NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Mengubah Takdir / Time Travel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:511.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Bagaimana jika seseorang kembali ke masa lalu....


LI ANYA sejak usia dua tahun dia harus menjadi yatim piatu, meski begitu hidup Li Anya tetap menyenangkan karna dia di angkat sebagai anggota keluarga LU yang terkenal kaya raya, dimana keluarga Lu sangat memanjakannya, terlebih putra bungsu keluarga Lu yg kini menjadi pewaris keluarga Lu sekaligus kepala keluarga Lu. Yang sering Anya panggil dengan sebutan Paman Hanting, karna jarak usia keduanya terpaut lima belas tahun.


Namun hari hari indah Li Anya berubah seketika, saat Nyonya besar Lu atau Ibu Lu Hanting mengadopsi putri mendiang pelayan keluarga Lu, yang bernama Gu Xi Xi, kasih sayang yang biasa di dapatkan oleh Li Anya dari keluarga Lu perlahan beralih pada Gu Xi Xi, yang mana membuat Li Anya sangat membenci Gu Xi Xi, apa lagi di saat Anya tahu jika Lu Hanting jatuh cinta pada Gu Xi Xi, menjadikan Anya berubah menjadi gadis kejam, dia selalu bersuaha melukai Gu Xi Xi, hingga suatu hari Li Anya tak sengaja melukai Gu Xi Xi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Beberapa hari telah berlalu, Anya sudah kembali aktif masuk sekolah, sedangkan Lu Hanting seperti yang di katakannya pada asisten Zhao jika ia ingin mencari klinik perwatan wajah, dan saat ini Lu Hanting sudah berada di sebuah klinik perawatan wajah yang terkenal di ibu kota, awalnya Lu Hanting meminta agar mencarikan yang terkenal di luar negri, namun saat ingat jika dirinya tidak ingin jauh dari Anya, jadi memutuskan memilih yang berada di dalam negri saja.

''Tuan, ini cream yang harus rutin anda pakai saat pagi dan malam hari'' ucap seorang wanita yang berstatus sebagai dokter sekaligus pemilik klinik, sembari menyodorkan paperbag yang berisikan paket perawatan wajah dengan logo klinik.

Lu Hanting menerimanya dengan perasaan senang, dia sangat semangat untuk mulai merawat wajahnya agar tetap awet muda, padahal sebelumnya dokter wajah itu mengatakan jika tidak ada masalah dengan wajah Lu Hanting, dan bisa di bilang sangat mulus bagi seorang pria, namun Lu Hanting tetap kekeuh agar dokter itu memeriksa kekurangan yang ada pada wajahnya, dan mau tak mau dokter wanita itu mengikutinya, apa lagi dokter wanita itu tahu siapa Lu Hanting, dia juga merasa beruntung karna klinik kecantikannya di datangi oleh seorang Lu Hanting, pria yang sangat di segani di kalangan pembisnis muda maupun tua.

Setelah selesai dari klinik Lu Hanting segera kembali ke perusahaan, karna hari ini ada rapat penting yang harus di hadiri olehnya.

''Tuan, kenapa anda tiba tiba ingin perawatan wajah?'' tanya Asisten Zhao di sela sela fokus mengemudi.

''Tidak apa apa, memangnya salah, sudahlah, fokus saja sama kemudimu'' sahut Lu Hanting ketus, dirinya mana mungkin menceritakan alasan kenapa dirinya tiba tiba tertarik untuk perawatan wajah, yang ada akan di tertawakan oleh asistennya.

''Maaf Tuan '' ujar asisten Zhao, lalu kembali fokus ke kemudinya.

Setiba di perusahaan Lu Hanting dengan penuh percaya diri menenteng paperbag yang ia bawa dari klinik yang ia datangi, sedangkan para karyawan Lu Hanting di buat penasaran untuk siapa kira kira paket perawatan wajah yang di bawa oleh bos mereka, apa lagi siapa yang tidak tahu dengan logo yang terpampang di paperbag, itu adalah logo klinik kecantikan yang terkenal bagus dan sangat mahal, karna pengunjung klinik itu rata rata dari kalangan artis, pejabat, dan para konglomerat.

Saat sudah masuk di ruang kerjanya, Lu Hanting segera meletakkan paperbag yang di bawanya di atas meja kerjanya, lalu dia segera pergi ke ruang rapat, kedatangan Lu Hanting di ruang rapat membuat suasana berubah tegang, apa lagi saat melihat wajah dingin Lu Hanting membuat para pemimpin devisi yang akan menjalankan rapat merasakan tertekan.

Rapat baru berjalan satu jam, namun para pemimpin devisi merasakan jika mereka sudah berada di ruang rapat berjam jam, karna merasa takut dengan aura kemarahan bos mereka yang terpancar jelas di wajahnya.

''Kalian jangan hanya diam saja, cepat keluarkan pendapat kalian'' ujar Lu Hanting sangat dingin, yang mana semakin membuat para anggota devisi semakin merasa tertekan, jangankan mengeluarkan pendapat, mau bicara saja mereka sangat kesulitan, seakan akan suara mereka tersangkut di tenggorokan.

Suasana semakin mencekam saat ada salah satu anggota devisi yang memberi pendapat namun di tolak oleh Lu Hanting, tapi tiba tiba mereka di buat tertegun saat melihat Lu Hanting tersenyum ketika melihat ke arah ponselnya, apakah itu masih bos mereka?, dan apa yang di lihat bos mereka di ponselnya?, sampai sampai membuat bos mereka yang dingin dan tegas bisa tersenyum pikir mereka.

Jari jemari besar Lu Hanting dengan cepat mengetik di layar ponselnya untuk membalas pesan dari Anya.

("Paman masih kerja, kamu sendiri sudah makan siang?'') balasan pesan Lu Hanting untuk Anya.

Asisten Zhao yang berdiri tepat di samping Lu Hanting hanya mendengus pelan, dirinya sudah bisa menebak siapa lagi yang bisa membuat Tuan Mudanya tersenyum di kala sedang di landa emosi kalau bukan Nona Mudanya.

"Tuan, sepertinya anda memang benar benar jatuh cinta pada Nona Muda" batin asisten Zhao, secara prilaku Lu Hanting pada Anya sudah persis seperti seorang pria pada kekasihnya, di tambah asisten Zaho tahu jika Tuan Mudanya setiap malam tidur satu ranjang dengan Nona Mudanya, meskipun hanya tidur saja tidak lebih, tapi tetap saja mana ada seorang paman sampai setiap malam tidur di kamar keponakannya, keculai Pamannya memiliki perasaan lebih pada ponakannya.

Tanpa asisten Zhao ketahui, jika apa yang di pikirkannya tentang Tuan Mudanya memanglah benar, Lu Hanting memang mencintai Anya dan hanya akan menjadikan Anya sebagai istrinya, tidak akan ada wanita lain.

Lu Hanting meletakkan kembali ponselnya di atas meja, setelah menyelesaikan berbalas pesan dengan Anya, dia kembali fokus pasa masalah yang sedang menimpa perusahaan, meskipun dirinya bisa menangani sendiri masalah itu, tapi Lu Hanting tetap harus tegas pada karyawannya agar tidak menyepelekan masalah yang terjadi di perusahaan karna keteledoran mereka, dan apa lagi Lu Hanting paling tidak suka dengan karyawan yang kinerjanya lambat.

Beberapa jam telah berlalu, dan akhirnya para anggota devisi bisa menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, dan Lu Hanting segera membubarkan rapat, apa lagi jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, sudah saatnya dirinya menjemput Anya.Dan tepat pukul satu siang mobil Lu Hanting sudah terparkir rapi di parkiran khusus pemilik High International School. Lu Hanting mengembangkan senyumnya saat melihat Anya berjalan ke arahnya, dengan di ikuti Lu Sicheng dan Gu Xi Xi, sedangkan Mo Mo sudah pulang lebih dulu.

Namun kedua mata Lu Hanting menyipit tatkala melihat wajah masam Anya, ada apa dengan gadisnya itu pikirnya.

''Kenapa hem,,?'' tanya Lu Hanting saat Anya sudah berdiri di hadapannya.

Anya hanya cemberut dan tidak menjawab, melainkan langsung memeluk tubuh Lu Hanting dengan erat, dan Lu Hanting juga langsung membalasnya.

''Sicheng, ada apa dengan Anya?'' Lu Hanting beralih bertanya pada Lu Sicheng, karna melihat Anya yang hanya diam saja.

''Em,,,''

''Sicheng,,, diam!!'' potong Anya cepat, membuat Lu Sicheng langsung tertawa terbahak bahak, sedangkan Lu Hanting merasa heran melihat Lu Sicheng yang tertawa.

''Ada apa sebenarnya?'' tanya Lu Hanting penasaran.

''Tidak ada apa apa'' timpal Anya.

''Sebenarnya tadi Anya lupa ngerjain tugas, dan hasilnya dia di suruh berdiri di depan'' ucap Lu Sicheng cepat, yang seketika membuat Anya mendelik marah sekaligus malu.

''Sicheeeeeeng!!!!'' triak Anya lantang bahkan Lu Hanting sampai memejamkan kedua matanya, karna teriakan Anya sangat memekikkan telinganya, begitu juga asisten Zhao yang reflek langsung menutup telinganya.

''Hahahaha,,,'' Lu Sicheng segera berlari ke arah parkiran motor sembari tertawa, dia tidak perduli dengan wajah kesal Anya.

''Ih,,, Paman lihat Sicheng, dia menyebalkan'' rengek Anya dengan manja sekaligus kesal, dirinya malu kalau mengingat kejadian itu, tapi Lu Sicheng malah meledeknya terus.

''Iya ya,,, nanti Paman akan memberinya pelajaran'' sahut Lu Hanting menahan tawa, kalau ketahuan dirinya tertawa oleh Anya, sudah pasti dirinya juga akan di teriaki oleh Anya.

Sedangkan Gu Xi Xi dia menahan kesal, karna merasa keberadaannya tidak di anggap oleh Lu Hanting dan Lu Sicheng, dan membuat kebenciannya pada Anya semakin bertambah besar.

1
Atoen Bumz Bums
yang tadinya disayang-sayang tiba-tiba datang orang baru langsung dicampakkan
sementara anya masih labil
Kikin
wow
safna
bucin parah🤣🤣🤣
Erna Ladi Yanti
klu aq di posisi Xi xi yang jd prioritasku belajar terus belajar spya wisuda nnti b dapat kerja yang bagus.
Lina Mei
sangat berkesan
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
ceritanya seru 😁
ada sedih ada heppy nya juga lengkap sudah 🙂
akukaya
begitulah orang jahat...
zhuyan 🙊🙊
Luar biasa
eyka
luar biasa😍😍😍
mrsdohkyungsoo
thankyouu
mrsdohkyungsoo
gak tau Dirk /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti solikah
emang itu pantas untuk xixi
Siti solikah
bucin akut
Siti solikah
pasti segera menikahnya
Siti solikah
potong tangan dan kakinya gu xixi terus biarkan hidup di jalanan
Siti solikah
iya hukum yang berat
Siti solikah
ayo hukum seberat beratnya gu xixi
Siti solikah
lagi mode bucin tuanmu zhao
Siti solikah
❤️❤️❤️
Siti solikah
sedihnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!