"Aku bersyukur Tuhan mengirim kamu untukku dan Alicia. Terimakasih sudah menerima diriku dan putriku" ~ Adhit
Pertemuan tidak sengaja antara Adhitama dengan Clara membuat mereka saling terikat satu sama lain. Clara yang berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Adhit, justru takdir mempertemukan mereka kembali.
Clara yang sangat menyayangi Alicia terpaksa menerima lamaran Adhit untuk menjadi istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Acara Lamaran
Adhit sudah bersiap-siap dengan stelan formalnya. Ia hari ini akan membawa keluarganya untuk melamar Clara. Alicia juga sudah siap dengan dress cantik warna navy dengan rambut yang di biarkan digerai begitu saja.
Ayah dan anak itu segera menuju ke rumah utama keluarga Syahreza untuk menjemput keluarganya.
"Mam, apa semuanya sudah siap? " tanya Adhit pada Nadine saat sudah berada di rumah orang tuanya.
"Sudah nak, semuanya sudah siap. Mulai dari hantaran yang akan di bawa semuanya sudah disiapkan Bibimu" jawab Nadine pada putranya.
"Apa Bibi Melisa pulang Mam? " tanya Adhit saat mendengar ibunya menyebut Bibinya.
"Iya nak, semalam Bibimu pulang bersama anak dan suaminya, setelah Mamy mengatakan kalau kamu akan menikah" jawab Nadine sumringah.
Melisa yang melihat keponakannya sedang berbicara dengan kakaknya segera menghampiri mereka berdua.
"Hallo keponakan tampan Bibi" sapa Melisa saat sudah berada di dekat Adhit.
"Bibi, apa kabar? Aku sangat merindukanmu, sudah lama sekali Bibi tidak pulang bukan? Terakhir kali Bibi pulang sewaktu putriku baru lahir" ucap Adhit dan langsung memeluk adik dari Mamynya.
"Bibi baik nak, Bibi juga merindukanmu, makanya setelah Kak Nadine menelphon Bibi dan mengatakan kamu akan menikah. Bibi langsung terbang ke sini" jawab Melisa setelah melepaskan pelukan keponakannya.
Adhit hanya tersenyum "Paman dimana Bibi?" tanya Adhit dan menoleh ke arah dalam untuk melihat keberadaan suami dari Melisa.
"Pamanmu ada di dalam kamar bersama Kevlar" ucap Melisa lalu dia melirik gadis cantik yang ada di samping keponakannya.
"Hallo anak cantik, kamu tidak ingat dengan Nenek? " tanya Melisa saat melihat Alicia hanya diam saja berdiri disamping Adhit.
Alicia hanya diam saat Melisa menyapanya, karena dia bertemu dengan adik dari Neneknya itu sewaktu dia masih bayi.
"Sayang, ini Nenek Melisa adik dari Nenek Nadine" ucap Adhit pada putrinya. Namun Alicia tetap saja diam, hanya sedikit menarik sudut bibirnya.
"Sudahlah tidak apa-apa nak, putrimu mana ingat dengan Bibi Adhit. Waktu itu kan dia masih bayi" ucap Melisa pada ponakannya.
Kemudian Adhit dan Melisa segera mengentikan obrolan mereka karena anggota keluarga yang lain sudah berkumpul di ruang tamu.
"Ayo kita berangkat, nanti kita terlambat" ucap Adinata pada keluarganya. Mereka segera naik ke mobil masing-masing. Di mobil Adhit ada Dira dan Alicia. Sedangkan sisanya ada di mobil lainnya.
Keluarga Adhitama sudah berada di kediaman keluarga Clara, mereka membawa hantaran untuk seserahan lamaran. Abi yang sudah berada di depan langsung menyambut tamunya itu.
"Selamat datang Tuan Adinata" sapa Abi pada calon besannya itu.
"Wah Abimanyu, jangan memanggilku begitu. Kamu seperti orang asing saja. Bagaimana kabarmu Abi? " tanya Adinata sambil menjabat tangan Abimanyu.
Abi langsung terkekeh "Kabarku baik Adi, kabarmu bagaimana? Sudah lama aku tidak melihatmu, akhirnya kita bertemu kembali melalui anak-anak kita ya" jawab Abimanyu menepuk pundak teman lamanya itu.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik Abi. Benar sekali kita kita sudah lama tidak bertemu dan sekarang kita bertemu sebagai calon besan" Adi tersenyum hangat.
"Kamu benar Adi, mari masuk semuanya" ucap Abi mempersilahkan para tamu untuk masuk.
Setelah semua tamunya duduk, Talita dan Vania segera menjemput Clara ke kamarnya. Semua mata tertuju pada gadis yang baru saja turun dengan digandeng dua orang perempuan disebelahnya.
"Mas Adhit, lihat itu kak Clara cantik sekali" bisik Dira pada kakaknya. Adhit kemudian mengarahkan pandangannya sesuai yang dikatakan adiknya. Seperti dugaan Talita, Adhit tidak berkedip melihat Clara.
"Iya, Bibi Clara cantik sekali Bibi" ucap Alicia yang duduk di pangkuan Indira.
"Iya sayang" kemudian mencubit gemas pipi keponakannya itu.
"Wah Dhit, calon istri kamu memang cantik nak" puji Melisa pada ponakannya.
Adhit hanya tersenyum dan tidak mengalihkan pandangannya dari Clara.
(Kenapa dia bisa jadi secantik ini) gumam Adhit dalam hati.
Kemudian acara segera dimulai dan dibuka oleh MC yang merupakan keluarga dari Clara. Semua orang tersenyum bahagia saat prosesi lamaran dilaksanakan. Selesai acara lamaran dan tukar cincin, Vania segera mempersilahkan tamunya untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
"Silahkan di nikmati hidangannya" ucap Vania pada tamunya.
"Wah ini enak sekali, pesan dimana makanannya mba?" tanya Nadine pada Vania.
"Ahh, semuanya saya yang masak mba" jawab Vania.
"Saya harus belajar masak nih sama calon besan" ucap Nadine pada Vania.
"Mba Nadine terlalu berlebihan, saya jadi malu" ucap Vania sungkan.
Semua orang menikmati hidangan yang disediakan oleh Tuan Rumah. Mereka tampak sangat menyukai makanan itu, sehingga membuat Vania mengembangkan senyumnya.
Selesai menikmati hidangan yang sudah disediakan, mereka berbincang-bincang sebentar lalu berpamitan untuk pulang. Kecuali Adhit, karena Alicia belum mau pulang karena ingin bermain bersama Adelia. Akhirnya Dira pulang bersama Papi dan Maminya.
Clara sudah kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian. Kemudian ia turun ke bawah untuk menemani Alicia dan keponakannya bermain. Mereka bermain kejar-kejaran di taman belakang. Sesekali terdengar gelak tawa diantara mereka. Sementara Adhit sedang berbincang dengan Gilang membicarakan bisnis. Setelah lelah bermain, gadis-gadis kecil itu menghampiri Clara dan minta di gendong oleh Bibinya itu. Sehingga mau tidak mau Clara menggendong keduanya. Clara duduk berjongkok dan menyuruh keduanya untuk mendekat. Dengan susah payah Clara mencoba berdiri.
(Astaga, ternyata mereka tidaklah ringan) Clara berjalan masuk ke dalam rumah dengan napas tersengal-sengal karena menggendong kedua bocah yang sudah tertidur dalam gendongannya, setelah kelelahan bermain.
Adhit yang melihat Clara kesusahan menggendong kedua bocah itu langsung menghampirinya.
"Biar aku yang gendong Alicia" ucapnya pada Clara kemudian mengambil alih tubuh Alicia ke dalam gendonganya. Kemudian Clara segera beranjak dari sana menuju ke kamar Talita untuk membaringkan Adelia.
"Adelia tidur dek?" tanya Talita tiba-tiba saat sudah berada di dalam kamarnya. Tadi dia diberitahu Gilang kalau Adelia sudah tidur dan sedang di bawa Clara ke kamar.
"Iya kak, sepertinya dia kelelahan setelah bermain tadi" jawab Clara dan segera beranjak dari kamar kakaknya.
Clara segera menghampiri Adhit yang sedang duduk di sofa sambil memangku Alicia yang sudah tertidur lelap.
"Alicia tidurkan dikamarku saja" ucapnya pada Adhit dan mengajak laki-laki itu ke kamarnya. Karena tubuhnya sudah sangat lelah dan tidak bisa menggendong Alicia untuk naik ke lantai dua.
Setelah menidurkan Alicia, Adhit duduk di sofa yang ada di kamar Clara. Ia melirik Clara yang sedang duduk di tepi tempat tidur. Ia melihat Clara sudah berapa kali menguap menahan kantuk yang sudah menghinggapinya.
"Kamu istirahat saja, biar aku tunggu disini sampai Alicia bangun" ucap Adhit pada Clara.
"Baiklah, aku sudah sangat lelah" jawab Clara dan langsung berbaring disebelah Alicia. Clara memeluk tubuh gadis kecil itu dan segera memejamkan matanya. Entah berapa lama dia tidur sampai ia terbangun karena Alicia menciumi wajahnya.
"Bibi bangun" ucapnya membangunkan Clara. Clara langsung mengerjapkan kedua matanya dan segera melihat wajah Alicia di sampingnya.
"Iya sayang, Bibi bangun" Kemudian segera bangkit dan menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur. Ia melirik jam dinding sudah menunjukkakan pukul 7 malam.
(Astaga, lama juga aku tertidur) kemudian ia melirik ke arah sofa tempat Adhit duduk tadi. Ternyata laki-laki itu juga sudah tidur karena kelamaan menunggu putrinya bangun tidur.
"Sayang, cepat kamu bangunkan Daddymu" pinta Clara pada Alicia.
"Oke Bibi" Alicia segera turun dari tempat tidur dan membangunkan Ayahnya. Clara memperhatikan gadis itu membangunkan Adhit.
"Daddy, bangun" ucapnya dengan menepuk-nepuk wajah Adhit. Adhit langsung mengerjapkan matanya dan segera duduk.
"Iya sayang, Daddy bangun" Adhit mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa kantuk yang belum hilang.
"Makan malam dulu, setelah itu baru pulang" ucap Clara saat melihat Adhit sudah bangkit dari sofa.
"Baiklah, mari kita turun sayang" Adhit langsung meraih tangan Alicia dan membawanya turun. Kemudian segera disusul oleh Clara.
Setelah makan malam, Adhit pamit pulang bersama Alicia. Sebenarnya Clara enggan sekali berpisah dari Alicia, begitupula gadis itu. Namun akhirnya Alicia tetap pulang bersama Adhit meskipun terjadi drama terlebih dahulu.
***********
Setelah hari lamaran, mereka bekerja seperti biasa. Clara mengajukan resign seperti yang diminta Adhit. Karena pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi.
"Ra, kamu serius berhenti kerja? " tanya Agni yang sudah berdiri di dekat meja Clara.
"Iya Agni, aku serius. Kamu datang ya ke acara pernikahanku. Awas ya kalau kamu tidak datang" ucap Clara sambil membereskan barang-barangnya.
"Iya, tentu saja aku datang ke hari bahagia sahabat tersayang aku" jawab Agni dan membantu Clara membereskan mejanya.
Saat mereka sedang beres-beres datang seseorang menghampiri meja Clara "Claretta, ini untukmu" ucap Renata memberikan kado untuk Clara.
"Makasih mba Renata, maaf ya aku tidak mengundang mba Renata, karena acaranya private" ucap Clara sungkan.
"Iya tidak apa-apa Claretta, semoga lancar ya acaranya dan jadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah" doa Renata tulus.
"Aamiin" Clara dan Agni mengaminkan doa Renata.
Semua rekan kerja Clara memberikan selamat kepadanya. Semuanya tidak ada yang mengetahui kalau calon suami Clara adalah Adhitama, yang mengetahuinya hanya Agni saja.
"Ra, mereka semua tidak tau saja siapa calon suami kamu. Kalau tau, bakalan heboh satu kantor" Agni tertawa setelah mengatakan hal itu.
Clara hanya diam dan tidak menanggapi celotehan Agni. Clara kembali memeriksa apa ada barangnya yang tertinggal. Kemudian ia segera turun ke bawah ditemani oleh Agni.
"Hati-hati ya Ra, sampai jumpa di hari bahagiamu" ujar Agni.
"Oke Agni, aku pulang dulu ya" Clara segera melajukan mobilnya meninggalkan gedung perkantoran tempat ia bekerja hampir dua tahun lamanya.
sudah 2x loh kyk gitu kasian kan Alicia ny thor