NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

TRANSMIGRASI AURORA: JERAT GAIRAH LIAR SANG TIRAN KAELEN AZRAEL

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:359.6k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Aurora—seorang montir bar-bar dan hacker genius dunia bawah—tewas mengenaskan lalu bertransmigrasi ke raga Aletheia Elixir. Aletheia adalah istri figuran yang diabaikan dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri, Kaelen Azrael—Raja Mafia bermata merah, penguasa dunia, sekaligus pria tertampan yang dirumorkan impoten.

​Enggan mati konyol, Aurora langsung menghapus riasan menor buruk rupanya, mengungkap kecantikan aslinya yang secantik Dewita malam, lalu menyodorkan surat gugatan cerai tepat di depan wajah sang tiran!

​Namun, Aurora salah perhitungan. Sifat bar-barnya yang menolak tunduk justru menyulut ego sang tiran. Dan yang paling mengerikan... tepat saat mata merah Kaelen menatap pesona Aurora yang mencoba menolaknya, penyakit impoten sang tiran sembuh.​

Gairah Kaelen yang telah mati bertahun-tahun meledak dengan begitu liar dan haus darah.
​Bukannya bebas, Aurora justru ditarik paksa ke atas sofa. Surat cerai terhempas berantakan, digantikan kukungan penuh kuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECURIGAAN KAELEN SANG RAJA MAFIA

​Matahari malam telah sepenuhnya tenggelam, digantikan oleh jubah kegelapan yang menyelimuti seluruh area mansion megah Azrael. Di dalam ruang kerja utamanya yang bernuansa gotik modern, Kaelen Azrael berdiri membelakangi meja kerja marmer hitamnya. Sepasang matanya yang merah maut menatap lurus ke arah jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan lampu-lampu kota di kejauhan. Aura tirani yang menguar dari tubuh tegapnya malam ini terasa jauh lebih pekat dan menekan, membuat tiga kepala divisi teknologi siber Azrael Corps yang berdiri di tengah ruangan tidak berani mengangkat kepala mereka barang satu milimeter pun.

​Di atas meja kerja Kaelen, beberapa layar hologram tiga dimensi mengambang di udara, menampilkan grafik pergerakan saham, data enkripsi yang rusak, serta laporan kegagalan tender logistik wilayah barat yang baru saja terjadi beberapa jam lalu.

​"Jadi... kalian ingin mengatakan bahwa sistem pertahanan siber Azrael Corps yang bernilai miliaran dolar bisa dikebiri begitu saja oleh sebuah perusahaan hantu yang baru muncul kemarin sore?" Suara bariton Kaelen terdengar sangat rendah, tenang, namun sarat akan ancaman kematian yang mutlak. Setiap kata yang keluar dari bibirnya bagai bilat es yang menusuk langsung ke jantung para bawahannya.

​"Me-Melapor, Tuan Besar..." Kepala Divisi Siber maju satu langkah dengan tubuh yang gemetar hebat, keringat dingin membanjiri pelipisnya. "Perusahaan itu... Aletheia Tech, mereka tidak menyerang kita secara langsung. Mereka bergerak seperti hantu digital di dalam celah protokol keamanan keluarga Elixir yang sedang kita bekukan. Saat sistem siber Elixir runtuh, Aletheia Tech langsung menyapu bersih seluruh aset data logistik mereka dengan kecepatan meretas tingkat dewa. Enkripsi yang mereka gunakan... belum pernah kami lihat sebelumnya. Itu adalah enkripsi kuantum dinamis murni, sangat mirip dengan... pertahanan militer tingkat atas."

​Kaelen membalikkan tubuhnya perlahan. Jubah panjang hitam satin-nya berkibar pelan. Sepasang netra merah menyalanya menyipit tajam, menatap nama perusahaan yang bersinar terang di layar hologram: ALETHEIA TECH.

​Sudut bibir tampan sang tiran terangkat, membentuk sebuah senyuman miring yang penuh dengan kekejaman sekaligus ketertarikan yang berbahaya. Aletheia. Nama itu adalah nama tengah istri sahnya, Aletheia Elixir. Tentu saja, Kaelen sama sekali tidak berpikir bahwa dalang di balik perusahaan genius itu adalah wanita yang saat ini sedang terkunci lemas di atas ranjangnya. Di mata Kaelen, ini adalah bentuk provokasi terang-terangan dari musuh misterius yang sengaja menggunakan nama istrinya untuk mengejek kekuasaan Azrael Corps.

​"Siapa pun peretas genius di balik Aletheia Tech ini, dia punya nyali yang cukup besar untuk bermain api denganku," desis Kaelen, jemari panjangnya yang dipenuhi urat-urat keras mengetuk pinggiran meja kerja dengan ritme yang konstan. "Cari tahu siapa pemilik asli dari hak paten teknologi mereka. Retas balik pertahanan mereka. Jika mereka berani melangkah satu senti lagi mendekati tender satelit militer minggu depan... hancurkan seluruh server mereka dan seret kepala arsitek siber-nya ke hadapanku dalam keadaan hidup atau mati."

​"Baik, Tuan Besar! Dimengerti!" Tiga kepala divisi itu segera membungkuk dalam dan mundur teratur dengan napas lega, seolah baru saja lolos dari lubang jarum kematian.

​Setelah ruangan kembali sunyi, Kaelen mematikan layar hologram dengan satu lambaian tangan. Pikirannya yang dingin mendadak teralih sepenuhnya kepada sosok wanita yang beberapa jam lalu dia hukum tanpa ampun di dalam kamar tidur rahasia. Rasa lapar dan obsesi gila yang sempat terpuaskan kini kembali bergejolak di dalam dadanya. Pria posesif ekstrem itu tidak bisa membiarkan istrinya berada di luar jangkauan pandangannya terlalu lama.

​Kaelen melangkah lebar menuju dinding kayu jati, menekan tombol mekanis tersembunyi, dan membiarkan pintu rahasia bergeser terbuka tanpa suara.

​Sementara itu, di dalam kamar tidur rahasia yang temaram, Aurora baru saja selesai memutuskan sambungan siber darurat dari smartwatch-nya setelah mendengar suara mekanisme pintu yang bergerak. Dengan gerakan secepat yang bisa dilakukan oleh raganya yang masih remuk, Rae menarik selimut bulu tebal hingga sebatas dada, memejamkan mata cokelat madunya, dan berpura-pura tertidur pulas demi menghindari kecurigaan sang tiran.

​Rasa pegal, panas, dan kaku di sekujur tubuhnya—terutama di bagian pinggang dan paha dalamnya—masih terasa begitu nyata akibat maraton tiga ronde tambahan tadi siang. Jiwa montir jalanan-nya yang bar-bar mengutuk habis-habisan stamina monster milik Kaelen di dalam hati.

​Langkah kaki Kaelen yang berat dan berwibawa terdengar mendekati tepi ranjang king-size. Pria itu tidak langsung naik ke atas kasur. Dia berdiri di sana selama beberapa saat, menatap tubuh rapuh istrinya yang terbungkus selimut. Di tangan kanannya, Kaelen membawa sebuah mangkuk perak berisi sup nutrisi premium medis yang sengaja dia siapkan sendiri untuk memulihkan raga wanita yang telah menjadi candu hidupnya.

​"Aku tahu kau tidak sedang tidur, Istriku," bisik Kaelen, suara bariton rendahnya terdengar sangat seksi dan dominan di dalam keheningan kamar.

​Rae menghela napas pendek, tahu bahwa berpura-pura di hadapan pria bermata merah ini adalah hal yang sia-sia. Dia perlahan membuka kelopak matanya, menatap Kaelen dengan pandangan bar-bar yang penuh dengan kekesalan.

​"Jika kau datang ke sini hanya untuk menambah ronde hukumanku, lebih baik kau tembak saja kepalaku sekarang, Tuan Azrael," gertak Rae dengan suara seksinya yang masih terdengar serak dan parau, sisa dari desahan pasrah-nya tadi siang.

​Kaelen terkekeh rendah, sebuah suara yang teramat langka yang hanya bisa didengar oleh Rae. Pria itu duduk di tepi ranjang, membuat kasur busa mahal itu sedikit amblas di bawah beban tubuh besarnya. Tanpa meminta izin, tangan besar Kaelen menyusup ke belakang punggung Rae, mengangkat tubuh lemas wanita itu dengan paksa namun hati-hati agar bersandar pada dada bidangnya yang sekeras batu.

​"Buka mulutmu, Sayang. Kau butuh energi agar tidak pingsan saat aku menyentuhmu lagi nanti malam," perintah Kaelen mutlak dengan gaya bucin pemaksa-nya. Dia mengarahkan sendok berisi sup hangat ke depan bibir bengkak Rae.

​Rae mendengus sinis, namun karena perutnya memang terasa sangat lapar dan tenaganya terkuras habis, dia terpaksa menerima suapan dari sang tiran. Keheningan yang intim namun tegang menyelimuti mereka selama beberapa menit hingga mangkuk sup itu kosong tak tersisa.

​Sembari membersihkan sisa kuah di sudut bibir Rae dengan ibu jarinya yang kasar, mata merah Kaelen menatap lekat-lekat ke dalam netra cokelat madu istrinya.

​"Hari ini, sebuah perusahaan siber misterius baru saja merebut aset digital milik keluarga Elixir yang seharusnya jatuh ke tanganku," ujar Kaelen tiba-tiba, nadanya terdengar santai namun matanya mengawasi setiap perubahan mikro pada ekspresi wajah Rae. "Tebak apa nama perusahaan itu, hm? Mereka menamakannya Aletheia Tech. Sungguh sebuah kebetulan yang sangat menarik, bukan?"

​Mendengar nama perusahaannya disebut langsung oleh sang tiran, jantung Rae sempat berdetak lebih cepat selama satu detik, namun otak geniusnya segera mengambil alih kendali penuh atas ekspresi wajah raga Aurora. Dia mempertahankan poker face terbaiknya, lalu menyunggingkan sebuah senyuman miring yang penuh intrik menantang.

​"Oh? Aletheia Tech?" Rae terkekeh seksi, menatap langsung ke dalam mata merah maut Kaelen tanpa ada setitik pun rasa takut. "Mungkin pemilik perusahaan itu tahu bahwa namaku berarti 'Kebenaran', Tuan Azrael. Dan mungkin... mereka sengaja menggunakannya untuk menunjukkan padamu bahwa kekaisaran bisnis Azrael Corps yang agung itu tidak sekuat yang kau sombongkan selama ini."

​Mendengar jawaban berani dan tajam dari istrinya, kilat obsesi gila di mata Kaelen justru semakin menyala hebat. Pria itu mencengkeram rahang murni Rae dengan sentuhan posesif yang kuat, mendekatkan wajah tampannya hingga hidung mereka saling bersentuhan.

​"Siapa pun tikus genius di balik perusahaan itu, mereka tidak akan pernah bisa merebut apa pun dari tanganku, termasuk dirimu, Aletheia," desis Kaelen dengan suara seberat kematian, napas panasnya membakar bibir Rae. "Minggu depan, aku sendiri yang akan memimpin tender satelit militer untuk menghancurkan Aletheia Tech hingga ke akar-akarnya. Dan untukmu..." Kaelen menurunkan tangannya ke pinggang ramping Rae, meremasnya dengan intensitas gairah yang kembali memuncak. "Kau akan tetap berada di sini, menyaksikan bagaimana suamimu ini meremukkan siapa saja yang berani bermain-main dengan namamu."

​Rae hanya tersenyum miring di dalam dekapan erat sang tiran. Di balik wajah pasrah-nya yang terkunci di atas ranjang, jiwa hacker bar-barnya justru sedang tertawa puas. "Silakan bersiap untuk tender minggu depan, Kaelen Azrael," batin Rae dengan kilat kemenangan yang tersembunyi. "Karena aku sendiri yang akan memastikan bahwa Azrael Corps akan bertekuk lutut di bawah kendali teknologi siber milik istri yang kau anggap lumpuh ini."

1
Mekinus asso Asso
selamat malam 🙏🙏
Author ckv
kesalahan sgt fatal, bukannya merubah alur ceritanya malah jdi gini, hrsnya tetap pke make up ondel" dlu, baru pertengahan berubah penampilan😭😭
Risma Arsita
Ceritanya menarik
Burhanuddin S Pd
cyra ini bkn kah asisten aletheia ya, kok jd rae
DC
Deg degan banget bacanya
Indra Wahyu Rianti
rae gak jelas. sok bgt. gak faham arah novelnya mau dibawa kemana.
Cici Kaswara
masa iya ada yg seperti itu thor keluar berkali2,,dan perempuan apa gak pingsan itu...hanya di dunia novel yg sprt ini😅
jeakawa loving❤️
nah ini baru betul,biar dulu waktu jadi Aurora dia kuat jago beladiri dll,tapi begitu transmigrasi dia juga ada takutnya dan ngeri juga Ama orang yang kuat lagi di dunia lainnya,kan kebanyakan gak Kya gt KLO dia kuat maka pas transmigrasi juga dia tetep kuat
D..
👍
Cristia Mikhailah
ini ceritanya ciplakan novel sebelah ya, alnya ku pernah baca. awalnya ku masih ragu TPI makin kesini ceritanya semakin mirip. dan lagi ceritamu ini entah krna ciplakan atau apa jdi TDK nyambung Thor.
Dapur Penyet
kenapa baca aja tegang bgini gw .. siip bget penulis nya ini .. bikin jadi dag-dig-dug gw 👍
cowettttttt
hadeuh d eksekusi LG kpn si rea bangun nya
cowettttttt
ga kebayang lengket nya itu kagak mandi2 Thor 🤣🤣🤣🤣🤣takut nya nanti dower lah mulut bawah nyaa
cowettttttt
pake baju rea takut masuk angin
Dewi Citra
di hajar trus tdi t4 tidur gk di kasih makan, .hebat rea 💪💪 gak pingsan masuk UGD. di mansion yg besar kyk istana gak ad pelayan ya. biar pun rea di hukum tp ad lah palayan yg ngurus ya.
Anonim
Authornya lupa ato gmna cyra kan ketangkap bareng aurora ya
Enik Susianah
memang si rae tdk pernah bersih2 badannya.
Retno Palupi
meskipun kurang paham bahasa nya tp ceritanya bagus😁
Icam Icam
lama lama jengkel gua sedikit sedikit adegan sex setiap bab gua rasa ada adegan sex terus, jadi bosan pergerakan rae di batasi terus oleh kaelan, udahlah skip aja
Lucyana H
awas aja.rea kmu jgn jatuh cinta sama si kaelen ,inget kmu udah mati di bunuh sm di kael ,jgn mau kembali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!