📍Start: 30-08-2020
📍Finish: 10-01-2021
Kedatangan seorang siswi baru di SMA KEBANGSAAN menarik perhatian dan kegegeran hampir seluruh warga sekolah, karena bisa membuat dua musuh bebuyutan memperebutkannya. Angkasa dan Rahen, dua remaja nakal langganan BK yang berumusuhan hanya karena ingin dianggap jagoan dan menang sendiri.
"Apa yang mereka suka dari gue sih? Kalem enggak, murid pintar dan teladan juga enggak, aneh, sengklek kali ya otak mereka sampai suka orang kaya gue," ucap Naura.
Siapakah yang akan dipilihnya?
Simak kisah selengkapnya~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imell mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Malam yang sangat dingin hingga menusuk ke tulang-tulang. Kenzo terlihat sedang menunggu adiknya yang tengah bersiap, namun karna lama dirinya memutuskan untuk menghampirinya.
"Dek lo ngapain sih di kamar lama amat? ketimbang mau makan aja dandan segala lo!" cibir Kenzo seraya menggedor pintu kamar itu.
"Disini gaada timbangan dan satu lagi gue nggak dandan!" balas Naura sinis dan membuka pintu kamarnya.
"Loh loh kok hoodie kita samaan? bentar! gue ganti dulu ntar dikira kapelan ama pacar lagi idih ngerii." Naura akan masuk kamarnya, namun tangannya dicekal.
"Gapapa lah sekali kali kapelan sama abang sendiri bukan pacar! mohon di garis bawahi perkataan abang kau ini!" ujar Kenzo dan menggandeng tangan Naura yang cuma melongo.
"Kok gue curiga ya bang ke sama lo! udah ngajak makan, sekarang ngajak kapelan hoodie lagi, nggak ada udang dibalik tikus kan?" tanya Naura seraya memicingkan mata.
"Emang tikus doyan sama udang!" balas Kenzo kesal.
"Ngapain bahas tikus sih? pribahasa itu."
"Udang itu dibalik batu! kalo dibalik Naura udah sakaratul maut!"
"Heh lo kira gue malaikat maut gitu?"
"Nah itu ngaku!"
"Bang ke benerann ngapain ngajak gue kekgini? ngaku gak lo!" rengek Naura seraya menarik narik tangan abngnya yang lagi fokus nyetir.
"Hmm."
"Bang keee, tujuan lo apaan sih? firasat gue gak enak!!" rengek Naura mulai kesal dan akhirnya menggeplak tangan abangnya.
"Dibaikin sama abang sendiri malah curiga. Mau lo apa sih? kalo gak mau gue ajak jalan juga gapapa, gausah pake alasan firasat gak enak sama gue segala!" balas Kenzo seraya berhenti dan turun dari mobil.
"Ngapa jadi marah si kan gue cuma nanya?!" ucap Naura ikut turun dari mobil.
"Nah omongan lo dari tadi nggak ngenakin di telinga!" mereka adu mulut di tengah jalan, meskipun sepi.
"Gak usah didenger kalo gitu omongan gue!"
"Gimana nggak denger? lo di sebelah gue ngeciwis mulu, bilang gue ada maksut tertentu! ternistakan gue rasanya di cibir gitu!!" balas Kenzo kesal.
"Lo PMS bang? sensi amat." tanya Naura seraya tertawaa.
"Gue laki bukan cewek, gausah ngadi ngadi lo!"
"Nah kan marah lagi, cuma digituin aja marah." seorang perempuan di belakang mereka yang akan duduk di halte bus pun tak bisa karna terhalang mereka berdua.
"Permisi mohon kalau bertengkar sama pacar jangan disini, saya gabisa duduk di halte bus lho!!" ucap seorang perempuan seraya menepuk pundak mereka dari belakang.
"Ini bukan setan kan?" tanya Naura merinding.
"Mana ada setan permisi." balas Kenzo dan balik badan diikuti Naura.
"Eh Naura, mas Kenzo!!"
"Mbak Gia, haduh Naura kira setan." balas Naura cengengesan.
"Blak-blakan banget mulut lo dek!" guman Kenzo lirih.
"Hahaha maaf ya soalnya tadi liat orang kapelan saya kira pacaran." balas Gia seraya tersenyum canggung.
"Ini kerjaan bang ke mbak! ngajak jalan trus dikasih hoodie samaan." jelas Naura.
"Gue lagi sasarannya." sahut Kenzo.
"Kan emang dalang masalah ini lo!"
"Heh sandal melly, buktinya lo pake juga hoodinya!"
"Heh sandal swaloww, kan gue gatau kalo ini kapel!"
"Heh ayam kampung! lo daritadi bahas masalah itu mulu sih."
"Heh ayam hutan! lo yang nyolot ya gue bahas mulu lah."
"Kenapa jadi bawa-bawa sandal sama ayam?" batin Gia bingung.
"Ekhhem." Gia berdehem.
"Eh maaf mbak urusan gubuk tangga." balas Naura ngasal.
"Urusan rumah tangga geblek!" sahut Kenzo.
"Mbak diajak ngejalin rumah tangga tuh!" balas Naura membuat Gia juga Kenzo diam.
**********
"Itu kan urusan lo, ngapa jadi gue yang dibawa bawa!" ucap Naura sewot.
"Lo jadi asisten apa gunanya." balas Angkasa menatapnya datar.
"Ya tapi bisa dihukum gue cuma gara- gara nurutin lo." ujar Naura seraya menghentakkan kaki.
"Jalan di tempat grakk!" ledek Ervan.
"Diemm van!" sahut Angkasa dan Naura bersamaan.
"Aduh takutnyaa." balas Ervan seraya nutup muka.
"Bilang aja lo males?!" ucap Angkasa meremehkan.
"Jangan salah gue ini duta GNI gimana bisa males." jawab Naura seraya mengibaskan rambutnya.
"Apaan lagi tuh GNI?" tanya Rendy kepo.
"Gerakan Nasional Indonesia."
"Cepet ambil!" ucap Angkasa dingin sambil menajamkan alisnya, Naura yang digertak langsung merinding mendengarnya dan langsung menuruti permintaannya.
"Ngabsen mulu! kaya guru aja." cibir Samudra ke Naura yang jalan sambil bersumpah serapah.
"Gausah provokasi orang biar bunuh diri!" balas Naura sensi.
"Ngapain ngungkit yang itu lagi sih?!" ucap Samudra kesal.
"Makannya orang lewat gausah dikomentarinn!" protes Naura.
"Halah cuma cibiran aja." balas Samudra santai.
"Cibiran itu lebih menusuk daripada komentar!" ucap Naura dan melenggang pergi, di tengah jalan menuju parkiran dirinya bertemu tiga temannya.
"Mau kemana ra? 20 menit lagi bel masuk loh!" tanya Difa.
"Tuh si Angkasa olahraga gak bawa baju, kliatan banget malesnya!" balas Naura seraya mengambil motornya.
"Ciee peduli banget! sampe diambilin bajunya."'goda Oliv seraya mengedipkan sebelah mata.
"Gue cungkil mata lo!"
"Sensi amat!" sahut Laila.
"Raa gue ikut." ucap Oliv dan naik motor Naura.
"Hmm."
***********
"Permisiii warga rt 05!" pekik Naura seraya mengetuk pintu rumah orang.
"Kok tau ini warga rt 05?" tanya Oliv.
"Apasi yang Naura gak tau?!" balas Naura membuat Oliv menatapnya muak.
"Iya dengan Martha disini!" balas Martha seraya buka pintu.
"Eh Naura, mau jemput Angkasa? tapi Angkasa udah berangkat dari tadi."
tanya Martha membuat Oliv ketawa.
"Ihh enggak tan males banget!" balas Naura muak.
"Gak tau malu lo ra! di depan ortunya juga bilang gitu, angkat tangan gue mah." guman Oliv lirih seraya geleng kepala.
"Yaudah angkat livv."
"Hahaha jemput beneran juga gapapa, tante mah iya aja." jawab Martha seraya mempersilahkan mereka masuk.
"Tanteee."
"Siapa temenmu ini ra?" tanya Martha mengalihkan pembicaraan.
"Oliv tan." jawab Naura dan dibalas anggukan kepala.
"Tujuannya kesini tadi apa?" tanya Martha.
"Ngambil baju olahraga Angkasa ketinggalan." balas Naura dan Martha segera mengambilkannya.
"Akrab banget sama calon mertua." ucap Oliv terkagum kagum.
"Nggak usah mancing." balas Naura.
"Mancing ikan enak, mancing emosi lo lebih wenak!" ujar Oliv sambil minum teh di meja.
"Cih dasarannnya Oliv gila ya gini!!!"
"Ini baju olahraganya, makasih udah baik banget mau ngambil." ucap Martha seraya menyerahkan sesuatuu.
"Sama-sama tan."
"Pasti baik lah tan, sama calon suami sendiri ya kannn." sahut Oliv.
"Iya Naura emang cocok jadi calon mantu." balas Martha dan bertos ria dengan Oliv.
"Dahla Naura pamitt." pekik Naura dengan keras seraya keluar rumah itu.
**********
Tepat pukul 07.15 mereka sampai sekolah, tentu saja telat dan berakhirlah dengan bertemu guru BK.
"Please lah bu kita jangan dihukum," pinta Naura memasang tampang memelas.
"Udah tau mau bel masuk ngapain malah kluyuran?" tanya guru BK.
"Siapa yang kluyuran sih bu! kita lagi ada tugas negara." jelas Naura beralasan sementara Oliv cuma diem nyimak.
"Sudah tidak usah beralasan, hukumannya kali ini cabutin rumput depan lapangan sampai istirahat!" titah guru BK tak terbantah.
"Yaampun lama amat bu! mending hormat bendera." jawab Naura memohon.
"Silahkan! kalo hormat bendera tetap sampe istirahat! biar kayak cacing kepanasan kamu disana!" ucap guru BK.
"Jangan becanda ra, hidup dan mati nih taruhannya!" sahut Oliv kesal.
"Lebay banget! yaudah bu saya cabut gigi ibuk aja." jawab Naura.
"NAURAA." balas guru BK dan langsung menjewer telinganya.
"Eh salah ngomong, maksutnya cabut rumput buu." ralat Naura seraya mengusap telinganya dan kabur.
*A VIEW MOMENTS LATER*
"Jadi tukang kebun dadakan mbak?" ledek Samudra dkk yang abis olahraga.
"Mulut lo mau gue sumpal rumput?" tanya Naura.
"Sensi amat."sahut David.
"Terserah mulut mulut gue juga!"
"Perasaan tiap kesini gaada namanya Naura baik, pasti sensian." cibir Viren.
"Mantull vir." sahut Samudra sambil tepuk tangan.
"Sok sokan nimbrung, padahal tujuannya juga caper!" sindir Naura ke seseorang.
"Pinterr! liv sini gue bantu nyabut rumput." ujar Viren seraya membantu Oliv.
"Cialah kesempatan dalam kesempitan." sahut David.
"Gausah! gue bisa sendiri." balas Oliv malas.
"Udah gapapa gue bantu." ucap Viren seraya mengedipkan sebelah mata dan tersenyum manisss.
"Idihh mending lo bantu makan rumput aja bia gak mubazir!" sahut Naura.
"Kalo gue pengen berduaan sama Oliv ada aja cecunguk yang ngganggu!" balas Viren jengah.
"Gue gaplak pala lu!" sahut Naura sewot.
"Gue aja gamau berduaan sama lo." jawab Oliv seraya mencabut rumput menjauhi mereka dan diikuti Naura.
"Karma is the reall." ucap Angkasa seraya bersedekap tangan.
"Karma apaan ngawur lo njirr!" balas Naura melemparinya rumput.
"Karma gak nurut perintah gue, gini jadinya." ucap Angkasa datar.
"Ngarang!"
"Naura oh Naura malangnya nasibmu, kok sial muluuu." sahut Ervan nyanyi sambil ngeledek.
"Ervan oh Ervan pedesnya mulutmu, dasar gak tahu maluuu." balas Naura ikut nyanyi.
"Ntar ke rumah, ada tugas!" titah Angkasa tak terbantah dan melenggang pergi.
"Ngilangin semangat 45 gue aja lo sa!" jawab Naura lesu.
"Gimana caranya tuh ngumpulin semangat sampe 45?" tanya Rendy kepo.
"Ngikutin semut jalan." balas Naura asal.
"Badmood nih ye." ucap Oliv seraya mencolek dagu Naura.
"Gausah colek-colek gue bukan sabun colek." balas Naura sinis.
"Sebagai brand ambasodor sabun colek gak boleh gitu lah." sahut Rendy.
"Rendy makin lama mulutnya gada bedanya sama Angkas sumpahh!" ucap Naura seraya angkat tangan.
"Naura makin lama gaada sopannya sama kakelas sumpahh." ujar Rendy seraya angkat kaki.
"Fashion show ren?" tanya Difa yang tiba-tiba menghampirinya membuat Rendy langsung malu.
"Wah bahaya dif pacar lo udah menunjukkan kegilaannya nih, musti di putusin kayaknya!" sahut Laila.
"Putusin faa!" sahut Oliv.
"Buang pacar gila kekgitu fa!" sahut Ervan.
"Kayaknya bener deh musti diputusin." balas Difa.
"Sayang please! jangan dengerin omongan setan!" ucap Rendy seraya memegang kedua tangan Difa.
"Aduhh kuping mau jebol dengernya!" sahut Naura seraya mengusap telinga.
"Apaan sih lo ra sirik aja!" ucap Rendy menajamkan matanya. "Sayang! pleasee." pinta Rendy memohon- mohon.
"Iya iya ren tenang aja." balas Difa.
"Wahh gajadi liat sadboy nih." ucap Naura terkekeh.
"ANGKASA WOII!!! NAURA MINTA DI PERHATIIN NIH BIAR GAJADI SADGIRL!" teriak Rendy menggelegar.
"Otak lo dimana sih ren? geblekk gosip lagi nih." ucap Naura menjewer telinga Rendy dan lari ke kelasnya.
"Duh gila! kuping gue panas banget." keluh Rendy seraya mengusap telinganya yang memerah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued~~
Jangan Lupakan Like, Vote, and Coment.
💜💜💜💜💜💜💕💕💕💕💕
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
7in1
Sapta Eka
Tujuh dalam Satu
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa mampir ya di
"Morning Glory Family"
1000% bakalan ketagihan deh:v.
banyak pelajaran yang di ambil tentang hubungan kakak adek. cocok untuk haluan anak tunggal hehe