NovelToon NovelToon
Melodi Air Mata Samudera

Melodi Air Mata Samudera

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Belasan tahun terjebak di dalam sel Abyssal Trench yang gelap dan pengap, Elara Nereida—seorang Siren yang tangguh—harus membayar mahal harga dari sebuah kenaifan. Cinta tulusnya pada Helios Marine justru berakhir tragis. Sang Merman ternyata telah beristri dan dengan tega mengurung Elara demi menutupi aib, membiarkannya kelaparan dan diasingkan oleh ras Siren-nya sendiri sebagai aib.

Ketika sebuah kekacauan besar menghancurkan penjara bawah air dan memberinya celah untuk lolos, Elara bersumpah tidak akan pernah meneteskan air mata lagi untuk masa lalu. Dengan kekuatan Siren yang telah lumpuh akibat racun, ia nekat naik ke daratan Kota Luminara untuk memulai hidup baru sebagai manusia.

Sanggupkah Elara bertahan di dunia baru tanpa kekuatannya? Dan di antara kutukan takdir serta perebutan kuasa para penguasa daratan, siapakah yang akhirnya akan memenangkan melodi terakhir dari hati sang Siren?

"Lautan telah membuangku, namun daratan akan bertekuk lutut di hadapanku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Sangkar Emas Milik Madam Jane

"Saya sebenarnya tersesat dan tidak memiliki tempat tujuan lagi di wilayah ini. Bahkan... saya tidak memiliki apa-apa lagi sekarang."

Elara berujar jujur pada bagian akhir kalimatnya. Ia baru menyadari bahwa kantung koin emas yang menjadi satu-satunya bekal berharga untuk bertahan hidup di daratan kini telah raib entah ke mana.

Kantung itu pasti terjatuh di tengah Hutan Luminara saat ia melarikan diri tunggang langgang dari kejaran kaum Ghoul semalam. Mengingat hal itu, rahang Elara diam-diam mengeras menahan geram.

"Wah, tempat asalmu ternyata sangat jauh juga," gumam Madam Jane, sepasang mata menornya berkilat penuh rencana saat menatap lekuk tubuh dan paras menawan Elara.

"Tapi, ini seperti sebuah kebetulan yang sangat menguntungkan, Elara. Aku mengelola sebuah bisnis besar yang tentu saja bisa menghidupimu dengan sangat layak. Bisnis ini sangat menggiurkan. Kau tidak perlu lelah bekerja memeras keringat. Kau hanya perlu diam bersolek dengan anggun, dan uang akan datang sendiri menghampirimu."

Dahi Elara berkerut dalam, rasa penasarannya seketika terusik. "Benarkah ada bisnis semacam itu, Madam? Jika Anda berkenan, bisakah saya bekerja di tempat Anda? Saya benar-benar membutuhkan uang yang banyak untuk biaya tempat tinggal dan makan."

"Tentu saja, Elara. Dengan senang hati!"

Madam Jane tertawa renyah, cincin-cincin berlian di jemarinya berkilauan seiring gerak tangannya yang gemulai.

"Kau akan menjadi aset paling berharga yang pernah kumiliki. Maksudku... aku sangat yakin, kecantikanmu yang langka ini akan menjadi ladang uang yang sangat menguntungkan bagi kita berdua."

"Lalu, mulai kapan saya bisa bekerja, Madam?" tanya Elara tidak sabar. Ia sama sekali tidak ada riak kecurigaan di sepasang mata biru samudera miliknya.

Berhubung ia tidak mengenal bagaimana kerasnya sistem kehidupan di daratan—apalagi mengenai seluk-beluk mencari pekerjaan—sang Siren memercayai begitu saja setiap untaian kalimat manis yang keluar dari mulut wanita paruh baya di depannya itu.

"Nanti sore kita akan langsung berangkat ke lokasi," jawab Madam Jane sembari mengulum senyum penuh arti. "Sekarang, makanlah sup itu selagi hangat. Pastikan perutmu kenyang dan tenagamu pulih sepenuhnya. Oh, dan jangan lupa untuk meminum obat yang ada di atas meja itu setelah selesai makan," tambahnya sembari menunjuk bungkusan kertas berisi obat herbal dari dokter.

Elara mengangguk patuh. "Baik, Madam. Terima kasih banyak."

"Ya sudah, kalau begitu. Aku masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan di luar," ujar Madam Jane sembari bangkit berdiri dari tepi ranjang, merapikan pakaian glamornya.

"Jika kau merasa bosan dan ingin melihat-lihat seisi rumah ini, silakan saja. Anggap saja seperti rumahmu sendiri. Tapi, ingat baik-baik pesanku ini, Elara. Jangan pernah sesekali melangkahkan kaki keluar dari rumah ini sebelum aku kembali."

Madam Jane sengaja menjeda kalimatnya, menatap Elara dengan raut wajah yang mendadak berubah serius seolah sedang mengkhawatirkannya.

"Di luar sana, ada banyak sekali orang-orang jahat yang mungkin bisa menculikmu, mempengaruhimu, atau memanfaatkan kepolosanmu sebagai gadis asing. Tetaplah berada di dalam sini dan jangan pernah tinggalkan rumah ini tanpa seizinku. Oke?!"

"Hm, oke, Madam. Aku mengerti," sahut Elara patuh, mengira bahwa larangan tersebut murni demi keselamatan dirinya dari bahaya seperti kaum Ghoul semalam. Ia tidak menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan dirinya ke dalam sangkar emas yang sengaja dibuat untuk mengikatnya.

****

Tak terasa, waktu sore yang dinanti-nantikan pun tiba. Elara duduk diam di depan meja rias berbingkai emas. Di belakangnya, Madam Jane dengan sangat lihai memoles wajah sang Siren.

Sentuhan kosmetik yang diberikan sengaja dibuat tipis dan halus agar kecantikan alami Elara tetap memancar secara natural. Madam Jane benar-benar ingin menjadikan gadis itu sebagai bintang utama yang bersinar malam ini.

"Nah, sudah selesai!" ucap Madam Jane puas seraya merapikan kembali alat-alat riasnya ke dalam kotak kosmetik.

Elara menatap lurus pantulan dirinya di dalam cermin. Rambut ikal panjangnya yang berwarna merah bata tergerai dengan indah, dipermanis oleh sebuah jepitan berbentuk bunga yang menghiasi salah satu sisi kepalanya. Parasnya kini tampak berkali-kali lipat lebih menawan.

Namun, di balik kekagumannya, Elara merasa sangat terganggu dan tidak nyaman dengan pakaian yang melekat di tubuhnya saat ini.

"Madam... kenapa baju ini tampak sedikit aneh?" tanya Elara sembari meneliti gaun berwarna biru navy berpotongan minim tersebut dengan dahi berkerut.

Ia benar-benar merasa risi. Gaun ketat berbahan satin itu memotong tinggi di atas lutut, ditopang hanya oleh sepasang tali tipis di bahunya. Potongannya yang sangat rendah mengekspos jelas bagian punggung mulus serta lekuk dadanya.

Sebagai makhluk laut, ia biasa berenang bebas tanpa hambatan kain, namun pakaian daratan yang super ketat ini terasa sangat membelenggu sekaligus membuatnya merasa terlalu telanjang.

"Ini memang sedang menjadi tren yang sangat populer, Elara," sahut Madam Jane cepat, mencoba meredam kegelisahan gadis itu.

"Apa kau tidak tahu jika hampir seluruh gadis muda di Kota Luminara menjadikan model gaun seperti ini sebagai kiblat fesyen mereka? Pakaian ini sangat diminati dan berkelas. Lagi pula, akan sangat disayangkan jika lekuk tubuhmu yang seindah gitar Spanyol ini harus disembunyikan di balik pakaian longgar yang murah."

****

Singkat cerita, waktu malam pun tiba. Elara dan Madam Jane akhirnya sampai di pusat hiburan elit milik sang Madame yang terletak tepat di jantung pusat kota. Mereka berdua melakukan perjalanan dengan menaiki sebuah mobil sport mewah berwarna hitam mengilat yang dikemudikan oleh seorang sopir pribadi.

"Kita sudah sampai, Elara. Turunlah," ucap Madam Jane dengan nada ceria sembari membukakan pintu mobil di sisi tempat duduk Elara.

Elara tidak langsung beranjak turun. Sepasang mata birunya justru terpaku menatap lurus bangunan megah berlantai lima yang berdiri kokoh di depannya. Bangunan itu tampak berkerlap-kelip indah di bawah siraman lampu neon neon berwarna-warni yang futuristik. Di bagian fasad atas, sebuah papan nama besar berlapis kristal tampak menyala terang, bertuliskan: JANE CASINO IMT.

"Madam... tempat ini benar-benar menakjubkan," gumam Elara takjub. Ia akhirnya melangkah keluar dari dalam mobil, menghirup udara malam pusat kota yang terasa sangat berbeda dengan atmosfer sunyi Hutan Luminara.

Madam Jane tersenyum tipis penuh kebanggaan melihat reaksi gadis itu. Ia menutup kembali pintu mobilnya dengan perlahan.

"Tentu saja, Cantik. Ayo, ikuti aku masuk," ucapnya seraya menggandeng lembut pergelangan tangan Elara.

Namun, baru dua langkah mereka berayun menuju pintu masuk utama, langkah kaki Elara mendadak goyah.

"Madam... bisakah kita berjalan sedikit lebih pelan saja? Kakiku... masih terasa sangat sakit dan aku belum terbiasa melangkah menggunakan sepatu seperti ini."

Elara melirik ke bawah, menatap sepasang sepatu hak tinggi (high heels) sewarna gaunnya yang terasa mencengkeram erat telapak kakinya yang masih terbalut kain perban.

Madam Jane seketika menghentikan langkah. Raut wajah menornya berubah panik sesaat. "Aduh! Maafkan aku, Elara. Aku benar-benar lupa karena saking bersemangatnya malam ini. Baiklah, tunggu sebentar di sini."

Madam Jane berbalik, lalu setengah berlari menghampiri salah satu pengawal bertubuh kekar yang berjaga di depan pintu lobi VIP. Dengan isyarat tangan yang tegas, ia menyuruh pengawal tersebut untuk membantu Elara.

“Ah!”

Elara sempat terpekik kaget saat pengawal asing itu tiba-tiba membungkuk dan langsung mengangkat tubuh ringkihnya ke dalam gendongan ala bridal style.

Meskipun harga dirinya sebagai predator penguasa badai samudera berteriak menolak ditumpangi oleh makhluk lain, Elara terpaksa menahan amarahnya.

Pada kenyataannya, ia sadar betul bahwa ia memang tidak akan sanggup melangkah masuk ke dalam kasino megah itu jika harus terus memaksakan diri berjalan menggunakan sepatu hak tinggi dalam kondisi telapak kaki yang terluka parah.

Sesampainya di sebuah kamar luas nan megah, pengawal itu menurunkan Elara dengan hati-hati di sisi ranjang berukuran king size.

Pria bertubuh kekar itu lalu membungkuk hormat pada Madam Jane, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan sang Madame dan Elara berdua di dalam kamar tersebut.

Elara menatap hamparan kelopak bunga mawar merah yang ditata rapi di atas seprai sutra. "Madam, apa yang sebenarnya harus kulakukan di tempat ini?" tanyanya penasaran.

"Cukup diam dan duduk manis saja di sini, Cantik. Nanti, seseorang yang sangat penting akan datang menghampirimu dan memberimu banyak uang," jawab Madam Jane sembari menyunggingkan senyum misterius yang penuh arti. "Sekarang, beristirahatlah dulu dan bersiaplah menyambutnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!