NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Mempelai

Pernikahan Tanpa Mempelai

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / CEO / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Spion Off "Tuan Muda Amnesia"

Di hari yang seharusnya menjadi momen terindah, kabar buruk menyergap kediaman Alexander. Calon mempelai putra sulung mereka menghilang, tanpa jejak, tanpa pesan.

Namun, upacara tetap disiapkan, tamu tetap berdatangan, akan tetapi kursi di samping Liam Alexander kosong. Liam bersikeras menunggu, meski semua orang mendesaknya untuk menerima kenyataan.

Semakin lama Liam bertahan, semakin jelas bahwa ada sesuatu yang tak beres, dan hilangnya calon istrinya bukanlah kejadian kebetulan

Follow instagram @Tantye untuk informasi seputar novel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arumi dan Seaven

Liam menghela napas berkali-kali sembari memandangi seorang gadis yang kini terbaring di atas brangkar rumah sakit. Tubuh gadis itu dipasangin beberapa alat medis salah satunya selang oksigen.

Sampai saat ini wanita itu belum bangun dari tidur panjangnya, padahal tiga hari telah berlalu.

"Dia orang yang sangat dekat dengan saya kan Sevia? Buktinya dia tahu rencana kita," ucapnya seolah Sevia akan menjawab pertanyaanya.

"Kecelakaanmu pun pasti sudah dia rencanakan," lanjutnya.

Setelah kecelakaan Sevian dan Seaven, dendam yang menumpuk di hati Liam semakin membara. Dia tidak tahu apa kesalahannya sehingga orang tersebut bermain-main dengannya.

Pria itu meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumahnya. Namun sebelum itu dia singgah di toko bunga langganannya untuk membeli setangkai mawar merah demi memenuhi keinginan sang kekasih.

"Kali ini aku terlambat sayang," gumam Liam meletakkan setangkai bunga di atas meja rias.

"Hari ini sangat melelahkan, dan maafkan aku karena membuat sahabat kamu terluka," lanjutnya.

"Arumi, kalau kamu tahu sesuatu tolong beri aku petunjuk lewat mimpi agar semua masalah ini selesai."

Liam terus memandangi gaun pengantin yang tidak sempat wanita itu pakai di hari pernikahan mereka. Padahal gaun tersebut menjadi impian Arumi sebab mendesainnya sendiri.

Pria itu beralih pada ponselnya yang berdering. Ia langsung menjawab, terlebih dari asistennya.

"Bagaimana?"

"Orang yang anda cari sudah tidak ada Tuan. Sepertinya dia tahu bahwa anda mengirim orang untuk menemuinya sehingga melarikan diri di hari kecelakaan Sevia dan Tuan Seaven."

"Jadi kecelakaan tersebut hanya pengalihan?"

"Sepertinya begitu, tapi ada yang aneh Tuan."

"Apa?"

"Tapi saya tidak yakin Tuan Liam akan percaya."

"Katakan saja, percaya tidaknya itu bukan urusanmu!" Nada bicara Liam terdengar mendesak.

"Saya sempat bertanya pada warga sekitar dan mereka mengatakan tidak ada penyerangan yang terjadi hari itu."

"Oke."

Liam memutuskan sambungan telepon, berjalan menuju balkon kamarnya yang langsung mengakses taman dengan pepohonan juga rerumputan yang hijau dan terawat.

Ingatannya membawa dia pada pembicaraan Seaven saat menjenguk pria itu di rumah sakit. Seaven mengatakan dia di serang oleh seseorang tidak dikenal saat akan memasuki rumah karyawan Arumi. Sangat berbeda dengan informasi yang diberikan oleh asistennya.

Kali ini Liam harus mempercayai siapa? Jika Seaven apa motifnya? Jika asistennya apa alasannya?

Pria itu mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Ia bingung akan melangkah bagaimana kedepannya sedangkan orang disekitarnya semakin mencurigakan.

"Leon, ya selain Sevia. Arumi sempat bertemu Leon."

Tidak peduli langit sedang mendung dan angin berembus cukup kencang, Liam meninggalkan rumah barunya hanya untuk menemui sang adik. Ia berharap Leon ingin menceritakan penyebab pertengkaran mereka malam itu dan alasan kenapa Arumi rela berlutut.

Kebetulan saat tiba di kediaman Alexander, Leon juga baru saja turun dari mobil Mclaren berwarna hitam dengan warna kuning di beberapa bodi.

"Kenapa memandangiku seperti itu mas?" tanya Leon dengan kening mengerut.

"Mas mau bicara denganmu."

"Bukannya mas sekarang sudah bicara ya?"

"Leon!" Suara Liam mulai terdengar dingin.

"Oke-oke, setelah mandi aku akan menemui mas," ujar Leon dan berlalu.

Sedangkan Liam, berjalan menuju paviliun keluarga dan tidak menemukan siapapun di sana padahal hari sudah gelap. Seharusnya penghuni rumah sudah berkumpul.

"Nyonya dan Tuan besar sedang perjalanan dinas Tuan Muda, untuk nona Leona liburan bersama teman-temannya," ucap sang pelayan yang berpapasan dengan Liam.

Liam mengangguk dan segera duduk di sofa menghadap sebuah lukisan cantik karya adik bungsunya.

"Mas mau bicara apa?" tanya Leon yang ikut duduk di samping sang kakak. Rambut pria itu setengah basah.

"Apa yang kamu bicarakan dengan Arumi malam itu?"

"Sudah aku bilang nggak mau bahas hal ini!"

"Leon, hanya kamu yang bisa membantu mas sekarang. Jika nggak terungkap siapa penyebabnya yang ada akan banyak korban untuk menutupi kejatahan."

"Mas yakin mau mendengarnya?"

"Yakin." Liam menganggukkan kepala tanpa ada keraguan sedikitpun.

"Arumi meminta aku untuk membujuk mas agar pernikahan dibatalkan bahkan sampai berlutut seperti yang ada di dalam video. Jelas aku nggak mau karena tahu mas sangat mencintai Arumi. Aku marah dan berakhir bertengkar dengan Arumi malam itu."

Leon menjeda sejenak, lidahnya terasa kelu untuk memberitahukan kakaknya satu hal yang mungkin terasa menyakitkan.

"Arumi pasti punya alasan kenapa ingin membatalkan pernikahan 2 hari sebelum pesta dimulai."

Leon mengangguk, membenarkan ucapan kakaknya. Hanya saja alasan Arumi baginya sedikit tidak masuk akal namun itu dulu. Sekarang semuanya menjadi jelas setelah apa yang dikatakan Arumi terbukti.

"Arumi mengatakan jika pernikahan tetap berlangsung dia akan dalam bahaya, tapi aku menghiraukannya mas."

"Jadi Arumi mendapatkan ancaman sebelumnya dan kamu nggak memberitahu mas!" suara Liam meninggi, dirinya sangat geram karena hal seperti ini tidak ia ketahui sejak awal.

"Harusnya kamu memberitahu mas yang sebenarnya Leon, jadi hal seperti ini tidak akan terjadi!"

Tatapan Liam semakin tajam, bahkan ia berusaha menahan diri agar tidak memukul adiknya detik itu juga. Emosinya tersulut tahu ada seseorang yang dimintai tolong oleh Arumi tapi memilih mengabaikan begitu saja.

Di lain sisi ia merasa tidak becus menjadi kekasih. Calon istrinya dalam bahaya tetapi ia tidak tahu dan malah sibuk dengan pekerjaan.

"Kak Seaven dan Arumi sepertinya menjalin hubungan dibelakang mas," lirih Leon hampir tidak terdengar.

Baiknya, telinga Liam bisa menangkap suara itu dan reaksinya semakin membahayakan untuk Leon. Pria itu menarik kerah baju adiknya hingga kini keduanya sama-sama berdiri.

"Seaven dan Arumi nggak mungkin menghianatiku!"

"Tapi itulah kenyataanya mas. Aku sering memergoki Arumi jalan dengan kak Seaven. Itulah mengapa saat Arumi meminta aku membujuk mas untuk membatalkan pernikahan aku enggang membantunya. Aku marah karena mereka mengkhianati mas Liam!"

Tangan Liam terhempas hanya dengan sekali dorongan dari Leon. Selama ini putra kedua Alexander bukan lemah, tapi mengalah pada kakaknya.

"Nggak mungkin Leon, alasan pertama jauh lebih masuk akal." Liam mengelengkan kepalanya, ia menolak percaya dan meyakini Arumi meminta membatalkan pernikahan karena alasan pertama, yaitu dalam bahaya.

"Terserah mas mau percaya atau nggak!" Leon berlalu.

"Nggak mungkin!" teriak Liam dengan mata memerah dan urat-urat lehernya menonjol.

Kali ini dia tidak bisa mendefinisikan sakitnya seperti apa usai berbicara dengan sang adik. Ia menepuk dadanya yang terasa sesak, bersimpuh di sisi sofa akibat tidak bisa menopang tubuhnya sendiri.

Leon yang menyaksikan penderitaan kakaknya diam-diam mengusap sudut matanya yang berair.

"Maaf karena aku egois mas, malam itu seharusnya aku membantu Arumi dan menceritakan semuanya. Tapi selain nggak percaya, aku takut hubunganku dengan Sevanya hancur jika mas dan kak Seaven musuhan."

....

Huh, fakta apa lagi ini

1
Nena Anwar
bhahaha emang enak kepergok sama camer omelin Om Rocky Tuan mudanya kapan lagi kan ngomelin Liam 😂😂
ken darsihk
😂😂😂😂😂 Di rumah tetap Rocky yng berkuasa atas anak nya
nuraeinieni
nikahkan cepat pak,supaya mereka bebas nyosor,,,😂😂😂😂
nuraeinieni
uuhh liam lagi model manja sama arumi,,,athur dan sofia seperti tommy and jerry saja,,,,😂😂😂😂
Ikaaa1605
Keciduk nih mas liam main nyosor ajaa🤣
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Nena Anwar
Arhan anak tirinya Eril ya thor
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: iya kak, jadinya nggak sepupu seayah
total 1 replies
Dew666
👑🍎
Teh Yen
konflik ringan aj Thor kan yg berat nya udh d awal hehe
nuraeinieni
tangammu sakit liam,tunggu saja kamu di omelin sama arumi.
nuraeinieni
kwkwkw kasian dirimu athur,,pacarmu ngambek
nuraeinieni
yg ringan aja thor biar enak di baca
Teh Yen
menikah saja dengan yg hadir hanya keluarga inti itu sudah cukup yah Liam
ken darsihk
Memang nya masih ada konflik lagi tbor , yang ringan 2 saja thor
Ikaaa1605
Yang ringan aja mba othor
Arsyad Algifari.
yang ringan aja lah Thor ..
Nena Anwar
yg ringan aja thor yg berat cukup berat badan aku aja 🤣✌️
Nena Anwar: maaf maaf thor ✌️😁
total 2 replies
Nena Anwar
semoga Liam dan Arumi hidup bahagia
sryharty
jangan hadirkan seaven lg ka
jijik
nuraeinieni
nggak apa2 sederhana,yg penting sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!