NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:500.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yulia Nofika

Ardan Putra Anjaya seorang dosen lulusan khairo di Universitas Trisakti Bangsa. Penerus satu-satunya keluarga Anjaya. Demi bakti pada orang tua Ardan menerima perjodohan dengan wanita pilihan sang Bunda.

Zahwa Andana Srinata salah satu mahasiswa tempat Ardan mengajar. Memiliki paras yang cantik dan budi pekerti yang baik membuat Marwa menjadi idola kampus, tak ada lelaki yang tak tertarik dengannya. Namun prinsip warna tetap teguh tiada kata pacaran sebelum menikah sesuai ajaran orang tuanya.

Akankah pernikahan Ardan dan Zahwa berakhir bahagia? jika disaat benih cinta mulai muncul kedatangan orang masa lalu yang tak lain adalah kakak dari Zahwa datang untuk menagih janji Ardan untuk menikahinya? apakah yang akan dilakukan Ardan mempertahankan pernikahannya atau justru meninggalkan Zahwa demi sang kakak istrinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Nofika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Menyakitkan

Seminggu telah berlalu dari pertemuan waktu itu, selama itupula Ardan selalu menghindar dari Zahwa. Ia selalu menghabiskan waktunya di Kantor dan pulang larut malam disaat Zahwa terlah tertidur, dan pergi pagi hari disaat Zahwa sibuk dengan rutinitasnya.

Tak ada apapun interaksi antar keduanya, jangankan untuk berbicara bertegur sapa saja sangat susah. Ardan bahkan selalu saja menghindar saat Zahwa ingin berbicara.

Ada rasa sakit yang menimpa Ardan kala harus bersikap seperti ini. Tapi rasa takutnya lebih besar jika Ia harus berbicara dan bersama dengan Zahwa.

Zahwa sendiri masih cukup barsabar melihat perubahan suaminya. Sakit? tentu saja pernikahan yang bahkan baru seumur jagung kini mulai merenggang. Setiap malam tangis dalam kebisuan yang selalu menemaninya menunggu kepulangan Ardan, mencoba memahami semua perubahan suaminya.

Kesakitan kian ia rasakan, ingin rasanya mengakhiri semua masalah yang bahkan dia sendiri tak tau penyebabnya.

...

"Awa kamu ada masalah?" tanya Ratna karena dari tadi Zahwa lebih banyak diam tak seperti biasanya.

"Gak kok Na, aku baik-baik saja" Zahwa tersenyum meyakitkan sahabatnya itu. Dia tidak ingin masalah rumahtangganya sampai diketahui orang lain, termasuk sahabatnya sendiri.

Ratna dan Arin hanya diam mendengar jawaban Zahwa, tanpa diberitahupun mereka yakin jika kini Zahwa sedang ada masalah dengan suaminya. Selama seminggu ini mereka selalu memperhatikan keduanya, Zahwa selalu membawa mobil sendiri ke kampus tak lagi bersama Ardan. Saat makan siangpun Ardan tak pernah lagi bergabung bersama mereka.

Namun begitu mereka juga tak ingin ikut campur dalam masalah keduanya, mereka hanya berharap apapun masalah yang terjadi pada sahabatnya itu cepat selesai.

.

Di kantor Ardan hanya banyak terdiam dari tadi, tumpukan berkas yang baru saja diantarkan sekretaris papanya belum Ia sentuh sama sekali.

Fikirannya kacau sekarang, raut wajah kesedihan Zahwa dan isak tangis yang selalu Ia dengar setiap malam kini benar-benar mengganggu fikirannya.

Sampai suata ketukan pintu yang kesekian kalinya baru menyadarkan Ardan.

"Masuk"

"Maaf pak, diluar ada yang ingin bertemu bapak" ucap seseorang yang kini sedang berdiri di pintu ruangan Ardan.

Tak lama setelah pintu tertutup, seseorang baru dikenal Ardan masuk dengan kepala yang masih dibalut perban.

"Apa saya mengganggu?"tanya Adam saat telah berada di dalam ruangan Ardan.

"Tidak sama sekali, justru saya penasaran ada apa kamu kesini Adam" jawab Ardan yang memang penasaran akan kedatangan Adam yang tiba-tiba.

"Masalah Zahwa dan Marwa"...

****

Siang ini Zahwa mendatangi Marwa ke Apartemen, tadi kakaknya mengabari ingin memberitahukan sesuatu padanya, itulah sebabnya Zahwa lebih memilih menemui Marwa di Apartemen agar lebih leluasa berbicara.

"Kamu sudah datang dari tadi" tanya Marwa saat mendapati Zahwa yang telah duduk santai du kursi tamu.

"Tidak kak, aku baru saja sampai. Kakak baik-baik saja?" tanya Zahwa saat melihat lingkaran hitam dimata Marwa.

"Ya" Marwa hanya menjawab begitu singkat, jawaban itu membuat Zahwa bertanya-tanya kenapa kakaknya terkesan begitu dingin padanya.

"Ada yang ingun ku sampaikan padamu" Marwa menyerahkan sebuah lembaran kertas ketangan adiknya.

Zahwa memperhatikan kertas itu dengan teliti, kertas yang telah terlihat lusuh dimakan waktu.

"Ini apa kak?" tanya Zahwa masih memperhatikan kertas ditangannya.

"Buka dan bacalah! nanti kau akan tau jawabannya"

Zahwa semakin penasaran, perlahan Zahwa mulai membuka dan membaca setiap uraian kata yang tertata rapi di kertas lusuh itu.

Bibirnya mengembangkan senyuman saat membaca tiap rangkaian kata ungkapan cinta seseorang kepada kakaknya, makin lama Zahwa semakin larut dalam utaian kata itu hingga matanya terbelalak tak percaya saat melihat rangkaian Nama yang tertera di ujung bawah kertas itu.

"Kak ini maksudnya apa?" tanya Zahwa dengan mata memerah menahan air yang mendesak ingin keluar.

"Kamu cukup pintar untuk mengartikan surat itu Zahwa"

Zahwa menutup matanya menahan sesak di dadanya. Kenyataan ini sangat menyakitkan baginya, suaminya orang yang telah memberikan kebahagiaan untuknya, yang telah mampu memporak-porandakan hatinya dan membuatnya merasakan cinta ternyata adalah laki-laki yang dicintai kakaknya.

"Sekarang kamu tahukan siapa laki-laki yang selama ini aku ceritakan padamu"

Zahwa masih saja terdiam, dia benar-benar shok menerima kenyataan ini.

"Kembalikan dia padaku!"

"Permintaan yang terucap lantang dari mulut Marwa membuat Zahwa mengalihkan pandangannya pada kakaknya itu. Zahwa dapat melihat kesunguhan yang terpancar dari sorot mata kakaknya.

"Tapi dia suamiku kak"Zahwa menatap dalam mata kakaknya, berharap apa yang diucapkannya tidak sungguhan.

"Kalian menikah hanya karena perjodohan, aku yakin dia tidak mencintaimu, dia pasti hanya memenuhu keinginan orang tuanya. Sekarang aku bertanya apa pernah dia menyatakan perasaannya padamu"

Zahwa hanya terdiam mendapat pertanyaan dari Marwa, tidak tahu harus menjawab apa. Selama ini Aardan memang tak pernah mengungkapkan kata-kata cinta untuknya tapi sukap yang ditunjukkan selama ini, lalu itu apa maksudnya.

"Tidakkan, tapi dia pernah menyatakannya pada ku dan berjanji akan menungguku sampai aku lulus kuliah dan dia akan menikahiku bila saat itu tiba"

"Jadi sekarang kau fikirkan baik-baik, apa kau akan tetap hidup dengan orang yang tak mencintaimu atau melepaskannya"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Marwa langsung berlalu menuju kamarnya tanpa mempedulikan bagaimana perasaan adiknya sekarang.

Zahwa masih tetap terduduk dibangku yang semula didudukinya, apa yang harus dilakukannya sekarang. Semua perhatian dan prilaku romantis ardan berputar silih berganti dengan sikapnya seminggu terakhir ini setelah pertemuan dengan Marwa menari-nari di fikirannya.

.

.

.

.

.

1
Amara Agustina
kog gak ada lanjutannya kak..jadi ngegantung ceritanya
Eliani Elly
lanjutk lagi
Eliani Elly
next
Eliani Elly
next lagi
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
teti kurniawati
mampir ya di novel aku "Cinta berakhir di lampu merah. "
Eliani Elly
Masih banyak typo nya thor
Ningsih✨🌹
d tnggu kak up ny kak
Sri Suwarsih
mulai baca seperti nya menarik
langsung saja aku kasih vote
Abdul Rahim
Lanjut thor, makin seru nih !
Fadil Alfarizi
lanjut donk cerita ny,,,
Neti Jalia
10 like untukmu🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Eva Susanti
😴😴😴😴😴😴😴 yaman nya
Dian Pramita
iya bener.. kakaknya gada akhlak sekaleeeeee🤦🤦🤦
Dian Pramita
kebahagiaan sdikit ke ganggu dgn kmbali nya kk Zahwa dr Kairo... konflik dimulai 🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!