NovelToon NovelToon
CINTA NAZIFAH

CINTA NAZIFAH

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:160.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mala Cyphierily BHae

Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.

Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menagih Janji

Benar saja, Adam yang memesan taksi itu sekarang sudah ada di depan rumah Nazifah.

Adam mencoba menghubungi istrinya, tetapi, ponselnya tidak aktif.

Adam melihat ke kanan dan kiri, terlihat sangat sepi karena memang hari sudah sangat larut.

Adam pun memutuskan untuk memanjat pagar rumahnya yang tidak terlalu tinggi dan saat itu juga Adam seolah nostalgia dengan masa sekolahnya dulu saat akan bolos.

Adam yang hampir melewati pagar itu harus ditarik jasnya oleh petugas keamanan dan Adam pun terjatuh duduk.

"Lo maling, ya!" seru salah satu satpam yang memergoki Adam.

"Saya pemilik rumah ini! Istri saya dihubungi enggak bisa, jadi saya harus manjat pagar!" kata Adam seraya menunjuk rumah Nazifah.

"Alah, mana ada maling ngaku!"

"Tolong ya kalian, lihat penampilan saya, mana ada maling penampilannya seperti ini!" ketus Adam.

Dan demi meluruskan masalah ini Adam harus bisa membuktikan kalau ucapannya adalah benar.

Sementara itu, di dalam, Nazifah yang sedang tidur terbangun saat mendengar suara berisik lalu turun dari ranjang, kamarnya yang berada di posisi depan membuat Nazifah dapat dengan mudah melihat dari celah jendela dan betapa senangnya Nazifah.

Nazifah pun segera keluar untuk menyelamatkan suaminya.

"Mas Adam," panggil Nazifah seraya membuka pintu pagar.

"Kenapa enggak bisa dihubungi?"

"Maaf, ponselnya mati, lupa cas," jawab Nazifah berbohong, sebenarnya ia sengaja mematikan ponselnya karena lelah berharap.

"Jadi benar bapak ini suaminya embak?" tanya satpam yang tadi menarik jas Adam.

"Iya, Pak. Dia sangat sibuk, jadi jarang ada di rumah," kata Nazifah dan satpam pun meminta maaf karena memang tidak tau.

"Enggak papa, Pak. Namanya juga menjaga keamanan," balas Nazifah.

Setelah itu, para satpam pun pergi begitu juga dengan Adam dan Nazifah yang segera masuk ke rumah.

Tanpa keduanya sadari ternyata ada yang mengambil gambar mereka, tentu saja itu adalah orang suruhan Titin yang dimintai untuk mengawasi Nazifah.

****

Nazifah tidak lupa mengunci pintu dan Adam yang berdiri di belakang Nazifah itu memeluknya seraya menanyakan kabar anaknya.

"Gimana sama anak kita, hari ini rewel enggak?"

"Alhamdulillah, bayinya pengertian, kalau rewel pasti aku nangis terus!"

"Aku baru datang, jangan bahas yang bikin enggak enak!"

"Iya, maaf. Kenapa tengah malam gini datang? Aku kira kamu beneran enggak datang?"

"Udah ku bilang jangan suka mengira!" kata Adam seraya melepaskan pelukan itu.

Adam duduk di sofa ruang tamu, ia melepaskan jasnya karena berpikir besok akan menggunakan jas yang sama.

"Gimana sama Mbak Vita? Apa dia enggak nyari kamu?" tanya Nazifah seraya ikut duduk di samping Adam.

"Jangan bahas dia, siapkan aku makan, lapar!"

"Baiklah," jawab Nazifah, ia pun bangun dari duduk dan segera menyajikan makan malam di meja makan.

"Mas, udah siap," kata Nazifah yang kembali menyusul Adam ke ruang tamu dan ternyata Adam sudah tertidur. Nazifah merasa tidak tega saat melihat itu, ia mengerti kalau Adam kelelahan.

Tetapi, Nazifah tetap membangunkan Adam untuk makan malam.

"Mas," lirih Nazifah seraya menggoyangkan pelan lengan Adam.

Adam pun membuka mata dan merubah posisinya menjadi duduk, ia segera bangun untuk makan.

"Ini semua masakan kamu?" tanya Adam yang melihat ada ayam goreng, sayur capcai dan udang balado.

"Sama ibu, aku pengen kamu cobain masakan aku," kata Nazifah yang duduk di samping Adam.

Mendengar kata ibu, Adam pun menjadi bertanya soal rahasianya.

"Aman, ibu enggak tau apa-apa soal kita, tapi... aku mau menagih sesuatu, Mas!"

"Apa itu?" tanya Adam seraya melahap makan malamnya.

"Di surat perjanjian itu, kamu bilang kamu aku hamil, aku akan mendapatkan hak sebagai istri?"

"Aku udah berusaha, makanya aku ada di sini," jawab Adam tanpa melihat Nazifah.

Entah mengapa, dirinya seperti sudah mulai melunak pada Nazifah, Adam berpikir mungkin karena Nazifah sedang hamil anaknya dan itu sudah wajar bagi seorang suami untuk perhatian pada istrinya.

Nazifah pun mencoba mengerti, ia tidak membahas apapun lagi karena ingin Adam makan dengan nyaman.

"Kamu udah makan?" tanya Adam seraya melihat Nazifah yang sedang memperhatikan.

"Udah," jawab singkat Nazifah.

"Katanya, kalau orang hamil bakal nambah nafsu makannya."

"Itu nanti kali, ya. Kalau hamil muda gini yang ada malas makan," lirih Nazifah.

"Jaga kesehatan, di dalam perutmu ada anakku! Ingat anakku! Kamu harus pandai menjaganya!"

"Iya." Nazifah pun merasa senang karena Adam begitu menginginkan bayinya dan selalu mengingatkan akan kesehatan Nazifah.

Selesai dengan makan, Nazifah pun membereskan bekas piring itu, meletakkannya ke wastafel.

Setelah itu, Nazifah segera menyusul Adam yang sudah masuk ke kamar.

Di dalam, Adam merasa bingung karena tidak ada baju ganti miliknya di rumah itu.

"Kenapa, Mas?"

"Besok kamu belanja baju ganti untukku!" perintah Adam dan Nazifah pun menjadi tau apa masalahnya.

"Mau ku pinjemin sarung bapak, nggak?" lirih Nazifah.

"Sarung? Jangan bangunkan bapak, ini udah malam," jawab Adam seraya melihat jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

"Enggak bangunin, sarungnya ada di jemuran belakang," kata Nazifah, ia pun segera keluar dari kamar dan mengambil sarung Supardi.

Setelah mendapatkan sarung itu, Nazifah segera memberikannya pada Adam dan Adam sama sekali tidak mengerti caranya menggunakan sarung.

Nazifah pun mengajarinya dan sekarang, Adam hanya mengenakan sarung dan kaos dalam saja.

Merasa kedinginan Adam pun mengajak Nazifah untuk masuk ke sarung yang sama.

Malam ini, keduanya menghabiskan malam dengan melepaskan rindu dan menunaikan kebutuhannya.

Nazifah meminta pada Adam untuk melakukan dengan pelan, ia takut akan membuat janin yang ada di dalam itu menjadi tidak nyaman.

Adam pun mengiyakan dan benar saja, malam ini Adam sangat lembut.

Selesai dengan hajatnya, sekarang Adam memeluk Nazifah dan membawanya ke alam mimpi.

Dalam kamar itu, Adam merasakan kenyamanan dan akankah Adam mengatakan kata cinta pada Nazifah?

****

Sementara itu, Vita menatap bantal milik Adam. Malam ini ia tidur sendirian.

Vita masih berpikir positif karena dirinya melihat sendiri ke mana Adam pergi.

Walau ucapan mertuanya itu terngiang di telinganya, tetapi, Vita tidak ingin memikirkannya.

Vita pun mencoba menghubungi Adam dan Adam yang sangat lelah itu memilih untuk mengabaikan ponselnya yang terus bergetar.

"Enggak papa ya, mbak! Dari kemarin juga aku yang kesepian, untuk malam ini saja biarkan Mas Adam di sini!" batin Nazifah, gadis yang sudah memejamkan mata itu sudah menduga kalau yang menghubungi Adam adalah Vita.

****

Keesokan paginya, Nazifah bangun lebih dulu untuk membuatkan kopi kesukaan suaminya.

Adam yang mencium aroma kopi itu pun membuka mata.

"Pagi sekali kamu bangun?" tanya Adam.

"Pagi? Ini jam 6, udah siang, Mas!" jawab Nazifah dan Adam pun segera turun dari ranjang, ia mengambil kopi itu dan menyeruputnya.

Akhirnya, Adam merasa lega setelah kembali dapat menikmati kopi buatan Nazifah.

Setelah itu, Adam pergi mandi lalu menanyakan di mana bajunya semalam.

"Aku cuci, Mas. Sekarang lagi di setrika sama bibi," kata Nazifah dan Adam pun pergi sarapan dengan menggunakan sarung.

Supardi yang sedang meminum teh di ruang tengah itu melihat menantunya memakai sarung kesukaannya.

"Maaf, Pak. Semalam Adam enggak ada baju ganti," ucap Adam saat Supardi memperhatikan.

"Enggak papa, pakai saja, tapi kok aneh, masa di rumah sendiri enggak ada baju?" tanya Supardi yang merasa heran.

Sementara itu, Mirah yang sedang menyajikan sarapan itu mendengar dan mengerti kenapa tidak ada baju ganti Adam di rumah ini, karena Nazifah hanya selingan.

Jawaban apa yang akan Adam berikan pada Supardi.

Bersambung.

Like dan komen, jangan lupa dukung karya ini dengan vote gratis/giftnya ya, sampai jumpa di episode selanjutnya ☺

1
Erni Ramadan
😂😂
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Key Evllyn
kok tiap akhir kalimat pakenya tanda seru si?? jadi aga gimana bacanya, harusnya pake titik/koma. soalnya kalo tanda seru buat kalimat penegasan🙏🏻
Nopita Arfiantie
bagus
Mala–Bell: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di karya yg lainnya, ya 🙏☺☺
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kacau ni anak...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
kampret...berhayal ternyata
Mala–Bell: Hahahaahaaa 🤣🤣🤣
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
nahhh loo...d gorok baru tau rasa lu😂
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
tin Titin...yg slh itu ponakan km lah...gmn sich...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
yaelahhh pak..ada2 aja...mn mau orang nazifah cintanya sm Adam..
lagian..nazifah jg hamil...
Mala–Bell: 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
total 1 replies
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
serakah...mngkin jika suatu hari fizah pergi br nyadar dia...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
aduhhh..jgn dulu dech zifah...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
di nikahin pastinya...
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
mampir lg ak Thor..
Mala–Bell: Terima kasih, kak. Jangan lupa mampir di Suamiku Takdirku, juga, ya, kak🙏😇☺
total 1 replies
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
ceritanya menarik semangat jadi penasaran kelanjutan ceritanya
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
baru pertama baca sudah tertarik jadi penasaran kelanjutan ceritanya
Lena Sari
hadeuhhhhhh..laki2berdaster rupanya,gakpunya pendirian.
Ima Yuliantina Tony
najis
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
₦⑂. Ⓙυ☂€✘
Terimakasih atas karyanya Thor...
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰

Semangat mbk Mal😍😍
Mala–Bell: Terimakasih bnyak kk 🤗🤗
total 1 replies
𝐀⃝🥀ᴍᷟᴀᷧᴄᷱᴇᷧ_ᷢᴘᴀᴘᴜᴀ
MENJADI YANG KE DUA BELUM TENTU SELALU BAIK APALAGI PASTI ADANYA KECEMBURUAN DARI YANG PERTAMA, SEMOGA NAZIFAH DAPAT MENEMUKAN KEBAHAGIANNYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!