Ilham Abdulrahman, seorang pemuda sholeh dan baik hati yang diidolakan oleh para santriwati mampu menarik hati seorang gadis bernama Myesha Safeera kusuma Wijaya.
Hingga membuat gadis itu rela masuk ke dalam pondok pesantren agar bisa dekat dan menarik perhatian pemuda tampan itu.
Sayang, Myesha atau Shasa harus menelan kekecewaan saat pemuda yang biasa di sapa Gus Ilham itu di jodohkan dengan wanita lain.
Wanita cantik, sholehah, bertutur kata lembut yang berbanding terbalik dengan nya yang merupakan seorang gadis yang cukup dikenal sebagai wanita yang bar bar.
Akan kah Shasa berhenti mengejar cinta Gus Ilham saat tahu jika sang pria sudah memiliki calon pendamping yang di pilih oleh kedua orang tuanya??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.20
...🌸🌸🌸...
*
"Iya, sholat di sini saja dulu. Ayo masuk Nak Ilham," sambung Bunda Realyn mempersilahkan tamunya untuk masuk.
"Sha, temani Nak Ilham ke mushola. Ayah sama Bunda nanti menyusul," lanjut Bunda Realyn menginterupsi anaknya untuk mengantarkan Ilham menuju ke mushola yang ada di dalam rumah itu.
"Baik Bunda, ayo Gus. Ikut saya," jawab Myesha membimbing Ilham untuk pergi ke arah mushola.
"Gus bisa ambil air wudhu di sana. Di dalam juga ada peci bersih yang bisa Gus pakai, saya mau ambil air wudhu di sebelah sana." ucap Myesha menginterupsi Ilham dimana tempat dia bisa mengambil air untuk berwudhu.
"Baik terima kasih," jawab Ilham setelah Myesha memberikannya petunjuk di mana Ilham harus mengambil air wudhu nya.
"Iya sama-sama Gus," jawab Myesha.
Myesha pun segera beranjak ke arah lain untuk mengambil air wudhu nya. Karena waktu sholat akan segera di mulai.
"Tunggu," cegah Ilham yang membuat langkah kaki Myesha terhenti.
"Iya, Apa ada yang bisa saya bantu lagi Gus?" tanya Myesha bingung.
"Bisa minta tolong?" jawab Ilham.
"Boleh, apa yang bisa saya bantu?" lanjut Myesha lagi.
"Tolong, berhenti memanggil saya Gus itu terlalu berlebihan," jawab Gus Ilham yang membuat Myesha tertegun sambil menatap heran ke arah pria tampan yang kini berdiri di depannya.
"Apa permintaanku terlalu berat?" tanya Ilham saat Myesha tak kunjung menjawab ucapan nya.
"Tidak, hanya saja. Saya tidak tahu harus memanggil Gus dengan sebutan apa," jawab Myesha benar benar dibuat bingung dengan apa yang di lakukan Ilham saat ini.
"Nak Ilham, Shasa, ayo cepat. Shalatnya akan segera kita mulai," seru ayah Ardi yang membuat keduanya tersadar.
"Kita bahas lain kali saja, sekarang lebih baik kita segera ambil air wudhu nanti ketinggalan waktu sholat." jawab Myesha yang langsung beranjak dari tempatnya menuju ke kamar mandi lain untuk mengambil air wudhu.
Sholat isyay berjamaah pun dilaksanakan dengan khusyu dan di imami oleh Gus ILham yang sengaja diberi kesempatan untuk menjadi imam untuk ayah Ardi sekeluarga.
Lantunan ayat suci al Qur’an yang dibacakan oleh Gus Ilham benar benar terdengar begitu merdu dan juga bersahaja di telinga siapapun yang mendengarnya.
Meski tidak sempat menyelesaikan sekolah nya di Kairo, namun Gus Ilham benar benar membuktikan kualitas diri dalam segi agama.
Meski begitu, kemampuan nya juga di dunia bisnis juga tidak bisa dianggap remeh. Nyatanya, di usia nya yang baru menginjak usia 20 tahun, Ilham mampu membuat perusahaan sang ayah maju pesat di tangan nya.
Kini, 8 tahun sudah Ilham terjun ke dunia bisnis dan kemampuan nya semakin tidak bisa di pandang sebelah mata. Semua yang bekerja sama dengan nya mengaku sangat puas akan hasil kerja dari pemuda itu.
Begitupun dengan Ayah Ardi yang begitu menyukai sosok pemuda sholeh dan begitu kompeten saat bekerja itu.
Bahkan terselip satu keinginan untuk menjodohkan putrinya dengan pemuda itu. Namun sayang, Myesha selalu saja menolak setiap kali Ayah Ardi ingin memperkenalkan nya pada Gus Ilham.
“Nak Ilham jangan langsung pulang ya, makan malam dulu di sini bersama kami, setelah itu baru Nak ILham boleh pulang. Bagaimana, Nak Ilham berkenan kan menerima ajakan saya ini?” tanya Ayah Ardi setelah menyelesaikan sholat isya nya.
Sekilas, Ilham sempat melirik ke arah Myesha yang masih tampak menundukkan kepalanya, sebelum menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Ayah Ardi padanya.
"Baiklah, jika Pak Ardi memaksa," jawab Ilham hingga membuat Myesha tersentak kaget.
Myesha tidak menyangka jika Ilham akan langsung menerima undangan makan malam dari ayah nya. Myesha yang tidak tahu harus bagaimana pun akhirnya lebih memilih pergi mengikuti sang Bunda untuk menyiapkan makan malam.
"Kalian berhubungan cukup dekat ya Sha?" tanya Bunda Realyn di sela kesibukannya menyiapkan menu makan malam.
"Maksud Bunda apa?" tanya Myesha bingung.
"Bukan nya itu sudah sangat terlihat ya Sha. Kalau Gus Ilham memiliki 0ketertarikan padamu, Nak."
"Huss Bunda, ngawur deh. Pria sholeh seperti Gus Ilham itu mana mungkin suka sama Myesha Bunda. Lihat Myesha, tidak ada yang bisa di banggakan dari diri Myesha."
"Tapi kok Bunda menangkap ada yang beda loh dari sikapnya sama kamu. Kalau Gus Ilham memang tertarik sama kamu, gimana?"
"Mustahil atuh Bun. Nggak akan mungkin, dulu saja calon nya Gus Ilham itu wanita yang benar benar sempurna. Jangankan pria, wanita aja di buat kagum olehnya. Lah bagaimana dengan Myesha? Yang ada Gus Ilham itu akan malu punya pasangan kaya aku," jelas Myesha lagi.
"Ya siapa tahu saja firasat Bunda bener Nak. Nggak ada tahu isi hati orang kan?"
"Sudah ah, jangan bahas ini lagi. Myesha tidak mau banyak berharap Bunda. Biarkan Allah saja yang menentukan siapa jodoh Myesha nanti. Myesha tidak mau berandai andai,"
Ibu dan anak itu pun kembali disibukan dengan persiapan makan malam. Dan tanpa keduanya sadari ada seseorang yang tengah menguping pembicaraan keduanya dari balik pintu penghubung antara ruang makan dan ruang keluarga.
Orang itu terlihat menghalang nafas panjang saat mendengar jawaban demi jawaban yang diberikan oleh Myesha atas pertanyaan yang diberikan oleh bundanya.
"Ya sudah, sana Panggil Ayah dan Nak Ilham kemari. Makanannya sudah siap," lanjut Bunda Realyn pada Myehsa.
"Iya Bun," jawab Myesha.
Myesha pun lalu Beranjak Pergi Meninggalkan ruang makan menuju ke ruang keluarga di mana Ayah Adi dan Gus Ilham duduk bersama dan berbincang masalah bisnis di sana.
"Ayah, Gus, Mari makanannya udah siap," ucap Myesha kepada ayah Ardi dan juga Ilham.
Ayah Ardi dan Ilham pun segera bangkit dari duduknya dan beranjak menuju ke ruang makan. Ayah Ardi dan Ilham pun mengambil duduk di kursi yang telah disediakan oleh Bunda Realyn.
"Sha tolong bantu ambilkan makanannya untuk Nak Ilham, ya." titah Ayah Ardi kepada Myesha.
"Iya Ayah, permisi Gus. Piring nya," jawab Myesha langsung mengambil piring yang ada di depan Ilham.
Meski terlihat aneh dan kaku Myesha pun akhirnya menuruti perintah sang ayah untuk membantu Gus Ilham mengambil makanan nya.
Myesha mengambil piring yang ada di depan Gus Ilham lalu mengisinya dengan nasi serta lauk yang terhidang di atas meja makan.
"Ini Gus makanan nya. Selamat mencoba," ucapnya Myesha setelah mengisi piring milik Ilham dengan menu yang sudah disediakan oleh Bunda Realyn.
"Baik, terima kasih Sha," jawab Ilham mengambil piring yang tadi diberi disodorkan oleh Myesha.
Dan pemandangan itu pun disaksikan oleh kedua orang tua dari Myesha. Baik Ayah Ardi maupun Bunda Realyn sama-sama tersenyum melihat interaksi antara Myesha dan juga Ilham.