NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NASI GORENG

Entah sudah berapa lama aku menunggu Daffin membuat makanan, tapi yang pasti mataku sudah sangat lengket dan enggan terbuka. Hingga tanpa sadar aku tertidur di meja makan.

"Hei, bangunlah!" teriak Daffin, tepat di telingaku yang menghadap ke atas karena posisi kepalaku yang miring.

Sontak saja aku langsung membuka mataku lebar-lebar dan melihatnya sedang duduk di hadapanku dengan wajah datar tanpa perasaan bersalah sedikitpun.

"Kau ingin membunuhku?" Aku memicingkan mataku padanya. "Hampir saja Baby terkena serangan jantung." sungutku sembari mengusap dada dan perutku.

"Aku tidak mungkin membunuhmu, kecuali kau menginginkannya." sergah Daffin, kedua tangannya sudah terlipat di depan dada.

'Benarkah yang dia ucapkan?' pikirku. "Ya, bunuh saja aku! Itu lebih baik daripada aku harus terus berada di dalam sangkar emas seperti ini."

Rasanya, aku benar-benar ingin pergi dari dunia ini. Aku bahkan tidak tahu apa tujuan aku masih hidup sampai saat ini. Kehidupan indah dan sempurna yang selalu menjadi impianku sejak kecil, hanya bisa aku rasakan sesaat. Kepergian kak Erlan, menghancurkan segala impian dan harapanku selama ini. Satu-satunya alasanku masih bertahan adalah bayi dalam perutku yang merupakan peninggalan paling berharga dari kak Erlan.

"Sangkar emas?" Tiba-tiba suara Daffin mengejutkanku yang sedang hanyut dalam lamunan masa laluku.

"Iya. Rumahmu ini sudah seperti sangkar emas yang mengurungku." ketusku tanpa melihat wajah Daffin, aku tidak tahu dia marah atau tidak. Aku tidak peduli.

Beberapa saat keheningan tercipta hingga terdengar suara Daffin yang mendengus kesal. "Sebelumnya kau mengatakan rumahku ini ember, lalu sekarang kau mengatakan jika rumahku adalah sangkar emas. Setahuku burung itu berasal dari telur burung bukan dari bintang laut."

"APA!!!" Sudut bibirku berkedut, menahan ledakan yang tertahan. Ingin sekali aku memaki-maki Daffin hingga pria angkuh itu menyadari siapa aku sebenarnya.

Sepertinya Daffin menyadari emosiku yng sudah tidak tertahan, dia bangkit dan kembali ke dapur kemudian meletakkan sepiring nasi goreng seafood di hadapanku. Air liurku hampir saja menetes jika tidak ingat siapa yang membuat nasi goreng itu.

"Ini?" Aku menunjuk piring yang berada di hadapanku. Daffin bahkan menghias nasi goreng itu dengan sangat cantik, membuatku tidak tega untuk memakannya.

Daffin menatapku bingung. "Itu nasi goreng seafood."

"Aku tahu. Aku tidak buta." ketusku, kemudian menatap dengan seksama piring yang nampak cantik itu.

"Lalu? Kenapa tidak dimakan? Kau tidak tega untuk memakan teman-temanmu," tanya Daffin, tangannya memegang sendok dan menunjuk satu persatu seafood yang ada di piringku.

'Teman apanya? Mereka itu temanmu.'batinku kesal. "Tidak. Aku suka semua seafood, kecuali satu -"

"Apa itu?" sela Daffin dengan mata berbinar.

"KAU!!!"

***

Harus kuakui, nasi goreng buatan Daffin sangat lezat. Dan anehnya aku tidak mual meskipun aku sudah menghabiskan hampir tiga piring nasi goreng seafood buatannya.

"Habiskan!" perintah Daffin saat aku mulai menyandarkan tubuhku di kursi karena terlalu kenyang.

Aku menggeleng karena merasa tak sanggup lagi untuk memasukkan nasi goreng yang tersisa ke dalam perutku. Aku pikir mungkin Daffin akan membuang sisa nasi goreng itu, atau memberikannya pada kucing. Ternyata dia melakukan hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Daffin menghabiskan nasi goreng yang tersisa di piring, dia bahkan menggunakan sendok yang aku gunakan sebelumnya. Aku begitu terkejut hingga tak bisa menyembunyikan keterkejutanku di hadapan Daffin.

"Tutup mulutmu!" titah Daffin, tangannya mengatupkan bibirku dengan lembut.

'Tuhan, aku berada di surga atau di neraka?'

Untuk pertama kalinya aku melihat kehangatan di mata Daffin dan itu untukku. Tidak ada lagi amarah atau kebencian yang biasa dia perlihatkan setiap kali kami saling menatap. Wajah Daffin semakin dekat dan mengikis jarak di antara kami berdua.

'Astaga, ada apa dengan jantungku? Apakah aku tiba-tiba terkena serangan jantung?'

"Daff?" Suara seseorang membuat kami berdua menoleh ke arah yang sama. Disana, kak Reena sedang berdiri dengan ekspresi wajah yang sulit untuk ku artikan.

"Ree?" Daffin langsung meninggalkanku dan beralih menuju kak Reena yang masih berdiri di tempatnya.

Aku melihat kak Reena melangkah dengan sempoyongan, tubuhnya miring ke kiri dan ke kanan. Sesekali tangannya berpegangan pada sandaran sofa. Penampilannya terlihat sedikit berantakan, tapi tetap cantik dan elegan.

"Apa kak Reena mabuk?" gumamku, masih terus memperhatikan kak Reena.

Tepat saat kak Reena akan terjatuh, Daffin segera menahan tubuhnya dan langsung menggendong kak Reena. Aku melihat kak Reena langsung terlelap dalam dekapan Daffin. Saat itu aku menyadari, jika kehadiranku memang tak pernah ada artinya. Baik bagi Daffin ataupun rumah ini.

***

"Rania, apa kau sudah menemukan pakaianku?" Pagi-pagi sekali aku sudah membuat Rania sibuk untuk mencari pakaianku.

Rania segera menghampiriku. "Maaf, Nyonya muda, saya belum menemukannya. Kenapa anda tidak memakai pakaian yang di belikan tuan Daffin saja?"

"Aku ingin memakai pakaianku sendiri. Jangan katakan jika si Plankton telah membuang pakaianku juga." sungutku, kemudian langsung berlari keluar dari kamar.

"Nyonya muda? Nyonya muda?" Rania berlari di belakang sambil terus memanggilku yang memilih untuk mengacuhkannya.

Aku berhenti di depan sebuah pintu yang masih tertutup rapat. Pikiranku sedikit berubah, sepertinya aku sudah salah datang kemari. Lebih baik aku tidak mencari masalah sepagi ini dengan pria tirani seperti Daffin. Aku memutar tubuhku dan berniat kembali ke kamarku sendiri. Namun, aku terlambat.

"Apakah arus yang sudah membawamu kesini?" Suara Daffin menghentikan langkahku sesaat, tapi aku langsung melangkah kembali karena tak ingin berurusan dengannya.

Aku terkejut karena Daffin tiba-tiba menarik ujung belakang handuk yang aku kenakan. 'Astaga!!! Aku lupa jika aku masih memakai handuk.'

Dengan sekali gerakan aku mempererat handuk yang aku kenakan dengan memeluk tubuhku sendiri kemudian berbalik menghadap Daffin yang sedang tersenyum jahat.

"Bisakah aku mengartikan ini sebagai godaan atau service seorang istri?" Mata Daffin mengamati tubuhku dari atas ke bawah.

Beruntung aku menggunakan handuk kimono yang menutupi tubuhku dengan sempurna. Namun, rambutku terurai berantakan dan masih meneteskan air karena aku baru saja mencuci rambutku pagi ini.

"Aku tidak menggodamu!" teriakku, mencoba mengurangi rasa malu karena kecerobohanku sendiri.

"Oh, benarkah? Lalu, untuk apa kau kesini dan berpenampilan seperti ini?" Daffin menaik turunkan jari telunjuknya di hadapanku.

"Aku... aku ingin membuat perhitungan denganmu, Plankton."

Daffin mengerutkan keningnya. Sepertinya dia masih menebak ke arah mana pembicaraanku, tapi dengan cepat dia menarik tanganku untuk masuk ke dalam kamar tidur utama. Kamar yang biasa dia tempati bersama kak Reena.

'Tidak!!! Tidak... tidak... aku tidak seharusnya berada disini. Aku tidak ingin mengkhianati kak Reena.'

Hallo semuanya 🤗

Maaf karena author baru muncul ke permukaan karena rutinitas author yang cukup padat 🙏 (sombong amat, thor 😒)

Jangan lupa jempol👍, tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 dan juga votenya 👈 sebagai mood booster untuk author yang amburadul kesayangan kalian😘😘😘

I ❤ U readers kesayangan kuhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!