NovelToon NovelToon
Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Gadis Yang Meluluhkan Hati Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma .R

Hidup bagai dalam dunia gelap bagi Rendra, Putra bungsu pak Arif. Aktif di malam hari dan Tidur di siang hari. Tidak ada aktivitas lain kecuali bermain main bersama geng Motor. Itulah kehidupan yang ia jalani karena masa lalu yang membuatnya rapuh. Tak ada manusia yang ia dengarkan bahkan ayahnya sendiri. Hingga suatu saat ia bertemu pembantu yang mampu meluluhkan hatinya. Pembantu bercadar bernama Mardiyah menjadi Pembantu Favoritnya di rumah itu.
Simak kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Baikan

"Udah..terima aja diyah, mungkin mama senang karena kamu sangat bekerja keras di rumah, aku tau kok, kamu pasti lelah menghadapi Rendra, iya kan.." ucap satria seraya membujuk diyah untuk menerima hadiah itu.

Diyah merasa tidak nyaman mendapat hadiah sebesar ini. Bahkan gajinya sebulan tidak akan bisa menebus cincin mahal itu.

"Jangan banyak mikir lagi diyah, terima aja," tutur nyonya Sinta yang juga berharap diyah mau menerimanya.

Diyah tidak enak untuk menolak, melihat satria dan nyonya Sinta yang amat berharap agar ia menerimanya.

"Baiklah... terimakasih banyak nyonya," balas Diyah yang kini menatap nyonya Sinta dengan haru. Diyah sangat di perlakukan dengan baik oleh nyonya Sinta dan juga Satria.

**

Sementara itu, di rumah, Rendra tampak bosan hanya terbaring di ranjangnya. Kini Bima si bruder (Perawat laki-laki) sedang mencoba memberikan makan siang untuk tuan muda itu.

"Pak Rendra makan dulu ya, kan mau minum obat," ucap Bima sembari membawakan sepiring Nasi.

"Saya nggak lapar! tolong keluar!" perintah Rendra.

"Tapi pak..

"Cepat keluar!" tegas Rendra lagi. Ia ingin sendiri saat ini.

**

Malam pun tiba. Diyah masih tidak ingin menemui tuan muda Rendra. Ia berdiam diri di kamar karena memang sudah waktunya istirahat.

"Diyah.." panggil bi Maryam sembari mengetuk pintu kamar diyah.

"Iya bu.." sahut diyah kemudian membukakan pintu.

"Diyah..tuan Rendra marah marah mulu, ayolah diyah..kamu ke atas ya, antar makanan tuan Rendra ini, siapa tau kalau kamu yang ke sana dia mau makan," ujar Bu Maryam

"Udahlah bu..dia nggak mau makan kan itu bukan salah kita, biarin aja Bu, nanti juga dia akan makan kalau dia memang lapar," balas Diyah yang masih merajuk dengan tuan muda.

Seharian Rendra tidak nafsu makan, bagaimana mau sembuh jika makan saja ia susah. Hingga kabar ini sampai ke telinga nyonya Sinta. Ia pun tak tinggal diam mendengar anaknya tidak makan seharian.

Nyonya Sinta menemui Rendra ke kamarnya. "Rendra..mama masuk ya.." ucap mama Sinta sembari membuka pintu kamar Rendra.

Rendra tampak cuek dan hanya menatap layar hpnya.

"Nak..kamu kenapa hari ini kok jadi begini, kenapa nggak makan?" tanya mama Sinta menatap putranya yang masih rebahan di ranjang.

"Ini mau anda kan? Anda mau saya mati agar anda bisa menguasai papa?"

"Astaghfirullah nak...mama nggak pernah berpikiran seperti itu, ayolah Rendra..tolong jangan siksa diri kamu seperti ini, lagi pula mama dan papa sudah semakin lanjut usianya, mama tidak berpikir ke arah harta lagi, apalagi ingin menguasai harta papa mu," ujar mama Sinta pelan.

"Mana ada maling yang mau ngaku!" tegas Rendra.

Tiba-tiba Satria masuk ke kamar itu. "Ren..jaga bicara mu, nggak seharusnya kamu bicara seperti itu sama orang tua!" tegas Satria saat ia memasuki kamar itu.

"Kenapa orang tua? dia bukan orang tua kita kali kak.." lanjut Rendra

"Stop Ren..jangan bicara lagi," Rendra pun menarik tangan mama Sinta untuk pergi dari kamar itu dan membiarkan Rendra sendiri.

"Ayo ma..lebih baik kita keluar aja," ucap Rendra sembari membawa mama Sinta keluar.

Malam ini benar-benar membosankan bagi Rendra, ia tak tau harus melakukan apa di kamar itu. Tak mungkin ia kabur sedangkan kondisinya belum memungkinkan untuk turun lewat jendela.

Rendra memutuskan untuk turun ke lantai bawah dan menemui Diyah di kamarnya.

Saat ini diyah sedang melamun sendiri dikamar nya, tiba-tiba suara ketukan pintu yang cukup keras terdengar di telinganya. Ia begitu terkejut karena ketukan pintu itu terdengar kuat.

"Iya sebentar.." ucap Diyah, lalu di bukanya pintu kamar itu. Matanya terkejut melihat tuan muda Rendra berdiri di depan kamarnya dengan sebuah tongkat yang membantunya berdiri.

"Tuan..ngapain ke sini?" tanya Diyah

"Bagus ya...kenapa kamu nggak ke atas? kenapa kamu biarkan saya tidak makan seharian?" tegas Rendra dengan wajah emosi.

"Lah..kok nyalahin saya ya? tuan kalau makan ya tinggal makan aja, kok malah nyalahin saya sih,"

"Ya iyalah kamu salah..itukan tugas kamu!"

"Nggak! bila perlu saya akan mengundurkan diri tuan, besok saya akan cari waktu yang tepat untuk membicarakan ini pada nyonya Sinta," tegas Diyah yang sudah kekeh untuk pergi dari rumah.

"Oke..oke ...saya minta maaf ya, saya minta maaf atas apa pun yang membuat hati kamu sakit, saya minta maaf, jadi nggak usah ngambek mau mengundurkan diri," ujar Rendra, entah mengapa ia tak rela jika diyah berhenti bekerja.

Diyah terkejut mendengar ucapan tuan muda itu. Mana mungkin tuan muda mau mengucap kata minta maaf padanya.

"Tuan sehat nggak sih?"

"Kamu kan lihat sendiri kalau kaki saya masih butuh perawatan, pokoknya kamu jangan pergi ya, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan sama kamu," pinta Rendra yang kali ini bersikap baik pada Diyah.

Setelah di pikir pikir diyah pun sebenarnya bingung harus kemana, jika ia pergi dari rumah ini. "Baik..tapi tuan harus janji, jangan bentak saya lagi," ucap Diyah dengan serius.

"Oke..oke..tapi..apa kamu mau jadi teman saya, saya selalu kesepian diyah, dan saya rasa kamu orang yang tepat untuk menjadi teman ngobrol saya," pinta Rendra.

"Ya nggak bisa lah tuan..masa saya jadi teman tuan, saya kan pembantu,"

"Kenapa nggak bisa? kan kamu yang pernah bilang kalau kita semua itu derajatnya sama di mata Allah,"

"Iya sih tapi kan..ah iya deh iya..maksa bangat deh," jawab Diyah

"Oke.. sekarang panggil aja aku Rendra, eh jangan deh, kayaknya aku lebih tua dari kamu, panggil aja mas Rendra,"

"Dih..maaf tuan, saya harus profesional," ucap Diyah tanpa menatap Rendra.

"Ya udahlah gimana nyamannya aja, oh ya, saya lapar,"

"Maksudnya apa nih.."

"Tolong ambilkan saya makanan ya, saya tunggu di atas," ucap Rendra dan buru-buru naik ke lantai atas.

Diyah pun pasrah untuk menuruti permintaan itu. Diyah buru buru bergegas membuatkan makan malam untuk tuan muda.

Tak lama, diyah mengantarkan makanan itu ke lantai paling atas. Ia pun membuka lebar lebar pintu kamar Rendra itu. Karena sesuai perjanjian, ia mau memasuki kamar apabila pintu terbuka lebar.

"Ini makanannya, silahkan makan tuan," ucap diyah sembari meletakkan makanan itu di meja.

"Tangan saya agak pegal, bisa nggak kamu bantuin saya?"

"Oh oke..bentar ya tuan, biar saya panggilkan Bima," ucap diyah sembari berdiri untuk memanggil bruder laki-laki itu.

"Jangan..saya nggak mau melihat bruder itu," tegas Rendra menahan diyah untuk tidak memanggilnya.

1
Rose Reea
Rendra Sweet banget sumpah 😍
Rose Reea
😍😍😍😍😍😍
Rose Reea
🥰🥰🥰🥰🥰
Rose Reea
boleh boleh 🤣🤣🤣
Rose Reea
aaaaaaah melting
Rose Reea
sa ae lu thor terkenal di buku sekolah anak SD 🤣
Rose Reea
ga bisa ga bisa.
it is so cute 😭
Rose Reea
🤭🤭🤭🤭🤭
Rose Reea
Nah iya jua
Rose Reea
ciee ciee
Rose Reea
😭😭😭😭😭
Rose Reea
🤣🤣🤣🤣🤣
Rose Reea
tok semangat Ren
ta bantu doa
Rose Reea
sedih bacanya
Rose Reea
meleleh....
Rose Reea
uhuk 🤭
Rose Reea
hayoloh napa
Rose Reea
lagi lagi anda terlalu PD
tapi saya suka gayamu Rend 💪
Rose Reea
idiih ngarep Rendra 😅😅😅
Rose Reea
lucu juga nih diyah lama lama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!