Bella melamar pekerjaan jadi sekretaris, namun diterima sebagai istri kontrak.
"Mau tidak?" tanya Edward.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Perpindahan yang begitu cepat
Edward masuk ke dalam kamar dan kembali menutup pintu.
Tidak hanya ditutup tapi dia menguncinya juga. Karena tidak bisa membaca pikiran Bella, jadi Edward selalu mengantisipasi kejadian ke depan, dia tidak ingin tiba-tiba Bella memutuskan untuk berlari keluar dari kamar ini.
Saat itu Bella telah duduk di tepi ranjang, menatap marah dan kecewa.
Katanya Edward adalah pria yang kesepian dan butuh cinta. tapi ternyata apa? ternyata pria itu punya kekasih. jelas aja dia tidak kesepian dan tidak butuh cinta dari Bella.
Karena Edward setelah mendapatkan banyak cinta dari wanita tadi, yang entah namanya siapa.
Bella tidak suka dia dibohongi seperti ini, rasanya lebih baik jika Edward jujur dari awal. Maka Bella pun akan memposisikan dirinya jadi yang kedua.
Bukannya malah berharap untuk bisa saling mencintai sebagai suami dan istri seperti sekarang ini.
Bella kecewa, sedih.
"Aku dan Liona sudah mengakhiri hubungan kami. tidak akan ada yang merubah apapun tentang kita, kamu adalah istriku satu-satunya," ucap Edward, langsung bicara seperti itu ketika dia sudah berdiri di hadapan Bella.
"Harusnya kamu jujur sejak awal, kenapa juga harus bilang bahwa kamu adalah Pria kesepian, pembohong." balas Bella pula dengan bibir yang terlihat sedikit mengerucut, dia sendiri Bahkan tidak sadar jika telah berani membalas ucapan Edward.
Seperti seorang wanita yang tengah cemburu.
Edward tidak punya pembelaan apapun atas tuduhan Bella tersebut. karena dia akui dalam masalah ini memang dia yang salah.
Benar apa yang diucapkan oleh Liona barusan. Harusnya dia memang mengakhiri hubungannya lebih dulu dengan Liona, baru menikahi Bella.
tapi mau bagaimana, semuanya pun terjadi di luar kendali dia. Setelah mencium aroma darrah Bella yang manis, Edward seperti kehilangan semua kesadarannya yang terpikir di dalam benaknya hanyalah jangan sampai kehilangan Darrah tersebut.
Mana ingat dia tentang Liona.
"Iya aku salah, maafkan aku ya?" mohon Edward, saat bicara seperti itu suaranya terdengar hangat, namun tidak selaras dengan raut wajahnya yang terlihat dingin.
Jadi membuat Bella kembali merasa takut, namun sekuat tenaga memberanikan diri.
"A-Apa karena Wanita itu juga ka-kamu tidak mau melakukannya dengan ku?" tanya Bella, entah bagaimana bisa pertanyaan itu keluar dari mulutnya.
Tapi hal pertama yang ada di dalam benaknya memanglah tentang hal itu. Bisa saja Edward, tidak mau menyentuh dia karena masih terbayang-bayang dengan wanita barusan.
Bella saja mengakui bahwa Wanita itu sangat cantik. Rambutnya sebahu hitam legam dengan kulit yang sangat putih, siapapun pria yang melihatnya pasti akan terpesona.
Dan mendengar pertanyaan Bella itu, Edward seketika tercengang bahkan mulutnya sampai menganga.
"Astaga, Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?" Edward tak habis pikir.
Bella memalingkan wajahnya, tidak tahu juga harus menanggapi bagaimana lagi. tapi yang jelas di dalam benaknya memang itu yang terpikir oleh dia.
Edward tidak bisa menyentuh dia gara-gara teringat wanita itu.
Dan melihat Bella yang tidak mau menatap ke arahnya lagi, Edward jadi semakin bingung, dan makin frustasi karena dia tidak bisa membaca pikiran Bella.
Tidak bisa bicara jadi Edward langsung mengambil sikap untuk mendorong tubuh Bella hingga jatuh ke atas ranjang, dengan gerakan yang sangat cepat Edward pun menindihnya.
Bella sangat terkejut, dia seperti tidak melihat ketika Edward berpindah. karena tiba-tiba pria itu sudah berada di atas tubuhnya.
Deg!
Bella tersentak, perpindahan yang begitu cepat tersebut membuatnya kembali ingat tentang rumor bahwa Edward adalah mayat hidup.
Deg!