Bagaimana jadinya, jika pernikahan harus terjadi akibat tersebarnya sebuah video mesum? Itulah yang dialami Raisa dan Naufal. Dua orang yang memiliki sifat sangat berbeda, terpaksa harus hidup bersama diumur yang masih sangat muda.
Penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti cerita selanjutnya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Bebeb Naufal
Apa mungkin pak Nathan yang kasih tahu? tapi kan dia udah janji nggak bakal bilang sama orang-orang. Gue harus cari tahu siapa orang yang melakukan ini terhadap gue dan Naufal.
Raisa menghubungi Naufal, namun tidak ada jawaban.
"Pasti dia lagi dipanggil juga sekarang. Gimana nih?".
"Nggak diangkat ya? udah kita tunggu aja sampai pak Nathan datang. Nunggu di bawa tangga kayak gini lebih aman daripada nunggu di luar. Bisa-bisa dapat omelan fans fanatik Naufa lo kalau keluar" ujar Dara.
"Iya sih" kata Raisa, kelihatan cemas.
Ia lebih mengkhawatirkan keadaan Naufal daripada keadaannya sendiri.
Beberapa saat kemudian, terlihat Nathan berjalan di koridor sekolah.
"Eh Raisa, lihat tuh pak Nathan udah datang" tunjuk Sevia.
"Tarik dia kesini guys, gue mau bicara empat mata sama dia" suruh Raisa.
Ketiga sahabatnya itu langsung bergerak setelah mendapat perintah dari Raisa. Diseretnya Nathan yang sedang berjalan, masuk ke bawah tangga.
"Eh ada apa ini? kenapa kalian tarik-tarik saya?" tanya Nathan kebingungan.
"Udah diam pak. Raisa mau bicara penting sama bapak" ucap Serly.
"Kecewa loh saya pak, kalau kejadian ini benar" tambah Dara.
"Kejadian apa maksudnya?".
"Udah bapak nggak usah pura-pura nggak tahu deh. Pokoknya bapak bicara jujur sama Raisa sekarang" sahut Sevia.
Akhirnya mereka sudah membawa Nathan bertemu dengan Raisa yang kini sedang menatap tajam ke arahnya.
"Raisa sebenarnya ada apa ini?".
"Guys, jaga di depan. Gue mau bicara sama orang ini dulu" kata Raisa.
"Oke" ketiganya berdiri di dekat tangga, untuk menutupi pembicaraan Raisa dan Nathan.
"Jujur deh kak, kakak kan yang bocorin pernikahan aku dengan Naufal? apa segitunya kakak suka sama aku sampai harus ngehancurin rumah tangga orang?".
"Apa? berita pernikahan kamu bocor? bukan kakak yang kasih tahu kok, sumpah. Kakak kan udah janji sama kamu untuk nggak kasih tahu".
"Terus kalau bukan kakak siapa lagi? teman geng aku nggak mungkin kasih tahu, dan yang tahu baru-baru ini cuma kakak doang. Jadi siapa lagi?".
"Raisa, kakak tahu kamu lagi kesal sekarang. Tapi, beneran bukan kakak pelakunya. Kakak janji akan menemukan pelaku dibalik ini semua".
"Oke aku kasih satu kesempatan ke kakak untuk buktiin kalau bukan kakak pelakunya".
"Iya, kakak janji akan menemukan orang itu".
"Oke. Kak Nathan bisa pergi sekarang".
"Guys, kasih kak Nathan jalan keluar" lanjut Raisa.
"Eh udah selesai? cepat banget" kata Sevia.
"Dadah calon suami masa depan" ucap Dara melambai ke arah Nathan yang berlalu pergi.
"Ganjen banget sih. Orang itu yang bikin ngebocorin pernikahan Raisa, malah bilangnya calon suami" ucap Serly.
"Kayaknya bukan kak Nathan deh" kata Raisa.
"Terus siapa?" tanya Sevia.
"Gue nggak tahu juga" jawab Raisa.
Tiba-tiba muncul salah satu murid memberitahukan bahwa Raisa dipanggil ke ruang guru.
"Guys doain aku semoga nggak dikeluarin ya".
"Pasti kita doain kok. Semangat".
Raisa merasa lebih tenang, setelah mendapat dukungan dari para sahabatnya.
Ia masuk ke dalam ruang guru dan langsung mendapat tatapan kasihan dari semua guru.
"Silahkan duduk Raisa" ucap kepala sekolah.
"Dari gosip yang bapak dengar, apa benar kamu sudah menikah dengan Naufal?" lanjutnya.
"Benar pak".
"Bapak tidak mempermasalahkan soal pernikahan kamu, karena itu memang hak kamu. Disini bapak bukan ingin menghukum atau mengeluarkan kamu dari sekolah, karena sangat disayangkan kalau harus keluar saat sebulan lagi kalian akan Ujian Nasional".
"Jadi bapak panggil saya karena apa ya?".
"Bapak cuma mau menguatkan kamu aja dari orang-orang yang bicarain kamu dan kalau bisa jangan dulu hamil sampai ujian kamu selesai"
"Tenang saja pak, saya tidak peduli perkataan mereka kok. Saya juga sudah memutuskan dengan Naufal untuk belum mempunyai anak" ujar Raisa.
"Bagus kalau begitu. Sekali lagi bapak ucapkan selamat ya untuk pernikahan kamu".
"Terima kasih pak".
Raisa lega akhirnya pernikahannya tidak disembunyikan lagi, dan juga banyak yang mendukung pernikahannya.
Saat akan keluar dari ruang guru, ia berpapasan dengan pak Retno yang ingin masuk.
"Udah nikah aja ya kamu, selamat ya".
"Makasih loh pak. Bapak kapan nih? masa sampai sekarang jomblo terus, ingat umur pak" ledek Raisa, kemudian berlari pergi sebelum mendapat kata-kata mutiara.
Kok jomblo ngenes kali aku ini. Gumam pak Retno.
Raisa kembali bertemu dengan anggota gengnya yang lain dengan wajah berseri-seri.
"Wah lagi senang nih, pasti nggak dihukum dan dikeluarin ya?" duga Dara.
"Iya dong" jawab Raisa.
Hp Raisa berdering tanda panggilan masuk. Dilihatnya nama 'Suami Ganteng' terpampang dilayar hpnya, dengan cepat ia langsung mengangkatnya.
Beb dimana? kamu nggak apa-apa kan? aku khawatir banget loh.
Ketiga sahabatnya sangat syok mendengar Raisa memanggil Naufal dengan sebutan beb.
"Waw, Naufal ternyata luluh juga ya sama Raisa" ucap Sevia.
"Iya sampai mau dipanggil beb lagi, emang udah bucin sih mereka berdua kayaknya" sambung Serly.
"Udah pergi aja yuk. Hati gue meronta-ronta nih dengar dia ngobrol" sahut Dara, yang mendapat persetujuan yang lain.
Kembali ke percakapan telepon Raisa dan Naufal.
Aku nggak apa-apa kok. Untungnya semua gurunya baik dan tetapi pertahanin aku di sekolah ini. Tapi aku tetap ingin cari tahu siapa pelaku dibalik ini semua.
Iya beb, aku juga mau cari tahu siapa orangnya. Kesal banget aku tuh.
Udah nggak usah kesal-kesal lagi. Aku juga udah nyuruh teman-teman aku yang lain untuk cari tahu. Aku curiga Dani yang lakuin ini.
Dani? Dani yang dulu kamu bilang teman basket kamu itu?.
Iya. Banyak teman aku yang lain bilang, kalau dia iri sama aku, tapi nggak tahu benar atau tidak sih.
Pasti benar lah. Kamu kan sempurna beb.
Nggak ada yang sempurna di dunia ini.
Tapi dimata aku, kamu sempurna kok.
Mulai deh gombalnya. Oh iya, sebentar malam kita makan diluar ya.
Kenapa begitu? bukannya mau hemat?.
Aku gajian hari ini. Sekali-kali beli makanan yang enak walaupun cuma bisa sebulan sekali.
Yeayyy aku senang banget beb. Oh iya nanti pulang sekolah nggak usah masak buat aku ya.
Kenapa begitu?.
Aku makan mie instan aja yang langsung diseduh. Aku nggak tega lihat kamu masak terus buat aku.
Nggak apa-apa, aku nggak keberatan kok. Nanti aku masakin ya, kamu mau makan apa?.
Hmm..terserah aja. Semua masakan suami aku, aku suka kok.
Oke nanti aku masakin yang spesial untuk kamu. Udah dulu ya beb, aku udah mau masuk kelas.
Iya beb. Semangat belajarnya. Cium jauhnya mana?.
Cium jauh apa?.
Ih kok kamu nggak peka dari dulu sih. Cium jauh kayak gini nih, muaaaahh.
Tiba-tiba sambungan telepon berakhir sebelum Naufal membalas ciuman jauhnya.
"Ih kok dimatiin sih, jahat banget" kesal Raisa.
Kemudian, muncul notifikasi chat dari Naufal yang mengirimkan gambar. Setelah Raisa buka, ternyata itu adalah foto Naufal dengan menunjukkan simbol hati menggunakan tangannya, dia juga mengirimkan sebuah pesan.
Maaf ya, gurunya udah masuk jadi aku matiin teleponnya. Cuma gambar ini doang yang bisa aku kasih sekarang, ciuman aslinya nyusul di rumah ya 😘.
Raisa berjingkrak kegirangan melihat pesan yang dikirimkan Naufal.
"Astaga-astaga kenapa dia jadi so sweet banget gini sih, tambah sayang deh. Love you bebeb".
Mampir thor🙋🙋