NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Warisan Dewa Kematian: Naga Bintang & Hantu Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Anak Genius
Popularitas:118.1k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang remaja yang dianggap sebagai generasi muda terkuat saat ini. Ia tidak hanya kuat, ia juga kaya. Semua ia dapatkan berkat campur tangan gurunya.

Takdir mempertemukannya pada seorang pendekar misterius. Pendekar itu sangatlah kuat, walaupun tingkahnya agak sembrono.

Di kemudian hari ia akan mengetahui identitas dari pria itu. Petualangan mereka berdua akan sangat seru dan penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Hantu Pedang

Gao Rui masih menunjuk dirinya sendiri.

"A-aku juga?"

"..."

Untuk beberapa saat, ia benar-benar tidak mampu berkata apa-apa.

Ia sama sekali tidak menyangka Sha Nuo akan tiba-tiba menyeret namanya ke dalam misi penyelamatan Permaisuri Kekaisaran Zhou. Di dalam dadanya, aliran darah seakan mendidih. Jantungnya berdenyut lebih cepat mengikuti gejolak perasaannya.

Bukan karena takut. Melainkan karena gairah yang selama ini lama terpendam.

Baginya, apabila benar-benar diizinkan ikut, perjalanan ini jelas bukan sekadar menjalankan sebuah tugas. Ini adalah sebuah petualangan. Sebuah pengalaman berharga yang akan dikenangnya.

Selama beberapa waktu terakhir, kehidupannya sebagai Tuan Muda Kelompok Harta Langit berjalan terlalu nyaman. Apa pun yang ia inginkan hampir selalu tersedia. Tempat tinggal terbaik, makanan terbaik, bahkan sumber daya untuk berkultivasi pun diberikan Harta Langit kepadanya tanpa pernah dikurangi sedikit pun.

Bukannya ia tidak menyukai kehidupan seperti itu. Namun, di dalam lubuk hatinya, ia mulai merasa bosan. Hari-harinya dipenuhi  belajar, dan mengurus berbagai urusan kelompok. Semua berjalan begitu teratur hingga nyaris tidak ada kejutan. Kini, kesempatan menjelajahi dunia luar bersama seorang pendekar seperti Sha Nuo terasa jauh lebih menarik.

Namun semangat yang baru saja muncul itu perlahan mereda.Tatapannya tanpa sadar beralih kepada Lan Suya.

"..."

Ia mengenal wanita itu dengan baik. Di mata Gao Rui, Lan Suya sudah seperti keluarga sendiri. Ia juga tahu betapa perhatian wanita itu kepadanya.

"Pasti akan ditolak..." gumamnya di dalam hati.

Bagaimanapun juga, dirinya baru mengenal Sha Nuo beberapa hari. Tidak mungkin Lan Suya langsung mengizinkannya pergi jauh bersama seorang pria yang baru dikenalnya.

Ia bahkan sudah membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.

"Bibi Ya pasti akan langsung berkata tidak."

Namun, berapa saat berlalu. Tidak ada suara penolakan.

Gao Rui sedikit mengernyit. Ia kembali memandang Lan Suya.

Wanita itu tidak mengangguk. Namun juga tidak menggeleng. Ia hanya duduk diam sambil menatap meja, seolah sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius.

"..."

Ekspresi itu justru membuat Gao Rui semakin bingung. Di sisi lain, Zhou Ren kembali membuka suara.

"Senior Sha Nuo."

"Apakah Senior memerlukan bantuan beberapa pendekar ataupun prajurit istana untuk ikut bersama rombongan Senior?"

Sha Nuo langsung menggeleng santai.

"Tidak perlu."

Ia tersenyum kecil.

"Aku lebih suka bekerja dalam tim kecil."

Kemudian ia mengangkat bahu.

"Bahkan... sering kali aku bekerja sendirian."

Jawaban itu membuat Zhou Ren terdiam sejenak. Ia tidak berusaha membujuk.

Lagipula, berbagai laporan mengenai Hantu Pedang Sha Nuo telah lama sampai ke telinganya. Seorang pendekar seperti itu memang tidak bisa diukur menggunakan logika biasa.

Bahkan seorang diri, kekuatan Sha Nuo kemungkinan sudah melampaui satu tim elit Kekaisaran Zhou. Apabila terlalu banyak orang mengikutinya, bisa jadi justru akan memperlambat pergerakannya.

Mengenai Gao Rui, Zhou Ren juga tidak terlalu memikirkannya. Sebagai generasi muda nomor satu di Kekaisaran Zhou, kemampuan Gao Rui sudah jauh melampaui remaja seusianya. Di antara para pendekar muda, kekuatannya bahkan dapat dikatakan berada di jajaran teratas.

Mungkin, di dalam benaknya, Sha Nuo memang sengaja mengajak Gao Rui untuk memberikan pengalaman bertarung secara langsung. Bagaimanapun juga, Gao Rui adalah murid Boqin Changing.

Sangat mungkin Sha Nuo, sebagai tangan kanan Dewa Kematian, juga ikut memikul tanggung jawab untuk membimbing dan mendidik murid tuannya itu. Pemikiran tersebut terasa masuk akal. Karena itulah, Zhou Ren sama sekali tidak mempermasalahkan keputusan Sha Nuo.

"..."

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Lan Suya akhirnya mengangkat kepalanya. Tatapannya terlebih dahulu tertuju kepada Gao Rui yang masih terlihat kebingungan. Sesaat kemudian, pandangannya beralih kepada Sha Nuo.

"Senior Sha Nuo."

Sha Nuo menoleh.

"Hm?"

Lan Suya menatapnya dengan sungguh-sungguh.

"Apakah Senior... bisa menjaga Rui'er?"

"..."

Sha Nuo tersenyum kecil.

"Tentu saja."

Nada suaranya terdengar mantap.

"Aku akan melindungi Rui'er."

Namun Lan Suya tidak langsung mengangguk. Tatapannya tetap tertuju kepada pria bertubuh besar itu.

"Kau berjanji?"

"..."

Sha Nuo seketika terdiam.

Tanpa sadar, ia menelan ludah. Entah mengapa, cara Lan Suya menatapnya saat ini kembali membangkitkan kenangan yang baru saja memenuhi pikirannya beberapa jam lalu.

Tatapan itu begitu mirip. Sangat mirip dengan wanita yang pernah mengisi seluruh hatinya di masa lalu.

Wanita yang dahulu pernah memintanya berjanji untuk selalu menjaga diri. Wanita yang hingga akhir hayatnya tidak pernah mendengar tentang perasaan yang dipendam Sha Nuo.

"Hah..."

Sha Nuo mengembuskan napas pelan, mengusir bayangan yang kembali muncul di benaknya. Beberapa saat kemudian, ia kembali menatap Lan Suya. Kali ini sorot matanya jauh lebih serius.

"Aku berjanji."

Jawabannya singkat. Namun setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar begitu mantap.

Lan Suya memandangnya beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum lega.

"Kalau begitu..."

Ia menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.

"Terima kasih, Senior Sha Nuo."

"Aku mempercayakan Rui'er kepada Senior."

"..."

Di samping Sha Nuo, mulut Gao Rui perlahan terbuka lebar. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Bibi Ya... mengizinkanku?"

Di dalam benaknya, hal itu terasa seperti sebuah keajaiban. Sejak awal ia sudah yakin permintaannya akan ditolak.

Bagaimanapun juga, dirinya baru mengenal Sha Nuo beberapa hari. Namun kini, Lan Suya justru mempercayakan dirinya kepada pria itu.

"Ini... benar-benar tidak masuk akal..."

Semakin dipikirkan, semakin sulit ia mempercayainya.

Namun rasa tidak percaya itu perlahan berubah menjadi kegembiraan yang sulit disembunyikan. Senyum tipis tanpa sadar mulai menghiasi wajahnya.

Di sisi lain, setelah persoalan itu selesai, pembicaraan kembali difokuskan kepada misi penyelamatan Permaisuri. Jenderal Go Mu berdiri dari kursinya. Ia kemudian menarik peta yang tadi dibuka Kaisar Zhou Ren sedikit lebih ke tengah meja.

"Dengarkan baik-baik."

Tangannya menunjuk satu demi satu tanda berwarna merah di atas peta.

"Delapan titik ini berada di wilayah yang berbeda."

Ia mulai menjelaskan letak masing-masing lokasi, kondisi medannya, jalur tercepat yang dapat dilalui, hingga berbagai informasi yang telah berhasil dikumpulkan oleh mata-mata Kekaisaran Zhou.

Ada yang berada di pegunungan terpencil. Ada yang terletak di tengah hutan lebat. Sebagian lagi berada di reruntuhan kuno yang telah lama ditinggalkan manusia.

Semua orang memperhatikan penjelasan itu dengan saksama. Tak seorang pun memotong.

Mereka memahami bahwa misi penyelamatan Permaisuri akan dimulai besok pagi. Kesalahan sekecil apa pun dapat membuat mereka kehilangan waktu yang sangat berharga.

Sementara itu, Gao Rui juga menatap peta di atas meja tanpa berkedip. Ia berusaha mengingat setiap lokasi yang dijelaskan Go Mu.

Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, perasaan gembira terus memenuhi dadanya. Akhirnya petualangannya di dunia persilatan benar-benar akan dimulai kembali.

1
tariii
👍👍👍👍
Gokil 332
jangan beri tahu biar gregetan nunggui momentumnya berhari hari 🤣🤣🤣
sabian andri
5 bab sekaligus pliiiiis.. 😍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😀😀😀💪💪💪
Ayyasying
bang folbek BG saya penulis baru
Aiby Kushina Uzumaki
jangan heran gitu lho paman nuo coba dong tanya siapa gurunya 😄😄😄
Raju
tanyakan aja lgsg lu muridnya siapa ??
HINATA SHOYO
kasih tau ssh identitas gaoru sma pmn nuo torrr
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
Tosari Agung
thor next bab paman nuo coba suruh tanyain ke Gao Rui siapa gurunya biar pada gak penasaran
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz pokok'é 🔥🌽
Irfan tejo laksono
ahaiiii 👍👍👍
Akhmad Baihaki
👍👍👍👍👍👍
mbono keling
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yayat
bantai jangn kash ampun tujukan pada paman nou rui murid dr boqin
Adek Darmansyah
udh mulai menyebalkan ni authorr...
Nanik S
Bantai semua dan ambil semua Cincin ruang musuh seperti biasanya
Nanik S
Rui... tunjukan pada Paman Nuo, bahwa mampu membantai mereka dan tidak selembut hatinya🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!