NovelToon NovelToon
Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Hidup Kembali Untuk Menjadi Bibimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Terbangun di masa lalu, tepat sebelum jerat takdir Daniel menjebaknya, Erica menolak menjadi korban untuk kedua kalinya.

Mengubah alur permainan adalah satu-satunya pilihan. Jika Daniel menggunakan nama besar Megantara untuk menghancurkannya, maka Erica akan menduduki takhta tertinggi di keluarga itu.

Ketika bidak catur mulai digerakkan dan rahasia satu per satu terkelupas, siapakah yang sebenarnya memegang kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Palu Keadilan di Ruang Sidang Kencana

Matahari pagi Jakarta yang terik menembus barisan jendela kaca patri tinggi di Gedung Pengadilan dan Kejaksaan Militer Utama.

Gedung berarsitektur kolonial itu berdiri dengan pilar-pilar beton putih yang kokoh, menggambarkan bangunan bernuansa disiplin dan kaku khas militer.

Di luar, beberapa panser militer dan jip dinas terparkir rapi, sementara prajurit Polisi Militer (PM) berseragam lengkap dengan baret biru berjaga ketat di setiap sudut gerbang, memastikan tidak ada media sipil yang bisa menembus masuk.

Di dalam Ruang Sidang Kencana, suasananya sedingin es perbatasan.

Jenderal Eshar Megantara duduk di barisan kursi depan sayap kanan, terpancar aura komando yang tegas.

Pagi ini, dia kembali mengenakan seragam dinas upacara Angkatan Darat lengkap dengan tanda pangkat bintang satu yang berkilat di pundaknya.

Tangan kirinya dengan santai bertumpu di atas jemari Erica Fiorenza.

Erica tampil dengan sangat anggun hari ini. Dia mengenakan setelan blazer tenun modern berwarna biru dongker yang memberikan kesan wanita pengusaha yang sukses.

Erica terlihat sangat tenang. Siasat yang mereka rajut dari barak utara kini telah sampai pada muara hukum yang tak bisa terbantahkan.

Di seberang ruangan, atmosfernya berbanding terbalik. Benny Megantara duduk dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua. Tongkat berkepala naga peraknya diletakkan begitu saja di samping kursi.

Di belakangnya, Bianca Megantara terus-menerus menyeka air mata dengan saputangan sutranya, sementara wajahnya yang manipulatif kini pucat pasi, tersirat jelas kehancuran dari sisa-sisa wibawa sosialita Menteng setelah skandal Kamar 304 tadi malam melengkapi daftar dosa mereka.

Pintu samping ruang sidang terbuka, dan dua prajurit Polisi Militer mengawal sesosok pria yang berjalan dengan tangan terborgol di depan.

Daniel Megantara melangkah dengan kepala tertunduk dalam. Setelan jas mahalnya semalam telah digantikan oleh kemeja tahanan militer berwarna oranye pudar. Gurat sisa alkohol dan rasa malu yang luar biasa akibat skandalnya dengan Shofia membuat matanya tampak cekung dan putus asa.

Saat matanya tidak sengaja bertatapan dengan mata abu-abu Eshar yang setajam elang, Daniel seketika bergidik ngeri dan langsung membuang muka.

Tok! Tok! Tok!

Hakim Ketua Kejaksaan Militer, seorang Kolonel senior berkacamata dengan wajah tanpa ekspresi, mengetukkan palu sidangnya.

"Sidang perkara khusus nomor 042/MIL/1982 terkait dugaan sabotase bisnis, pendanaan jaringan penyelundupan ilegal di wilayah militer aktif, serta pelanggaran disiplin berat klan militer atas tersangka Daniel Megantara, dinyatakan dibuka dan terbuka untuk internal," ujar Hakim Ketua dengan suara bariton yang tegas.

Axelo melangkah maju dari barisan saksi ahli intelijen. Dengan seragam dinasnya yang rapi dan raut wajah tenang, dia meletakkan tiga buah map tebal berkode merah di meja majelis hakim.

"Izin, Yang Mulia," suara Axelo bergaung mantap di dalam ruang sidang yang sunyi.

"Pihak Intelijen Kodam telah menyinkronkan seluruh barang bukti. Map pertama berisi berkas penyitaan dua kapal bermuatan kain selundupan dari Hong Kong senilai miliaran rupiah di sektor utara. Map kedua berisi dokumen kontrak asli dengan tanda tangan asli tersangka Daniel Megantara. Dan map ketiga..." Axelo melirik sekilas ke arah Bianca,

"...adalah bukti aliran dana dari rekening anak perusahaan Megantara Corp di Jakarta yang ditandatangani oleh persetujuan internal tanpa sepengetahuan Tuan Besar, Benny."

Benny Megantara memejamkan matanya rapat-rapat mendengarkan laporan tersebut.

Pengkhianatan dan kecerobohan anak serta istrinya telah berada di titik yang tidak bisa lagi diselamatkan oleh pengaruh politiknya di Jakarta.

"Tersangka Daniel Megantara," Hakim Ketua menatap tajam ke arah terdakwa.

"Berdasarkan bukti-bukti otentik yang diajukan oleh Komando Distrik Perbatasan Utara di bawah Jenderal Eshar Megantara, apakah Anda membantah keterlibatan Anda dalam konspirasi ini?"

Daniel menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tersumbat. Dia sempat melirik ibunya, tapi Bianca hanya bisa menunduk sambil terisak menahan malu. Tidak ada lagi celah untuk berbohong. Siasat surat tertukar yang dirancang Erica di perbatasan telah mengunci mati seluruh alibi hukumnya.

"Ti-tidak, Yang Mulia. Saya... saya mengaku bersalah," bisik Daniel lirih, suaranya terdengar seperti tikus yang terjebak di sudut ruangan.

Mendengar pengakuan itu, Hakim Ketua tidak membuang waktu. Setelah berdiskusi sejenak dengan dua hakim anggota, dia kembali menegakkan posisi duduknya dan mengangkat palu kayu di tangannya.

"Menimbang bahwa seluruh bukti telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan, serta tidak adanya bantahan dari pihak terdakwa. Maka, Kejaksaan Militer memutuskan, Satu, membekukan seluruh aset pribadi atas nama Daniel Megantara yang terikat dengan proyek ilegal tersebut. Dua, menjatuhkan hukuman kurungan penjara militer selama tujuh tahun terhitung sejak hari ini. Dan tiga, memerintahkan restrukturisasi total pada direksi operasional Megantara Corp yang terlibat dalam kelalaian pengawasan."

Tok!

Suara ketukan palu hakim itu laksana lonceng kematian bagi masa depan Daniel di ibu kota.

Dua prajurit Polisi Militer dengan sigap langsung memegang lengan Daniel dan menyeretnya keluar menuju sel tahanan bawah tanah.

"Papa! Mama! Tolong aku, Pa!" teriak Daniel histeris saat tubuhnya diseret melewati barisan kursi, tapi Benny Megantara bahkan tidak sudi untuk menoleh menatap anaknya yang telah mencoreng nama baik klan Megantara.

Setelah sidang ditutup, suasana di dalam ruangan masih terasa tegang. Benny Megantara perlahan bangkit dari kursinya, bertumpu berat pada tongkat peraknya. Dia melangkah perlahan mendekati posisi Eshar dan Erica yang juga telah berdiri.

Mata tua Benny menatap Eshar dengan pandangan yang sangat rumit.

"Kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan, Eshar. Kau menghancurkan Daniel di depan mataku sendiri."

Mendengar itu, Eshar menatap kakaknya dengan manik mata coklatnya yang dingin, tidak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun.

"Aku tidak menghancurkannya, Mas Benny. Hukum negara dan keserakahannya sendirilah yang menghancurkannya. Aku hanya memastikan bahwa sikap disiplinku pada Militer... dan pada klan ini, ditepati dengan adil." ujar Eshar sambil tersenyum miring.

"Selanjutnya kita akan membicarakan ulang mengenai masa lalu." tambah Eshar dengan sikap dingin.

Mendengar kata 'masa lalu', kilat ketakutan dan rasa bersalah yang samar melintas di mata Benny. Ia tahu, Eshar tidak akan berhenti sampai di sini. Kasus Daniel hanyalah pintu pembuka untuk membongkar misteri yang lebih besar, yaitu tentang kematian Viona, kakak kandungnya.

Erica Fiorenza maju satu langkah di samping suaminya, menyunggingkan senyuman kemenangan yang paling menawan.

"Selamat pagi, Mas Benny. Mulai besok pagi, tim audit dari Fiorenza Fashion akan mulai mengambil alih jalur distribusi tekstil dan garmen Megantara Corp yang telah ditinggalkan Daniel. Kuharap Kakak Ipar Bianca bisa membantu kami merapikan berkas-berkasnya di rumah Menteng."

Bianca yang mendengar hal itu hanya bisa mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih, menahan amarah yang meledak di dalam dada tetapi dia tak mampu berbuat apa-apa lagi.

Eshar melingkarkan tangan tegapnya di pinggang Erica, menarik wanita itu hingga merapat.

"Ayo kita pergi, Istriku. Udara di ruangan ini terlalu panas untuk merayakan kemenangan kita."

Dengan langkah tegap dan seirama, sepasang singa perbatasan itu berjalan keluar dari ruang sidang Kencana, meninggalkan puing-puing kejayaan Daniel dan Bianca yang perlahan tapi pasti runtuh di bawah kaki keadilan.

Panggung Jakarta kini telah resmi menjadi milik mereka.

1
Siti Sarfiah
bisa " terjadi perang batin🤣🤣
Siti Sarfiah
wah, dh positif, nyonya Megantara, semangat👍💪
Siti Sarfiah
siap" saja nanti erica jadi tantenya kuda nil😄😄
Muft Smoker
satu pengkhianat udh di Brantas ,,
semoga msalaah yg ad bisa selesai satu persatu termasuk kematian viona
Muft Smoker: yx kak ,, dan jgn lupa di amin kan 😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
apakah ini takdir apa jodoh?
Siti Sarfiah
wahh seru sekali semangat erica 💪 mudahan berhasil , lanjuuuttt
Siti Sarfiah
saya baru masuk baca ceritanya , kasian ceritanya di tikung dan di hianati, semangat dan lanjut lagi bacanya👍💪
Muft Smoker
pengkhianat sudah beranak Pinak eshar ,, tp melihat ketangguhan kalian ,, pasti bisa membabat habis para pengkhianat itu ,, 😁😁😁😁
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
baca surat auto nyanyi surat cintaku yang pertama, eh....../Facepalm/
Muft Smoker
waah ad yg main2 dg singa perbatasan ,,
sperti ny mereka terlalu meremehkan sang jendral dan istrinya ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
berasa jd reporter dadakan yx kak ,,
😂😂😂😂
Muft Smoker: 👍👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
pak jendral cemburu juga ya😄
Muft Smoker
si hilya dan axelo di satukan ,, pasangan yg cocok buat bikin huru hara ,, 😂😂😂 ,,



lanjut kak ,,
Muft Smoker: nah betul kak ,, makin pusing deh si eshar ma erica 🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Muft Smoker
kalo liat cara viona menyembunyikan sesuatu yg penting ,, berarti viona di masa lalu bukan org biasa yx ,,
Muft Smoker: maksud ny bukan hanya seorang pendiri megantara ,, tp punya sisi yg lain gtu kak ,, soalny keliatan cerdas , hati2 tp punya cara melindungi hal2 penting dg cara gx terduga ,,
total 3 replies
Muft Smoker
msh byk Teka teki dcerita ini ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Elisabeth Ratna Susanti
sang jenderal memang selalu awur2an auranya 🥰
Muft Smoker
si Benny mau main kucing2an krn tkut ketahuan ,, tp di balas permainan p*nas dua singa perbatasan ,,
syok gx tuh mata2ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: nah bnr kak ,, panas dingin gx tuh 😂😂😂
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!