Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa laluku, Georgio Alexander
Georgio Alexander, merupakan cinta pertama Jovanka saat usianya menginjak tujuh belas tahun. Dan saat awal ia masuk ke universitas. Jovanka bertemu dengan pria itu disaat pertama kali mendaftar ke salah satu kampus di inggris.
Dia merupakan tipe pria penyayang, sabar, dan pengertian akan ke mauan Jovanka. Pria dengan pemikiran dewasa dan yang pasti ia mendukung hobi Jovanka tentang bermusik.
Sedari awal berhubungan Jovanka mengatakan padanya, jika keinginanya adalah menjadi seorang Dj wanita. Pria itu juga yang memberikan Jovanka jalan untuk berlatih, mengasah dan menampilkan bakatnya. Pria itu memperkenalkan Jovanaka pada sahabatnya yang memiliki bisnis di dunia entertaiment.
Teman Georgio itu memiliki banyak tempat hiburan malam yang terkenal di sejumlah negara. Itulah awal karier Jovanka debut sebagia seorang Dj wanita. Jovanka pun akhirnya sering diundang sebagai Dj tamu di beberapa club temannya itu, hingga ia bisa terkenal sperti saat ini.
Dan tak lama dari perkenalannya dengan Sehun. Ayah jovanka sudah berniat akan menjodohkan putrinya itu dengan anak kolega bisnisnya. Dan ternyata Georgio merupaka pria yang akan di jodohkan dengan Jovanka.
Jovanka pun sangat bahagia mendengar kabar itu. Siapa yang akan menolak menikah dengan pujaan hatinya. Awal pertunangan pun sangat membahagiakan bagi Jovanka. Namun, setelah usia hubungan itu berjalan selama dua tahun.
Georgio mulai berubah, pria itu menjadi dingin, dan seakan menjauh bukan seperti yang Jovanka kenal dulu. Ia selalu ada alasan meninggalkannya. Jovanka telah mencoba untuk memperbaiki diri. Bahkan ia yang dulunya selalu bergantung pada Georgio pun berubah. Ia mencoba melakukan apapun sendiri. Georgio yang selalu menemaninya di setiap perform dulu sekarang bisa di katakan tidak pernah lagi.
Jangankan untuk menemani dia ajak bertemu saja nampaknya sangat sulit sekali. Perubahannya semakin nampak, di mana ia selalu memposting foto di sosmednya bersama para wanita sexy. Seorang Georgio pun sekarang sering datang ke pesta, tapi tak pernah lagi mengajak tunangannya.
Padahal dari dulu ia selalu menghargai Jovanka, hingga tak ingin melewatkan waktu bersama. Jovanka teringat, jika perubahan Sehun terjadi semenjak Jovanka menolak untuk berhubungan intim.
Inikah sifat dia sebenarnya? Apakah dia hanya berpura-pura baik selama ini? Kenapa ia berubah begini?
Sampai akhirnya suatu hari, Jovanka menerima tawaran concert tour seasia tenggara yang berjalan sekitar satu tahun. Dan saat itu juga Jovanka ingin mendiskusikannya dengan kekasih hatinya Georgio. Karena ia merasa jika pria itu merupakan orang terpenting yang mendukungnya selama ini. Jovanka pun memutuskan untuk ke kantor tunangannya itu.
Namun, meja asisten Georgio nampak kosong disaat Jovanka ingin meminta izin untuk bertemu dengan atasannya. Akhirnya, Jovanka memutuskan untuk masuk.
Betapa kagetnya Jovanka, disaat melihat kejadian di hadapannya saat ini. Georgio melakukan hal kotor itu di kantor tanpa ada rasa takut maupun malu sedikit pun. Dan parahnya, tanpa pintu yang terkunci.
Sakit rasanya, ingin saat itu juga Jovanka berteriak dan menjambak wanita itu. Namun, ia mengurungkan semuanya. Dan menutup kembali pintu ruangan Sehun saat itu juga. Namun, dengan air mata yang terus menetes, Jovanka melangkahkan kakinya untuk pergi dan masuk kedalam mobil.
Jovanka pun menunggu Georgio di dalam mobil sampai jam pulang kantor. Dan, lagi-lagi pemandangan mesra itu terjadi. Tapi, nampaknya semua pegawai Georgio sudah tau, akan hubungan antara bos dan asistennya itu.
Sejak saat itulah Jovanka menjadi muak untuk menjadi Jovanka si anak manis. Ia pun bertekad untuk hidup sendiri dijalannya, pastinya dengan kemampuannya sendiri. Akhirnya ia menyuruh pengawal pribadinya untuk mencari info tentang asisten itu dan Georgio selama ini.
Tak berselang lama asistennya membawa amplop coklat berisi dokumen dan informasi tentang ke dua manusia laknat itu. Ternyata asisten nya itu memang wanita penghibur yang Georgio bawa dan ia pekerjakan di kantornya. Tak tanggung-tanggung asisten itu sekarang menjadi wanita sosialita dan tinggal di rumah mewah di kawasan elit. Dan semua itu merupakan pemberian calon suaminya.
Aku pun kaget sebab hubungan mereka sudah berjalan lama. Bodohnya aku yang mempercayai pria macam Georgio. Dan saat itu pula aku memutuskan menutup hati ku pada Georgio dan pada semua pria.
Namun, sebelum Jovanka pergi, ia memiliki rencana sebagai tanda perpisahan terakhir untuk Georgio. Keesokan harinya tepat jam 09.00 pagi, ia segera mendatangi kantor Georgio. Dan asisten itu pun tersenyum padanya.
"Selamat pagi, Nona! Apakah anda hendak bertemu CEO? Apa sebelumnya anda sudah membuat janji?" tanya asisten itu.
"Apakah aku harus membuat janji sekedar bertemu tunanganku? Sejak kapan ada peraturan ini? Bukannya kau adalah asisten baru dari Sehun? Kau tak tau jika aku ini tunangannya?" jawab ku dengan kesal.
Tiba-tiba Georgio keluar dari ruangannya.
"Ada apa ini ribut ribut? Jovanka, buat apa kau kesini?" bentak Georgio.
Deg ,,,
Bentakan itu membuat Jovanka hancur, ia yang datang baik-baik ke kantor untuk menemuinya, dan kini ia hanya mendapatkan sebuah bentakan.
"Maafkan aku, Gio, aku hanya merindukan mu kesini, bolehkah aku masuk?" ucap Jovanka yang melihat manik mata Georgio menatap lekat pada wanita itu.
"Masuklah!" ujarnya.
"Apa kau baik-baik saja selama ini, kita jarang ada waktu bersama? Apa kau tak merindukanku?" ujar Jovanka yang berpura-pura baik-baik saja.
"Ada apa ini? Apa maumu sebenarnya, hah? Mengapa kau buang-buang waktu dan hanya menanyakan hal tak penting ini. Pulanglah! Jika kau hanya ingin menyulut amarahku!" jawab Georgio ketus.
Karena ini ada salam terakhir Jovanka untuknya. Bagaimana pun Jovanka sangat mencintai pria ini. Jadi, ia memutuskan untuk memeluknya dan menangis untuknya untuk terakhir kalinya.
"Aku minta maaf, jika selama ini aku kurang baik untukmu. Maafkan aku, aku mencintaimu tulus, Georgio. Baik aku akan pulang aku akan menurut padamu," ujarnya dengan hati yang hancur
"Kau kenapa? Ada apa? maaf jika aku kasar?" ucap Georgio, yang menhentikan langkah Jovanka.
"Aku keluar sebentar, tunggu aku disini!" ujarnya lagi.
Kesempatan itu pun tak di sia-siakan oleh Jovanka. Sebelum dia meninggalkan ruangan itu, Jovanka telah menyiapkan camera pengintai kecil berbentuk sebuah pewangi ruangan di sudut ruangan itu. Dan pastinya tanpa sepengetahuan seorang Georgio. Camera itu pun secara otomatis sudah terkoneksi ke laptop pribadi dan ponselnya.
Ketika Jovanka hendak keluar, ia mendengar pertengkaran kecil antara Sehun dan asistennya. Ternyata asisten Georgio cemburu jika Jovanka datang menemui pria kekar itu. Namun, telinga Jovanka menangkap sebuah kalimat dimana Georgio membela Jovanka selaku tunangannya, meski ia tetap memilih Asistennya. Jovanka pun segera kembali ke sofa ruangan Georgio.
"Kau kenapa, Jo, hmm?" Tanya Georgio.
"Tak apa aku hanya merindukanmu. Tapi, aku harus pulang sekarang. Maaf jika aku mengganggu waktumu," ujar Jovanka.
Nampak, tatapan Georgio bingung akan sikap tunangannya saat itu. Tapi, Jovanka tak peduli hingga Georgio memeluknya dengan erat dan sangat erat.
Disaat itu juga Jovanka ingin menangis kembali. Jovanka pun mencium pipi prianya dan langsung berpamitan untuk pergi.
Ketika aku melangkahkan kaki ku, sebenarnya ada rasa sesak di dadaku. Langkah ku pun terasa semakin berat. Aku menoleh melihat Sehunku untuk terakhir kalinya. Aku pergi, selamat tinggal, Sayang! Jalani lah hidup mu dengan baik! gumam Jovanka dalam hatinya.
Semenjak hari itu, Jovanka melakukan kesibukannya menjadi DJ. Ia berkeliling dunia dan telah menandatangani kontrak konser tour ke beberapa negara untuk satu tahun kedepan. Dan ia pun berencana tinggal bersama Sebastian, tentunya tanpa memberitahu ayahnya terlebih dulu.
Ia pun menyuruh asistennya menutup akses informasi tentang dirinya pada Georgio dan ayahnya. Sebab Jovanka sejak kala itu ingin menjalani hidupnya sendiri tanpa beban dan tekanan. Sampai tiba waktunya ia pulang ke tanah air dan hidup kembali bersama kakaknya.
Sedangkan bukti perselingkuhan Georgio pun sudah penuh tersimpan di laptop dan ponselnya. Dari camera yang ia pasang, sudah terekam kejadian disaat pasangan itu bercumbu mesra setiap hari di ruangan kantornya.
Sampai Georgio meratapi kepergian Jovanka. Disana terekam pula saat dimana sosok Georgio tak bisa mengakses informasi tentang tunangannya. Georgio terlihat marah dan menangis. Namun, tekad Jovanka tak gentar dan tetap dengan pendiriannya yang memilih pergi meninggalkan cintanya selama ini.
Kehilangan dan penyesalan akan terasa disaat masa dan perasaan itu sudah tiada dan pergi jauh. Hargailah perasaan itu selama itu masih berada didekatmu.