NovelToon NovelToon
Pedang Tanpa Langit: Melampaui Takdir Abadi

Pedang Tanpa Langit: Melampaui Takdir Abadi

Status: tamat
Genre:Fantasi / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Marcel ( rxel )

Di Benua Awan Sembilan, kekuatan ditentukan oleh Qi dan garis keturunan. Li Chen hanyalah seorang pelayan di Sekte Pedang Azure yang menderita cacat pada meridiannya, membuatnya mustahil untuk berkultivasi melampaui tingkat dasar. Namun, saat ia jatuh ke Jurang Keputusasaan setelah dikhianati oleh saudara seperguruannya, ia menemukan makam kuno milik Kaisar Pedang yang Menantang Surga.
​Li Chen mewarisi sebuah teknik terlarang: Seni Penelan Bintang, yang memungkinkannya menyerap energi dari artefak yang rusak dan emosi negatif musuhnya. Dengan pedang patah yang memiliki jiwa haus darah, Li Chen memulai perjalanannya. Ia tidak mencari keabadian untuk menjadi dewa, melainkan untuk menghancurkan sistem "Langit" yang menentukan nasib manusia sejak lahir. Dari seorang sampah sekte menjadi penguasa semesta, Li Chen harus memilih: menjadi penyelamat dunia atau iblis yang akan meruntuhkan gerbang surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marcel ( rxel ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11: Pertemuan Kembali Dengan Yue Yin

Janji adalah hutang, dan di dunia kultivasi, melanggar janji sering kali berarti mengundang kesialan pada nasib seseorang. Tiga bulan telah berlalu sejak malam di gua air terjun Puncak Azure, dan Li Chen kini berdiri di gerbang Kota Awan Jatuh, kota megah yang dibangun di atas tebing yang selalu diselimuti awan berwarna ungu kemerahan.

​Penampilan Li Chen telah berubah drastis. Ia bukan lagi pelayan kurus yang gemetar. Bahunya lebar, tatapannya setajam pedang, dan aura yang terpancar dari tubuhnya adalah aura seorang ahli Pembentukan Pondasi (Foundation Establishment) Tahap Akhir. Setiap langkahnya membawa berat yang tak kasat mata, membuat kerumunan orang di pasar kota secara tidak sadar memberi jalan baginya.

​"Bau darah di kota ini terlalu pekat, Nak," suara Kaisar Pedang bergema, penuh kewaspadaan. "Ini bukan bau pasar jagal. Ini adalah bau perang saudara."

​Li Chen mengangguk dalam hati. Ia melihat patroli kota mengenakan seragam Sekte Teratai Hitam, namun ada yang aneh. Lencana bunga teratai di dada mereka tidak lagi berwarna hitam murni, melainkan memiliki garis merah darah di tengahnya—simbol faksi pemberontak yang dikenal sebagai Teratai Berdarah.

​Ia berjalan menuju penginapan "Bulan Sabit", tempat yang dijanjikan Yue Yin sebagai titik pertemuan. Namun, saat ia sampai di sana, penginapan itu telah hangus terbakar. Sisa-sisa kayu hitam yang masih berasap menunjukkan bahwa serangan itu baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.

​"Di mana dia?" gumam Li Chen, matanya menyipit.

​Ia merasakan getaran di pergelangan tangannya. Gelang giok hitam yang diberikan Yue Yin saat mereka berpisah mulai memancarkan panas. Gelang itu berfungsi sebagai kompas darurat. Li Chen segera mengikuti arah tarikan energi tersebut, melesat melewati atap-atap rumah dengan teknik Langkah Pemakan Bayangan.

​Pertempuran di Hutan Bambu Ungu

​Di pinggiran kota, di tengah Hutan Bambu Ungu yang sunyi, denting logam dan ledakan Qi memecah keheningan.

​Yue Yin berdiri terpojok di bawah pohon bambu raksasa. Jubahnya yang biasanya anggun kini robek di beberapa tempat, menyingkap kulit putihnya yang bersimbah darah. Di depannya, berdiri lima pria berjubah merah darah. Pemimpin mereka adalah seorang pria tua kurus dengan mata cekung bernama Penatua Ghost, seorang ahli ranah Inti Emas (Golden Core) Tahap Awal.

​"Yue Yin, berikan Kunci Inti Teratai itu sekarang," desis Penatua Ghost. "Ayahmu sudah tertangkap, dan faksi ortodoks Sekte Teratai Hitam sudah runtuh. Tidak ada gunanya kau bertahan."

​Yue Yin terbatuk, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. "Bahkan jika aku mati, aku tidak akan membiarkan pengkhianat sepertimu menyentuh pusaka leluhur."

​"Kalau begitu, matilah!" Penatua Ghost mengangkat tangannya, membentuk cakar energi hijau yang beracun. "Teknik Cakar Hantu Pemakan Jiwa!"

​Cakar hijau raksasa melesat menuju jantung Yue Yin. Yue Yin memejamkan mata, energinya sudah habis terkuras. Namun, kematian yang ia tunggu tidak kunjung datang.

​DHUARRRR!

​Sebuah garis hitam yang sangat tajam membelah udara, menghancurkan cakar hantu itu menjadi kabut hijau yang tidak berbahaya. Sesosok bayangan hitam mendarat tepat di depan Yue Yin, punggungnya kokoh seperti gunung yang tak tergoyahkan.

​"Kau terlambat, Li Chen," bisik Yue Yin, sebuah senyum lega yang lemah muncul di wajahnya.

​Li Chen menoleh sedikit, matanya yang merah berkilat di balik bayang-bayang capingnya. "Aku harus mengurus beberapa 'serangga' dari Kerajaan Wu di jalan. Maaf membuatmu menunggu, Nona Teratai."

​Penatua Ghost tertegun. Ia memandang Li Chen dengan jijik. "Hanya seorang bocah Pembentukan Pondasi? Beraninya kau mencampuri urusan Sekte Teratai Hitam! Pengawal, hancurkan dia!"

​Empat murid Teratai Berdarah di ranah Pembentukan Pondasi tahap puncak maju serentak. Mereka membentuk formasi bintang, mengirimkan gelombang api merah ke arah Li Chen.

​Li Chen tidak menghunuskan pedangnya. Ia hanya menghentakkan kaki kirinya ke tanah.

​"Seni Penelan Bintang: Domain Kegelapan!"

​Seketika, radius sepuluh meter di sekitar Li Chen menjadi gelap gulita. Cahaya matahari seolah tersedot habis. Murid-murid itu berteriak ketakutan saat mereka menyadari bahwa Qi di dalam tubuh mereka mulai bocor keluar melalui pori-pori kulit mereka, ditarik oleh gravitasi hitam yang diciptakan Li Chen.

​"Apa ini?! Teknik macam apa ini?!"

​Li Chen bergerak dalam kegelapan. Ia muncul di belakang murid pertama, telapak tangannya menempel di punggung lawan.

​"Telan."

​Hanya dalam satu detik, murid itu menjadi mayat kering. Li Chen berputar, kakinya menyapu leher murid kedua dengan kekuatan yang bisa mematahkan baja. Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, empat ahli Pembentukan Pondasi itu tewas, energi mereka diserap sepenuhnya oleh Li Chen untuk mengisi kembali cadangan Qi-nya yang terkuras saat perjalanan.

​Penatua Ghost membelalakkan mata. "Kau... kau adalah kultivator iblis! Teknikmu... itu bukan teknik manusia!"

​"Siapa yang peduli itu teknik apa jika itu bisa mengirimmu ke neraka?" Li Chen menghunuskan Penelan Surga. Bilah patah pedang itu mengeluarkan raungan rendah yang haus darah.

​"Jangan sombong, bocah! Kau hanya di ranah Pembentukan Pondasi. Ada perbedaan langit dan bumi antara kau dan aku yang berada di ranah Inti Emas!" Penatua Ghost mengeluarkan sebuah bendera hitam kecil. "Panggil Ribuan Hantu!"

​Udara di hutan itu menjadi sangat dingin. Ribuan wajah ratapan muncul dari bendera tersebut, terbang mengepung Li Chen. Hantu-hantu ini menyerang langsung ke arah kesadaran (Soul), mengabaikan pertahanan fisik.

​"Hati-hati, Nak! Serangan jiwa ini berbahaya bagi mereka yang belum membentuk Inti Emas!" peringat Kaisar Pedang.

​Li Chen memejamkan mata. Ia tidak mencoba melawan hantu-hantu itu dengan pedang. Ia justru menarik napas dalam-dalam, membiarkan hantu-hantu itu masuk ke dalam tubuhnya.

​"Kau pikir hantumu menakutkan?" Li Chen bergumam. "Di dalam Dantianku, ada neraka yang lebih haus daripada mereka."

​Begitu hantu-hantu itu masuk ke dalam tubuh Li Chen, mereka disambut oleh pusaran hitam Seni Penelan Bintang. Alih-alih merusak jiwa Li Chen, hantu-hantu yang merupakan kumpulan energi mental negatif itu justru menjadi santapan lezat. Li Chen merasakan kepalanya mendingin, dan kesadarannya justru menjadi lebih tajam.

​"Terima kasih untuk suplemen jiwanya, Penatua," kata Li Chen, membuka mata yang kini memancarkan cahaya ungu misterius.

​"Tidak... tidak mungkin!" Penatua Ghost gemetar. "Bahkan ahli Inti Emas Tahap Menengah pun tidak berani menelan hantu-hantuku secara langsung!"

​Li Chen melesat maju. Kecepatannya melampaui batas penglihatan manusia.

​"Gerbang Keempat: Tebasan Bintang Jatuh!"

​Garis hitam vertikal membelah hutan. Penatua Ghost mencoba menangkis dengan bendera hitamnya, namun pedang Penelan Surga memotong bendera itu seperti memotong kertas. Pedang itu terus melaju, membelah bahu hingga pinggang Penatua Ghost.

​CRASH!

​Penatua Ghost tidak langsung mati. Sebagai ahli Inti Emas, daya hidupnya sangat kuat. Namun, ia menyadari sesuatu yang lebih mengerikan: pedang patah itu sedang mengisap Inti Emas di dalam perutnya!

​"Lepaskan! Ambil saja kuncinya! Jangan hisap Inti-ku!" teriaknya memohon.

​Li Chen tidak peduli. Ia memegang leher Penatua Ghost dengan tangan kirinya, sementara pedang di tangan kanannya terus menyedot esensi emas dari tubuh lawan.

​BUM!

​Inti Emas di dalam tubuh Penatua Ghost hancur, energinya mengalir deras ke dalam Li Chen. Tubuh Li Chen bergetar hebat. Pondasi energinya yang tadinya transparan kini mulai memadat, berubah warna menjadi hitam pekat dengan kilauan bintang.

​Setengah Langkah menuju Inti Emas (Half-Step Golden Core).

​Li Chen melepaskan mayat Penatua Ghost yang kini hanya berupa kulit dan tulang. Ia menarik napas panjang, menstabilkan energi liar yang baru saja ia jarah.

​Ia berjalan menuju Yue Yin yang masih terduduk lemah. Li Chen berlutut di depannya, lalu mengeluarkan sebuah pil pemulih tingkat tinggi yang ia curi dari Kerajaan Wu.

​"Minumlah. Ini akan membantu memulihkan luka dalammu," kata Li Chen lembut, kontras dengan kekejaman yang baru saja ia tunjukkan.

​Yue Yin menelan pil itu, lalu menatap Li Chen dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kau telah tumbuh terlalu cepat, Li Chen. Dalam tiga bulan, kau berubah dari mangsa menjadi predator yang paling menakutkan."

​"Aku harus," jawab Li Chen singkat. "Dunia ini tidak memberi tempat bagi mereka yang lambat."

​Yue Yin menghela napas, mencoba berdiri dengan bantuan bahu Li Chen. "Li Chen, aku tidak bisa memintamu untuk terlibat lebih jauh. Faksi pengkhianat Teratai Berdarah telah bekerja sama dengan Sekte Pedang Langit dari Benua Tengah. Mereka ingin membuka makam leluhurku untuk mendapatkan 'Darah Dewa'."

​"Sekte Pedang Langit?" Li Chen mengerutkan kening. Itu adalah salah satu dari tiga sekte penguasa benua ini.

​"Ya. Mereka yang menghancurkan keluargaku," Yue Yin mengepalkan tangannya. "Aku harus pergi ke perbatasan selatan untuk mencari sisa-sisa pengikut ayahku. Tapi jalan ke sana penuh dengan pengepungan."

​Li Chen menatap ke arah Kota Awan Jatuh yang kini dipenuhi api. Ia teringat akan janjinya, dan ia juga teringat akan dendamnya sendiri terhadap sekte-sekte besar yang menindas.

​"Aku akan mengantarmu," kata Li Chen tegas. "Bukan karena aku tertarik pada pusaka sektemu, tapi karena aku butuh musuh yang lebih kuat untuk terus menelan dan tumbuh. Sekte Pedang Langit... mereka terdengar seperti 'makanan' yang sangat bergizi."

​Yue Yin menatap mata merah Li Chen. Di sana, ia tidak melihat kegilaan, melainkan tekad yang tak tergoyahkan. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya ini mungkin adalah satu-satunya variabel yang bisa mengacaukan rencana para raksasa benua ini.

​"Terima kasih, Li Chen," bisik Yue Yin.

​Tiba-tiba, dari arah langit, muncul tujuh kilatan cahaya yang terbang menuju posisi mereka. Itu adalah para pengejar ranah Inti Emas lainnya yang merasakan kematian Penatua Ghost.

​"Mereka datang," kata Li Chen, memegang gagang pedangnya. "Yue Yin, pegangan yang erat. Kita akan menembus pengepungan ini dengan darah mereka sebagai pembuka jalan."

​Li Chen mengangkat Yue Yin ke punggungnya. Dengan satu hentakan kaki yang menghancurkan tanah, ia melesat ke arah langit, menantang tujuh ahli Inti Emas yang sedang mendekat. Malam itu, Hutan Bambu Ungu menjadi saksi kelahiran legenda baru: Sang Penelan Bintang, yang tidak lagi takut pada cahaya, karena ia adalah kegelapan yang akan melahap segalanya.

1
Inyos Sape Sengga
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!