Akibat perselingkuhan yang di lakukan Owen calon tunangannya, membuat Sonya menghibur diri di sebuah Club di kota Paris. Yang nyaris saja menghancurkan masa depannya.
Karena kecerobohannya, Sonya tidak mengetahui pria asing sudah menaruh obat ke dalam gelas minumnya. Dan Sonya nyaris di manfaatkan pria asing itu kalau saja Alex, pria yang selama ini Sonya benci, tidak datang menyelamatkannya.
Satu hal berlanjut ke hal lainnya, yang membuat mereka harus menikah. Dan perlahan tapi pasti rasa benci Sonya ke Alex berubah menjadi cinta.
Meskipun Alex cenderung cuek dan dingin terhadap perjuangan cinta Sonya, Sonya tetap berusaha mendapatkan hati pria dingin, kaku dan angkuh itu.
Tapi kisah tragis masa lalu Alex membuat Alex menutup diri untuk cinta yang baru.
Sampai akhirnya Sonya harus memilih...
Tetap mengejar cintanya pada Alex..
Atau melepasnya dan menerima cinta yang lain.
Dan ketika saat itu tiba...
Bersediakah Alex melepaskan Sonya...?
Mampukah Alex melupakan masa lalunya...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keributan Pertama Setelah Menikah
Suami...? Alex di sini...?
tanyanya dalam hati sambil mengedarkan pandangannya ke ruangan rawat ini, dan mendapati Alex yang duduk di sofa sedang menatapnya dengan sebelah alisnya yang terangkat membentuk ejekan.
“Pak Alex sejak kapan di sini...?” tanya Sonya.
“Sejak kau meninggalkan Papamu sendiri tanpa pengawasan.” jawab Alex, nada sarkastis dalam suaranya membuat Sonya jengkel.
Apa dia melihat gue ngobrol sama Dokter Sam?
Tidak lama kemudian pintu kembali terbuka, dan mbok Yem masuk sambil membawa tas pakaian yang berisi baju dan perlengkapan harian pak Bramanta.
“Nah, mbok Yem sudah sampai, sekarang kalian pulanglah, istirahat di rumah.” seru pak Bramanta.
Alex menghampiri Sonya menyerahkan tas dan handphonenya kemudian merangkul bahunya, “Kami permisi dulu kalau begitu Pa” pamitnya.
“Tunggu aku belum mau pulang Pak...” protes Sonya sambil berusaha menepis tangan Alex dari bahunya.
“Pulanglah Sonya... Alex sudah terlihat lelah” usir papanya.
“Besok aku ke sini lagi...” seru Sonya sebelum mengikuti langkah Alex keluar dari ruangan itu.
Alex langsung menjauhkan tangannya dari bahu Sonya setelah pintu di belakangnya tertutup, kemudian jalan mendahului Sonya.
“Kenapa Bapak bersedia bermalam di rumah saya...?” tanyanya, Alex masih terus jalan dan tidak menjawabnya.
“Apa Bapak sudah tidak sabar ingin membuka segel saya sekarang...?” teriak Sonya, membuat Alex nyaris tersandung kakinya sendiri.
Wanita itu benar-benar tidak tahu malu, berteriak tentang segel di depan umum...
Tapi Alex tetap tidak menjawabnya, ia masih terus melanjutkan langkahnya, hingga ia mendengar geraman Sonya di belakangnya, sebelum wanita itu lari dan mengejarnya, kemudian mendorong bahunya.
“Bapak maunya apa sih...? Kenapa mengacuhkan pertanyaan saya...?!” Cecar Sonya.
“Saya mau tidur.” jawab Alex malas-malasan, lalu menarik badan Sonya yang menghalangi jalannya ke samping, kemudian melanjutkan lagi langkahnya ke parkiran mobil.
“Bapak tidur saja di rumah bapak sendiri, saya mau tidur di sini...! Ok bye...!” teriak Sonya lagi, terdengar derap langkah kesal Sonya yang menjauh dari Alex.
Sambil menghela nafas kesal, Alex langsung berbalik mengejar Sonya, dan tanpa basa-basi lagi Alex membopong Sonya di pundaknya, seperti membawa sekarung beras.
Kaki dan tangan Sonya bergerak-gerak memberontak, Alex mengabaikan tangan Sonya yang memukuli punggungnya, “Lepasin sialan... Dasar manusia bar-bar, Jailangkung sialan... Turunin... Saya malu dilihat orang-orang...!!!” jerit Sonya.
“Kau tidak akan menarik perhatian orang-orang kalau kau bisa menutup mulutmu itu” desis Alex.
“Tolong... Saya mau diculik...” teriak Sonya.
Alex menatap tajam orang-orang yang mulai mendekatinya, “Minggir! Apa kalian ingin saya laporkan juga ke polisi, karena menahan saya yang mencoba mencegah istri saya menggugurkan kandungannya?!
“Bohong... Itu bohong...!” teriak Sonya.
Orang-orang itu saling tatap, “Kalau kalian tidak percaya silahkan tanya dokter Elsya, sekalian sampaikan salam Alex untuknya.”
“Dokter Elsya dokter kandungan kan yaa..?
“Waahh wanita itu jahat sekali ingin menggugurkan anaknya sendiri.”
“Tidak tahu malu yaa?”
“Suaminya sudah seganteng itu masih bertingkah.”
“Tinggalkan saja wanita tidak tahu diri itu.”
“Buang saja ke laut.”
Terdengar riuh suara orang-orang yang menyaksikan mereka, Alex kembali melanjutkan langkahnya.
“Dia bohong... Kalian sudah di tipu... Saya masih perawan...!!” teriak Sonya.
Tapi tidak ada satupun yang percaya padanya, “Sialan kamu Lex...!! Turunin gue sekarang juga...!!!”
Alex tetap melangkah sampai ke mobilnya, baru ia menurunkan Sonya, “Masuk!”
“Tidak mau... Aku mau tidur di sini!!” seru Sonya dengan keras kepala.
“Saya hitung sampai tiga, kalau kau belum masuk juga saya akan bercinta denganmu di sini!” ancam Alex.
“Coba saja...” tantang Sonya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
“Satu!” sebut Alex dengan suara dalam dan dingin, membuat bulu kuduk Sonya meremang, tapi dengan keras kepalanya ia masih tetap bergeming.
“Dua!” sebut Alex lagi, kali ini sambil maju mendekatkan tubuhnya ke Sonya, mengintimidasinya.
“Ti...” Sonya langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya, jantungnya berdetak dengan sangat kencang hingga Sonya mengira ia akan mati saat itu juga.
Jailangkung itu benar-benar sudah gila...!!
gumam Sonya, sambil melihat Alex yang memutari mobilnya dan duduk di balik kemudi. Dan langsung tancap gas keluar dari rumah sakit ini.
“Kamu sudah membuatku malu tadi...!!” teriak Sonya.
“Apa maksudmu bilang aku mau menggugurkan kandunganku...? Hamil juga tidak...!”
“Puas kamu sekarang...?” tanyanya, Alex tetap tidak mau menjawab, pandangannya hanya fokus ke jalan raya.
“Kalau di tanya tuh jawab... Kamu tidak budek kan...?”
“Sudah saya bilang, saya tidak akan menjawab kalau bahasamu tidak sopan seperti itu!” tegas Alex.
“Cih, dasar manusia kaku...!” cibir Sonya sambil membuang muka ke arah jendela mobil, “Kamu cari saja rumahku sendiri, sudah kaya tahu saja dimana rumahku...” lanjutnya sambil memejamkan matanya, hingga tertidur.
Sejurus kemudian, mereka sudah sampai di depan rumah Sonya, Alex menepuk-nepuk bahu Sonya, membangunkannya, “Bangun kita sudah sampai”
“hmmm masih ngantuukkk...” erang Sonya, lalu membuka seat beltnya dan menyandarkan badannya ke pintu.
Dengan kesal Alex keluar dari mobilnya, lalu mengitari mobil dan membuka pintu mobil Sonya hingga ia nyaris terjatuh kalau saja Alex tidak menahannya.
“Kau...” teriakan Sonya terhenti ketika ia menyadari dimana ia berada sekarang, “Bagaimana Bapak tahu ini rumah saya...?” tanyanya.
“Cepat buka pagar!” perintah Alex lagi mengabaikan pertanyaan Sonya.
Sambil menggerutu sendiri Sonya turun dari mobil dan mencari-cari kunci rumahnya di dalam tas, dan langsung membuka kunci pagarnya, mendorongnya supaya mobil Alex bisa masuk, kemudian menutupnya kembali.
Setelah mengunci pagar, Sonya membuka pintu depannya, ingin rasanya Sonya mengunci Alex di luar rumah, tapi pasti nanti dia akan menggedor-gedornya dan membuat keributan di sini.
“Anggap rumah sendiri...” geram Sonya, lalu bergegas menaiki tangga menuju kamarnya, dan Alex mengekor di belakangnya.
Alex menahan pintu kamar Sonya ketika Sonya mencoba menutupnya, “Bapak mau ngapain...? Ini kamar saya...”
Alex mengangkat bahunya acuh “Saya suamimu.” dan langsung masuk ke dalamnya, membuat Sonya semakin dongkol.
Alex mengeksplorasi kamar Sonya, terlalu feminin berbeda dengan kamar Alex. Kemudian melihat jajaran foto-foto Sonya dan Kei, foto mereka dari kecil hingga sebesar sekarang.
Setelah melampirkan jasnya di sandaran sofa, Alex berbalik menghadap Sonya, yang sedang menatapnya kesal dengan kedua tangan di silangkan di depan dadanya.
“Apa kau punya sikat gigi yang belum terpakai...?” tanya Alex.
“Ada di rak kamar mandi, dibawah wastafel.” jawab Sonya ketus.
Alex langsung bergegas ke kamar mandi, membersihkan badannya yang sudah terasa lengket, dan menyikat giginya.
Sementara di kamar tidur, Sonya berjalan hilir-mudik dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya takut dan khawatir.
“Apa aku akan kehilangan keperawananku malam ini...?” tanya Sonya pada dirinya sendiri.