Dua sahabat yang lama tidak berjumpa.
pada akhirnya bertemu dan berbagi cinta dalam satu rumahtangga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laskar Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MELAMAR LINDA
Gerimis turun tak menyurutkan lana memacu motornya.
Pagi ini ia memilih ke kaliurang terlebih dahulu.
Tadi sebelum berangkat lana sudah memberitahukan melalui telpon dan pesan singkat jika barang akan di antar hari.Agar tidak terjadi miscommunication.
Ia tak ingin saat pengantaran pelanggan belum siap untuk membayar sisa kekurangannya.
Sekitar jam 8,lana sampai dirumah ketua kumpulan yang di minta lana untuk mengakomodir para pelanggan.
Assalamualaikum,,'.
saat lana berada di depan rumah berpagar itu.
Wa alaikumsalam,,".
Terdengar jawaban dari dalam.
Seorang ibu paruh baya berjalan keluar.
Mari masuk mas,,'.ujarnya setelah membukakan pintu pagar seraya tersenyum.
Lana mengikuti dari belakang.
Alhamdulillah diantar hari ini mas,,".?
Kenapa bu,,??
Besok mau ngadain piknik ke Blitar,,".?
Jadi mau dipakai,,tadi waktu saya kabari semua cukup senang.,,".??
Gituu,,". ucap lana seraya mengeluarkan kacamatanya.
Tidak kesini ibu-ibu yang lain bu,,".lanjut lana bertanya.
Tidakk,,lagi pada masak mas,,tadi cuma nitip uang pelunasannya,,ini uangnya mas,,".
Lana menerima dan menghitung ulang.
Ia kemudian memberikan kwitansi dan nota yang telah ada stempel lunasnya.
Ini tolong berikan pada yang lain bu,,yang ini kwitansi punya ibu,,"..ucap lana.
Fee ku mana mas,,'.???tanya bu yahya.
Lana tersenyum.
Ini bu,,".lana mengulurkan amplop.
bu yahya menerima tanpa membuka nya.
Dibuka dulu bu,,".??ujar lana.
Gak usah,saya percaya mas lana orang jujur,,".??
Lana merenung.mendengar kata jujur seakan dia merasa tersindir.
Mungkin ibu benar,,tapi saya belum bisa jujur dalam hal lain,,".batin lana.
Lana segera pamit,tak lupa ia berpesan jika ada keluhan untuk segera memberi kabar.Agar tercipta hubungan baik antar pelanggan.
Lana menjalankan motornya pelan.
Pikirannya bingung dengan perasaannya.
Sampai kapan aku melangkah seperti ini,,"??batinnya.
Kemana tujuannya,,??cukupkah hanya selalu bertemu dan bercanda,,??
Lana menghentikan motornya sejenak.Ia menepi di pinggir jalan.
Pandangannya menatap area persawahan yang terhampar luas.cukup indah dan menyejukkan.
Lana merenung sejenak memikirkan apa yang ingin di lakukannya.Ia tak ingin terus terjebak dalam arus kebohongan yang menggerus pelan dan merusak prinsip hidupnya.
Aku harus segera melamar linda,,".!!??batinnya membuat keputusan.
Lana segera memacu motornya dengan langkah pasti.
Ia mampir ke suatu tempat sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah linda.
Jam 11 lana sampai dengan rasa yang cukup menggetarkan jiwa.
Kenapa aku seperti baru merasakan jatuh cinta,,"???batinnya sedikit kesal.
Mungkin ini yang dinamakan ketulusan cinta,,bukan nafsu belaka".??batinnya membela diri.
Linda yang membersihkan halaman hanya sedikit tersenyum,
wajahnya sedikit layu dan matanya terlihat sembab.Semalam ia tidak bisa segera memejamkan matanya.
Air matanya selalu mengalir ditengah gundahnya jiwa.
Mas,,".??sapanya menghampiri lana dengan wajah tak seperti biasa.
masuk mas,,".??
Bapak ada,,".??tanya lana.
Masih di kebun,,".
Kalau gituu,,kita ngobrol diluar dulu,,".ajak lana.
Mas tunggu sebentar,,linda buatin kopi dulu.,,'.
Linda langsung masuk tanpa menunggu jawaban lana.
Lana menuju pendopo dengan rasa gugup.
Cinta memang buat orang lemah,,".??batinnya.
Astaghfirullah,,"..gumamnya.
Linda keluar dengan membawa segelas kopi dan sepiring kue.
Kopinya mas,,".??ucap linda seraya duduk di depan lana.
Pandangan menunduk tak berani melihat lana.
Kama habis nangis,,".??tanya lana tiba-tiba.
Nggak mas,,".jawab linda mengelak.
Hhhmmm,,".?lana menghela nafas.
Kita mengalami hal yang sama lin,,aku juga tertekan dengan perasaan ini,,
aku pikir kemarin dengan mengakui di depanmu,jika aku mencintaimu perasaanku akan sedikit lega,,
Namun kenyataannya cinta ini menuntut lebih lin,,!??
Lana menghentikan ucapannya.melihat linda dengan tatapan penuh rasa.
Linda hanya terdiam menunduk tak kuasa mendengar ucapan lana.
Karena ia juga merasakan itu.
Air matanya mengalir pelan.Ia mengusapnya tanpa canggung lagi.
Aku ingin melamar mu Lin,,"!!!.
Linda terkejut dan menatap lana dengan linangan air matanya.
Ia bingung,apa yang ia rasakan sekarang.
Senang,bahagia dan rasa takut kembali memburu dalam hati dan pikirannya.
Lana mengeluarkan apa yang tadi ia beli.
Terimalah cincin ini lin,,sebagai tanda kesungguhanku,,".??ucap lana penuh harap.
Linda masih terdiam seribu bahasa,hanya airmata yang mewakilinya bicara.
Ingin rasanya ia memeluk lana namun merasa tak kuasa.
Pikirannya justru jauh mengingat istri lana.
Aku,,takut,,mas,,".??ucapnya terbata-bata penuh linangan airmata.
Aku takut menyakiti perasaan istri mu,,karena aku pernah merasakan sakit seperti itu,,saat suamiku lebih memilih wanita lain,,".??
Lana terdiam.Ia pun juga memikirkan itu
Aku bahagia mas berjuang untuk linda,,berjuang untuk cinta kita,,'.
Tapi aku masih terombang-ambing dalam memperjuangkan cinta ini,,antara cinta atau memilih menghargai tidak menyakiti perasaan istri mu,,'.??lanjut linda lirih.
Aku tahu Lin,,dan aku bersyukur kamu juga memikirkan itu,,".??
Terimalah ini dulu,,Aku mohon,,setelah itu,semoga Allah memberi kita jalan,,'.??ucap lana seraya memberikan cincin.
Linda mengulurkan tangan dengan gemetar.
Terimakasih Lin,,"?.ucap lana saat linda menerima cincin itu.
Jaga lah cincin itu,,"
Linda hanya mengangguk.
Mas gak bisa pakaikan,,belum halal,,!??
Linda terpaksa tersenyum mendengar itu.dan melempar lap yang dari tadi menggantung dipundaknya.
Lana senang melihatnya,senyum yang dari tadi belum ia lihat.
Lana tak ingin berlarut membuat linda sedih.pertemuan yang seharusnya bahagia jangan sampai malah berubah jadi danau airmata.
Hapus air matanya,,ntar ayahmu tahu dikira mas apain,,".??
Biarin,,".??jawab linda.
Linda bilang aja dicium paksa,,"..??canda linda
Ehhh,,ehh,,Ngarep yaa,,".??ucap lana
Hehehe,,nggak,,".!!linda tertawa malu
Dan beranjak memasuki rumah dengan sedikit berlari meninggalkan lana di pendopo.
Lah,,Kok ditinggal,,".??ujar Lana sedikit teriak.
Biarin,,".??jawab Linda terus berlari tak menghiraukan lana
Lana celingukan sendiri di pendopo.Ia meminum kopinya dan mengambil sepotong kue.
Klik,,".suara pesan masuk di ponsel Lana.
Lana melihat ponselnya.
Linda cuci muka dulu,,malu sama mas,,"..
Lana tersenyum.
Ia kembali menikmati kuenya.
raut wajahnya sedikit cerah seolah baru terbebas dari suatu masalah.
Tak berselang lama,Linda datang dengan wajah yang lebih segar.
Lana tersenyum.
Kenapa senyum-senyum mas,,".??
Sudah siap,,".??tanya Lana
Siap apanya,,".??Linda bingung
Tadi Ngarep dicium,,udah dandan berarti sudah siap,,???
Nggak,,"??Linda melotot manja.
Belum Halal,,"??lanjutnya dengan wajah memerah.
Ayok halal lin,,".???
Mas siap,,".??tanya Linda dengan nada menantang.
Lana tahu kemana arah bicaranya.
Siap,,kalau cuma cium,,"..jawab Lana enteng.
Emmooochh,.".jawab Linda seraya mencubit tangan Lana sebentar.
Lah kok berani pegang,,".??ujar lana
Berani,,kan cuma kilat,,jadi mas gak sempet baper,,".!!?giliran Linda yang menyudutkan Lana
Hehehe,,pinterrr,,curi-curi kesempatan dibalik sebuah aturan,,".??
Hehehe,,".??Linda pun tertawa.
Lana menatap Linda lekat-lekat.ingin rasanya ia membelai wajah itu.
Tatapan itu sedikit membuat Linda salah tingkah.
Kenapa mas,,".??tanya Linda penasaran.
Nggak,,"??
Kenapa,,"??paksa Linda
Mas itu biasanya ceplas-ceplos,,"??lanjutnya
Nggak,,saat kamu tersenyum ingin rasanya aku membelai pipi mu,,"???ucap Lana penuh dengan ketulusan
Linda mampu melihat ketulusan tu dari tatapan lana.
Tak perlu plus 3 untuk melihat keindahan mu,,"??
Mas bisa saja,,masukk yukk,,".??ajak Linda seraya berdiri.
Lah ngapain,,"???ujar Lana dengan wajah bingung.
Makan maaaasss,,Hayoo pikirannya Ngeres,,itu lho ayah sudah didalam,,lagi mandi,,??
Linda merasa lucu melihat perubahan wajah Lana terlihat seperti menahan rasa malu.
Lana pun lalu ikut berdiri mengikuti Linda
Merekapun melangkah pelan.
Hhmmmm,,kirain,,!??.lana berusaha santai.
Kirain apa hayoo,,'.??seru linda
Ngomong sekalian nanti sama ayah,,".lanjutnya.
Linda seperti diatas angin yang tahu mental Lana sedang down sedikit malu karena ucapannya tadi.
Lana yang sadar dirinya sedang diserang mental,berusaha untuk tenang.
Baik,,jika itu mau mu,,".??ucap nya tegas.
Linda yang hanya bercanda bingung juga melihat ketegasan Lana.
Apa mungkin mas Lana serius,,"???batinnya
Bagaimana kalau nanti mas Lana memang ngomong sama ayah,,"??
Linda terus bermonolog dalam hati.
Bagaimana ini,,???.