"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIGA PULUH TIGA
"Bagaimana kita bisa mencari orang yang sudah mati, tuan Joseph" Ujar seorang anak buah yang mendapat tugas untuk mencari keberadaan istri dari atasan mereka
"Entahlah, tapi tuan Arjuna ingin agar nona segera ditemukan" Joseph juga tidak mengerti, Arjuna menolak untuk percaya jika mayat yang telah ditemukan itu adalah Aluna istrinya
"Kami sudah dari rumah sakit, mayat wanita itu telah dibawa oleh keluarganya setelah selesai menjalani otopsi, dan itu memang nona Aluna" Seorang pria menjelaskan
"Apa yang kalian katakan?" Arjuna datang dengan wajah dingin yang menusuk
Semua menundukkan kepalanya termasuk Joseph, Mereka jelas akan mendapat pukulan jika salah bicara sedikit saja
"Ada apa ini? Apa kalian sudah menemukan istri saya?" Tanya Arjuna
"Maaf tuan, kami sedang melakukan pencarian. Beberapa anak buah juga sudah disebar hingga keluar kota ini" Jelas Joseph
"Lalu siapa yang dimakamkan?"
"Pihak rumah sakit sudah menyerahkan mayat wanita yang ditemukan itu pada keluarga nya" Ujar salah seorang anggota dengan wajah pucat
"Lalu?"
"Nyonya Diah membawa mayat itu untuk dimakamkan"
Arjuna diam, dadanya seperti ditimpa beban berton-ton beratnya. Dimakamkan? Apa dia benar Alunanya? Rasanya tidak mungkin
"Terus lakukan pencarian! Saya yakin jika itu bukan istri saya, istri dan anak-anak saya masih hidup, mengerti kalian"
Setelah mengatakan itu Arjuna berlalu menaiki tangga, meninggalkan para anak buah yang tidak tau harus melakukan apa
Bagaimana caranya mereka menemukan seseorang yang jelas-jelas telah dimakamkan, tidak mungkin juga membawa mayat yang tidak bernyawa kehadapan majikannya
"Lakukan apa yang tuan perintahkan! Jangan menolak apalagi membantah jika kalian masih ingin hidup!" Kata Joseph
"Baik tuan"
Didalam kamar
Arjuna mengamuk dengan membanting beberapa barang, ia tidak tau apa yang kini ia rasakan
Kenapa rasanya begitu menyakitkan, rasanya sama seperti saat dirinya kehilangan sang ibu untuk selama-lamanya
Kenapa Aluna pergi secepat ini, wanita itu pergi dan tidak ingin kembali lagi. Apa kesalahannya hingga semua yang ia sayangi meninggalkan nya
"ALUNA...."
Tengah dalam masalah seperti ini malah orang yang membuat marah datang, Joseph dihadapkan dengan William saat dirinya mengetahui jika Arjuna tengah tidak baik-baik saja
"Maaf tuan, tapi tuan Arjuna sedang tidak ingin bertemu siapapun!" Ucap Joseph yang menyulut emosi William
Dirinya merasa direndahkan oleh seorang pekerja yang tidak berarti apa-apa
"Berani sekali kamu mengatakan itu! Kamu tau siapa saya kan?" William berteriak
"Tentu tuan, tapi maaf. Saya bekerja pada tuan Arjuna dan saat ini tuan Arjuna sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun, anda bisa datang lagi besok"
William mengepalkan tangannya, dirinya merasa diinjak-injak oleh asisten pribadi putranya sendiri
"Saya ayahnya! Berani sekali kamu bersikap kurang ajar seperti ini"
"Sekali lagi maafkan saya tuan" Joseph menunduk
"Joseph" Suara bariton terdengar mendekat, Joseph segera memberi tempat bagi atasannya itu
"William Chandra, ada angin apa hingga membuat anda datang ke rumah saya?" Arjuna duduk diatas sofa lalu meletakkan kaki kanannya diatas kaki kiri
Tatapannya angkuh, seolah orang dihadapannya tidaklah berarti apa-apa
"Apa yang kamu lakukan Arjuna? Bagaimana bisa kamu menghancurkan ayah kandung kamu sendiri?" William tidak berpikir jika putra semata wayangnya sendiri bisa melakukan ini
"Ayah? Apa saya memiliki seorang ayah? Mungkin Anda salah orang, tuan William Chandra"
Arjuna kehilangan sopan santunnya saat berhadapan dengan pria yang telah menghancurkan hidupnya
Semua yang terjadi padanya adalah hasil dari campur tangan William sendiri. Ibunya meninggal, lalu istrinya yang menjadi sugar baby dan wanita yang ia cintai pergi karena William juga
Jika mengikuti kata hati, Arjuna ingin sekali melenyapkan pria dihadapannya ini. Kehancuran ini rasanya belum membuatnya puas
"Tidakkah kamu merasa jika kamu sudah sangat keterlaluan, Arjuna? Kamu menghancurkan apa yang sudah Papa bangun dengan susah payah"
Arjuna terbahak "Apa yang sudah anda lakukan? Perusahaan itu milik ibu saya, apa yang anda punya tuan William?"
"Kamu keterlaluan Arjuna, dengan membeberkan semua ini kamu malah membuat keluarga kita hancur, Opa mungkin akan mati jika mendengar semuanya"
William coba menakuti, ia tahu bagaimana sayangnya Arjuna pada sang kakek. Ia mempertahankan pernikahan bersama Zoya juga karena demi kesehatan Ronald
"Lalu? Bukankah kalian juga menunggu itu? Kita nikmati saja pertunjukan nya William!" Arjuna kembali tertawa, jika seperti ini terus rasanya ia bisa menjadi orang yang tidak waras
"Apa yang kamu inginkan? Perusahaan Bimantara? Kamu akan dapatkan, atau Zoya? Papa tidak akan mengusik rumah tangga kalian lagi"
Ya, William akan memberikan apapun yang putranya inginkan, berita itu harus ditarik kembali karena pencalonan dirinya
Ia telah mengeluarkan banyak uang demi terpilih menjadi kepala daerah dan mimpi itu bisa hancur jika berita ini tidak segera ditarik
"Bimantara memang akan menjadi milikku. Perusahaan itu akan hancur jika dipimpin oleh pria yang hobinya hanya bermain wanita" Kata Arjuna
"Soal Zoya, maaf tapi saya tidak tertarik dengan barang bekas. Saya memang hanya menunggu waktu yang tepat untuk menceraikan wanita murahan itu"
William membeku, tidak ada jalan baginya untuk menyelamatkan nama baiknya. Arjuna tidak main-main dengan ucapannya
"Maafkan Papa, Arjuna. Papa menyesal karena bersalah pada kamu dan ibumu!" William bersungguh-sungguh, marah hanya akan membuat hidupnya semakin hancur saja
"Apa maaf kamu bisa membuat mama saya kembali? Tidak kan?" Arjuna bangkit dari duduknya, tatapannya menghunus tajam bak sebuah pedang
"Saya kehilangan ibu saya karena kamu William, maka saya akan membuat kamu kehilangan segalanya!"
"Papa masih orang tua kamu, Arjuna. Papa yang sudah membuat kamu hadir didunia ini"
William tersentak, napasnya tercekat saat kerah jas yang ia kenakan dicengkeram oleh putranya sendiri
"Berani sekali kamu mengatakan itu, jaga mulutmu atau ku robek, William" Tubuh pria paruh baya itu terduduk di atas sofa
William terbatuk-batuk, sementara Arjuna mengusap tangannya pada jas mahal yang ia kenakan seolah ia merasa sangat jijik telah menyentuh pria seperti William ini
"Usir dia Joseph! Saya tidak ingin melihat dia lagi dirumah ini" Setelah mengatakan itu, William meninggalkan ruang tamu
Jika terus melihat wajah William maka ia bisa saja menghabisinya saat ini juga. Sekarang ia harus fokus untuk menemukan Aluna yang tengah mengandung
"Silahkan tuan!"
William tidak lagi menjawab, pria paruh baya itu bangun dari duduknya lalu melangkah menuju luar rumah
Sebaiknya memang tidak berurusan dengan Arjuna karena nyawanya bisa saja melayang saat ini juga