Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
"Kenapa? Kamu bisa sakit. Ayo ikut bapak." Kata Pak Soo-il.
"Kenapa Jung-dae harus pindah pak?" Tanya Veby.
"Bapak kurang tau, mari kita bisa menelponnya di UKS." Kata Pak Soo-il sambil menuntun Veby menuju ruang UKS.
Pak Soo-il
Veby
Veby & Jung-dae
Veby & Ji-Sung
(Halu lah itu pak Soo-il nya 🙊)
"Halo." Kata Veby pada telpon yang tertuju pada Jung-dae.
"Halo, ini Veby?" Tanya seorang pria dari telpon.
"Yaa, lo kenapa ninggalin gue?"
"Gue sebenernya gak mau jirr, tapi nyokap gue katanya mau mati aja kalo gue gak ikut pindah."
''Trus lo gimana disana? Gue gak bisa sekolah di sini kalo gak ada looo." Rengek Veby.
"Hmm, liburan musim dingin ini gue ke tempat lo yaa." Usul Jung-dae karena minggu depan adalah liburan musim dingin.
"Kita ke kota asal gue aja. Kalo lo ke apartemen gue, gue gak bisa."
"Ohh boleh juga tuhh, sekalian gue juga mau kenalan tuh sama kluarga lo dan tetangga-tetangga lo sekalian satu komplek."
"Serius guee, kan liburan musim dingin ini lebih lama, di tambah libur persiapan ujian."
"Wihh bener, gue gak sabar tau gak."
"Yaaa, sekalian gue mau tau wajah sahabat lo, sii Ji-Sung......" Sambil mematikan telponnya.
"Jail banget sihh." Gumam Veby yang sudah lebih baik setelah menelpon temannya.
"Kamu harus pulang. Karena gak ada matahari untuk menjemur kamu.'' Kata Pak Soo-il dari luar ruang UKS.
"Baik Pak. ouh ia, makasi udah ngasi tau nomor teleponnya Jung-dae. Waktu ini aku lupa untuk minta." Kata Veby sambil menyerahkan ponsel Pak Soo-il dan keluar meninggalkan Wali nya itu di dalam ruang UKS.
••••••
Sampai rumah......
"Aduhhh, kepala aku sakit." Kata Veby sambil menaruh tasnya di atas sofa.
"Mau ku buatkan air hangat?" Tanya Mark yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Veby.
Veby tidak menghiraukan dan berjalan menuju pintu kamar mandi.
"Apa kau tidak melihat atau mendengarku?" Tanya Mark yang agak bingung.
"Aku lihat... Aku juga dengar, aku gak buta dan gak tuli." Sambil menatap tajam mata Mark. "Dan setiap aku melihatmu, aku akan melihat kepergian Jung-dae, dan rasa sakit yang dirasakan oleh Ji-Sung kekasihku."
Mark langsung mendekati Veby dan mencekik lehernya dengan kedua tangannya namun tidak terlalu erat.
Dengan cepak Veby menepis kedua tangan tersebut " Karena mereka adalah orang terpenting untuk ku, di satu sisi ada Jung-dae yang selalu menolong ku. Dan di sisi lain ada Ji-Sung yang akan menemani hidupku. Apa kau tidak memiliki seorang teman? Yaaa tentu saja karena kau hanya akan memakan orang yang akan mendekatimu. Kenapa kau memaksaku untuk menjadi kekasihmu? Karena tidak ada orang yang akan menerima hantu seperti mu. Kenapa kau tidak tidur dialammu, atau jika kau ingin tetap di alam ini, kenapa tidak tinggal di kuburan tempat kau dikubur?" Kata Veby dengan emosi yang ia tahan dari tadi.
"Kau sangat pandai bicara. Itu semakin membuatku mengagumimu, dan Aku tinggal di tempat aku dikubur kau tau." Lalu Mark langsung menghilang entah kemana.
"Apa dia arwah penasaran? Tidak mana mungkin arwah bisa menyakiti manusia. Sebenarnya dia itu apa?" TanA Veby pada dirinya.
"Untuk apa aku tau dia itu apa. Yaa aku sudah tau kalau dia adalah iblis." Sambil melangkah menuju kamar mandinya
sejauh ini aku masih suka alurnya