Tiara pergi ke kantor catatan sipil menemani bibinya yang akan bercerai dengan suaminya. Siapa sangka seorang pria menarik tangannya dan memperkenalkan dirinya sebagai calon istri pada seorang wanita tua yang berada di sebuah kursi roda.
"Ibu, dia calon istriku. Aku pasti akan menikah lagi, dan memberikan Andrew seorang ibu. Sekarang ibu sudah mau di operasi kan?" tanya pria yang menggenggam erat tangan Tiara.
"Eh, pak ini apa..."
Mata Tiara melebar, pria itu menciumnya. Begitu saja. Lalu berbisik pada Tiara.
"Bekerja samalah dengan ku. Aku akan berikan apapun yang kamu mau!"
"Wah, kalian benar-benar mesra. Baiklah, kalau begitu langsung masuk saja. Ibu baru mau dioperasi kalau kalian sudah dapat sertifikat pernikahan!"
Rahang Tiara nyaris jatuh.
"Me.. menikah? nyonya, aku masih SMA" kata Tiara tergagap.
Pria matang dan dewasa yang menciumnya tadi cukup terkejut.
'Dia masih SMA?' batinnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Tiara menyeka air matanya, dia sungguh bukan menangis karena masih menyukai Andrew, atau menyesal menikah dengan Nicholas.
Tiara adalah gadis yang realistis, sudah di jelaskan sebelumnya jika Tiara bahkan menerima semua barang-barang mewah dari Andrew, sebagai ganti rugi dia sudah di selingkuhi. Meski semua barang-barang itu juga bukan dirinya yang menggunakannya. Akan tetapi, dia memang menerimanya.
Dia hanya foto dengan barang itu, lalu di unggah di sosial media. Apa namanya? Flexing? ya seperti itu. Dia memang manusia yang cukup realistis, di kehidupan jaman sekarang, orang yang terlihat memiliki segalanya memang lebih disegani. Singkatnya dia juga cuma seru-seruan saja dengan semua barang itu sebelum memang benar dia berikan pada panti sosial di dekat sekolahnya.
Tiara menoleh ke arah Margaretha.
"Aku belum pernah melihat Andrew seperti itu, sebelumnya. Dia lebih banyak terlihat angkuh, tengil, konyol, bad boy! aku sungguh tak pernah melihat dia seperti itu, menangis..." Tiara menggelengkan kepalanya perlahan, dia kembali menyeka air mata yang menetes begitu saja di wajahnya, "dia tampak sangat..." Tiara tidak bisa meneruskan ucapannya.
Tidak mungkin juga dia mengatakan Andrew tadi terlihat sangat menyedihkan di depan Margaretha kan? dia hanya bisa menjeda ucapannya itu.
Margaretha juga merasa begitu sedih. Tapi, dia bukan tidak pernah melihat Andrew sedih seperti itu. Tapi, tadi memang dia bisa melihatnya. Andrew sedih sekali. Rasanya dia juga tidak tega.
"Tiara, kita keluar saja. Biar ibu istirahat!" kata Nicholas yang masuk ke kamar itu dan mendekati Tiara.
"Ibu, jika butuh sesuatu panggil saja aku. Aku tidak akan berada jauh dari kamar ibu!" kata Tiara.
Nicholas melihat itu, gadis itu masih sangat muda. Tapi, dia sangat pengertian.
Margaretha tersenyum dan menepuk punggung tangan Tiara.
"Iya nak" katanya.
Tiara dan Nicholas keluar dari kamar Margaretha.
"Kamu benar-benar akan menunggu di sini? menemani ibu?" tanya Nicholas mengikuti langkah Tiara ke arah sofa.
"Iya, jika om ada pekerjaan. Silahkan sibuk saja. Biar aku saja yang temani ibu" kata Tiara.
Pikirnya kan dia juga sudah tidak bisa datang ke sekolah. Pulang juga pertanyaan ibunya akan sepanjang gerbong kereta Sevong. Ya sudahlah, dia temani ibu mertuanya itu saja. Kelihatannya kondisinya juga tidak begitu baik, lagipula dia sudah bilang akan menemani Margaretha. Tiara bukan orang yang tidak menepati janjinya.
Tiara duduk di sofa single yanng paling dekat dengannya. Dan Nicholas juga duduk di sofa lainnya. Dekat dengan Tiara.
"Dia ada di gedung tua..."
"Tuan Will sudah menjaganya kan? dia akan baik-baik saja. Om jika ada kerjaan..."
"Kamu tidak senang sekali, aku ada di dekatmu ya?" tanya Nicholas.
Tiara mengerjapkan matanya. Dia merasa ada miss understanding disini. Siapa yang bilang begitu? dia hanya bilang kalau Nicholas yang memang mungkin sangat sibuk seperti di film-film yang dia tonton. CEO itu kan pastinya selalu sibuk. Dia dengan pengertian memberikan kesempatan pada Nicholas untuk menyibukkan diri.
"Om, kata mana di kalimat yang aku katakan pada om, yang mengatakan aku tidak senang dekat dengan om..."
"Kalau begitu kemari!" sela Nicholas yang mengulurkan tangannya pada Tiara.
'Ini perasaanku saja, atau pria ini memang pandai menjebak seseorang!' batin Tiara.
Tiara mengulurkan tangannya. Dan dengan cepat, Nicholas menariknya sampah duduk di pangkuannya.
'Nah kan, modus lagi. Modus aja terus!' batin Tiara.
"Om, apa om pikir situasinya tepat melakukan semua ini?" tanya Tiara.
"Aku hanya ingin tanya satu hal padamu" elak Nicholas.
"Kan bisa biarkan aku duduk di sofa!" kata Tiara.
'Sofa kelas lebih empuk!' batin Tiara.
"Apa kamu sudah tidak punya perasaan lagi pada Andrew?" tanya Nicholas.
'Ini orang bener-bener ya. Anaknya lagi kabur, lagi frustasi. Sempat-sempatnya dia tanya pertanyaan seperti ini?' batin Tiara.
"Om, aku sudah di selingkuhi 13 kali! kenapa aku masih punya perasaan pada seseorang yang sudah melakukan hal seperti itu padaku?"
Nicholas tertegun. Dia menatap istrinya yang baru saja mengatakan telah diselingkuhi sebanyak 13 kali oleh Andrew. 13 kali? dia yang diselingkuhi satu kali saja rasanya dunianya runtuh. Bagaimana dengan patah hati 13 kali.
"Kamu..."
"Tidak waras?" tanya Tiara.
Tiara terkekeh, lalu menarik dirinya dari pangkuan Nicholas. Gadis itu duduk di sebelah Nicholas lalu terkekeh.
"Banyak yang bilang aku tidak waras, banyak juga yang bilang aku matre. Sebab setiap Andrew selingkuh, aku memang minta putus. Tapi tidak sampai satu minggu, kita balikan lagi. Banyak yang bilang aku kata duitan, karena Andrew pasti selalu memberikan aku barang-barang mewah, uang yang sangat banyak dan segala yang terlihat berlebihan di mata teman-temanku yang lain..." Tiara menoleh ke arah Nicholas.
"Apa om pikir, aku juga perempuan matre. Aku menikah dengan om, karena om bilang mau kasih aku 100 juta sebulan?" tanya Tiara.
Nicholas awalnya berpikir seperti itu. Tapi entah kenapa, makin kesini, bagaimana Tiara memperlakukan ibunya dengan sangat baik, dan sangat blak-blakan. Dia tidak lagi berpikiran seperti itu.
"Kamu setuju menikah, supaya ibuku mau di operasi kan?" tanya Nicholas.
Dan pada akhirnya, Nicholas mendapatkan jawaban ini. Saat itu, bahkan Nicholas belum mengatakan tentang 100 juta itu. Tangan Tiara juga saat itu masih terus memberontak, masih mau menjauh dari Nicholas. Tapi, ketika Nicholas mengatakan tentang operasi ibunya, tangan Tiara mendadak berhenti melawan. Dia bisa merasakannya, gadis itu perduli pada ibunya.
Tiara tersenyum. Tapi dia memalingkan wajahnya. Tetap saja dia excited pada semua yang diberikan Nicholas padanya.
"Om benar! semua karena ibu. Aku juga punya ibu, aku tahu rasanya takut terjadi sesuatu pada ibuku"
"Kamu lebih dewasa dari yang terlihat Tiara!" puji Nicholas.
"Tidak juga! om jangan mengatakan hal-hal baik tentang aku. Nanti aku terbang! lebih sakit lagi, kalau sudah terbang lalu di jatuhkan!" kata Tiara.
"Ada yang melakukan hal itu padamu?" tanya Nicholas. Wajah pria itu tampak sangat serius.
Tentu saja ada. Banyak sekali bahkan, di sekolah itu banyak sekali fans berat Andrew yang seperti itu pada Tiara.
Tapi di depan Nicholas, Tiara menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada. Jangan dipikirkan, om benar-benar tidak mau kerja lagi?" tanya Tiara.
Nicholas menggelengkan kepalanya.
"Tidak! aku ingin menemani istriku di sini!"
'Etsss, apa katanya? mendadak panggil istri. Kok aku merinding ya?' batin Tiara.
***
Bersambung...
kita belum liat si Abang bulan loo🥹🥹..
walaupun tahun ini Kita dilewati
ga masalah,ada bts😜🤣🤣
terkadang hidup penuh kebohongan lebih baik dari pada tau yg mana ttg kebenaran.
karena, pasti lebih jauh sakitnya
kayak...
tau dengan jujur kalau Hannie suka boong Mulu kalau maen mafia😜🤣🤣