereka sungguh pegawai yang memiliki perilaku yang sangat baik.

“Hei Kak, mereka sangat ramah ya?” celetuk Mona saat sudah menghempaskan tubuhnya di atas sofa yang empuk.

“Semua pegawaiku harus ramah-ramah.” Arga menjawab sambil menata meja kerjanya yang penuh dengan berkas-berkas.

Sambil menyelonjorkan kakinya dan bersenderan pada pembatas sofa, Mona berkata lagi. “Sayangnya, bos mereka sangat galak dan menyebalkan!” seloroh Mona sambil terkekeh.

Sementara di belakannya, Arga yang belum sempat duduk langsung di buat mendelik tajam. Tapi untuk membalas ocehan gadis itu, Arga tidak memikirkan. Ia tetap diam dan memilih fokus dengan pekerjaannya.

“Aku haus,” ucap Mona tiba-tiba.

Arga sontak menjulingkan mata. Nyatanya di manapun keberadaannya, gadis tengil ini memang selalu merepotkan. Arga sudah paham betul dengan sifat Mona.

“Kau ambil saja di dapur,” jawab Arga tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya yang sudah menyala.

Mona langsung berdiri dengan menghentakkan kaki, kemudian berjalan ke arah meja Arga. Mona berdiri cukup lama dengan menatap Arga supaya balas menatap wajahnya. Dan ketika Arga sudah mendongak dan balik menatap Mona, Mona justru mendengus dengan kedua tangan berkacak pinggang.

Mona langsung berlenggak berjalan keluar dengan bibir yang masih mengerucut.

“Dasar bocah gila!” keluh Arga sambil menggeleng.

“Di mana dapurnya? Aku kan belum tahu.” Mona bergumam sambil terus berjalan dengan mata terus mengamati ke sekitar.

“Heh kau!” seseorang menepuk pundak Mona dari arah belakang.

Mona menoleh. “Paman?”

“Kau?” Dion mengerutkan dahi. “Ngapain kau di sini?!” sungut Dion akhirnya.

“Aku sedang mencari dapur,” jawab Mona.

Dion justru berdecak. “Maksudku, kenapa kau berada di kantor? Ada perlu apa?”

“Oh itu... aku di ajak kak Arga kemari,” jawab Mona dengan terus mengamati ke sekitar mencari di mana letak dapur kantor.

“Terus, kenapa kau mau ke dapur?”

“Aku haus.”

Dion menghela napas. “Kau lurus saja terus, nanti ada dua belokan, kau ambil yang arah kanan,” jelas Dion. Mona langsung mengangguk dan berlenggak lagi.

Dion masuk ke dalam ruangan Arga. Begitu pintu sudah di tutup, Dion berjalan mendekat. “Kenapa kau ajak bocah itu kemari?” tanya Dion.

Arga masih fokus menatap layar laptopnya dengan kesepuluh jari yang masih bergerak cepat di atas keyboard.

“Bocah siapa? Yang mana?” Arga bertanya tanpa melihat lawan bicaranya.

Dion berdecak keras, lalu menarik kursi dan ikut duduk. “Siapa lagi kalau bukan istrimu,” jawab Dion.

“Oh... Mona?” Arga menutup laptopnya. “Dia memang aku ajak kemari,” imbuh Arga.

“Untuk apa?” Dion penasaran.

“Adalah....” Arga mengibaskan satu tangan di udara. “Kau tak perlu tahu.”

Dasar Bos sialan!! Gerutu Dion dalam hati.

“Oh iya....” Arga menarik kursi menggunakan pantatnya supaya badannya menempel dengan meja. “Bagaimana kerjasama dengan Nona Jade?” Arga mengalihkan topik pembicaraan.

Nampaknya Dion begitu tertarik jika membicarakan hal menyangkut wanita seksi itu. Terlihat dari wajahnya yang nampak sumringah dan begitu antusias.

“Tentu saja sangat lancar. Kemarin perusahaan kita sudah melai mengirim minuman dalam jumlah yang lumayan. Nona Jade akan menambah jumlahnya kalau banyak pelanggan yang suka,” ungkap Dion dengan wajah berseri.

Mendengar penjelasan Dion, Arga justru terlihat mencibir. “Kau naksir wanita itu?” tanya Arga dengan wajah pias.

“Kenapa memangnya, kau tidak suka?” Dion balas mencibir.

“Najis!” jawab Arga dengan meludah angin. “Dia bukan seleraku!”

“Ya, ya, ya... aku tahu, seleramu kan yang masih di bawah umur.” Dion manggut-manggut. “Dasar Lolycon!”

“Sembarangan!!” Arga berdiri mencondong lalu menoyor kepala Dion.

“Memang nyatanya begitu kan?” Dion merapikan kembali posisi rambutnya yang sempat bergeser.

“Biarkan saja Aku Lolycon.” Arga membuang muka. “Setidaknya, seleraku gadis yang belum pernah di sentuh pria manapun.” Arga menyeringai, seakan-akan sedang membanggakan dirinya.

“Halah!” Kali ini Dion yang membuang muka. “Mana ada di jaman sekarang, gadis yang masih polos? Bullshit!” Dion menggebrak meja hingga membuat Arga terpekik kaget.

“Itulah bodohnya dirimu!” jari telunjuk Arga sudah terangkat mengarah pada wajah Dion. “Makanya, jangan cuma body seksi yang kau incar. Sesekali kau coba mencari wanita yang berkepribadian lain,” celoteh Arga panjang lebar.

“Terserah kau saja lah! Lagian wanita itu tidak tertarik denganku,” ujar Dion.

Arga langsung berkerut dahi. “Maksudmu, Nona Jade.”

Dion mengangguk. “Dia itu tertarik padamu.” Tunjuk Dion dengan tatapan mata.

“Aku?”

“Iya, kau!” jawab Dion. “Lagian aku heran, memangnya bagusnya dirimu itu apa? Kenapa banyak wanita yang mengincarmu.”

Arga sontak tertawa, lalu dengan bangga ke lima jarinya menyisir cepat rambutnya kebelakang. “Aku kan pria paling tampan.” Kemudian dua tangannya menarik jasnya ke depan. “Itu kenyataan.”

Sungguh menjengkelkan! Dion hanya bisa mendengus melihat kesombongan bosnya itu. Mau bagaimana lagi, memang nyatanya begitu kan? Dia itu tampan, bukan itu saja, yang jelas dia pria mapan yang pastinya di inginkan semua wanita.

“Heh!!” Wajah Dion berubah serius. “Tapi ya, jika aku lihat-lihat, Jade itu memang sangat tertarik denganmu. Apa kau tidak mau pikir-pikir dulu sebelum menikahi bocah itu?”

“Sialan kau!!” Arga melempar sebuah map kosong ke arah Dion. “Memang kau pikir, cinta bisa buat mainan begitu? Perasaanku cuma buat Mona, kau tak usah merayuku untuk pindah ke lain hati.”

“Ya, ya, ya...” Dion melengos. Nampaknya bosnya ini memang sudah tergila-gila dengan gadis di bawah umur.

“Dan kau harus tahu, minggu depan, aku menikah.”

“Apa?!!” Dion ternganga dengan bata membulat sempurna. “Jadi, kau benar-benar mau menikahi gadis itu?” Dion melotot.

“Iya.” Arga mendengus kesal melihat reaksi Dion. “Tak perlu kaget begitu, kau kan tahu aku memang berencana menikahi Mona sejak lama.”

“Benar juga,” gumam Dion dengan jemari mendarat di dagu.

“Eh, ngomong-ngomong, di mana Mona? Kenapa lama sekali?” Arga baru tersadar jika gadis itu sudah keluar sejak satu jam yang lalu.

“Kan dia pergi ke dapur,” jawab Dion enteng.

Sebelum menjawab, Arga terlihat sibuk membenahi berkas yang hendak di bawa pulang nanti sore.

“Kenapa lama sekali?” tanya Arga.

Dion langsung angkat bahu. “Kau susul saja, barang kali dia tersesat,” kekeh Dion yang langsung di balas pelototan dari Arga.

“Kau mau kemana?” tanya Dion ketika Arba sudah beranjak ke arah pintu.

“Tentu saja mencari Mona.”

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!