NovelToon NovelToon
Suami Keduaku

Suami Keduaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina Warsiati

Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.

Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Iblis Berdarah Manusia

Kini Beverly telah masuk bersama Sbastian.

Dia terus bersembunyi di belakang Sbastian tanpa melihat sesuatu yang ada di depannya.

"jangan takut"kata Sbastian kembali menenangkannya.

Keduanya pun akhirnya sampai di ruangan direktur.

Beverly masih menundukkan kepalanya karena takut

Beverly Keyla Jovanka

"nona Beverly.. kemarilah!!"panggil direktur itu yang tak lain adalah Kenzie .

Nicolas Kenzie Shaquillendra

"suara ini... seperti aku pernah mendengarnya"gumam Beverly namun masih saja menundukkan wajahnya tanpa mau menatap orang yang ada di hadapannya.

"pak kepala Sbastian... tolong keluarlah"perintah Kenzie yang kini mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Beverly yang masih tertunduk.

"benar...suara ini seperti..."kata Beverly belum sempat melanjutkan ucapannya karena dengan segera dia mendongakkan kepalanya menghadap ke arah laki laki di hadapannya

"aaaaakkk"

"kamu"kata Beverly dengan raut wajah keterkejutannya.

"baa...baa..bagimana bisa kamu"tunjuk Beverly lagi.

"bev...kamu kenapa?"tanya Sbastian yang tak kalah terkejut karena mendengar teriakan dari Beverly.

"jangan teriak teriak begini...dia adalah seorang iblis berdarah manusia...dia bisa menerkammu kapan saja"gumam sbastian karena takut jika reaksi Beverly yang berteriak bahkan menunjuk nunjuk Kenzie barusan akan membangunkan jumiwa monsternya .

"pak Sbastian. . saya meminta anda untuk keluar sekarang juga"kata Kenzie lagi.

"ta...tapi kan"kata Sbastian.

"tidak ada tapi... keluar"usir Kenzie.

"ah baiklah pak direktur"jawab Sbastian memilih pergi meninggalkan keduanya karena takut juga dengan bentakkan Kenzie.

"dua orang ini kenapa?? sepertinya mereka berdua pernah bertemu sebelumnya"kata Sbastian ketika berada di luar pintu.

Sbastian mencoba menguping keduanya.

Di dalam ruangan itu Beverly nampak gugup akan situasi yang baru dia hadapi saat ini

"kenapa dia berada di ruangan direktur?? apa itu artinya dia adalah direktur baru disini... astagaa apa apaan aku ini.. bagimana aku berurusan dengan direktur baru di hari pertamanya menjabat... tamatlah riwayatku...kenapa aku menjadi seseial ini"gumamnya dengan nerenas kedua tanganbya yang sudah nampak berkeringat.

"kemari"perintah Kenzie yang kini sudah berdiri dan bersender pada meja kerjanya.

Beverly masih nampak diam yak bergeming.

"Beverly aku bilang kemari"kata Kenzie lagi.

Beverly memajukan sedikit tubuhnya ke arah kenzie.

"lebih dekat"kata Kenzie.

Namun Beverly malah tidak bergeming ,dia masih berada di posisinya saat ini

"apa kamu ingin main main dengan saya"kata kenzie.

"siapa yang ingin main main dengan pak direktur...di sini saya yang tertipu oleh baapk....bapak sudah tahu saya karyawan DR Group tapi masih dengan sengaja menanyai soal jabatan saya...dan pura pura seolah olah bapak itu tidak tahu apa apa"kata Beverly dengan mengeritkan kedua alisnya karena merasa di permainkan oleh Kenzie.

"saya kan cuma bertanya...di mana saya menipumu?di mana letak kesalahan saya??"tanya Kenzie masih dengan sorot mata tajamnya menatap ke arah Beverly.

"astaga... sepertinya orang ini benar benar ingin membuatku mati kesal"umpat Beverly.

"sabar sabar bev...dia bukan tandinganmu... walau bagaimanapun dia adalah direkturmu yang baru"gumamnya lagi.

"tidak... bapak tidak bersalah... sayalah yang bersalah"kata Beverly memilih menyudahi perdebatannya karena menurutnya bagaimanapun argumennya nanti dia pasti tidak akan menang melawan direkturnya itu.

"hmm... menarik"gumam Kenzie.

"langsung saja.. ada maksud apa bapak memanggil saya?apa berkaitan dengan proposal yang masih berantakan itu... kalau iya saya minta maaf atas kelalaian saya itu. ..saya yang mengambil tugas itu tapi karena tiga hari yang lalu saya ada masalah keluarga dan harus pulang ke rumah orang tua saya,saya baru menyelesaikannya tadi malam,saya belum sempat merevisi ulang tulisan saya... saya tahu itu adalah kesalahan besar karena telah lalai dalan tanggung jawab...untuk itu sebelum bapak memarahi saya,saya akan meminta maaf terlebih dahulu"kata Beverly panjang lebar dengan menunduk kepalanya.

"apa begini caramu meminta maaf padaku...tanpa melihat ke arahku, sebenarnya siapa yang ingin kau mintai maaf?"tanya Kenzie dengan sorot mata menghardik.

"ehhh"kata Beverly kemudian mendongakkan kepalanya menatap ke arah Kenzie.

"saya minta maaf kepada bapak...maafkan untuk ketidak sopanan saya kali ini... sekali lagi saya minta maaf"kata Beverly, kali ini dia menatap ke arah Kenzie yang berdiri tak jauh dari hadapannya.

Meskipun dengan bibir yang sedikit gemetar dia berusaha sekuat tenaga menatap manik mata milik Kenzie yang sedang menatapnya juga itu.

"saya tidak suka hanya mendengar kalimat permintaan maaf...saya butuh sesuatu yang nyata dari kata permintaan maaf itu" kata Kenzie yang kini memilih berpaling dari Beverly dan melangkahkan kakinya menuju kursi direktur miliknya.

"baik pak...saya akan mengulangi kembali proposal ini.. bapak bisa menunggunya untuk saya revisi terlebih dahulu"kata Beverly.

"hmm . 30 menit"kata Kenzie

"apa?"kata Beverly sedikit berteriak karena terkejut mendengar waktu yang begitu singkat yang Kenzie berikan.

"30 menit atau tidak sama sekali"kata Kenzie lagi.

"ahh iya. iya .. baiklah...saya akan segera melaksanakannya"kata Beverly kemudian mengambil kembali proposal yang tergeletak di meja direktur .

"dasar laki laki tak berperasaan...dia lebih pantas di sebut iblis dari pada manusia..."umpat Beverly.

Entah kenapa Beverly yang tidak biasa membenci seseorang kini malah begitu membenci sosok Kenzie yang kini menjabat sebagai direkturnya.

Menurutnya Kenzie itu tipe tipe orang yang gemar menindas yang lemah, untuk itu Beverly sangat membencinya.

1
Rinny Melanie
lanjut thor
Ila Latifah
aku suka novel2 ka ina warsiati. sayangnya belum ada yg tamat. apakah betul authirnya meninggal dunia?
Dia Dian Purnama: beneran thornya uda meninggal..?
total 1 replies
Lusi Ana
lanjut Thor udah lama nunggu
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
snj mentari
hai kak aku masih pemula untuk menjadi seorang penulis mohon bantu kritik dan sarannya

ku memilihmu karena adikku
Aulia Putry Hermadi
next next next next next GK lanjut2ja
Aulia Putry Hermadi
lanjut Thor🥰💪💪
꧁ঔৣ☬Si paling bener☬ঔৣ꧂
keren
Aprilda Lubis Ida
Noveltoon banyak cerita novel yang tertunda Tampa kelanjutan nya
Mifta Amie
lah dlanjut gk si thor dh debuan pula
Ratna Wati
lanjut kk semangat soaye ceritanya seru mau lihat Indra yg sudah menyiapkan istri pertamanya terus bagaimana reaksinya klu sahabatnya menikah dgn mantan istrinya up tiap hari ya kk
Hamza lia
gk jelas
Hamza lia
bagus bgt ni novel
Kenik Astuti
knp sih thor novelnya ngegantung smua....ga ada yg slesai....ga usah bnyak² thor novelnya yg pnting slesai
FeVey
lumayan dapat taxi gratisan....
Dinny Marni
ya Allah aku senyum senyum sendiri jadinya...😀
Teteh Aja
kapan up lg sumi keduku nya nungguin banget
Yulistiani Hamid
ka knpa ya nga up up penasaran bget
Atha
plis up lagi
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Atha
ka up lagi dong,,,ko udah segini doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!