Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.
Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.
Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.
Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.
Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?
Ataukah dia menemukan kebahagian lain?
Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?
Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.
IG:ayyona_18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 - Terjebak Nostalgia
Tanpa Alexa dan Raka sadari ada seseorang yang membidikan kamera handphone ke arah mereka secara diam-diam. Laki-laki berbaju office boy itu pun segera menghilang dari area lobby ke koridor yang menuju ke pintu jalan keluar darurat.
Sedangkan di sebuah ruangan kerja di lantai tertinggi menara Mandira Group, terlihat Abimanyu memandangi pesan bergambar yang dia terima. Raut wajahnya terlihat senang.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan informasi mengenai si empunya saputangan panda. Sebagai pebinis tentunya dia selalu punya mata-mata di setiap kompetitor bisnisnya.
Apa lagi di Brahmana Corp yang merupakan pesaing utamanya saat ini. Tidak sulit baginya mencari orang dalam yang bersedia bertukar informasi perusahaan demi keuntungan pribadi. Bahkan sudah ada beberapa karyawan potensial Brahmana Corp yang ditariknya ke Mandira Group.
Abimanyu menatap lama sepuluh foto yang dikirim oleh informannya. Terlihat gadis itu dalam berbagai pose candid. Ada yang sedang menoleh, menunduk, tersenyum, merapikan rambut, bahkan ada yang terlihat menggigit bibir bagian bawahnya.
Terlihat menggemaskan sekali gumam Abimanyu.
Ya benar ini adalah gadis magang itu. Gadis itu tak banyak berubah, hanya sekarang lebih dewasa dan stylist tapi terlihat semua masih sama.
Apakah dia akan mengingat kejadian 10 tahun yang lalu? Apa gadis itu akan mengingat dirinya? Apa dia sudah berkeluarga? Siapa suaminya, sudah berapa anaknya? Bagaimana reaksi gadis itu jika mereka bertemu? Apakah gadis itu akan langsung mengingatnya jika bertemu? Berbagai pertanyaan hadir di kepala eksekutif muda itu.
Dia pun mengirim pesan ke anak buahnya untuk mencari informasi lebih jauh tentang Alexa. Sebenarnya dengan kecanggihan dunia digital bisa saja dia menjadi stalker tapi rasanya dia belum siap jika hasil temuannya nanti tidak sesuai dengan harapannya.
Hei, jika ternyata dia masih sendiri kau mau apa Abimanyu, suara hatinya bertanya. Mau apa? Entahlah, dia pun merasa ragu apa yang akan dia lakukan. Belum mengerti apa yang dia mau. Dia hanya merasa ada sebuah ruang di hatinya yang terkunci lama kemudian terbuka lagi.
Ada rasa hangat mengalir di rongga dadanya. Setiap tahun pun begitu, di tanggal yang sama bulan yang sama dia akan mengulang kejadian di tangga darurat itu. Tentunya hanya sekedar berdiri sambil menggenggam sapu tangan panda.
Kegilaannya tidak hanya sampai di sana, mug putih yang menjadi pangkal tumpahnya teh panas di kemejanya pun sempat menjadi mug kesayangannya di kantor hingga keteledoran sekretarisnya membuat mug itu pecah.
Jangan ditanya apa yang dilakukan oleh Abimanyu untuk menghukum wanita itu, walau pun mug itu berhasil diperbaiki tapi tetap saja dia harus terima dipindahkan ke bagian resepsionis. Namun akhirnya gadis itu mengundurkan diri karena merasa turun gengsi dari jabatan sekretaris bos.
Ah mumpung sudah ketemu, ayo langsung disamperin aja suara, hatinya yang lain berkata.
Dia pun berdiri dari kursi kerjanya namun tak berapa lama dia duduk kembali. Ragu kembali melanda. Kemudian dia kembali meraih telepon genggamnya kemudian menuliskan pesan kepada anak buahnya.
Cari sedetailnya jadwal kegiatan Alexa setiap hari selama sebulan kedepan, begitulah isi pesan yang terkirim.
Di luar sana sang anak buah pun melongo tak percaya akan perintah yang dikirimkan oleh bos besarnya itu.
Kalau jadwal selebriti, artis, pelawak atau pejabat bahkan selebgram mah gampang bos, tapi ini siapa? Media sosialnya saja tidak aktif dan hanya karyawan biasa di kantor Brahmana Corp.
Begitulah kira-kira jawaban anak buah yang kurang beruntung itu tapi tentunya dia tak punya nyali untuk membantah.
Hanya tulisan 86 bos yang akhirnya terkirim ke ponsel si bos besar.
Tring tring!
Notifikasi pesan masuk kembali terdengar di ponsel laki-laki gempal berkepala botak itu. Dia pun membuka dan membaca pesan yang ternyata masih dari bos besar.
“Besok pagi harus sudah ada!"
Yang benar saja dah gumamnya sambil menepuk kepala botaknya yang mulai berkeringat.
Abimanyu masih mematung di ruang kerjanya. Harus ada rencana lain jika tak berhasil, bagaimana jika menculiknya saja, ah tidak, jangan seperti itu.
Ide-ide gila mulai bermunculan di kepala laki-laki yang sedari tadi duduk di ruang kerja yang bergaya minimalis elegant itu terpaku menatap sapu tangan biru yang sekarang dibawa ke mana pun dia pergi.
Jika kejadiannya bisa diulang tapi dengan versi berbeda mungkin akan lebih baik dan bisa terkesan lebih natural pikirnya lagi.
Hmm eksekutif muda itu pun tersenyum membayangkan jika dia sedang berada di sebuah cafe yang tiba-tiba tidak sengaja menyenggol seorang gadis yang sedang membawa minuman sehingga minuman tersebut tumpah membasahi baju gadis itu.
Kemudian dia akan mengeluarkan sapu tangan panda itu untuk membantu membersihkan. Lalu gadis itu akan terkejut melihat kain biru itu dan kemudian dia sendiri akan pura-pura minta maaf dan merasa bersalah. Gadis itu akan menanyakan dari mana dia mendapatkan sapu tangan itu. Selanjutnya mereka akan bernostalgia mengenang pertemuan pertama mereka.
Oh indahnya.
Namun lamunan Abimanyu buyar setika karena asisten pribadinya mengetuk pintu dengan cukup keras setelah berkali-kali melakukannya tetapi tidak mendapat respon. Wanita cantik berambut pendek itu pun merasa heran, tidak biasanya sikap bosnya seperti itu.