"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci
"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan
"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa
Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?
Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 21 Curhat
Rangga semakin di buat bingung saat lagi-lagi Arkan mengatan kalau Arkan adalah calon suami Suci, karena yang seharusnya menjadi calon istri Arkan itu Sulis.
" Arkan, ini gimana maksudnya? Lo bilang lo calon suami Suci?"
" Gue bisa jelasin nanti."
Walau pun sebenarnya penasaran, Rangga hanya pasrah saja, melihat wajah Arkan seperti sedang kecewa.
" Uci, kamu yakin baik-baik saja?"
" Uci baik-baik saja kak, maaf karena tangisan Uci tadi membuat kaka jadi kuatir."
" Tidak apa-apa Uci, jelas saya kuatir, kamu adalah calon istri saya, atau kamu sekarang berubah pikiran?"
" Uci tidak pernah berubah pikiran kak."
" Lalu kamu kenapa menangis? Sepertinya beban kamu berat? Atau kamu berat harus melepaskan lelaki yang kamu cintai?"
Arkan tidak menyebutkan nama lelaki yang Suci cintai, ia takut kalau Suci berpikir ia telah mencari informasi tentang Suci, walau pun sebenarnya ia tau dari Sulis.
" Bukan seperti itu kak, tadi sahabat Uci marah karena Uci tidak berpamitan, tadi Karinah sedang pulang ke rumah, jadi tidak bertemu dengannya."
" Ya Allah, ampuni hamba telah membohongi kak Arkan." batin Suci
Arkan tau kalau Suci sedang berbohong, mengingat tadi ucapan Suci saat di telpon mengatakan kata Dia, walau pun Suci tidak memanggil nama itu, tapi ia yakin kalau Suci sedang bimbang dengan perasaannya.
" Uci, kalau mau mundur, lebih baik mundur, jangan menyiksa dirimu, jangan tidak enak hati sama mama, saya tidak mau melihat kamu sedih."
" Uci sudah bilang kak, Uci tidak akan mundur, maaf karena Uci belum bisa terbuka dengan masalah Uci, tapi jujur saja kalau Uci percaya kaka jodoh Uci, karena selama dua hari berturut-turut setelah sholat istikarah, hanya kaka yang ada di mimpi Uci. Kaka harus tau, apa pun keputusan yang Uci ambil, Uci selalu mencurahkan semua isi hati Uci pada sujud Uci. Mungkin saat ini Uci belum bisa mencintai kaka, tapi setelah kita sudah halal, insya Allah Uci akan berusaha mencintai kaka, bagai mana pun juga kita baru saling mengenal, jadi tindak mungkin semudah itu saling mencintai."
Suci menghela nafas pelan, bohong kalau ia tidak bisa mencintai lelaki dalam pandangan pertama, nyatanya ia bisa mencintai Gus Ali dalam pandangan pertama, bahkan cintanya hingga sekarang masih saja tumbuh. Perasaan Arkan menghangat, walau pun tadi merasakan kecewa, tapi ia tidak menyangka kalau Suci selalu mengaitkannya dengan Allah dan percaya bahwa ia jodohnya.
" Terima kasih Uci, tidak apa-apa kalau kamu merasa belum bisa terbuka dengan saya."
" Sekali lagi maaf kak."
" Jangan minta maaf. Sudah sekarang kamu cepat masuk, mobil biar pak Budi yang masukin ke dalam, jangan lupa istirahat yang cukup, tenangkan pikiranmu, saya tau kamu tidak baik-baik saja."
Arkan langsung menelakson, agar Satpam di rumah Suci membuka pagarnya. Setelah pagarnya di buka pak Budi langsung masuk ke dalam pekarangan rumahnya
" Uci turun kak, Assalamulaikum."
" Wa'alaikumsalam."
Arkan dan Rangga menjawab salam Suci serempak. Suci berjalan pelan memasuki pintu pagarnya. Pak Budi sudah ada di samping mobil Arkan.
" Den, sini bapak yang menyetir."
" Pak Budi duduk di belakang saja, sudah tanggung."
" Baik den."
Pak Budi duduk di belakang.
" Kita pulang atau tetap meeting?"
" Pulang saja, lo chat dia, kalau kita tidak bisa datang."
Rangga mengangguk, ia langsung menchat orang yang akan bekerja sama dengan perusahaan Xien Grup, itu adalah perusaahan Arkan yang di bangun sendiri, dalam bidang permodelan. Rangga langsung melajukan mobilnya untuk pulang.
"Gue tanya siapa sebenarnya Suci?"
" Seperti yang lo dengar kalau Suci calon istri gue."
Rangga sangat terkejut, termasuk pak Budi yang di belakang juga sangat terkejut.
" Lo jangan gila Arkan! Sulis mau lo kemanain?!"
" Sulis tidak ingin menikah sama gue, bahkan Sulis menghina habis-habisan pisik gue. Sulis juga saat itu memojokan Suci untuk menikah sama gue, hingga akhirnya mama meminta Suci untuk menikah sama gue."
" Hidup lo beruntung banget Arkan. Lo lelaki yang selalu mabuk-mabukan, kenapa lo jadi dapat wanita sholehah? Gue pikir lo hanya becanda dengan Suci, kalau lo becanda, gue juga mau daftar menjadi kekasih halalnya."
" Jangan gila Rangga! wanita pemuas lo mau lo kemanain hah?!"
" Mereka cuma wanita pemuas dan gue juga bayar mereka buat muasin gue, masa iya gue mau nikahin mereka."
Rangga memang hidupnya terlalu bebas, perceraian ke dua orang tuanya mampu membawa pengaruh buruk dalam hidup Rangga, bagi ia, ia hanya butuh wanita untuk memuaskan hasratnya, karena bagi ia wanita itu sama saja hanya membutuhkan uang, mengingat mamanya meminta cerai saat ia kecil, dan meninggalkan papanya untuk lelaki kaya raya saat papanya bangkrut, dan itu mampu membuat ia kalau ia tidak membutuhkan istri, percuma ada kata cinta kalau pada akhirnya berakhir dengan perceraian.
" Terserah lo, tapi dengan cara lo seperti ini, lo tidak akan mendapatkan wanita yang baik, lo harus berubah dari sekarang, jangan menganggap semua wanita itu seperti mama lo."
Rangga hanya menghela nafas berat. Memang Arkan bukan sekali dua kali menasehati Rangga, karena Rangga terjun lebih bebas saat usianya 24 tahun, dan sekarang usia Rangga sama seperti Arkan 28 tahun. Rangga langsung mengihkan pembicaraan.
" Gue penasaran, lo cinta sama Suci?"
" Sepertinya ia, setiap kali melihat mata Suci, gue seperti sudah bertemu dengannya sebelumnya, perasaan gue selalu bahagia saat di sampingnya."
" Lo jangan samain Suci sama Gadis yang lo tolong 3 tahun yang lalu Arkan, jangan sakiti hatinya karena keegoisan lo, gue tau lo belum melupakan Gadis itu, gue kadang heran sendiri, kenapa lo jatuh cinta sama gadis yang baru bertemu sekali, sedangkan dengan Sulis, lo sudah kenal 5 tahun, bukan waktu yang sebentar Arkan, lalu lo pacaran sama Sulis 2 tahun, walau pun lo cinta sama Sulis, tapi hati kecil lo hanya untuk Gadis tidak jelas keberadaannya."
Memang Arkan hingga saat ini masih mencintai Gadis yang di tolongnya, tapi ia sama sekali tidak mau mencari tau tentang Gadis itu, mengingat usianya yang jauh berbeda, ia tidak ingin di tolak karena sudah om-om.
" Gue yakin kalau perasaan gue cinta sama Suci, tapi gue tidak yakin kalau gue bisa mendapatkan hati Suci. Hati Suci sudah milik lelaki lain, setelah mendengar ucapan Sulis, gue selalu berpikir keras untuk melanjutkan pernikahan atau tidak, mengingat gue hanya lelaki lumpuh, gue malu buat memperjuangkan cinta gue sama Suci, sedangkan lelaki yang Suci cintai sangat sempurna, dia anak dari kiai tempat Suci mondok, bahkan cinta mereka tidak bertepuk sebelah tangan, mereka sama-sama memiliki perasaan. Menurut lo gue jahat atau tidak? Gue datang menjadi orang ke tiga bagi mereka?"
Rangga menghela nafas saat mendengar pertanyaan dari Arkan, begitu rumutnya kisah percitaan Arkan.
" Gue tidak bisa memberi lo solusi, lo tau kalau gue tidak memiliki pengalaman, tapi kalau lo cinta dengan Suci, saran gue tidak perlu mundur, Suci sudah menerima lo, tinggal lo nya saja berjuang untuk mendapatkan hatinya."
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏