NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Adik Angkat (My Love Wahyudi)

Terpaksa Menikah Adik Angkat (My Love Wahyudi)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

Wahyudi seorang dokter berusia 30 tahun. memiliki wajah yang tampan dan begitu humoris membuat ia begitu mudah mendapatkan cinta seorang wanita. namun ketika ia menemukan wanita yang sangat di cintai nya. orang tua nya menolak gadis yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun tersebut. dan ia di jodohkan dengan dengan seorang dokter muda.

Wahyudi Al Rasid. seorang dokter sepesialis bedah berusia 30 tahun.

Sasa alindra gadis cantik berusia 26 tahun seorang sekretaris di perusahaan sahabnya.

Lely asmira seorang dokter muda berparas cantik berusia 25 tahun.

mampu kah Lely asmira mendapkan hati dokter Wahyu. bagaimana perjuangan cinta Lely asmira dan dokter Wahyudi. bagaimana kah nasip Sasa yang terkubur dalam luka yang dalam. sehingga menutup hati untuk siapapun.

masih adakah harapan untuk sasa bisa bersama lagi dengan dokter Wahyudi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

capter 21

Leli hanya menatap punggung lebar pria tersebut dari belakang.

saat Wahyudi sudah sedikit lebih jauh darinya Ia kemudian baru melangkah menuju meja makan.

" Selamat pagi sayang," ucap Marlina saat Lely mencacarkan pantatnya di atas kursi makan tersebut.

" Pagi ma pa," ucap Lely. Ia ingin menyapa Wahyudi. namun Biasanya Tidak pernah pria itu menjawab nya.

" Mas wahyudi gak di sapa?" ucap Marlina yang mengambil roti tawar yang sudah di beri selai coklat tersebut.

Lely memandang Wahyudi yang hanya diam tanpa memandang nya. Jantungnya berdetak dengan cepat. Ia masih mempertimbangkan, apakah Ia menyapa pria es didepan nya atau tidak. Lely sudah mencari gelar untuk calon suami nya tersebut " Pria es " itu sepertinya gelar yang sangat cocok untuk pria yang masih berstatus kakak angkat nya tersebut.

" Pagi mas," ucap Lely yang tidak di jawab Wahyudi. namun Lely seolah tidak mempermasalahkan nya. Ia tersenyum memandang Marlina dan juga Rudy. sambil memakan roti nya.

Lely ingin memberi tau Wahyudi jas nya sudah di gantungnya di lemari pakaian Wahyudi. Lely membatalkan niatnya. dan pada akhirnya Ia hanya menikmati sarapan roti nya yang terasa Ambar.

Ma, pa aku berangkat duluan ya ucap wahyudi ketika Ia sudah menghabiskan sarapannya.

" Kamu nanti bisa kan temanin Lely untuk pesan undangan," ucap Marlina.

" Gak bisa, sibuk. Aku pergi dulu assalamu'alaikum ucap wahyudi yang langsung melangkah pergi.

" Waalaikumsalam.jawab Marlina, Rudy dan juga Lely.

Lely tersenyum begitu manis nya, memperlihatkan deretan gigi nya yang putih. senyum nya yang mampu mengalahkan cerahnya mentari.

" Gak apa ma, Ly bisa kok pilih undangan nya. nanti Ly akan pesan yang warna biru. yang Mas Wahyudi pasti suka," Ucapnya sambil tersenyum imut.

Marlina mengusap pipi Lely ingin rasanya Ia menagis melihat gadis yang ada di depan matanya. sejak awal gadis itu masuk ke rumah nya, tidak pernah sekalipun gadis itu mendapatkan perlakuan yang baik dari putranya. Namun gadis itu selalu bersikap seakan Ia baik-baik saja. senyum nya yang begitu khas selalu di buatnya untuk menutupi perasaannya yang teramat sakit.

" Nanti Mama temani," ucap Marlina.

" Papa juga bisa nemani pilih undangan nya, dan papa paling jago dalam memilih undangan," ucap Rudy yang berusaha untuk menghibur anak angkatnya.

Lely tertawa. " Boleh ma, pa," Ucapnya.

Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya . " Ma, pa. Ly berangkat duluan ya.

" Hati-hati ya sayang," ucap Marlina sambil mencium pipi gadis tersebut.

" Iya Ma," jawab Lely

Leli kemudian mencium tangan. ' Rudi pergi dulu ya Pa," ucapnya.

" Hati-hati ya Anak," ucap Rudi sambil mengusap kepalanya.

Lely berjalan meninggalkan kedua orang tua angkatnya. Ia mengusap air matanya yang mengalir dengan begitu derasnya saat Ia sudah cukup jauh dari Marlina. Ia sudah tidak mampu menahan air matanya Tersebut. Isak tangisnya mulai pecah saat ia membuka pintu mobil nya. Ia tidak ingin melihat kan kepada Marlina tentang perasaannya. Bagi nya tidak ada yang paling berharga dan yang paling di sayanginya selain kedua orang tua angkatnya.

Berulangkali kali Ia menusap air matanya dengan tisu. Lely menjalankan mobilnya.

" Apa Ly kelewatan cengeng?" ucapnya sambil melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit tempat ia bekerja.

Di sepanjang jalan tersebut ia berusaha untuk menghilangkan rasa kesedihannya. Lely berusaha untuk memikirkan hal-hal yang menurut nya lucu. Lely mencoba mengalihkan pikirannya dengan hal-hal yang menurut nya menyenangkan.

Lely turun dari mobil ketika ya sudah merapikan makeup-nya.

Leli berjalan masuk ke dalam rumah sakit,

'Leli," ucap Dea memanggilnya.

Leli memutar badannya mengarah ke arah belakang ia melihat Dea yang baru turun dari mobil nya berjalan mendekat ke arahnya.

" cia-cia calon pengantin baru tuh memang wajahnya selalu berbeda," ucap Dea yang menggodanya.

Leni memegang kedua pipinya. " Berbeda Seperti apa," ucap Lely Yang mengira Dea akan mengatakan bahwa Ia Seperti habis nagis.

" Tambah cantik dan berseri-seri lah," ucap Dea.

Lely kemudian tertawa saat mendengar ucapan sahabatnya itu.

Mereka berjalan menuju ke dalam rumah sakit.

"Gimana foto prewed nya udah siap belum?" tanya Dea yang begitu penasaran ingin melihat foto prawet sahabnya.

" Belum," jawab Lely. Lely begitu tau sifat Sahabat nya tersebut. yang tidak puas bila belum mendapatkan apa yang di inginkan Nya.

"Aku juga pengen dilamar dong," ucap dea sambil tersenyum.

" Ada yang mau kamu nolak," ucap Lely menyindir sahabatnya itu.

" Bukannya nolak hanya saja waktu itu aku belum siap," kilahnya.

" Belum siap terus kita giliran tuh cowok nikah sama cewek lain nangis sambil bilang aku patah hati," ucap Lely mengejek sahabnya itu.

Dea hanya diam saat mendengar ucapan sahabnya. Ia memajukan bibirnya saat mendengar sahabatnya itu mentertawakannya. kedua Dokter cantik itu masuk kedalam gedung rumah sakit yang besar tersebut.

" Pagi Dokter Dea, pagi Dokter Lely," ucap Azuar yang juga baru sampai di rumah sakit.

" Pagi dok," jawab Dea ramah.

" Pagi juga Dok, Ly duluan ya. ucapnya yang mendapatkan angukan kepala dari kedua Dokter tersebut.

" Dokter Dea Sudah sarapan?" tanya Azuar .

" Belum dok," ucap Dea.

" Bagaimana kalau kita sarapan di kantin," ucap Azuar.

" Boleh," jawab Dea. mereka berjalan menuju kantin rumah sakit tersebut.

****

Marlina memandang layar ponsel nya. Ia melihat foto-foto yang di kirim Lely Lewat wa. beberapa foto Lely saat Ia melakukan Prawed sendiri. Marlina mengusap air matanya.

Ia kemudian menghubungi sahabnya untuk meminta berjumpa.

Marlina duduk di sebuah coffee shop yang tidak jauh dari rumah sakitnya. ia sedang menunggu seseorang. Marlina tidak memiliki rumah sakit seperti Anita. Ia tidak ingin di repotkan dengan urusan mengurus rumah sakit. Sedangkan putra nya sudah direncanakan Rudy untuk mengurus perusahaan milik suaminya tersebut. Namun Marlina berencana untuk membuat rumah sakit untuk minantu nya.

*

" Maaf baru bisa datang tadi ada rapat dengan dokter-dokter di rumah sakit," ucap Anita yang duduk di depan Marlina.

" Iya enggak apa-apa," jawab Marlina yang terlihat begitu sedih.

" Ada apa apa?" tanya Anita saat pelayan tersebut sudah meletakkan pesanan.

" Aku pusing ta," ucap Marlina.

" Pusing kenapa?" tanya Anita.

" Bagaimana Wahyudi di rumah sakit?" tanya Marlina.

" Wahyudi sekarang jarang masuk. Di rumah sakit Ia lebih banyak diam," ucapan Anita.

"Aku bingung ta, sebagai seorang ibu aku ingin anaknya menikah dengan orang yang bener-bener aku ketahui, bahwa gadis tersebut benar-benar gadis yang baik. sehingga aku bisa dengan yakin melepaskan putra ku.

****

like komen dan votenya ya reader

1
Danny Muliawati
smga cpt jadi adonan nya 🤭
Danny Muliawati
syukurin km akbar jd org kok gitu amat
Danny Muliawati
seru yah
Danny Muliawati
be kerasa yah istri ga ada
Danny Muliawati
mulai waras ini si wahyudi 😁😁
Danny Muliawati
baik dpn mm d pp nya hmm
Danny Muliawati
ngeselin amat yah si wahyudi ini untung Lely dokter punya gaji sendiri bs beli mobil sendiri butut jg yg penting pk duit sendiri
Danny Muliawati
spt nya si wahyudi lg ngunu kesabaran Lely yah
Danny Muliawati
prihatin ya sm Lely di cuekin wahyudi kok bs yah bertahan segitu nya 🫢
Danny Muliawati
untung suami nya dr Marlina baik tdk mendua
Khairul Azam
wahyudi mau menjodohkan sama anak salsa, aneh dia pasti masih ada rasa itu
Khairul Azam
hii aneh wahyudi ini membasakan dirinya mangil mas dan anak nya dijodohkan
Amrih Wiludjeng
Luar biasa
Suherni Erni
salah sasa yg jadi cewek gampangan,,ngga bisa jaga harga dirinya.terlalu bebas sih mulai dari sekolah.merasa cantik tp murahan..
Fajar Ayu Kurniawati
.
Tarmi Widodo
kasian Sasa Yudi tak bertanggung jawab
levian
mampir kak ke novelku takdir cinta di koridor sekolah meskipun ceritanya nggak nyambung tapi nikmatin aja
Candra Bejo
itulah kehidupan
Cahyaniya
menurut aku Si jgn berlebihan orng tuanya knp gk Tumbu sendiri cintanya
Mayah Juli Mayah
sedih banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!