NovelToon NovelToon
Benih Lain Di Rahim Istriku

Benih Lain Di Rahim Istriku

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Nikahmuda / CEO / Penyesalan Suami / Cintapertama / Kaya Raya
Popularitas:174.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: indahnya halu

Demi memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya, Novia pergi ke luar negri. Setelah enam tahun berlalu Novia kembali dengan kejutan besar.

Kevin suaminya yang sudah menantinya dengan kesetiaan harus menelan pahitnya kenyataan saat Novia hamil benih pria lain.

Betapa mahal kesetiaan yang Kevin lakukan nyatanya tak berarti apa-apa. Ekonomi mereka memang sudah sangat baik namun tidak dengan hubungan mereka.

Beribu kali Novia menuntut cerai dari Kevin nyatanya Pria itu enggan menjatuhkan talaknya. Kevin seakan berjalan dia antara hamparan pecahan kaca, yang dimana Kevin sama sama terluka jika berhenti maupun melanjutkan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah, bawa aku pulang!

"Status perkawinan, sudah menikah."

"Apa?" Kendrik megulang pertanyaan seakan dirinya menderita gangguan pendengaran.

"Ya Tuan memang itu kebenarannya. Wanita bernama Novia Maharani sudah menikah." ujar sang asisten dengan tanpa ketaguan sedikitpun.

"Tapi jika sudah menikah mengapa wanita yang bernama Novia itu pergi keluar negri? Lalu apa guna suaminya." Tak habis pikir Kendrick tentang kebenaran wanita yang pernah ia tiduri beberapa waktu lalu ternyata sudah bersuami.

"Bersuami atau tidak, tidak berpengaruh di negara ini Tuan. Mereka yang menginginkan kehidupan yang lebih baik tidak memandang status mereka untuk memperbaiki ekonomi mereka."

Kendrick mematung di tempatnya duduk, alisnya saling bertautan juga dengan mulut yang terkatup rapat, bagaimana bisa ini semua terjadi di antara mereka?

"Ya Tuhan, James itu artinya aku sudah meniduri istri orang lain! Astagha aku menanam benihku di rahim milik orang lain!" Kendrick bahkan menggigit ibu jari tangan kanannya, belum pernah ia segalam ini.

"Maksud Tuan Ken?" Tak ingin terlalu jauh menebak nebak asisten James segera menanyai kebenarannya.

"James, aku dudah meniduri wanita bernama Novia Maharani itu tanpa sengaja. Aku juga sudah menaburkan benihnya di rahim milik wanita itu. Bagai mana jika dirinya hamil anakku?" Kendrick mendesah prustasi, wajahnya bahkan mendongak menatap langit langit kamarnya .

Asisten James terlihat sama bdrpikirnya dengan bosnya ia juga mulai menduga duga. "Apa Tuan tak menggunakan pengaman malam itu?" tanya Jame hati hati.

"Jika aku mengenakan pengaman, aku tak akan sepanik srkarang James. Dasar bodoh!" dengusan kesal keluar dari mulut Kendrick.

"Aku juga tak membayarnya satu senpun James, dia pergi saat aku belum terbangun. Tanpa jejak apapun dia meninggalkan aku di kamar yang aku pikir adalah kamarku." Berminggu minggu Kendrick mengutuki kebodohannya.

"Tuan tidak sedang berhalusinasikan? Waktu itu."

"Kau pikir aku ini seperti dirimu? Yang kebodohannya mengalir sampai jauh. Aku sudah mengecek cctv hotel untuk ini. Kau pikir aku mendapatkan foto wanita itu dari mana? Jika bukan dari cctv hotel." Kendrik bahkan melemparkan satu buah pena kewajah asistennya.

"Aku juga sadar seratus persen waktu itu, tidak sedikitpun aku mabuk. Kau tau kan waktu itu aku hanya mengonsumsi obat sialan." Kendrick meraih sebatang nickotin yang langsung ia hisap dan kepulkan asapnya di atas wajahnya. Koteknya ia lemparkan kembali ke wajah James.

Untung saja James dapat menghindari dari lemparan tuannya.

"Salahmu juga karna tak langsung mengantarkan aku ke kamarku sehingga aku salah kamar." Kendrick menyalahkan asistennya yang lalai menurutnya.

"Yu Tuhan, bagaimana jika seandainya wanita itu mengandung benihku?"

"Menurut saya anda sangat ceroboh Tuan. Padahal biasanya anda sangat teliti. Mengapa bisa Tuan meniduri seorang wanita tanpa pengaman?" Asisten James menunduk, pasti sebentar lagi Tuannya akan memakinya habis habisan.

"Kau yang bodoh James, kau tau sendiri aku tidak menyetok pengaman,biasanya kau juga yang selalu menyiapkannya." Kendrick tidak terima saat di salahkan.

"Sudahlah aku malas berbicara dengan orang dungu sepertimu." Kendrick meninggalkan ruangannya ia akan mencari angin segar, mungkin di taman akan lebih baik untuknya.

Kendrick bersantai di salah satu taman yang paling dekat dari tempatnya berada, menikmati sore hati meskipun cuaca masih sangat terik.

Kendrick menguasai beberapa bahasa, terutama indonesia karna sang ibu memang berasal dari negri itu.

Ia sudah mengetahui di mana alamat ibunya tinggal, namun Kendrick masih mengumpulkan keberanian untuknya mengunjungi sang ibu.

Saat dirinya tengah bersantai di bangku taman, seorang pria muda dengan seorang gadis menghampiri Kendrik.

"Kak Kevin sedang apa di sini?" pemuda itu terlihat kikuk saat bertanya kepada Kendrick yang ia anggap sebagai kakaknya Kevin. Ya pemuda itu tak lain adalah Rifan, adik seibu dari Kevin.

"Kevin?" Kendrick mengerutkan keningnyanya dalam, tergambar jelas di raut wajahnya jika ia tak mengerti.

"Ia kak, masa Kakak lupa dengan nama kakak sendiri?"

Kendrick semakin tak mengerti dengan apa yang pemuda itu katakan.

.

Novia berada di sebuah tempat dengan hamparan padang pasir yang sangat terik, tak ada satu pohonpun atau sesuatu untuknya berteduh, tapi di sana ada seorang anak kecil yang entah perempuan atau seorang pria, yang jelas bocah itu mengajak dan menarik tangan Novia kesuatu tempat, melewati suatu lorong putih yang entah tempat apa namanya.

Anak itu berhasil membawa Novia kesebuah perkotaan dan setelah itu anak itu menghilang entah kemana.

Setelah beberapa jam berlalu, Novia mengerjapkan kedua kelopak matanya secara berulang ulang, untuk menetralkan bias cahaya yang menusuk ke netra miliknya. Dan secara perlahan Novia membuka matanya.

Ruangan serba putih, dari tempat suatu kota? Mengapa bisa pikir Novia, mungkinkah kedua tempat tadi juga anak kecil itu hanya halusinasinya saja? Atau minmpinya?

Novia kembali memejamkan matanya rapat dan membukanya kembali, ia meneliti di tempat mana ia berada.

Ruangan serba putih, pakaian yang ia kenakan berwarna biru, juga dengan bau khas obat yang memenuhi hidungnya Novia bisa menyimpulkan jika dirinya berada di rumah sakit.

"Rumah sakit?" gunam Novia pelan.

"Apa aku gagal mati? Kemana perginya malaikat maut yang harusnya menjemputnya, apakah malaikat itu tersesat?" pikir Novia konyol.

"Novia. Ayah Novia sadar!"

Novia menoleh ke sumber suara yang amat ia kenali, sekaligus ia rindukan. Novia sangat merindukan ayah dan ibunya, sudah sangat lama sekali Novia tidak bermanja denan kedua orang tuanya.

"Novia sayang, ini Ibu?" ibu Tikah mendekati putrinya dan mengelus rambutnya dengan sayang. Begitu juga dengan kedua pria yang berstatus sebagai ayah dan suami Novia mendekat ke arahnya.

"Ayah." ujar Novia pelan, tenggorokannya sangat sakit saat mengatakan itu, rupanya syal yang Novia pergunakan untuk gantung diri telah melukai leher serta tenggorokannya.

"Ya sayang ayah di sini." Ayah Anwar mengusap lembut kepala puntrinya.

"Sa-kit Yah." Adu Novia, sembari tangan kirinya menyentuh lehernya sendiri.

"Ya Novia Ayah tau, kau tak perlu banyak berbicara. Yang terpenting kau harus istirahat agar cepat pulih, kasihan bayimu jika kau terlalu lama sakit." Tangan yang hampir keriput aumyahnya mengusap lembut perut yang nasih rata Novia.

Seketika mata Novia berkaca kaca, kedua orang tuanya mengetahui jika dirinya tengah hamil, lalu ada apa demgan mereka, mengapa mereka tak marah? Apa mereka sama seperti mertuanya? Yang menganggap jika janin yang tumbuh di perutnya adalah anak dirinya dengan Kevin.

Kevin sendiri tak mampu berkata kata, ia hanya bungkam di samping Novia yang masih terbaring, otaknya tengah sibuk merangkai beberapa kalimat untuk ia ungkapkan kepada Novia sebagai ucapan permontaan maaf.

"Ayah, boleh aku meminta tolong kepadamu, putri kecilmu ini sudah tak bisa mengatasi masalahnya sendiri. Ehmm." Novia berdehem setelah mengatakan hal itu. Wajahnya berpaling, sungguh ia tak ingin melihat Kevin berada disana.

"Ada apa, hmm? Katakan saja. Pasti Ayah akan membantumu." Ayah Anwar menyelami tatapan putrinya yang menghiba terhadapnya.

"Ayah, bawa aku pulang! Dan tolong urus perpisahanku dengan Kevin secepatnya."

Degh ...

1
kalea rizuky
kok gak lanjut sih
Mari Anah
ky y kevin sama mr.ken kembar nih🤔
Yunita Sri wahyuni
mengandung bawang terus....air mata kapan kau jd pelangi 🌈😭
Herman Nursetiadi
kpn ini lanjutanx....jgn menggantung lama nunggux
Eva Karmita
otor mana kelanjutannya up dong udah lama ini 🙏😩
Sarifah azzamalfatih
Thor lanjut donk ceritanya bagus jd penasaran nc...
Pingkan Tumbuan
Up Up Doong 🙏
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
otor yg cantik baik hati n tidak sombong... up ya jangan menambah daftar karyamu bnyk yg lom kelar.... emak doain biar sehat.... semangat otor
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ini blm lanjut lagi apa
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
thor kowe team sopo sih kevin atau kendrik....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
thor boleh ngak emak pingin masuk.... pingin emak ketok maryati pake palu.. ngk ada sadar sadarya.... dah bikin ulah.. karma blm dateng ye... cepet kasih strook kek apa gereget emak
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
adeh mak saat maling teriak maling pingin gw ketok palalo mak mak.....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
walah karma turun tak salah alamat toh mbokkkk....
Sarifah azzamalfatih
lanjut Thor jgn lama²
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tuh benet jngn jngn kevin ada kembarany
Irma Windiarti
Luar biasa
OXICKLUG
ayok Thor happy ending dongg
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ngomng aja blum dah berasumsi seperti itu.......
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
yg belum kelar
#tanda merah dijasad putriku
#salah imam
#gelora wanita perusak akad
#perangkap cinta pertama
#hidden brondong
hayu thor selesaikan satu persatu aku setia menunggu mu
💜💜💜💜💜💜
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadir thor... satu persatu dah kelar semua karyamu tak baca...... tolong thor yg blm selesai d rampungi dulu ya..... sayang nitizen dah pada nungguin tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!